advertisements

Baterai laptop, smartphone, ataupun tablet membutuhkan perawatan yang benar agar dapat bertahan lama. Sayangnya, terdapat berbagai macam informasi yang tidak benar mengenai cara perawatan baterai yang beredar di masyarakat. Beberapa informasi yang salah tersebut biasanya berasal dari tips merawat baterai jaman dahulu yang masih banyak diimplementasikan hingga sekarang. Oleh karena itu mari kita menguak satu persatu mitos tersebut.

baterai laptop

Biarkan Baterai Hingga Kosong Sebelum Diisi Kembali

Banyak informasi yang menyarankan jika baterai sebaiknya dibiarkan dulu hingga kosong sebelum diisi kembali. Jika Anda menggunakan baterai jenis NiMH dan NiCd, hal ini tentu saja harus dilakukan karena kedua baterai tersebut memiliki “memory effect”. Karena memory effect tersebut, Anda harus selalu menjadikan baterai hingga benar-benar kosong sebelum mengisinya kembali.

advertisements

Namun masalahnya, semua perangkat di jaman sekarang ini menggunakan baterai tipe Li-Ion dan Li-Po. Kedua jenis baterai tersebut justru tidak boleh dibiarkan hingga kosong karena sangat berbahaya. Bahkan jika Anda membiarkan baterai tersebut kosong untuk jangka waktu tertentu, maka bukan tidak mungkin baterai tersebut tidak akan bisa di-charge lagi.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk kembali mengisi ulang baterai laptop dan lainnya ketika kapasitasnya sudah tinggal 20 persen lagi. Jika Anda berencana untuk menyimpan baterai tersebut, maka simpanlah ketika baterai tersebut memiliki kapasitas 50 persen. Namun ingat jangan sekali-kali menyimpannya dalam keadaan penuh alias 100 persen karena hal tersebut dapat mengurangi kapasitas baterai.

Seiring berjalannya waktu, sebuah baterai biasanya mengalami penurunan akurasi karena seringnya proses isi ulang. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan kalibrasi setiap 3 bulan sekali. Silahkan baca artikel cara kalibrasi baterai laptop yang benar ini untuk memperbaiki akurasinya.

Suhu Panas dan Dingin Dapat Merusak Baterai

Suhu panas sebenarnya tidak akan merusak baterai, namun lebih tepatnya hanya mengurangi kapasitasnya. Hal ini berlaku untuk semua baterai, baik itu baterai smartphone maupun laptop. Oleh karena itu jika laptop Anda sering kepanasan karena bermain game, maka lebih baik Anda melepas baterai tersebut. Namun jika Anda hanya menggunakan laptop untuk aktivitas biasa seperti browsing, mendengarkan musik, mengetik tugas, ataupun menonton video, maka Anda tidak perlu melepasnya.

Selain panas, suhu dingin yang ekstrim juga dapat mengurangi kapasitas sebuah baterai. Maka dari itu simpanlah laptop Anda di tempat yang memiliki suhu stabil, jangan terlalu dingin ataupun terlalu panas apalagi hingga terpapar sinar matahari.

Mencopot Baterai Ketika Laptop Tersambung Ke Listrik

Ini adalah hal yang paling banyak mengundang perdebatan. Banyak yang mengatakan jika laptop disambungkan ke listrik, maka baterainya harus dilepas karena akan mengurangi kapasitas baterai. Hal ini tentu salah besar karena membiarkan laptop tanpa baterai justru sangat berbahaya bagi komponen laptop seperti CPU, hard disk, dan lainnya. Jika listrik tiba-tiba mati, maka bukan tidak mungkin perangkat yang sangat sensitif seperti hard disk akan cepat rusak.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk tidak melepas baterai ketika perangkat Anda tersambung ke sumber listrik. Baterai tersebut juga tidak akan meledak atau kelebihan kapasitas karena semua laptop saat ini akan langsung menghentikan proses charging ketika baterai sudah penuh. Untuk membuktikannya, Anda dapat mengarahkan mouse ke ikon baterai di sebelah kanan bawah ketika baterai sudah penuh dan di sana akan tertera tulisan “plugged in, not charging”.

Sementara untuk menjaga agar kapasitasnya tidak berkurang, Anda harus sesekali menggunakan baterai tersebut tanpa sambungan listrik. Hal tersebut tentu jauh lebih baik ketimbang harus mencopot baterai dan merusak komponen laptop tersebut. Namun jika memainkan game berat yang membuat laptop cepat panas, mungkin melepasnya untuk sementara waktu adalah hal yang baik asalkan pasokan listriknya dalam keadaan stabil.

Apakah Anda pernah mendengar mitos lain yang berkaitan dengan baterai laptop, smartphone, dan juga tablet? Jika pernah, silahkan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah ini.

Artikel Menarik Lainnya: