Inilah Cara Menandai Lokasi di Google Maps dengan Mudah

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Peribahasa malu bertanya sesat di jalan rasanya masih tetap relevan untuk saat ini. Setidaknya hal itu dirasakan oleh penulis yang kadang buta arah ketika berada di daerah baru. Beruntung teknologi abad ke-21 semakin maju. Sehingga, jika tak menemukan orang untuk bertanya, kita masih tetap mendapat petunjuk arah.

Benar, pertanyaan tentang bagaimana cara kita agar bisa menuju ke suatu tempat dijawab oleh aplikasi peta digital bernama Google Maps. Bisa dibilang, Google Maps mengubah cara orang dalam bernavigasi. Jika dulu alat navigasi berbasis GPS hanya digunakan di kendaraan umum dan kepentingan eksplorasi, kini setiap ponsel bisa jadi pemandu arah.

Berkat Google Maps, orang jadi lebih berani pergi ke sana kemari tanpa takut tak bisa kembali. Aplikasi yang diluncurkan Google sejak 2005 ini memang amat berguna, gratis pula. Wajar bila jumlah penggunanya di seluruh dunia luar biasa banyak.

Di Amerika Serikat saja, Google Maps tercatat sudah dipakai oleh 154,4 juta orang pada April 2018. Jumlah pemakai yang dipunyai Google Maps mengalahkan aplikasi sejenis, seperti Waze (25,6 juta orang), Apple Maps (25,3 juta), dan MapQuest (20,9 juta). Salah satu hal yang membuat aplikasi ini begitu populer ketimbang para pesaingnya adalah akurasi.

Anda mungkin masih ingat tentang kasus yang menimpa para pengguna iPhone di berbagai belahan dunia pada kurun 2012-2013. Kala itu, tak sedikit orang tersasar lantaran mengikuti petunjuk Apple Maps yang tersemat di iOS 6, 7, dan 8. Sejak saat itu, orang jadi lebih percaya menggunakan Google Maps, kendati ponsel yang dipakainya adalah iPhone.

Google Maps mungkin tak akan memiliki tingkat akurasi tinggi jika hanya citra satelit yang diandalkan. Selain dari satelit, Google juga merekam jalan-jalan di seluruh dunia dengan mobil Google Street View. Hingga 2019, mobil Google Street View sudah berkeliling dunia sebanyak 400 kali. Di Indonesia, mobil Google Street View sudah melakukan penjelajahan sejak 2012.

Hal yang Membuat Google Maps Menarik

Google Maps punya beragam hal yang membikin penggunanya nyaman. Bukan hanya soal kekuatan akurasi saat digunakan untuk bernavigasi. Berikut poin-poin penjelasannya:

1. Bisa Memperkirakan Jam-Jam Padat

Sumber: vox.com

Google Maps tentu saja menyediakan seluruh fungsi dasar peta sebagaimana aplikasi lain. Seperti memperkirakan jarak dan waktu tempuh perjalanan. Fitur dasar ini penting ketika seseorang akan menempuh perjalanan menuju lokasi baru. Opsi jalan yang diberikan tidak hanya satu, tetapi cukup variatif.

Kadangkala kamu ditunjukkan rute pedesaan yang sepi dan jarang dilewati orang. Karena itu, kamu bisa memilih rute dengan waktu tempuh terpendek. Tentunya dengan memerhatikan apakah rute tersebut satu arah atau dua arah. Risiko terjebak jalan macet pun bisa dihindari. Pasalnya, Google Maps dapat memperkirakan jam-jam padat suatu jalan.

2. Memberi Rekomendasi Terdekat

Sumber: thesun.co.uk

Google ternyata melimpahkan sebagian fungsinya sebagai mesin pencari kepada Google Maps. Hal ini terjadi ketika kata kunci yang diterima berhubungan dengan lokasi. Kalau yang dibuka adalah Google Search, informasi mengenai lokasi hanya menjadi salah satu bagian dari seluruh informasi yang tersaji.

Misalnya, ketika kamu sedang mengetik "Bakso" di kolom pencarian, lokasi warung bakso terdekat ditampilkan di deretan paling atas. Selebihnya, informasi yang kamu dapat adalah artikel tentang bakso. Saat kamu memutuskan mengklik informasi lokasi tersebut, aplikasi Google Maps akan otomatis terbuka dan menunjukkan rute.

Di sisi lain, jika memang warung bakso yang ingin dicari, kamu bisa langsung membuka Google Maps dan mengetikkan kata kuncinya. Dengan begitu, Google Maps akan mengambil alih fungsi Google Search, serta langsung memberi rekomendasi warung bakso yang ada di sekitar kita. Cara ini tentu akan lebih praktis ketimbang membuka browser dan alamat Google.

3. Memfasilitasi Orang untuk Berkontribusi

Tidak semua lokasi bisa ditemukan di Google Maps. Biasanya ini terjadi karena lokasi tersebut masih baru. Seperti warung makan, kos-kosan, kafe, destinasi wisata, dan lain sebagainya. Meski begitu, fenomena ini bukanlah masalah tanpa solusi.

Sebab, Google mempersilakan semua orang untuk menambahkan lokasi baru yang belum ada di Google Maps. Tidak sekadar menandai titik koordinat dengan sebuah nama. Namun, seseorang juga bisa berkontribusi dengan memberikan ulasan dan mengunggah foto-foto terkait lokasi tersebut.

Kamu pun dipersilakan menjawab pertanyaan orang-orang tentang lokasi yang dimaksud. Menariknya, Google mengganjar kontribusi tersebut dengan poin yang bisa ditukarkan dengan nominal uang.

4. Membuat Destinasi Jadi Lebih Terkenal

Seluruh lokasi yang dapat dicari lewat Google Maps tentu saja akan mendapatkan buahnya. Buah yang pertama adalah orang-orang tahu akses jalan menuju ke sana. Kemudian buah yang kedua yakni suatu lokasi menjadi lebih terkenal karena makin banyak orang yang berkunjung.

Kedua hal tersebut pastinya memberi keuntungan buat berbagai macam usaha. Tak terkecuali toko, tempat makan, penyedia jasa, hingga destinasi wisata. Sehingga, keterlacakan lokasi di Google Maps merupakan salah satu jalan bagi usaha untuk meningkatkan profit.

5. Mendukung Pelacakan Covid-19

Pemerintah di seluruh dunia sepakat bahwa 3T adalah cara untuk bisa menanggulangi wabah Covid-19. Salah satu poin di 3T adalah tracing alias penelusuran. Google Maps sebagai aplikasi peta paling populer pun mendukung upaya agar wabah Covid-19 bisa segera usai.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram