13 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra
Awalnya saya tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi terhadap Samsung Galaxy S26 Ultra. Bocoran dan rumor sebelum peluncurannya banyak menyebut bahwa peningkatan yang dibawa ponsel ini tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan Galaxy S25 Ultra.
Namun, setelah perangkat ini resmi diperkenalkan, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian dan membuat saya mulai melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan layar yang sangat impresif, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta kamera 200 MP dengan aperture yang lebih lebar. Selain itu, ada pula fitur baru seperti Privacy Display dan Galaxy AI generasi ketiga yang menambah daya tariknya.
Meski begitu, pertanyaan yang muncul tentu saja tetap sama. Seberapa besar peningkatan yang ditawarkan Samsung Galaxy S26 Ultra dibandingkan pendahulunya? Lalu, apakah banderol harga yang mulai dari Rp22.999.000 benar-benar sepadan dengan fitur yang ditawarkan?
Untuk menjawabnya, berikut pembahasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra berdasarkan spesifikasi resmi serta berbagai ulasan dari sumber tepercaya yang sudah saya kumpulkan.
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra

| Layar | Dynamic LTPO AMOLED 2X 6.9 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| RAM | 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB, 1 TB |
| Baterai | Li-Po 5000 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Samsung Galaxy S26 Ultra
1. Layar Dynamic AMOLED 2X yang Besar dan Jernih

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan layar Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 6,9 inci. Layar ini mendukung resolusi QHD+ (3120 x 1440 piksel) serta refresh rate adaptif hingga 120 Hz sehingga animasi dan pergerakan layar terasa sangat mulus. Tingkat kecerahan puncaknya juga mencapai 2.600 nit, membuat layar tetap nyaman dilihat meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Menurut ulasan TechRadar, layar Samsung Galaxy S26 Ultra juga memiliki kemampuan anti-reflection yang sangat baik. Pantulan cahaya dapat ditekan dengan efektif sehingga aktivitas membaca artikel, menjelajah media sosial, atau menonton video di luar ruangan tetap terasa nyaman.
Untuk kedalaman warna, Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan panel 8-bit yang mampu menampilkan sekitar 16,7 juta warna. Agar gradasi warna terlihat lebih halus, Samsung memanfaatkan teknik 8-bit + FRC (Frame Rate Control) yang mensimulasikan variasi warna tambahan sehingga tampilannya mendekati kualitas panel 10-bit.
Kemampuan visualnya juga didukung oleh pemrosesan gambar dari chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang diklaim memiliki kemampuan pemrosesan hingga 4 kali lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, layar Samsung Galaxy S26 Ultra dilengkapi fitur Privacy Display dengan teknologi Flex Magic Pixel yang dapat membuat layar tampak lebih gelap jika dilihat dari sudut samping. Fitur ini berguna untuk menjaga privasi pengguna saat berada di tempat umum.
Untuk perlindungan, layar Samsung Galaxy S26 Ultra sudah menggunakan Corning Gorilla Glass Armor 2 yang dirancang lebih tahan gores sekaligus membantu mengurangi pantulan cahaya pada permukaan layar.
Layar ini juga mendukung penggunaan stylus S-Pen yang tersimpan langsung di dalam bodi perangkat sehingga praktis digunakan untuk mencatat, menggambar, atau mengedit dokumen.
2. Fitur Privacy Display Pertama di Dunia

Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi ponsel pertama di dunia yang menghadirkan fitur Privacy Display langsung dari pabrik. Fitur ini membuat konten di layar hanya dapat dilihat dengan jelas oleh pengguna yang melihatnya secara langsung, sementara orang di samping akan melihat layar yang tampak lebih gelap atau tidak jelas.
Fitur Privacy Display dapat diatur untuk berbagai kebutuhan. Pengguna bisa mengaktifkannya untuk seluruh layar, hanya untuk notifikasi, atau untuk aplikasi tertentu saja. Fitur ini juga dapat aktif secara otomatis saat pengguna memasukkan PIN, pola, atau kata sandi.
Kehadiran fitur ini tentu sangat berguna bagi pengguna yang sering menggunakan ponsel di tempat umum seperti transportasi umum, kafe, pesawat, atau saat mengantre di kasir.
Samsung juga menyediakan pintasan cepat dengan menekan tombol samping dua kali sehingga fitur Privacy Display bisa diaktifkan dengan lebih praktis.
3. Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang Kencang

Samsung Galaxy S26 Ultra ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi khusus yang di-overclock oleh Samsung. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 3 nm TSMC N3P yang lebih efisien dibanding node N3E pada generasi sebelumnya. Konfigurasi CPU-nya terdiri dari 8 inti Oryon Gen 3 dengan susunan 2 inti Prime dan 6 inti Performance yang semuanya berfokus pada performa tinggi.
Dalam pengujian benchmark AnTuTu v11, Samsung Galaxy S26 Ultra mencatat skor sekitar 3,6 hingga 3,7 juta poin. Angka ini menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding Samsung Galaxy S25 Ultra yang sudah sangat kencang dengan skor sekitar 3 juta poin pada pengujian yang sama.
Pada pengujian Geekbench 6, chipset ini juga mencatat skor single-core 3.648 poin dan multi-core 10.898 poin, sekaligus menjadi lini Galaxy S Ultra pertama yang menembus angka 10.000 pada pengujian multi-core.
Performa tersebut juga terasa pada penggunaan nyata. TechRadar mencoba PUBG dan Asphalt 9 di ponsel ini. Hasilnya, kedua gim dapat berjalan dengan mulus meski dengan pengaturan grafis tinggi.
Situs media Tom's Guide juga menguji gim Destiny Rising di Samsung Galaxy S26 Ultra. Hasilnya, ponsel mampu berjalan lancar di pengaturan grafis maksimum baik pada 60 fps maupun 120 fps. Sistem pendingin vapor chamber baru juga membantu menjaga suhu tetap stabil sehingga ponsel tidak cepat panas saat digunakan bermain gim.
Dengan RAM 12 GB atau 16 GB pada varian 1 TB, Samsung Galaxy S26 Ultra sangat mumpuni untuk multitasking, bermain gim berat, maupun menjalankan berbagai fitur Galaxy AI yang kini bekerja lebih cepat berkat peningkatan kemampuan NPU.
Oh yah untuk tipe penyimpanan yang digunakan di ponsel ini adalah UFS 4.0, bukan UFS 4.1 yang sempat diharapkan banyak pihak. Meski 4.0, dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan kecepatannya tidak terlalu signfiikan jadi tidak terasa.
4. Kamera Utama 200 MP dengan Bukaan f/1.4

Samsung Galaxy S26 Ultra membawa sistem empat kamera belakang yang cukup lengkap, sekaligus dibarengi peningkatan pada sistem pemrosesan gambarnya. Kamera utamanya menggunakan sensor Samsung ISOCELL HP2 beresolusi 200 MP dengan bukaan f/1.4.
Bukaan ini lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang berada di f/1.7, sehingga sensor mampu menangkap cahaya lebih banyak. Dampaknya, performa foto di kondisi minim cahaya menjadi lebih baik dan efek bokeh pada foto jarak dekat terlihat lebih natural.
Peningkatan perangkat keras ini juga didukung oleh pipeline pemrosesan foto resolusi tinggi yang baru. Samsung kini menyediakan mode 24 MP berbasis fusi AI yang menggabungkan beberapa eksposur untuk menghasilkan detail mendekati kualitas foto 50 MP, tetapi dengan ukuran file yang lebih ringkas.
Di sisi lain, mode 200 MP penuh menawarkan edge definition yang lebih tajam serta dynamic range yang lebih luas saat memotret pada kondisi kontras tinggi. Hasil peningkatan ini juga diamini oleh Tom Scott dari kanal The Tech Chap.
Ia mencatat bahwa foto portrait yang dihasilkan menampilkan detail jauh lebih kaya, dengan tekstur wajah, rambut, hingga pakaian yang terlihat lebih tajam dibanding generasi sebelumnya.
Untuk kamera ultrawide, Samsung menggunakan sensor Samsung ISOCELL JN3 beresolusi 50 MP dengan bukaan f/1.9 yang sudah mendukung autofocus.
Walau secara perangkat keras kamera ultrawide ini masih mirip dengan generasi sebelumnya, peningkatan pada AI ISP (Image Signal Processor) membuat hasil foto sudut lebar maupun foto jarak dekat tetap memiliki akurasi warna yang lebih baik, termasuk saat memotret di kondisi cahaya menantang.
Di bagian depan, tersedia kamera selfie 12 MP dengan bukaan f/2.2 yang juga mendapatkan optimalisasi dari AI ISP. Samsung turut memperluas field of view kamera depan hingga 85 derajat, sehingga lebih banyak orang maupun latar belakang dapat masuk dalam satu frame saat mengambil foto selfie.
5. Kamera Telefoto Periscope yang Lebih Terang dan Ultrawide yang Konsisten

Di poin sebelumnya dibahas soal kamera utama, ultrawide, dan selfie. Pada poin ini, saya bahas fokus dua kamera telefoto yang ada di Samsung Galaxy S26 Ultra.
Sistem ini terdiri dari lensa periscope telephoto 50 MP yang menggunakan sensor Sony IMX854 serta satu lensa telephoto 10 MP yang untuk beberapa wilayah, Kamera periscope telephoto 50 MP menjadi bagian yang mengalami peningkatan paling jelas dibanding generasi sebelumnya. Bukaan lensanya kini f/2.9, lebih besar dibanding f/3.4 pada S25 Ultra.
Perubahan ini membuat lensa sekitar 37 persen lebih terang sehingga foto dan video pada pembesaran jauh dapat terlihat lebih bersih dan tajam, bahkan saat kondisi cahaya kurang ideal.
Samsung juga menyediakan opsi 10x optical-quality zoom melalui teknik sensor crop pada kamera ini, menghasilkan gambar yang tetap tajam dan lebih baik dibanding digital zoom biasa.
Sementara itu, kamera telephoto 3x beresolusi 10 MP tidak mengalami perubahan perangkat keras dibanding generasi sebelumnya. Walau demikian, kombinasi empat kamera belakang tetap membuat sistem kamera ponsel ini sangat fleksibel.
Pengguna dapat memotret dengan rentang zoom mulai dari 0,6x hingga 100x Space Zoom, sehingga cocok untuk berbagai skenario pemotretan dari jarak sangat dekat hingga objek yang sangat jauh.
Beberapa reviewer juga menyoroti kemampuan zoom ini. Ulasan dari TechRadar menyebutkan bahwa zoom 5x terasa sangat berguna dan opsi 10x tetap menarik. Namun reviewer tersebut mengaku cenderung menghindari penggunaan 30x hingga 100x Space Zoom karena mempertanyakan seberapa besar peran pemrosesan AI pada level pembesaran ekstrem tersebut.
Sementara itu, ulasan dari situs media T3 menilai peningkatan apertur pada lensa telefoto 5x membuat modul kamera menjadi sedikit lebih menonjol, tetapi punya sisi positif yakni kemampuan menangkap cahaya lebih baik.
Hasilnya, pemrosesan foto terutama di kondisi malam terlihat lebih optimal, dengan lens flare yang lebih terkontrol serta area terang yang tidak mudah overexpose.
6. Kemampuan Perekaman Video Berkelas Profesional

Samsung Galaxy S26 Ultra juga membawa peningkatan besar pada kemampuan perekaman videonya. Ponsel ini mampu merekam hingga resolusi 8K pada 30 fps dan menjadi perangkat Galaxy pertama yang mendukung codec APV (Advanced Professional Video).
Standar video profesional ini menawarkan kompresi yang lebih efisien untuk kebutuhan produksi berkualitas tinggi. Melalui format APV, pengguna dapat merekam video HDR maupun Log hingga 8K@30fps dengan dukungan YUV422 color sampling, standar yang biasanya hanya ditemukan pada kamera sinema profesional.
Fitur Log recording juga mendapatkan peningkatan dengan opsi kustomisasi yang lebih luas serta dukungan LUT preview secara real-time saat merekam. Samsung menyediakan perpustakaan 12 Cine LUT bawaan yang dapat digunakan untuk color grading langsung di ponsel maupun setelah dipindahkan ke PC.
Kombinasi perekaman Log dan pilihan LUT preset ini membuat hasil video terlihat jauh lebih sinematik dan tidak terasa seperti rekaman biasa dari sebuah ponsel.
Samsung juga memperluas kemampuan fitur Audio Eraser. Jika sebelumnya hanya bekerja pada video yang direkam sendiri, kini fitur tersebut juga dapat digunakan pada konten dari aplikasi pihak ketiga seperti Netflix, YouTube, dan Spotify.
Untuk stabilisasi, tersedia fitur Super Steady Horizontal Lock yang mampu menjaga orientasi video tetap horizontal meski ponsel diputar hingga 360 derajat.
Dalam demonstrasi yang ditunjukkan oleh Tom Scott di kanal The Tech Chap, video tetap terlihat lurus mengikuti garis cakrawala walaupun perangkat diputar penuh. Selain itu, kemampuan stabilisasi ini dinilai melampaui mode Action Camera pada Apple iPhone dalam hal stabilisasi aktif.
7. Daya Tahan Baterai Awet dan Mendukung Charger 60 watt

