10 Cara Memilih Nama Domain yang Tepat untuk Website Anda

Ditulis oleh Listiorini

PERHATIAN

ARTIKEL SPONSOR PERMANEN LINK

Jika Anda berencana untuk membuat website dan kebingungan mencari nama terbaik untuk domain, jangan khawatir! Sebab, Anda datang ke tempat yang tepat. Pada kesempatan kali ini, Carisinyal mau berbagi tips untuk cara memilih nama domain yang tepat untuk website Anda.

Nama domain untuk website sangatlah penting. Mengapa? Jika Anda asal-asalan dalam memilih nama domain, kemungkinan orang-orang akan sulit menemukan website Anda. Tentu Anda maunya website dikunjungi oleh banyak visitors, kan? Nah, salah satu upayanya adalah dengan memilih nama domain yang tepat. Bagus bukan berarti tepat, ya.

Lantas apa saja, sih, kriteria nama domain yang tepat? Kalau Anda penasaran dan butuh referensi untuk cara memilih nama domain yang tepat, langsung saja cek ulasannya di artikel berikut ini. Stay tune, ya!

10 Cara Memilih Nama Domain yang Tepat

1. Cek Nama Domain

cek domain hosting24

Sebelum mencari nama, kita harus membuka website yang menyediakan fitur cek nama domain terlebih dahulu agar kita bisa mencari nama sekaligus mengeceknya secara langsung. Anda bisa cek domain di hosting24.

Mengapa harus cek di Hosting24? Hosting24 memiliki sebuah fitur yang memberikan kemudahan dalam mengecek nama domain yang Anda inginkan. Anda bisa melihat banyak pilihan nama domain yang menarik, termasuk domain gTLD dan ccTLD.

Yang lebih menarik lagi, Anda bisa langsung mendaftar domain yang diinginkan dengan cepat dan mudah. Anda tidak perlu melewati proses yang ribet jika menggunakan Hosting24 ini. Jadi, tunggu apa lagi?

2. Gunakan Nama Domain yang Brandable

Gunakan Nama Domain yang Brandable

Nama domain adalah identitas dari suatu website. Jika Anda ingin terlihat menonjol dan beda dari yang lain, maka pilihlah nama domain yang brandable. Artinya, Anda harus membuat sebuah kata baru yang pasti terngiang-ngiang di otak para visitor website Anda. Namun, jika Anda kesulitan untuk menemukan kata baru, coba kreasikan kata-kata yang sudah ada.

Bisa juga memanfaatkan kata-kata yang jarang diketahui orang, namun masih bersangkutan dengan website yang ingin Anda buat. Anda membuat sebuah nama domain bertujuan agar orang mudah mengingatnya, jadi usahakan punya nama yang catchy, mudah diingat, dan tidak sulit dituliskan, ya. Itulah ciri-ciri nama domain yang brandable.

3. Jangan Memberikan Nama Domain Terlalu Panjang

Jangan Memberikan Nama Domain Terlalu Panjang

Coba Anda perhatikan Google, mereka memiliki nama domain yang singkat dan tidak bertele-tele. Meski singkat, Google akan selalu diingat oleh pengguna setianya. Dari sinilah Anda bisa belajar bahwa nama domain itu tidak perlu menggunakan nama yang panjang. Cukup gunakan nama domain singkat, jelas, dan padat.

Dengan nama domain yang singkat ini, jelas membuat para pengunjung website akan mudah mengingat website Anda. Tak menutup kemungkinan mereka juga akan sering berkunjung ke website Anda jika nama domainnya singkat. Terkadang, orang malas mengingat sesuatu yang panjang dan memusingkan, jadi usahakan nama domain Anda singkat, jelas, dan padat.

4. Manfaatkan Keyword yang Sesuai dengan Bisnis

Manfaatkan Keyword yang Sesuai dengan Bisnis

Biasanya, orang membuat website untuk keperluan bisnis. Nah, Anda pikirkan nama domain yang juga menyangkut dengan tipe bisnis Anda. Misalnya, Anda membuat website untuk bisnis laundry, maka Anda bisa memasukan kata “laundry” dalam nama domain Anda.

Kelebihan lain memanfaatkan keyword bisnis pada nama domain adalah, memudahkan dan membantu SEO pada website bisnis Anda lho. Jadi, orang-orang yang searching, "laundry" misalnyamaka nama domain Anda memungkinkan untuk muncul di halaman pertama pada mesin pencarian. Hal ini juga bisa meningkatkan traffic website Anda lho!

5Pikirkan untuk Jangka Panjang

Pikirkan untuk Jangka Panjang

Memilih nama domain yang tepat, maka artinya Anda harus memikirkan jangka panjang. Mengapa? Anda harus memikirkan bisnis Anda ke depannya akan seperti apa, tujuannya apa, atau Anda mau mengembangkan bisnis agar lebih besar. Dengan memikirkan jangka panjang, maka Anda tidak perlu repot mengubah nama domain jika Anda ingin melakukan ekspansi pada bisnis Anda.

Bisa saja ke depannya Anda ingin bisnis laundry sekaligus membuka usaha penyedia jasa bersih-bersih rumah. Kalau begitu, sih, keyword “laundry” jangan Anda masukan ke dalam nama domain, ya. Jadi, pastikan Anda harus punya tujuan dan planning yang matang, ya!

6. Pikirkan Target Konsumen

Pikirkan Target Konsumen

Nama domain juga bergantung pada target visitor yang nantinya akan menjadi konsumen Anda. Anda harus bisa memisahkan antara target lokal dan target luar Indonesia. Jika Anda hanya menargetkan konsumen di Indonesia saja, maka Anda bisa memilih nama domain yang meng-Indonesia banget.

Tapi, lain cerita jika Anda punya rencana jangka panjang untuk menargetkan pengunjung luar Indonesia, maka pilihlah nama domain yang universal. Jangan pilih nama-nama yang terlalu Indonesia, nantinya pengunjung website dari luar Indonesia mungkin akan kebingungan dan mudah lupa dengan website Anda. Jadi, pikirkan baik-baik, ya!

7. Hindari Penggunaan Hypens (-)

Hindari Penggunaan Hypens (-)

Sangat disarankan untuk menghindari penggunaan Hypens (-) pada nama domain. Mengapa? Hal tersebut akan nampak aneh dan terkesan ribet untuk sebuah nama domain. Kemungkinan juga orang akan mudah lupa jika ada hypens di antara nama domain. Coba bayangkan jika Facebook memiliki nama domain yang ada hypens maka akan menjadi “face-book.com“ terkesan aneh, bukan?

8. Jangan Gunakan Nama Berdasarkan Tren

Jangan Gunakan Nama Berdasarkan Tren

Ini juga penting dalam hal memilih nama domain. Carisinyal menganjurkan untuk menghindari penamaan domain berdasarkan tren masa kini. Sebab, yang namanya tren bisa hilang dan menguap kapan pun, sehingga tren kemungkinan akan diganti dengan tren yang lebih hits lagi.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram