advertisements

Masih ingat ketika pada 2007 Apple memutuskan mengganti layar teduh (matte) pada iMac dengan layar kilap (glossy)? Para konsumen setia produk tersebut pun bereaksi menentang. Respons menjadi semakin keras ketika Apple menerapkan perubahan yang sama terhadap MacBook Pro pada 2013. Sejak saat itu, Apple hanya memproduksi layar glossy baik untuk komputer meja maupun laptop. Bersamaan dengan itu pula berakhirlah kejayaan layar teduh.

Berbagai petisi pun bermunculan di internet untuk mengembalikan layar teduh ke pasaran produk-produk Apple. Partisipan petisi kebanyakan adalah mereka yang telah memakai iMac atau MacBook Pro dan tidak mau membeli keluaran terbaru Apple sebelum layar teduh diproduksi kembali.

advertisements

Mereka pun mengancam beralih ke komputer dengan sistem operasi Windows. Sebagian besar petisi mengalami jalan buntu karena tidak mendapat tanggapan yang mereka harapkan. Hasilnya, sampai sekarang hampir semua komputer buatan Apple memiliki layar kilap.

Hasil jajak pendapat oleh Which?, organisasi pembela hak konsumen di Inggris, menunjukkan preferensi konsumen. Dari 1667 peserta jajak pendapat, 89% lebih menyukai layar matte dan sisanya memilih layar glossy.

Mengapa konsumen suka layar teduh?…

…dan benci layar kilap? Refleksi pada layar kilap jelas merupakan sumber kejengkelan utama. Apalagi, saat komputer dipakai di bawah sinar matahari di luar ruangan atau di dalam ruang dengan cahaya lampu terang.

Dalam kondisi seperti ini, yang tampak pada layar glossy adalah obyek-obyek di depannya atau justru muka penggunanya sendiri, bukan grafik yang seharusnya ditayangkan komputer.

Di antara para partisipan petisi, pengguna iMac dan MacBook dari kalangan desainer grafik dan fotografi mengeluhkan layar glossy yang tidak mendukung kalibrasi warna sebaik layar matte ketika ketepatan setiap piksel diperlukan.

“MacBook Pro yang saya beli pada 2011 sekarang sudah mati, jadi saya tidak punya pilihan layar teduh dari Apple lagi. Saya terpaksa beralih ke PC Windows demi penglihatan saya. Saya tidak mau mengedit foto-foto di layar kilap dengan kontras yang lebih tajam, saya lebih suka monitor yang netral… Ini menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir Apple telah mengambil keputusan yang tampak bertentangan dengan para pengguna profesional dan hanya ingin menyenangkan pengguna awam. Saya seorang profesional, bukan orang tua atau remaja yang mau membeli komputer pertama. Apple, tolong kembalikan layar teduh untuk laptop dan iMac! Setidaknya MacBook Pro! Saya tidak suka perubahan ini. Sekali saya beralih ke PC, saya mungkin meninggalkan Apple selamanya.”

Liz W, desainer grafik, Juli 2014

Liz hanyalah satu di antara para pengguna MacBook Pro yang mempertanyakan kebijakan produksi Apple. Menurut mereka, sesuai namanya, MacBook Pro diperuntukkan bagi para profesional. Namun perubahan permukaan layarnya malah bertentangan dengan kebutuhan profesi seperti yang mereka jalani.

Meskipun terdapat lapisan dijual terpisah yang bisa memberikan efek teduh, ini tidak serta merta menjadi solusi karena memengaruhi performa layar secara umum dan justru mengubah penampakan warna asli.

Untuk komputer yang dipakai bersamaan oleh banyak orang, seperti komputer di keluarga, kebersihan menjadi faktor utama. Layar kilap lebih gampang menampakkan bekas sentuhan terutama oleh jari atau tangan yang berminyak. Walau terdapat banyak cara membersihkan layar laptop, hal ini lebih mudah dihindari pada layar teduh.

Di atas semua alasan tersebut, keluhan terkait layar kilap adalah seputar ketidaknyamanan pada mata. Dengan struktur yang menyerupai cermin, layar kilap memantulkan cahaya sehingga menyilaukan mata. Dampak ketegangan pada mata sangat terasa pada mereka yang harus bekerja menatap layar komputer berlama-lama.

Pengusung petisi berpendapat bahwa peralihan dari layar teduh ke layar kilap tidak bisa disamakan dengan peralihan dari floppy disk (disket) ke optical disk yang bisa dilupakan begitu saja karena teknologi tersebut tidak berdampak langsung terhadap kesehatan manusia.

advertisements

Sedangkan pada layar, peralihan ke teknologi yang merugikan mata akan terus menjadi isu. Sepuluh tahun ke depan, ketika petisi tersebut masih tetap aktif, mungkin banyak orang baru menyadari efek negatif layar kilap terhadap mata.

Mengapa produsen memproduksi layar kilap?

Layar Glossy

Hasil survei oleh Which? juga menemukan bahwa mayoritas responden berpendapat produsen seharusnya menawarkan pilihan matte dan glossy sehingga konsumen bisa memilih. Lalu apa alasan produsen lebih fokus mengembangkan layar kilap belakangan ini?

Kepada Which?, Sony menyatakan bahwa keputusan jenis layar tergantung pada masing-masing model sesuai peruntukannya. Sony setuju bahwa layar teduh lebih cocok untuk mobilitas tinggi, namun juga bersikukuh bahwa layar kilap berfungsi baik di rumah untuk menikmati grafik kaya warna. Sedangkan untuk laptop yang digunakan di dalam dan luar ruangan, Sony menawarkan layar dengan LCD antirefleksi yang unik dan bisa beradaptasi.

Samsung memberikan jawaban serupa. Sedangkan pernyataan Dell menyebutkan bahwa mereka terus mengevaluasi portofolio produk berdasarkan umpan balik konsumen dan tidak menutup kemungkinan produksi layar teduh di masa mendatang.

Alasan tepat para produsen yang tidak terungkap menimbulkan berbagai macam teori beredar, antara lain biaya produksi layar kilap yang lebih rendah daripada layar teduh dan psikologi manusia yang cenderung tertarik pada benda berkilau sehingga memudahkan pemasaran.

Kelebihan dan kekurangan masing-masing

Layar matte memiliki karakteristik permukaan yang tidak mulus sehingga memungkinkan pembiasan cahaya yang jatuh di atasnya dan mencegah refleksi. Struktur permukaan ini mengurangi kepekaannya dalam menunjukkan bekas sentuhan sehingga cara membersihkan layar laptop jenis ini relatif lebih mudah.

Kekurangannya adalah tingkat kontras yang lebih rendah dan warna yang tidak terlalu menyala karena pancaran cahaya dari dalam monitor juga harus melalui lapisan yang menyebarkan cahaya.

Kekurangan ini diperbaiki pada LCD yang memiliki cahaya latar LED karena jauh lebih kuat pancarannya. Kekurangan lain layar teduh terletak pada pola kristal yang tampak, terutama pada halaman dengan latar belakang putih.

Sebaliknya, layar kilap menawarkan warna yang lebih hidup dengan tingkat kecerahan dan kontras yang lebih tinggi pula karena permukaan mulusnya meneruskan sebagian besar cahaya yang jatuh. Tidak heran apabila jenis ini lebih disukai para penggemar game atau film.

Pada sisi lain, sumber pencahayaan yang kuat dari sekelilingnya menimbulkan sorotan balik yang bukan hanya menjengkelkan, melainkan juga menyebabkan ketegangan dan bahkan sakit mata. Bayangan benda-benda di depan layar juga menjadi nilai minus bagi tipe ini. Pada gilirannya, permukaan ini adalah layar komputer, bukan cermin.

Alasan mantan CEO Apple Steve Jobs bahwa sebagian besar orang lebih suka layar glossy terbukti tidak cukup kuat untuk begitu saja membuat konsumen lupa akan keunggulan layar teduh. Penggemar layar teduh tidak mau dianaktirikan dan berharap suatu hari nanti para produsen komputer dan laptop akan menyadari bahwa tidak semua orang ingin melihat bayangannya sendiri ketika menatap monitor.

Artikel Menarik Lainnya: