advertisements

Setelah meluncurkan Moto E dan juga Moto G versi LTE, Motorola tampaknya semakin sulit disaingi untuk produk kelas menengah ke bawah. Kedua perangkat tersebut dibanderol dengan harga yang murah namun memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan smartphone lain yang ada di kisaran harga tersebut.

Moto G

Ketika meluncurkan Motorola Moto E di Brazil beberapa hari yang lalu, dua petinggi Motorola, Rick Osterloh dan Steve Sinclair bahkan tidak tanggung-tanggung untuk membandingkan perangkat besutannya ini dengan berbagai perangkat buatan Samsung. Hal ini tentu menjadi tamparan keras bagi Samsung mengingat produsen asal Korea Selatan tersebut saat ini masih memimpin dalam hal jumlah penjualan perangkat Android.

advertisements

Setelah membaca situs Android Pit saya mendapati 4 hal penting yang dibicarakan oleh kedua tokoh tersebut tentang perangkat barunya ataupun tentang perbandingannya dengan berbagai perangkat Samsung.

1. Moto G adalah smartphone tersukses Motorola

Hanya dalam waktu 5 bulan setelah peluncurannya, Moto G berhasil menjadi smartphone buatan Motorola paling laris di dunia. Amerika Serikat dan Brazil menjadi negara teratas dalam jumlah penjualan perangkat ini. Karena kesuksesannya tersebut, Motorola juga kini merilis Moto G dalam versi LTE, versi Ferrari, serta versi dengan slot Micro SD.

Sayangnya smartphone murah meriah ini belum juga tersedia untuk pasaran Indonesia. Pada bulan Januari yang lalu smartphone ini sempat masuk di situs Postel, namun dibatalkan tanpa diketahui. Walaupun nanti benar-benar akan dirilis di Indonesia, rasanya sudah cukup terlambat karena kini para konsumen sudah mengalihkan perhatiannya ke seri Asus Zenfone yang lebih murah.

Moto G Postel

Moto G di situs Postel

2. Jaminan update software


Dalam pernyataannya Rick Osterloh menyindir Samsung yang dianggap hanya mencari keuntungan dan tidak memperdulikan pelanggannya. Ya Samsung memang seakan tidak peduli pada perangkat lamanya dan hanya memberikan update untuk berbagai perangkat barunya. Sebagai contoh dalam bocoran dokumennya baru-baru ini, Galaxy S3 versi internasional dinyatakan tidak akan mendapatkan update Android 4.4 Kitkat.

Keputusan Samsung tersebut tentu sangatlah konyol mengingat Galaxy S3 merupakan ‘mantan’ anak emasnya. Namun yaa namanya juga mantan, kalau tidak dicampakkan ya dilupakan. Kekonyolan Samsung tersebut ternyata berbanding terbalik dengan Motorola yang berjanji untuk tidak meninggalkan pelanggan lamanya.

Ucapan tersebut tidak hanya sekedar janji. Ya, Motorola sukses menghadirkan update KitKat hanya 19 hari setelah peluncurannya. Bandingkan dengan LG yang membutuhkan waktu 116 untuk LG G2 dan Samsung yang baru memberikan update tersebut untuk Galaxy S4 setelah 106 hari.

3. Murah dan cocok untuk negara berkembang

Moto E

Dengan harganya yang murah, Moto G dan Moto E sangat cocok untuk konsumen di negara berkembang. Memfokuskan penjualan di negara berkembang merupakan keputusan yang sangat tepat mengingat negara-negara tersebut memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak, sebut saja India, Brazil, hingga Indonesia.

advertisements

Di berbagai negara tersebut harga smartphone flagship cukup mahal untuk dijangkau sehingga smartphone murah seperti Moto G dan Moto E ini akan menjadi buruan para konsumen. Sayangnya seperti disinggung di atas, kedua perangkat ini masih diragukan kemunculannya di Indonesia. Menurut perkiraan saya tampaknya ada tekanan dari perusahaan tertentu agar tidak ada distributor yang menghadirkannya di Indonesia.

4. Murah dan berkualitas

Murah dan berkualitas, dua kata tersebut menjadi kunci dari berbagai produk besutan Motorola. Ketika membandingkan Moto E dengan Samsung Galaxy Fame, sang CEO Motorola menyatakan jika smartphone pesaingnya tersebut memiliki kualitas yang buruk, sistem operasi yang ketinggalan jaman, dan miskin fitur. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan apa yang dimiliki oleh Moto E.

Bagaimana menurut Anda pernyataan dari CEO Motola tersebut? Setuju atau tidak setuju?

Artikel Menarik Lainnya: