10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Smart 20
Infinix Smart 20 hadir sebagai penerus Infinix Smart 10 yang lebih dulu meluncur di Indonesia pada Juni 2025 dengan banderol sekitar Rp1 jutaan. Melihat posisinya sebagai generasi lanjutan, wajar kalau banyak yang berharap Smart 20 tetap bermain di rentang harga serupa.
Namun realitanya, kondisi pasar 2026 tidak lagi ideal. Krisis RAM yang terjadi membuat harga komponen ikut terdongkrak, dan imbasnya harga smartphone pun cenderung naik.
Meski begitu, Infinix Smart 20 tetap akan bertahan di segmen Rp1 jutaan, meski mungkin tidak serendah pendahulunya. Pertanyaannya sekarang, dengan kenaikan harga, apakah ponsel ini tetap sepadan dengan kompromi yang harus diterima di kelas entry-level? Untuk mengetahuinya, mari simak berbagai kelebihan dan kekurangannya berikut ini.
Spesifikasi Infinix Smart 20

| Layar | IPS LCD 6.78 inci |
| Chipset | MediaTek Helio G81 Ultimate |
| RAM | 4 GB |
| Memori Internal | 64 GB, 128 GB, 256 GB |
| Baterai | Li-Ion 5200 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Infinix Smart 20
1. Layar 6,78 Inci 120 Hz dengan Kecerahan 700 Nit

Di kelas harga Rp1 jutaan, layar Infinix Smart 20 bisa dibilang jadi salah satu daya tarik utamanya. Ponsel ini mengusung panel IPS LCD berukuran 6,78 inci yang sudah mendukung refresh rate 120 Hz.
Menariknya lagi, tersedia fitur auto-switch yang memungkinkan refresh rate turun ke 45, 60, atau 90 Hz secara otomatis, menyesuaikan aktivitas pengguna. Alhasil, tampilan tetap terasa mulus saat scrolling media sosial atau main game kasual, tetapi konsumsi daya tetap lebih terjaga.
Urusan kecerahan juga patut diapresiasi. Layarnya mampu mencapai hingga 700 nit lewat mode HBM (High Brightness Mode), sehingga konten masih terlihat jelas meski dipakai di luar ruangan saat matahari sedang terik. Ditambah desain punch-hole di sudut kiri atas, tampilannya terasa lebih modern dibanding HP entry-level yang masih mengandalkan waterdrop notch.
2. Desain yang Menarik untuk Harganya

Dari sisi tampilan, Infinix Smart 20 mengusung konsep desain yang terlihat berani sekaligus terasa muda. Bagian belakangnya memakai tekstur 3D yang memberi kesan modern, dengan visual yang tampak menyatu rapi mengikuti tren desain HP masa kini.
Sudut-sudut bodinya dibuat membulat (rounded R-corners), jadi terasa lebih nyaman saat digenggam sekaligus terlihat lebih sleek. Yang menarik, meski tampil ramping, ketebalan bodinya hanya 7,7 mm, membuatnya terasa ringan dan pas di tangan untuk penggunaan harian.
Untuk sebuah ponsel harga Rp1 jutaan, desain ini jelas menarik.
Soal pilihan warna, Smart 20 hadir dalam beberapa opsi yang cukup segar, mulai dari Sunlike Orange, Shadow Black, Polaris Titanium, hingga Cloudline Blue. Variasi warna ini memberi kesan premium sekaligus membuka pilihan buat pengguna yang ingin tampil lebih ekspresif.
3. Baterai 5.200 mAh di Bodi Tipis 7,7 mm

Setelah desain, daya tahan juga jadi nilai plus dari Infinix Smart 20. HP ini dibekali baterai berkapasitas 5.200 mAh, tetapi tetap hadir dengan bodi ramping setebal 7,7 mm. Kombinasi seperti ini terbilang jarang di kelas Rp1 jutaan, karena baterai besar biasanya membuat bodi terasa lebih tebal.
Dengan kapasitas tersebut, Smart 20 diklaim sanggup menemani aktivitas seharian penuh. Bahkan dalam kondisi standby 4G, ketahanannya disebut bisa mencapai hingga 933 jam.
Untuk pengisian dayanya, ponsel ini mendukung fast charging 15W. Menariknya lagi, tersedia fitur reverse charging 5W yang memungkinkan HP ini dijadikan powerbank darurat untuk mengisi perangkat kecil seperti earphone atau smartwatch.
4, Dibekali Kemampuan IP64 serta Tahan Jatuh dari Ketinggian 1,5 Meter

