carisinyal-web-banner-retina 35

5 Aplikasi dan Situs Terbaik untuk Para Freelancer

Ditulis oleh Sera Serinda A

Keleluasaan pekerjaan freelance membuatnya makin banyak peminat. Dari ibu rumah tangga, mahasiswa, anak sekolahan, pensiunan, bahkan para pekerja full-time pun ada yang menggeluti dunia freelancing ini sebagai side hustle.

Tak sedikit pula orang yang mengandalkan hidupnya dengan freelancing karena dinilai lebih fleksibel ketimbang pekerjaan tetap. Menjelajahi dunia freelancing sendiri sudah tak sulit di zaman ini, apalagi dengan banyaknya platform digital yang menghubungkan para freelancer dengan klien secara cepat.

Kalau Anda memutuskan untuk menjajal dunia freelancing tahun ini, maka Anda bisa menginstal atau mengunjungi beberapa aplikasi dan platform berikut untuk mencari kesempatan pekerjaan freelancing. Berikut adalah daftarnya.

1. Upwork

Upwork_
play-store-button

Saat membuka halaman utama, saya langsung disuguhkan daftar lowongan yang relevan dengan bidang pekerjaan saya, sehingga proses mencari proyek terasa cepat. Antarmuka Upwork juga tergolong clean dan mudah dipahami. Tidak banyak menu atau submenu yang bertumpuk, sehingga pengguna baru pun bisa cepat beradaptasi.

Sebagai penampung berbagai lowongan pekerjaan, Upwork menyediakan sistem filter yang cukup lengkap. Anda bisa menyaring pekerjaan berdasarkan level experience (entry, intermediate, expert), tipe proyek (hourly atau fixed), jumlah proposal yang sudah masuk, hingga durasi proyek.

Yang saya suka setiap lowongan yang ada di sini menampilkan jumlah proposal yang sudah diajukan freelancer lain. Informasi ini akan sangat membantu Anda menilai tingkat persaingan; apakah lowongan masih relatif sepi peminat atau sudah sangat kompetitif.

Namun, untuk mengirim proposal, Anda memerlukan token bernama Connects. Connects ini terbatas dan biasanya perlu dibeli jika habis. Artinya, Anda harus lebih selektif dalam memilih lowongan agar tidak membuang Connects secara sia-sia.

Hal yang saya sukai dari Upwork:

  • Tampilan antarmuka bersih dan mudah digunakan
  • Lowongan langsung relevan dengan bidang para freelancer
  • Filter pencariannya detail
  • Transparansi jumlah proposal pada setiap lowongan
  • Cocok untuk freelancer profesional jangka panjang

Hal yang perlu diperhatikan di Upwork:

  • Harus menggunakan Connects untuk mengirim proposal
  • Perlu strategi seleksi proyek agar tidak boros Connects
  • Potongan biaya platform perlu diperhitungkan

2. Fiverr

Fiverr_
play-store-button

Fiverr menampilkan konsep gig-based, di mana para freelancer menawarkan jasanya dalam bentuk paket yang bisa langsung dibeli klien. Secara tampilan, Fiverr punya desain antarmuka yang profesional dan cukup memanjakan mata, lho, sehingga nyaman digunakan baik oleh freelancer maupun pencari jasa.

Setiap jasa yang ditawarkan di platfom ini ditampilkan dengan thumbnail yang menarik. Untuk freelancer di bidang pembuatan konten video, bahkan tersedia video pengenalan yang bisa langsung ditonton calon klien.

Fiverr juga menyediakan berbagai video seminar seputar dunia kerja dan karier. Di era serba AI seperti sekarang, tersedia pula seminar bertema AI yang cukup up to date dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Platform ini bisa dibilang menjadi tempat “show off” para freelancer agar dilirik oleh pencari jasa. Anda dapat melihat berbagai portofolio menarik, termasuk dari para influencer atau freelancer berpengalaman, yang sekaligus bisa menjadi inspirasi untuk membangun profil Anda sendiri.

Dari sisi keamanan, Fiverr menggunakan sistem escrow, di mana dana klien akan ditahan terlebih dahulu dan baru dibayarkan ke freelancer setelah pekerjaan selesai dan disetujui.

Selain itu, tersedia fitur kolaborasi tim atau perusahaan melalui Fiverr Business, yang menjadi nilai tambah jika Anda ingin menargetkan klien skala besar.

Hal yang saya sukai dari Fiverr;

  • Desain antarmuka profesional dan enak dilihat
  • Thumbnail jasa menarik, bahkan ada video perkenalan untuk layanan tertentu
  • Menyediakan berbagai video seminar dan konten edukatif
  • Cocok untuk membangun personal branding dan memamerkan portofolio
  • Lowongan dan permintaan jasa sangat banyak
  • Sistem escrow memberikan keamanan transaksi
  • Ada Fiverr Business untuk kolaborasi tim dan klien besar

Hal yang perlu diperhatikan di Fiverr:

  • Persaingan sangat ketat, terutama di kategori populer
  • Freelancer baru perlu optimasi profil dan strategi harga agar cepat dilirik

3. Freelancer

Freelancer_
play-store-button

Freelancer.com hadir sebagai marketplace freelance. Platform ini mempertemukan pencari kerja dengan klien. Kustomisasi kategori pekerjaan di platform ini cukup detail. Misalnya di bidang kepenulisan, tersedia banyak spesialisasi seperti content writer, technical writer, copywriter, hingga penulis e-book atau PDF.

Setiap ada lowongan yang relevan dengan bidang Anda, sistem notifikasi akan memberi tahu secara real-time. Hal ini membantu freelancer tetap up to date dan tidak melewatkan peluang proyek yang sesuai.

Uniknya lagi, platform ini menyediakan kontes berhadiah dengan nilai cukup tinggi. Jika Anda mengikuti dan memenangkan kontes tersebut, hasilnya bisa menjadi tambahan portofolio yang kuat untuk menarik klien berikutnya.

Bagi pencari talent, tersedia berbagai jasa dari freelancer dengan rating dan reputasi tertentu, sehingga memudahkan proses seleksi. Terdapat pula fitur daftar proyek (tracking/monitoring) untuk membantu Anda memantau pekerjaan yang sedang berjalan agar tidak terlewat tenggat.

Kalau fitur menariknya menurut saya adalah Prototyper. Fitur ini bisa membuat freelancer dan klien melakukan brainstorming, perencanaan, dan desain secara real-time sebelum proyek benar-benar dijalankan. Keren, ya?

Namun, dengan banyaknya menu dan fitur yang tersedia, antarmuka platform ini bisa terasa cukup membingungkan, terutama bagi pengguna baru.

Hal yang saya sukai dari Freelancer.com:

  • Kategori pekerjaan sangat lengkap dan detail
  • Notifikasi lowongan relevan secara real-time
  • Tersedia kontes berhadiah untuk menambah portofolio
  • Ada fitur monitoring proyek
  • Punya fitur kolaborasi untuk brainstorming secara langsung

Hal yang perlu diperhatikan di Freelancer.com:

  • Antarmuka cukup kompleks
  • Perlu strategi bidding agar bisa mendapatkan proyek

4. LinkedIn

LinkedIn_
play-store-button

Sebagai platform professional, Anda membangun profil layaknya CV digital di LinkedIn. Anda bisa menampilkan pengalaman kerja, pendidikan, portofolio, keterampilan, hingga rekomendasi dari rekan kerja atau klien.

Ekosistem LinkedIn digerakkan oleh jaringan koneksi. Anda bisa terhubung dengan rekan kerja, calon klien, recruiter, maupun profesional lain. Bahkan, semakin luas koneksi Anda, semakin besar pula peluang Anda untuk dilirik dalam konteks kerja maupun kolaborasi.

LinkedIn juga memberi ruang untuk membangun personal branding. Anda bisa membuat postingan, artikel, atau pembaruan status yang menunjukkan kepakaran dan wawasan di bidang tertentu.

Tersedia pula fitur Service Listings yang memungkinkan freelancer menampilkan layanan yang mereka tawarkan, semacam profil khusus berisi “apa yang bisa Anda kerjakan”.

Kalau Anda pengguna yang berlangganan LinkedIn Premium, jangan lupa mengakses berbagai kursus profesional yang dapat membantu meningkatkan keterampilan. Sertifikat atau keterampilan baru ini bisa langsung ditampilkan di profil sebagai nilai tambah, lho!

Hal yang saya sukai dari LinkedIn:

  • Profil LinkedIn bisa berfungsi sebagai CV digital
  • Bisa membangun personal branding lewat posting dan artikel
  • Ada fitur Service Listings untuk freelancer
  • Akses kursus profesional melalui LinkedIn Premium
  • Lowongan yang ada juga cukup luas, tak hanya sebagai list namun juga ada yang berbentu post langsung dari recruiter

Hal yang perlu diperhatikan di LinkedIn:

  • Beberapa fitur penting terkunci di versi Premium

5. Jooble 

Jooble_
play-store-button

Cara kerja Jooble adalah mengumpulkan lowongan dari berbagai sumber di seluruh internet, mulai dari situs resmi perusahaan, job board lain, hingga platform profesional. Dengan sistem ini, Anda jadi tidak perlu membuka banyak situs satu per satu karena Jooble sudah mengumpulkan dalam satu tempat.

Lowongan yang tersedia pun tidak terbatas pada freelance saja. Di dalamnya terdapat berbagai jenis pekerjaan, mulai dari part-time, full-time, hingga kontrak lepas.

Platform ini juga menyediakan fitur filter yang membantu mempersempit pencarian. Anda bisa menyaring berdasarkan jarak ke lokasi kerja, kisaran gaji, serta jenis kontrak (lepas, penuh waktu, atau paruh waktu). Fitur ini sangat membantu agar lowongan yang muncul lebih sesuai dengan preferensi pribadi.

Namun, ketika saya mengklik sebuah lowongan, sering kali saya diarahkan (redirect) ke situs lain untuk proses melamar. Alhasil, pengalaman pencarian terasa kurang praktis karena tidak semua proses dilakukan langsung di dalam aplikasi.

Dan karena hanya bertindak sebagai pengarah ke situs eksternal, tidak tersedia sistem pelacakan lamaran secara langsung di dalam Jooble.

Hal yang saya sukai dari Jooble:

  • Banyak lowongan dari banyak sumber , sehingga tidak perlu buka banyak situs pencari kerja satu per satu
  • Tersedia berbagai jenis pekerjaan
  • Fitur filter membantu mempersempit hasil sesuai preferensi

Hal yang perlu diperhatikan di Jooble:

  • Banyak lowongan mengarah ke situs lain saat proses melamar
  • Pengalaman pencarian bisa terasa kurang praktis
  • Tidak ada sistem pelacakan lamaran di dalam aplikasinya sendiri

tulah sejumlah platform terbaik yang menurut saya harus diinstal oleh para freelancer, terutama untuk mencari pekerjaan freelance. Semuanya hadir dengan kelebihan masing-masing dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selamat mencoba!

cross