Samsung Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan baterai 5.000 mAh, kapasitas yang sama dengan enam generasi Ultra sebelumnya.
Keputusan ini sempat disayangkan sebagian penggemar teknologi karena Samsung belum mengadopsi baterai silikon karbon yang secara teori mampu menghadirkan kapasitas lebih besar dalam dimensi yang sama. Tampaknya Samsung masih berhati-hati dan masih menguji teknologi tersebut sebelum menggunakannya secara luas.
Meski kapasitasnya tidak berubah, daya tahan baterainya tetap sangat kompetitif. Kombinasi efisiensi chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan optimasi One UI 8.5 membuat ponsel ini mampu bertahan hingga sekitar 31 jam untuk pemutaran video.
Dalam pengujian oleh TechRadar, perangkat ini bahkan mampu melewati 24 jam penggunaan normal dan bisa mencapai dua hari pemakaian jika resolusi diturunkan ke FHD+ dan kecerahan layar tidak terlalu tinggi.
Samsung juga meningkatkan kemampuan pengisian dayanya. Ponsel ini kini mendukung fast charging 60W yang menjadi pengisian kabel tercepat di seri Galaxy.
Menurut pengujian dari Tom Scott di kanal The Tech Chap, baterai dapat terisi dari 0 hingga 100 persen sekitar 15 menit lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, dengan sekitar 75 persen tercapai dalam 30 menit.
Selain itu, ponsel ini juga mendukung wireless charging 25W serta reverse wireless charging untuk mengisi daya perangkat lain. Namun harus diingat charger tidak tersedia di kotak penjualan Samsung Galaxy S26 Ultra.
8. Desain Lebih Tipis dengan Manajemen Panas yang Lebih Baik

Dari sisi desain, Samsung Galaxy S26 Ultra kini hadir dengan bodi yang lebih ramping. Ketebalannya hanya 7,9 mm dengan bobot sekitar 214 gram, membuatnya terasa sedikit lebih ringan dan nyaman saat digunakan dalam waktu lama.
Samsung juga mengganti material rangka dari titanium menjadi armor aluminum. Meski terdengar seperti penurunan kelas material, Samsung mengklaim aluminium lebih efisien dalam manajemen panas.
Hal ini didukung oleh sistem vapor chamber yang didesain ulang dan diklaim mampu meningkatkan pembuangan panas hingga 21 persen. Selain itu, sudut bodi yang lebih membulat membuat ponsel ini terasa lebih nyaman digenggam.
Untuk ketahanan, ponsel ini tetap dibekali sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan debu dan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Bagian layar juga dilindungi oleh Corning Gorilla Armor 2 agar lebih tahan terhadap goresan maupun benturan ringan.
9. Galaxy AI Generasi Ketiga dengan Dukungan Software Panjang

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai generasi ketiga AI phone dari Samsung yang membawa ekosistem Galaxy AI lebih proaktif dan adaptif. Salah satu fitur barunya adalah Now Nudge, asisten kontekstual yang mampu memahami apa yang sedang tampil di layar dan memberikan saran secara otomatis.
Misalnya, ponsel dapat menyarankan menambahkan jadwal ke kalender atau langsung membuka Galeri saat seseorang meminta foto untuk dikirim. Fitur ini dilengkapi Now Brief yang menyajikan ringkasan personal berisi pengingat reservasi, ulang tahun, hingga detail perjalanan dalam format singkat sepanjang hari.
Kemampuan AI juga diperluas pada berbagai fitur lain. Photo Assist kini mendukung perintah teks sehingga pengguna cukup menjelaskan perubahan yang diinginkan untuk mengedit foto.
Creative Studio memungkinkan perubahan gaya foto, pembuatan stiker personal, hingga wallpaper yang dipersonalisasi. Fitur Circle to Search juga semakin pintar karena mampu mengenali beberapa objek sekaligus dalam satu gambar.
Selain itu, Bixby kini dapat melakukan pencarian web secara real-time langsung dalam antarmuka percakapan, sementara ekosistem Galaxy AI juga mendukung Perplexity AI sebagai asisten tambahan di samping Google Gemini.
Dari sisi keamanan, pemrosesan data Galaxy AI dilindungi oleh Personal Data Engine yang berjalan langsung di perangkat dengan enkripsi Samsung Knox Vault. Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga tujuh tahun.
Ponsel ini sendiri meluncur dengan Android 16 yang dipadukan dengan antarmuka One UI 8.5.
Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra
1. Privacy Display Membawa Kompromi yang Cukup Terasa

Samsung Galaxy S26 Ultra memperkenalkan fitur Privacy Display yang dirancang untuk melindungi isi layar dari pandangan orang di sekitar. Meski terdengar inovatif, fitur ini datang dengan beberapa kompromi yang cukup terasa dalam penggunaan.
Teknologi ini bekerja dengan menonaktifkan sebagian subpixel pada layar. Dampaknya, ketika fitur diaktifkan, resolusi efektif layar menurun, tingkat kecerahan juga berkurang, dan sudut pandang layar menjadi jauh lebih sempit dibanding kondisi normal.
Dalam demonstrasinya, Tom Scott dari kanal The Tech Chap menunjukkan bahwa penurunan kecerahan tersebut cukup terlihat. Ia juga mencatat adanya sedikit pergeseran warna keunguan di bagian pinggir layar saat fitur ini aktif.
Akibatnya, jika Privacy Display digunakan dalam waktu lama, pengalaman menonton bisa terasa kurang nyaman karena layar menjadi lebih redup dan sudut pandangnya terbatas. Hal ini membuat fitur tersebut lebih cocok digunakan dalam situasi tertentu saja, bukan untuk penggunaan sehari-hari secara terus-menerus.
2. Peningkatan Kamera Malam Belum Sepenuhnya Konsisten

Meskipun apertur kamera utama lebih lebar, hasil foto di kondisi minim cahaya (low light) tidak selalu lebih baik secara konsisten.
Dalam pengujian langsung di London pada malam hari, The Tech Chap mendapati bahwa sejumlah foto yang diambil dengan S26 Ultra, termasuk pada zoom 1x dan 3x, keluar buram dan tidak bisa digunakan. Samsung memang mengklaim peningkatan kemampuan Nightography, namun pembuktian di lapangan menunjukkan hasil yang belum sepenuhnya konsisten.
Untuk perekaman video malam hari, perbedaan dibandingkan S25 Ultra juga tidak terlalu mencolok. Beberapa momen menunjukkan sorotan (highlights) yang sedikit lebih baik dan masalah lens flare yang lebih sedikit, namun secara umum perbedaannya tidak dramatis. Pengguna yang mengharapkan lompatan besar dalam fotografi dan videografi malam hari mungkin akan sedikit kecewa.
3. Tidak Memiliki Magnet Bawaan untuk Aksesori

Samsung Galaxy S26 Ultra tidak dilengkapi magnet yang tertanam langsung di bodinya. Hal ini berbeda dengan ekosistem MagSafe milik Apple atau Pixel Snap pada ponsel Google Pixel terbaru.
Akibatnya, pengguna yang ingin memakai aksesori magnetis seperti charger, dompet, atau dudukan harus menggunakan casing khusus dari Samsung terlebih dahulu. Samsung sendiri berargumen bahwa sebagian besar pengguna memang menggunakan casing untuk melindungi ponsel mereka.
Meski begitu, ketergantungan pada casing ini tetap membuat penggunaan aksesori magnetis terasa kurang praktis dibandingkan solusi yang sudah terintegrasi langsung di perangkat.
4. Layar Masih Menggunakan Panel 8-bit

Samsung Galaxy S26 Ultra masih menggunakan panel layar 8-bit. Padahal sebelumnya sempat muncul informasi bahwa ponsel ini akan membawa layar 10-bit.
Secara teknis, panel 8-bit mampu menampilkan sekitar 16,7 juta warna, sedangkan panel 10-bit dapat menghasilkan lebih dari 1 miliar warna. Bagi penggunaan sehari-hari, perbedaan tersebut mungkin tidak terlalu terlihat. Namun bagi kreator konten yang memanfaatkan ponsel untuk pekerjaan visual, penggunaan panel 8-bit pada Samsung Galaxy S26 Ultra bisa terasa sebagai kompromi.
Perbedaan ini biasanya juga terasa saat menonton konten HDR berkualitas tinggi atau ketika melakukan editing foto dan video dengan gradasi warna yang halus.
Yang cukup ironis, Samsung Display justru memasok panel OLED 10-bit untuk iPhone 17 milik Apple, sementara ponsel flagship Samsung sendiri belum menggunakannya.
Simpulan
Samsung Galaxy S26 Ultra menegaskan posisi Samsung di segmen flagship premium. Ponsel ini menawarkan paket lengkap, mulai dari layar berkualitas tinggi, sistem kamera fleksibel dengan sensor utama 200 MP, kemampuan video yang semakin profesional, hingga performa kencang dari chipset terbaru.
Dukungan Galaxy AI generasi ketiga dan jaminan pembaruan sistem hingga tujuh tahun juga membuatnya sangat menarik untuk penggunaan jangka panjang.
Meski begitu, ada beberapa catatan kecil yang mungkin perlu jadi perhatian seperti soal konsisten kamera di malam hari dan soal Privacy Display. Terlepas dari itu, ponsel ini tetap menjadi salah satu ponsel paling lengkap di kelasnya, cocok untuk fotografi, videografi, maupun produktivitas.
