7 Chipset yang Setara dengan Snapdragon 6 Gen 3
Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3 merupakan chipset kelas menengah yang dirilis pada September 2024 dengan fabrikasi 4 nm Samsung. Snapdragon 6 Gen 3 dipakai di ponsel kelas menengah, contohnya Samsung Galaxy A36 5G dan Redmi Note 15 5G.
Chipset ini sendiri mengusung konfigurasi CPU delapan inti yang terdiri dari empat core Cortex-A78 berkecepatan 2,4 GHz sebagai motor performa utama, dan empat core Cortex-A55 1,8 GHz untuk efisiensi daya.
Untuk menangani grafis, Qualcomm menyematkan GPU Adreno 710 yang dikenal stabil dan optimal untuk gaming di kelasnya. Chipset ini juga mendukung RAM LPDDR5 dengan kecepatan 3200 MHz untuk performa multitasking yang lebih responsif, serta penyimpanan UFS 3.1 yang membuat aplikasi dan game loading lebih cepat.
Di sektor kamera, Snapdragon 6 Gen 3 mampu mendukung sensor hingga 200 MP dengan kemampuan perekaman video 4K@30fps. Untuk konektivitas, chipset ini sudah dilengkapi dengan 5G, Wi-Fi 6E, dan Bluetooth 5.2.
Merujuk data benchmark, Snapdragon 6 Gen 3 mampu meraih skor AnTuTu v10 di kisaran 571.000 hingga 626.000 poin. Dengan performa seperti ini, banyak yang ingin tahu chipset apa saja yang berada di level performa setara atau mendekati Snapdragon 6 Gen 3.
Untuk mengetahuinya, mari kita lihat beberapa kompetitor yang performanya berada dalam rentang yang mirip.
1. MediaTek Dimensity 7050

Dimensity 7050 menjadi chipset yang cukup menarik untuk dibandingkan dengan Snapdragon 6 Gen 3. Chipset ini pada dasarnya merupakan penyegaran dari Dimensity 1080 yang populer di kelasnya, membawa performa yang stabil untuk kebutuhan sehari-hari.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm TSMC dan mengusung CPU delapan inti dengan dua core Cortex-A78 2,6 GHz sebagai inti performa, serta enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi. Di sektor grafis, Dimensity 7050 menggunakan GPU Mali-G68 MP4 yang fokus pada efisiensi daya.
Untuk performa sintetis, Dimensity 7050 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 593.000 hingga 595.000 poin. Angka ini berada sedikit di bawah Snapdragon 6 Gen 3, terutama dalam hal performa CPU dan GPU.
Jumlah inti performa juga punya perbedaan. Snapdragon 6 Gen 3 membawa empat core Cortex-A78, sementara Dimensity 7050 hanya memiliki dua core yang sama. Hal ini membuat Snapdragon 6 Gen 3 lebih unggul dalam skenario berat seperti multitasking agresif, editing video, dan gaming dengan beban tinggi.
Selain itu, fabrikasi 4 nm pada Snapdragon 6 Gen 3 memberikan efisiensi daya yang lebih baik dibanding fabrikasi 6 nm milik Dimensity 7050, sehingga suhu kerja lebih terjaga dan performa lebih konsisten saat penggunaan lama.
Contoh ponsel yang menggunakan Dimensity 7050 dan resmi di Indonesia adalah realme 12+ 5G, realme 11 Pro 5G, OPPO Reno11 5G, dan OPPO Reno11 F 5G.
2. Exynos 1380

Exynos 1380 dari Samsung menjadi chipset yang cukup setara dengan Snapdragon 6 Gen 3 karena keduanya sama-sama mengusung empat core Cortex-A78 sebagai inti performa. Kemiripan arsitektur ini membuat keduanya punya karakter performa yang cukup sebanding, terutama dalam hal kemampuan multi-thread.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 5 nm Samsung dan memakai konfigurasi empat core Cortex-A78 2,4 GHz serta empat core Cortex-A55 2,0 GHz. Di sisi GPU, Exynos 1380 mengandalkan Mali-G68 MP5 yang cukup bertenaga untuk kelas menengah namun tetap mengutamakan efisiensi.
Dari sisi benchmark, Exynos 1380 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 489.000 hingga 599.000 poin. Rentang skor ini menempatkannya di level yang hampir sejajar dengan Snapdragon 6 Gen 3, meski sedikit di bawah dalam beberapa skenario.
Keunggulan Exynos 1380 biasanya terasa di sektor kamera karena ISP buatan Samsung sering dioptimalkan dengan baik untuk sensor kamera mereka sendiri, menghasilkan foto yang lebih konsisten. Namun, dari sisi efisiensi daya, fabrikasi 5 nm masih kalah tipis dibanding fabrikasi 4 nm yang dipakai Snapdragon 6 Gen 3.
Sementara itu, Snapdragon 6 Gen 3 unggul di sektor GPU karena Adreno 710 cenderung lebih stabil dan memiliki optimasi lebih luas di game Android modern. Perbedaan ini terasa saat bermain game durasi panjang, di mana stabilitas frame rate dan kontrol suhu lebih baik di sisi Snapdragon.
Contoh ponsel yang menggunakan Exynos 1380 dan resmi di Indonesia adalah Samsung Galaxy A54 5G dan Samsung Galaxy A26 5G.
3. Snapdragon 6s Gen 4

Snapdragon 6s Gen 4 adalah chipset yang paling mirip dan paling setara dengan Snapdragon 6 Gen 3. Bahkan banyak yang menduga bahwa Snapdragon 6s Gen 4 merupakan hasil tuning atau binning dari Snapdragon 6 Gen 3 dengan optimalisasi kecil untuk performa lebih tinggi.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm Samsung yang identik, dan mengusung konfigurasi CPU yang sama persis: empat core Cortex-A78 2,4 GHz dan empat core Cortex-A55 1,8 GHz. GPU yang dipakai juga Adreno 710, GPU yang sama dengan saudaranya.
Dari sisi performa sintetis, Snapdragon 6s Gen 4 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 640.000 poin. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding Snapdragon 6 Gen 3 yang berada di kisaran 571.000-626.000 poin, menandakan adanya optimalisasi atau kualitas silikon yang lebih baik.
Meski begitu, perbedaan performa keduanya tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Aplikasi sosial media, multitasking ringan, dan game kompetitif masih berjalan sama mulusnya. Snapdragon 6s Gen 4 baru akan terlihat lebih unggul pada penggunaan berat seperti gaming durasi panjang atau aplikasi yang membutuhkan performa CPU berkelanjutan.
Keduanya sama-sama mendukung RAM LPDDR5, penyimpanan UFS 3.1, serta sensor kamera hingga 200 MP, membuat pengalaman penggunaan sangat mirip di kedua chipset ini.
Contoh ponsel yang menggunakan Snapdragon 6s Gen 4 dan resmi di Indonesia adalah Motorola Moto G57 Power.
4. Kirin 8000

Kirin 8000 dari HiSilicon menjadi chipset yang menarik untuk dibandingkan karena performanya berada di level yang cukup sebanding dengan Snapdragon 6 Gen 3. Meski menggunakan fabrikasi yang lebih tua, chipset ini masih mampu bersaing di kelas menengah berkat konfigurasi CPU yang agresif.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 7 nm TSMC dan mengusung konfigurasi delapan inti yang cukup unik: satu core Cortex-A77 2,4 GHz, tiga core Cortex-A77 2,19 GHz, dan empat core Cortex-A55 1,84 GHz. Di sektor grafis, ia menggunakan GPU Mali-G610 MP4 yang cukup mumpuni untuk gaming menengah.
Dari sisi benchmark, Kirin 8000 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 608.000 hingga 666.000 poin. Angka ini menempatkannya di level yang sangat sebanding dengan Snapdragon 6 Gen 3, bahkan sedikit lebih tinggi dalam beberapa skenario.
Namun, perbedaan generasi inti CPU menjadi titik pembeda utama. Cortex-A77 pada Kirin 8000 memiliki IPC (Instructions Per Cycle) yang lebih rendah dibanding Cortex-A78 pada Snapdragon 6 Gen 3. Selain itu, fabrikasi 7 nm membuat konsumsi daya dan suhu kerja chipset ini lebih tinggi saat digunakan untuk durasi panjang, terutama gaming.
Snapdragon 6 Gen 3 unggul dalam hal efisiensi daya berkat fabrikasi 4 nm yang lebih modern, serta optimasi GPU Adreno yang lebih baik untuk game Android. Namun, Kirin 8000 tetap menjadi pilihan yang solid dengan performa yang kompetitif.
Contoh ponsel ponsel dengan chipset Kirin 8000 yang masuk resmi Indonesia adalah Huawei Nova 13 Pro.
5. Snapdragon 7s Gen 2

Snapdragon 7s Gen 2 adalah chipset yang sangat mirip dengan Snapdragon 6 Gen 3 dari segi arsitektur dan performa. Keduanya bahkan menggunakan fabrikasi yang sama dan GPU yang identik, membuat perbedaan performa sangat tipis.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm Samsung dan mengusung konfigurasi CPU delapan inti: empat core Cortex-A78 2,4 GHz dan empat core Cortex-A55 1,95 GHz. GPU yang dipakai adalah Adreno 710, GPU yang sama dengan Snapdragon 6 Gen 3.
Dari sisi performa sintetis, Snapdragon 7s Gen 2 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 609.000 poin. Angka ini berada di tengah-tengah rentang performa Snapdragon 6 Gen 3, membuat keduanya sangat setara dalam penggunaan sehari-hari.
Perbedaan paling terlihat adalah pada clock speed core efisiensi, di mana Snapdragon 7s Gen 2 memiliki Cortex-A55 yang sedikit lebih tinggi di 1,95 GHz dibanding 1,8 GHz milik Snapdragon 6 Gen 3. Namun, perbedaan ini tidak terlalu signifikan dalam penggunaan nyata.
Di sisi multimedia, Snapdragon 7s Gen 2 memiliki keunggulan dengan dukungan perekaman video 4K@30fps yang lebih optimal. Namun untuk efisiensi daya dan kemampuan gaming, keduanya sangat berdekatan dan sulit dibedakan.
Contoh ponsel yang menggunakan Snapdragon 7s Gen 2 dan resmi di Indonesia adalah Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G, POCO X6 5G, realme 12 Pro+ 5G, dan realme 13 Pro 5G.
6. Dimensity 7030

Dimensity 7030 dari MediaTek menjadi chipset yang berada satu tingkat di bawah Snapdragon 6 Gen 3 dari segi performa mentah. Meski begitu, chipset ini tetap menarik untuk dibandingkan karena efisiensinya yang baik dan harga yang lebih terjangkau.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm TSMC dan mengusung CPU delapan inti dengan dua core Cortex-A78 2,5 GHz sebagai inti performa, serta enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi. Di sektor grafis, Dimensity 7030 menggunakan GPU Mali-G610 MP3.
Dari sisi benchmark, Dimensity 7030 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 541.000 poin. Angka ini menempatkannya di bawah Snapdragon 6 Gen 3 dengan selisih yang cukup terasa, terutama dalam hal performa CPU multi-core dan GPU.
Perbedaan paling terlihat adalah pada jumlah inti performa. Snapdragon 6 Gen 3 membawa empat core Cortex-A78, sementara Dimensity 7030 hanya memiliki dua core yang sama. Hal ini membuat Snapdragon 6 Gen 3 jauh lebih unggul dalam skenario berat seperti gaming dengan grafis tinggi, multitasking agresif, dan rendering video.
Selain itu, fabrikasi 4 nm pada Snapdragon 6 Gen 3 memberikan efisiensi yang lebih baik dibanding fabrikasi 6 nm milik Dimensity 7030. GPU Adreno 710 pada Snapdragon juga memiliki optimasi yang lebih luas untuk game Android modern, membuat stabilitas frame rate lebih terjaga.
Dimensity 7030 lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi baterai dan penggunaan harian yang ringan hingga menengah. Contoh ponsel yang menggunakan chipset ini adalah Motorola Edge 40 Neo dan Motorola Edge 2023.
Itulah deretan chipset yang dapat digolongkan setara atau berada di kisaran performa yang mirip dengan Snapdragon 6 Gen 3. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri yang bisa lebih optimal tergantung kebutuhan dan gaya penggunaan.
Perlu diingat, kualitas sebuah smartphone tidak hanya ditentukan oleh chipset yang dipakainya. Masih ada banyak aspek lain seperti kualitas layar, sistem kamera, kapasitas baterai, optimasi software, hingga dukungan update yang ikut berpengaruh pada pengalaman pemakaian secara keseluruhan.
Menurut Anda, dari deretan chipset di atas, mana yang paling pantas disebut rival terdekat Snapdragon 6 Gen 3?
