carisinyal-web-banner-retina 35

7 Chipset yang Setara dengan Snapdragon 6s Gen 4

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Pada Oktober 2025, Qualcomm merilis chipset terbaru untuk kelas menengah yang diberi nama Snapdragon 6s Gen 4. Ponsel pertama yang memakai chipset ini adalah Motorola Moto G57 Power yang ada di kelas menengah

Snapdragon 6s Gen 4 sendiri dibangun dengan fabrikasi 4 nm Samsung, teknologi yang sama seperti seri 7s Gen 2. Untuk menunjang performanya, Snapdragon 6s Gen 4 menggunakan delapan inti CPU dengan susunan empat core Cortex A78 berkecepatan 2,4 GHz sebagai inti performa, dan empat core Cortex A55 1,8 GHz untuk efisiensinya. 

Konfigurasi empat inti A78 di kelas harga ini tergolong agresif dan membuatnya lebih unggul dari banyak kompetitor yang masih memakai dua inti performa saja.

Untuk grafis, Qualcomm menyematkan GPU Adreno 710, GPU yang sudah dikenal stabil di kelas menengah dan sering dipasangkan pada chipset yang lebih mahal. Chipset ini juga mendukung RAM LPDDR5 3200 MHz yang menawarkan kecepatan transfer data tinggi, serta penyimpanan UFS 3.1 yang membuat proses loading aplikasi dan game terasa lebih cepat.

Merujuk data dari Nanoreview, Snapdragon 6s Gen 4 mampu meraih skor AnTuTu v10 di kisaran 640  ribuan. Dengan performa seperti ini, tentu banyak yang cari tahu chipset atau SoC  apa yang performanya setara atau mendekati Snapdragon 6s Gen 4.

Untuk mengetahuinya, mari kita lihat beberapa kompetitor yang performanya berada dalam rentang yang mirip.

1. MediaTek Dimensity 6400

Infinix Hot 60i 5G

Dimensity 6400 menjadi salah satu chipset yang sering masuk radar ketika membahas posisi Snapdragon 6s Gen 4 di kelas menengah. Chipset ini hadir sebagai penerus dari lini Dimensity 6000-series dan membawa peningkatan yang cukup terasa pada efisiensi serta kemampuan kamera. Namun, dari sisi performa mentah, posisinya masih berada satu tingkat di bawah.

Dimensity 6400 dibangun dengan fabrikasi 6 nm TSMC dan mengusung CPU delapan inti dengan dua core Cortex A76 2,4 GHz sebagai sumber performa, serta enam core Cortex A55 2,0 GHz untuk efisiensi.

Arsitekturnya jelas lebih sederhana dibanding Snapdragon 6s Gen 4 yang sudah memakai empat core Cortex A78, menjadikan chipset Snapdragon tersebut unggul dalam tugas berat dan multitasking agresif.

Dari sektor grafis, Dimensity 6400 memakai GPU Mali G57 MC2. GPU ini lebih mengutamakan efisiensi dan cocok untuk game ringan hingga menengah, namun tidak bisa menandingi kestabilan Adreno pada Snapdragon 6s Gen 4. Perbedaan akan terasa pada game kompetitif atau game dengan dunia terbuka yang lebih menuntut performa GPU.

Untuk performa sintetis, Dimensity 6400 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 550 ribuan sampai 600 ribuan. Rentang skor ini membuat Dimensity 6400 berada di kelas menengah-entry, cukup bertenaga untuk kebutuhan harian dan cukup bersaing dengan Snapdragon 6s Gen 4.

Chipset ini digunakan pada beberapa smartphone terbaru di kelas terjangkau seperti Infinix Hot 60i 5G, Tecno POVA Slim 5G, dan realme 15T 5G. Ketiganya menyasar pengguna yang mengutamakan efisiensi baterai, pengalaman ringan yang stabil, dan harga yang lebih bersahabat.

Jika dibandingkan langsung dengan Snapdragon 6s Gen 4, perbedaan performa cukup jelas. Snapdragon 6s Gen 4 tidak hanya lebih cepat secara CPU dan GPU, tetapi juga lebih efisien berkat fabrikasi 4 nm yang lebih modern. Dimensity 6400 lebih tepat disebut sebagai alternatif di level harga, bukan kompetitor langsung dari segi kemampuan.