Infinix Smart 20 sudah dibekali perlindungan yang terbilang solid di kelas harganya. Ponsel ini mengantongi sertifikasi IP64, yang berarti tahan debu sepenuhnya serta mampu menghadapi semprotan air dari berbagai arah. Jadi, terkena cipratan hujan, percikan air di dapur, atau semprotan sabun masih tergolong aman untuk pemakaian harian.
Tidak cuma itu, Infinix juga mengklaim Infinix Smart 20 sanggup bertahan saat terjatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter. Klaim ini cukup relevan buat pengguna aktif yang HP-nya rawan jatuh tanpa sengaja. Ditambah lagi, layarnya tetap responsif meski disentuh dengan jari basah atau berminyak lewat fitur Wet and Greasy Touch, membuatnya lebih siap dipakai di kondisi dunia nyata yang tidak selalu ideal.
Sebagai bonus, ada pula sertifikasi ketahanan performa selama 48 bulan dari lab internal Infinix. Artinya, ponsel ini dirancang agar tetap bekerja stabil hingga sekitar empat tahun pemakaian.
5. UltraLink dan Fitur Panggilan Lebih Jernih

Infinix Smart 20 punya fitur unik bernama UltraLink Free Offline Contact yang memungkinkan pengguna tetap bisa menelepon atau kirim pesan tanpa sinyal dan tanpa internet, dengan jarak hingga 1 km di area terbuka lewat koneksi Bluetooth jarak jauh.
Fitur ini sangat berguna saat berada di lokasi minim sinyal, basement parkiran, jalur hiking, atau ketika kartu SIM sedang tidak aktif. Untuk HP entry-level, kemampuan seperti ini tergolong jarang.
Selain itu, kualitas suara panggilan juga ditingkatkan lewat Pure Voice Calls yang dilengkapi teknologi Voiceprint Noise Cancellation.
Sistem ini mengenali suara pengguna lalu menyaring kebisingan sekitar, sehingga percakapan tetap terdengar jelas meski dilakukan di tempat ramai. Ada tiga mode peredaman yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, membuat pengalaman telepon terasa lebih nyaman untuk pemakaian harian.
6. Performa MediaTek Helio G81 Ultimate yang Cukup untuk Harian

Infinix Smart 20 mengandalkan chipset MediaTek Helio G81 Ultimate sebagai otaknya. Di dalam chipset ini terdapat prosesor octa-core yang terdiri dari dua inti Cortex-A75 berkecepatan 2,0 GHz dan enam inti Cortex-A55 1,8 GHz, serta GPU Mali-G52 MC2 untuk pengolahan grafis.
Untuk pemakaian sehari-hari seperti membuka media sosial, streaming video, browsing, hingga multitasking ringan, performanya sudah memadai dan terasa stabil. Di kelas entry-level, Helio G81 Ultimate termasuk chipset yang cukup umum digunakan dan terbukti sanggup menangani kebutuhan dasar tanpa banyak kendala.
Infinix Smart 20 dibekali RAM 4 GB, lengkap dengan fitur Extended RAM hingga 8 GB yang memanfaatkan sebagian memori internal sebagai RAM virtual agar perpindahan aplikasi terasa lebih lancar. Untuk penyimpanan, tersedia pilihan 64 GB dan 128 GB, serta masih didukung slot microSD hingga 2 TB. Fleksibilitas ini tentu jadi nilai tambah di segmen Rp1 jutaan.
6. NFC untuk Pembayaran Digital dan Transfer Data

Kehadiran NFC di HP Rp1 jutaan jelas jadi nilai tambah, apalagi Infinix Smart 20 membawanya dengan pengalaman yang cukup lengkap lewat konsep One-Tap Interaction. Jadi bukan cuma untuk pembayaran contactless, tetapi juga memudahkan berbagai aktivitas harian hanya dengan sekali tap.
Melalui fitur Enhanced NFC Touch Transfer atau Tap to Share, pengguna bisa berbagi foto maupun file cukup dengan mendekatkan dua perangkat. Menariknya, fitur ini diklaim mendukung transfer lintas sistem, termasuk dengan iPhone. Selain itu, ada pula Tap to Pay yang memungkinkan transaksi digital dilakukan secara cepat dan aman tanpa perlu mengeluarkan dompet.
Kekurangan Infinix Smart 20
1. Kamera Masih Sangat Terbatas

Sektor kamera menjadi titik paling lemah dari Infinix Smart 20. Kamera utamanya hanya beresolusi 8 MP, angka yang terbilang rendah ketika banyak pesaing di kelas entry-level sudah menawarkan 50 MP. Dengan resolusi dan ukuran sensor yang kecil, kemampuan menangkap cahaya juga terbatas. Dampaknya, foto di kondisi minim cahaya mudah dipenuhi noise dan detail cepat berkurang.
Kamera keduanya hanya 2 MP dengan fungsi yang sangat terbatas dan nyaris tidak memberi pengaruh berarti terhadap hasil foto. Peningkatannya dibanding generasi sebelumnya juga tidak terasa signifikan. Warna memang terlihat sedikit lebih vivid, tetapi detail gambar disebut tidak mengalami peningkatan berarti.
Untuk kebutuhan selfie dan video call, kamera depan 8 MP masih cukup memadai selama pencahayaan mendukung. Namun, bila fotografi menjadi prioritas utama saat memilih HP Rp1 jutaan, Infinix Smart 20 jelas bukan pilihan yang paling menonjol di kelasnya.
2. Mono Speaker

Dari sisi audio, Infinix Smart 20 hanya dilengkapi satu speaker (mono) di bagian bawah bodi. Ini adalah kemunduran jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Smart 10, yang sudah menawarkan konfigurasi dual speaker.
Dengan speaker mono, semua suara keluar dari satu titik saja sehingga terasa kurang lebar dan imersif, terutama saat menonton video atau memainkan game dalam mode landscape.
Saat ponsel dipegang dengan kedua tangan dalam posisi horizontal, speaker tunggal di bagian bawah juga rentan tertutup telapak tangan tanpa disadari. Bagi pengguna yang sering menonton konten multimedia langsung dari ponsel tanpa headphone, ketiadaan speaker stereo ini bisa cukup mengganggu. Mengingat pendahulunya sudah punya dual speaker, ini adalah poin yang disayangkan.
3. Storage Masih Pakai eMMC
Infinix Smart 20 masih memakai penyimpanan eMMC, bukan UFS (Universal Flash Storage) yang lebih cepat. Dampaknya terasa saat membuka aplikasi berat, multitasking, atau mengelola file besar, di mana respons sistem bisa terasa kurang gesit meski chipsetnya setara.
Namun, penggunaan eMMC ini sebenarnya masih wajar untuk HP Rp1 jutaan. Apalagi di tengah kelangkaan RAM belakangan ini, pemilihan komponen yang lebih ekonomis membantu menjaga harga agar tidak melonjak terlalu tinggi dibanding generasi sebelumnya. Meski begitu, bagi pengguna yang sensitif terhadap performa sistem, poin ini tetap layak jadi bahan pertimbangan.
Simpulan
Infinix Smart 20 hadir sebagai pilihan menarik di segmen Rp1 jutaan yang menawarkan kombinasi fitur yang tidak biasa untuk kelasnya. Layar besar 120 Hz yang cerah, baterai besar yang masih tipis, desain yang modern, serta fitur seperti UltraLink dan NFC membuat ponsel ini terasa lebih fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketahanan IP64 dan klaim tahan jatuh juga memberi rasa aman di penggunaan real life.
Meski begitu, ada beberapa kompromi yang perlu diterima. Kualitas kamera masih terbatas, speaker hanya mono, dan penyimpanan masih memakai eMMC yang bakal terasa kurang responsif bagi pengguna yang sering membuka aplikasi berat atau multitasking intensif. Jika ini tidak masalah, maka ponsel ini tidak ada salahnya untuk dibeli.