2. Snapdragon 7s Gen 2

snapdragon-7s-gen-2-oke_

Snapdragon 7s Gen 2 adalah chipset yang paling mirip dan paling setara dengan Snapdragon 6s Gen 4. Arsitekturnya juga serupa. Bahkan banyak yang bilang Snapdragon 6s Gen 4 sebenarnya adalah rebranding dari chipset ini. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, ada beberapa perbedaan kecil yang membuat keduanya tidak benar-benar identik.

Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm Samsung dan mengusung konfigurasi CPU delapan inti, terdiri dari empat core Cortex A78 2,4 GHz serta empat core Cortex A55 1,95 GHz. Untuk sektor grafis, ia menggunakan GPU Adreno 710, GPU yang populer di kelas menengah dan punya optimasi yang cukup baik di game-game populer.

Dari sisi performa sintetis, Snapdragon 7s Gen 2 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 609 ribuan. Angka ini terbilang kuat untuk kelasnya. Namun, Snapdragon 6s Gen 4 justru hadir dengan performa yang sedikit lebih tinggi dari angka ini, membuat banyak orang curiga bahwa Qualcomm melakukan binning atau tuning kecil pada versi 6s untuk mendapatkan performa lebih stabil.

Di sisi multimedia, Snapdragon 7s Gen 2 masih punya keunggulan dengan dukungan perekaman video 4K@30fps, sementara Snapdragon 6s Gen 4 dibatasi di resolusi yang lebih rendah. Namun untuk efisiensi daya dan kemampuan gaming, keduanya sangat berdekatan.

Chipset ini digunakan di sejumlah HP menengah yang cukup populer seperti Redmi Note 13 Pro 5G, POCO X6 5G, realme 12 Pro+ 5G, dan realme 13 Pro 5G.

3. MediaTek Dimensity 7050

mediatek dimensity 7050

Dimensity 7050 menjadi salah satu chipset yang cukup sering dibandingkan dengan Snapdragon 6s Gen 4 di kelas menengah. Chipset ini pada dasarnya adalah penyegaran dari Dimensity 1080, SoC yang dulu populer karena performanya yang stabil dan efisien untuk penggunaan sehari-hari.

Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm dari TSMC, memakai dua core Cortex A78 2,6 GHz sebagai motor utama performa, serta enam core Cortex A55 2,0 GHz untuk efisiensi daya. GPU yang digunakan adalah Mali G68 MP4, GPU yang dikenal hemat daya namun tidak sekuat GPU Adreno di kelas harga setara.

Jika menilik skor AnTuTu v10, Dimensity 7050 berada di kisaran 595 ribuan. Angka ini masih cukup kuat di kelasnya untuk kebutuhan harian, multitasking, dan game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile dengan pengaturan menengah.

Chipset ini juga dipakai di cukup banyak smartphone populer, seperti realme 12+ 5G, realme 11 Pro 5G, realme 11 Pro+ 5G, OPPO Reno11 5G, OPPO Reno11 F 5G.

Namun, saat dibandingkan dengan Snapdragon 6s Gen 4, terlihat adanya perbedaan karakter performa. Dimensity 7050 hanya membawa dua core performa Cortex A78, sedangkan Snapdragon 6s Gen 4 memiliki empat core yang sama. 

Perbedaan jumlah inti ini membuat Snapdragon 6s Gen 4 lebih unggul dalam skenario berat seperti editing video di HP, game open-world, dan multitasking agresif.

GPU juga menjadi faktor pembeda. GPU Adreno pada Snapdragon 6s Gen 4 umumnya memiliki optimasi yang lebih baik pada game Android, khususnya yang membutuhkan stabilitas frame rate. Alhasil, performa gaming-nya bisa lebih stabil dibanding Mali G68 MP4.

Selain itu, fabrikasi 4 nm pada Snapdragon 6s Gen 4 memberi efisiensi yang lebih baik dibanding fabrikasi 6 nm milik Dimensity 7050. Hal ini berpengaruh pada suhu kerja yang lebih dingin dan performa berkelanjutan yang lebih stabil.

4. Exynos 1380

Exynos 1380

Exynos 1380 menjadi chipset lain yang cukup sering disejajarkan dengan Snapdragon 6s Gen 4. Keduanya punya kemiripan pada arsitektur CPU karena sama-sama membawa empat core Cortex A78 sebagai inti performa. Hal ini membuat Exynos 1380 sering dianggap punya karakter yang setara, terutama dalam hal performa CPU multi-thread.

Exynos 1380 dibangun dengan fabrikasi 5 nm Samsung. Chipset ini memakai konfigurasi empat core Cortex A78 2,4 GHz dan empat core Cortex A55 2,0 GHz. Di sisi GPU, ia mengandalkan Mali G68 MP5, GPU yang cukup bertenaga untuk kelas menengah namun tetap mengutamakan efisiensi daya.

Dari sisi benchmark, Exynos 1380 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 599 ribuan. Angka ini berada di tengah-tengah kelas menengah dan sedikit di bawah hasil yang dicapai Snapdragon 6s Gen 4. Namun dalam penggunaan harian, performanya tetap terasa mulus, terutama untuk aplikasi sosial media, browsing, sampai game menengah.

Keunggulan Exynos 1380 biasanya terasa di sektor kamera. ISP milik Samsung sering dipasangkan secara optimal dengan sensor buatan mereka, membuat hasil foto lebih konsisten. Meski begitu, dari sisi efisiensi daya, fabrikasi 5 nm masih kalah tipis dibanding fabrikasi 4 nm yang dipakai Snapdragon 6s Gen 4.

Sementara itu, Snapdragon 6s Gen 4 unggul di sektor GPU karena Adreno cenderung lebih stabil dan punya optimasi lebih luas di game Android modern. Hal ini membuat perbedaan terasa saat bermain game durasi panjang, di mana suhu dan frame rate lebih terjaga di chipset Snapdragon.

Chipset Exynos 1380 digunakan di beberapa HP Samsung kelas menengah yang cukup populer seperti Samsung Galaxy A54, Galaxy M54, dan Galaxy F54.

5. Snapdragon 6 Gen 3

Samsung Galaxy A36 5G

Snapdragon 6 Gen 3 bisa dibilang performanya sedikit mendekati Snapdragon 6s Gen 4. Keduanya menggunakan arsitektur CPU yang mirip, GPU yang serupa, dan sama-sama dibangun di atas proses fabrikasi 4 nm dari Samsung.

Bisa dibilang, Snapdragon 6s Gen 4 sebenarnya merupakan versi tuned atau varian binning dari Snapdragon 6 Gen 3 yang mengalami optimalisasi kecil untuk performa lebih stabil.

Snapdragon 6 Gen 3 menggunakan konfigurasi empat core Cortex A78 2,4 GHz dan empat core Cortex A55 1,8 GHz, identik dengan Snapdragon 6s Gen 4. GPU yang dipakai juga Adreno 710, GPU yang cukup matang di kelas menengah dan menawarkan efisiensi yang baik untuk gaming kompetitif.

Untuk performa sintetis, skor AnTuTu v10 Snapdragon 6 Gen 3 berada di kisaran 626 ribuan. Performa ini sudah cukup kuat untuk kelas menengah, namun masih berada sedikit di bawah Snapdragon 6s Gen 4 yang mampu menyentuh angka lebih tinggi, menandakan adanya peningkatan optimalisasi atau kualitas silikon yang lebih baik di versi “s”.

Meski begitu, dari sisi penggunaan, perbedaan keduanya tidak terlalu terasa pada aktivitas sehari-hari. Aplikasi sosial media, multitasking ringan, dan game kompetitif masih berjalan sama mulusnya. Snapdragon 6s Gen 4 baru akan terlihat lebih unggul pada penggunaan berat, seperti gaming durasi panjang atau aplikasi yang membutuhkan performa CPU berkelanjutan.

Snapdragon 6 Gen 3 juga sudah mendukung fitur memadai seperti memori LPDDR5, penyimpanan UFS 3.1, serta dukungan sensor kamera hingga 200 MP. Fitur ini membuatnya banyak digunakan pada HP menengah yang ingin menawarkan kombinasi antara performa dan efisiensi daya.

Contoh ponsel yang memakai Snapdragon 6 Gen 3 adalah Samsung Galaxy A36 5G dan Motorola Moto G75 5G, perangkat yang memanfaatkan efisiensi 4 nm dan GPU Adreno untuk performa harian yang stabil.

6. MediaTek Dimensity 7200

vivo v27 dimensity 7200

Dimensity 7200 menjadi chipset yang paling pas untuk melengkapi daftar, karena performanya berada sangat dekat dengan Snapdragon 6s Gen 4. Chipset ini hadir untuk kelas menengah dan dibangun dengan fabrikasi 4 nm TSMC, sehingga efisiensinya sangat baik dan stabil dipakai jangka panjang.

Chipset ini menggunakan dua core Cortex A715 2,8 GHz sebagai motor performa utama, ditemani enam core Cortex A510 untuk efisiensi. Arsitektur ARMv9 yang dibawanya membuatnya terasa modern, terutama pada efisiensi dan kemampuan pemrosesan AI.

Di sektor grafis, Dimensity 7200 memakai GPU Mali G610 MC4, GPU kelas menengah yang sudah cukup mumpuni untuk game kompetitif di pengaturan grafis menengah.

Soal performa sintetis, Dimensity 7200 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 700 sampai 750 ribuan. Angka ini membuatnya sedikit lebih tinggi dibanding Snapdragon 6s Gen 4, namun masih berada dalam kelas performa yang sama. Perbedaannya biasanya terasa pada efisiensi dan stabilitas suhu, karena fabrikasi 4 nm TSMC memang lebih dingin dibanding 4 nm Samsung yang dipakai Snapdragon 6s Gen 4.

Chipset ini juga dipakai pada sejumlah ponsel yang fokus pada efisiensi dan kamera, seperti vivo V29 5G, vivo V27 5G, dan iQOO Z7 Pro. Ketiga perangkat ini memanfaatkan kemampuan ISP Dimensity 7200 yang cukup kuat untuk menghasilkan foto low-light yang lebih konsisten.

Jika dibandingkan langsung, Snapdragon 6s Gen 4 unggul di jumlah inti performa (4x Cortex A78), sedangkan Dimensity 7200 unggul di efisiensi berkat fabrikasi TSMC. Secara keseluruhan, keduanya berada di kelas performa yang sangat berdekatan.

7. MediaTek Dimensity 1000+

dimensity 1000+

Dimensity 1000+ adalah chipset yang dulunya berada di kelas flagship ketika dirilis pada tahun 2020. Kini, posisinya lebih sering diperbandingkan dengan chipset kelas menengah modern seperti Snapdragon 6s Gen 4 karena performanya masih dapat bersaing, meskipun arsitekturnya sudah beberapa generasi tertinggal.

Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 7 nm dari TSMC dan mengusung konfigurasi empat core Cortex A77 2,6 GHz serta empat core Cortex A55 2,0 GHz. GPU-nya menggunakan Mali G77 MP9, GPU besar pada zamannya yang cukup kuat, tetapi tidak seefisien GPU generasi baru.

Untuk benchmark, Dimensity 1000 Plus biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 582 ribuan. Angka ini masih cukup tinggi, namun tetap berada di bawah performa Snapdragon 6s Gen 4 yang sudah menggunakan inti lebih baru, Cortex A78, serta fabrikasi 4 nm yang lebih efisien.

Perbedaan generasi inti CPU menjadi titik paling menentukan. Cortex A77 pada Dimensity 1000+ memiliki IPC lebih rendah dibanding Cortex A78 pada Snapdragon 6s Gen 4. Selain itu, fabrikasi 7 nm membuat konsumsi daya dan suhu kerja chipset ini lebih tinggi saat digunakan untuk durasi panjang, terutama gaming.

Meskipun demikian, performa grafisnya masih mampu bersaing dengan chipset menengah saat ini, terutama karena jumlah core GPU Mali G77 MP9 yang cukup besar. Namun, efisiensi dan stabilitas frame rate tetap lebih baik pada Snapdragon 6s Gen 4 karena GPU Adreno memang dikenal lebih optimal untuk game Android modern.

Chipset Dimensity 1000+ dipakai pada beberapa HP populer di masanya seperti OPPO Reno5 Pro+ 5G dan  iQOO Z1 5G.

Itulah deretan chipset yang dapat digolongkan punya performa selevel atau berada di kisaran kemampuan yang mirip dengan Snapdragon 6s Gen 4. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri yang bisa lebih optimal tergantung kebutuhan dan gaya penggunaan penggunanya.

Perlu diingat, kualitas sebuah HP tidak hanya ditentukan oleh chipset yang dipakainya. Masih ada banyak aspek lain seperti kualitas layar, kamera, memori, software, hingga efisiensi daya yang ikut berpengaruh pada pengalaman pemakaian maupun nilai jualnya.

Menurut Anda, dari deretan chipset tadi, mana yang paling pantas disebut rival terdekat Snapdragon 6s Gen 4? Silakan tulis pendapat Anda di kolom komentar.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross