7 Chipset yang Setara dengan MediaTek Dimensity 7060
MediaTek Dimensity 7060 menjadi salah satu chipset yang diluncurkan pada tahun 2025 untuk segmen HP 5G kelas menengah bawah. Chipset ini pertama kali hadir di Indonesia melalui Advan Macha 5G yang dirilis pada Desember 2025 dengan harga Rp2,9 jutaan.
Dimensity 7060 dibangun dengan fabrikasi 6 nm dari TSMC dan mengusung konfigurasi CPU delapan inti, terdiri dari dua core Cortex-A78 berkecepatan 2,6 GHz sebagai inti performa, dan enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi.
Yang menarik, chipset ini tidak menggunakan GPU Mali seperti Dimensity lainnya, melainkan IMG BXM-8-256 dari Imagination Technologies dengan clock speed 900 MHz.
Untuk performa sintetis, Dimensity 7060 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 400-500 ribuan poin. Skor ini menempatkannya di posisi entry-level hingga menengah bawah, cukup untuk kebutuhan harian, multitasking ringan, dan game casual dengan settingan menengah.
Chipset ini juga sudah mendukung RAM LPDDR5 3200 MHz yang menawarkan kecepatan transfer data cukup tinggi, serta penyimpanan UFS 3.1 untuk loading aplikasi yang lebih cepat. Dari sisi konektivitas, Dimensity 7060 sudah membawa modem 5G terintegrasi yang mendukung jaringan generasi kelima.
Dengan performa seperti ini, tentu banyak yang penasaran chipset atau SoC apa saja yang performanya setara atau mendekati Dimensity 7060. Untuk mengetahuinya, mari kita lihat beberapa kompetitor yang performanya berada dalam rentang yang mirip.
1. Snapdragon 4 Gen 2

Snapdragon 4 Gen 2 menjadi salah satu chipset yang paling sering disejajarkan dengan Dimensity 7060 dari sisi performa. Chipset dari Qualcomm ini hadir pada Juni 2023 dan menyasar segmen entry-level dengan dukungan 5G yang mumpuni untuk kelasnya.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm dari Samsung dan menggunakan arsitektur yang cukup mirip dengan Dimensity 7060, yaitu dua core Cortex-A78 2,2 GHz untuk performa dan enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi. Perbedaannya terletak pada clock speed yang sedikit lebih rendah dan fabrikasi yang sebenarnya lebih modern.
Di sisi grafis, Snapdragon 4 Gen 2 mengandalkan GPU Adreno 613 yang memang tidak terlalu kuat untuk kelasnya, namun cukup stabil untuk game ringan hingga menengah. GPU ini sering dikritik karena performanya yang tidak setara dengan generasi sebelumnya seperti Snapdragon 695.
Pada pengujian benchmark sintetis, Snapdragon 4 Gen 2 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 440-450 ribuan poin. Angka ini sedikit lebih rendah dari Dimensity 7060 yang bisa mencapai 500 ribuan poin, namun perbedaannya tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari.
Chipset ini sudah digunakan di banyak HP populer di Indonesia seperti vivo Y100 5G dan POCO M6 Pro 5G. Ketiga perangkat ini menawarkan performa yang cukup untuk kebutuhan harian dengan harga yang sangat bersahabat di kisaran Rp2-3 jutaan.
Jika dibandingkan langsung, Dimensity 7060 sedikit unggul dari segi clock speed CPU dan skor benchmark. Namun Snapdragon 4 Gen 2 memiliki keunggulan pada ekosistem software yang lebih luas dan optimasi game yang umumnya lebih baik berkat GPU Adreno.
2. Dimensity 7025

Dimensity 7025 adalah chipset lain dari MediaTek yang bisa dianggap setara dengan Dimensity 7060. Chipset ini sebenarnya merupakan varian dari keluarga Dimensity 700 series yang dioptimalkan untuk segmen menengah bawah dengan fokus pada efisiensi daya.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm dan membawa konfigurasi CPU yang sama dengan Dimensity 7060, yaitu dua core Cortex-A78 2,5 GHz dan enam core Cortex-A55 2,0 GHz. Perbedaan utamanya terletak pada GPU yang digunakan, dimana Dimensity 7025 menggunakan Mali-G57 MC2.
Dari sisi performa, Dimensity 7025 biasanya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 400-420 ribuan poin. Angka ini hampir identik dengan Dimensity 7060, membuat keduanya sangat berdekatan dalam hal kemampuan komputasi CPU.
Keunggulan Dimensity 7025 terletak pada GPU Mali yang lebih matang dan punya track record yang baik untuk game casual. Meski tidak sekuat GPU di chipset flagship, Mali-G57 MC2 sudah cukup untuk menjalankan game populer seperti Mobile Legends atau Free Fire di setting menengah dengan frame rate yang stabil.
Chipset Dimensity 7025 sudah digunakan di beberapa smartphone yang resmi dipasarkan di Indonesia, seperti Xiaomi Redmi Note 14 5G, POCO M7 Pro, serta HONOR 400 Lite.
3. UNISOC T9100 (T820)

UNISOC T9100 atau sebelumnya dikenal sebagai UNISOC T820 merupakan chipset yang cukup kompetitif dan memiliki kemampuan yang hampir setara dengan Dimensity 7060. Chipset ini hadir sebagai alternatif bagi brand yang ingin menghadirkan HP 5G dengan harga lebih terjangkau.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm dan mengusung arsitektur octa-core. Konfigurasinya terdiri dari satu core Cortex-A76 berkecepatan tinggi, tiga core Cortex-A76 dengan clock menengah, serta empat core Cortex-A55 yang berfokus pada efisiensi daya. Susunan ini sedikit berbeda dibanding Dimensity 7060 yang mengombinasikan core Cortex-A78 dan Cortex-A55.
Untuk urusan grafis, UNISOC T9100 menggunakan GPU Mali-G57 MC1, yaitu varian single-core dari keluarga Mali-G57. Kemampuan GPU ini berada di bawah IMG BXM-8-256 milik Dimensity 7060, terutama saat digunakan untuk beban grafis berat seperti game.
Dari sisi performa, UNISOC T9100 umumnya mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 380-420 ribuan poin, tergantung pada implementasi masing-masing perangkat. Angka tersebut menempatkannya di level yang cukup berdekatan dengan Dimensity 7060, meski performa GPU-nya masih sedikit tertinggal.
UNISOC T9100 digunakan di ponsel Nubia Neo 3 GT 5G, sementara UNISOC T820 digunakan pada ZTE Nubia Neo 5G serta penerusnya, nubia Neo 2 5G.
4. Snapdragon 6s Gen 3

Snapdragon 6s Gen 3 menjadi pilihan lain yang performanya cukup dekat dengan Dimensity 7060. Chipset ini merupakan bagian dari lini Snapdragon 6 series yang fokus pada segmen menengah dengan harga terjangkau dan performa yang seimbang.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm dan menggunakan konfigurasi CPU yang terdiri dari dua core performa dan enam core efisiensi berbasis arsitektur ARM yang lebih baru. Qualcomm tidak selalu mengungkap detail lengkap arsitektur pada seri "s", namun performanya diposisikan di antara entry dan mid-range.
Untuk GPU, Snapdragon 6s Gen 3 menggunakan varian Adreno 600 series yang sudah cukup matang dan punya optimasi bagus untuk game-game populer di Android. Ini menjadi keunggulan dibanding IMG BXM-8-256 yang masih relatif baru dan belum memiliki optimasi luas.
Dari sisi performa sintetis, Snapdragon 6s Gen 3 dmencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 450-500 ribuan poin, membuatnya setara atau sedikit di atas Dimensity 7060. Perbedaan ini tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari seperti browsing, streaming, atau penggunaan aplikasi produktivitas.
Keunggulan Snapdragon 6s Gen 3 terletak pada efisiensi daya yang lebih baik dan dukungan fitur multimedia yang lebih lengkap. Chipset Snapdragon umumnya juga punya reputasi baik dalam hal stabilitas suhu dan performa berkelanjutan saat digunakan dalam durasi lama.
5. Dimensity 7020

Dimensity 7020 adalah salah satu chipset dari MediaTek yang berada di posisi cukup dekat dengan Dimensity 7060. Chipset ini dirancang untuk segmen menengah bawah dengan fokus pada efisiensi dan performa yang seimbang untuk penggunaan sehari-hari.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm TSMC dan menggunakan konfigurasi CPU yang mirip dengan Dimensity 7060, yaitu dua core Cortex-A78 2,5 GHz untuk performa dan enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi daya. Arsitektur yang hampir identik ini membuat performa CPU keduanya sangat berdekatan.
Dimensity 7020 menggunakan GPU IMG BXM-8-256 yang sama persis dengan Dimensity 7060. Hal tersebut membuat performa grafis kedua chipset ini nyaris tidak memiliki perbedaan, terutama untuk rendering game dan aplikasi yang mengandalkan GPU.
Berdasarkan hasil benchmark, Dimensity 7020 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 400-450 ribuan poin. Angka ini menempatkannya di level yang sangat mirip dengan Dimensity 7060, dengan selisih performa yang tipis dan tidak signifikan dalam penggunaan nyata.
Chipset Dimensity 7020 digunakan di beberapa smartphone yang beredar di Indonesia, meski tidak sepopuler varian Dimensity 7050 atau 7025. Keberadaannya lebih banyak ditemui pada brand yang ingin menawarkan spesifikasi menarik dengan harga yang kompetitif.
Dimensity 7020 dan Dimensity 7060 sebenarnya bisa dianggap sebagai chipset saudara dengan performa yang hampir identik. Perbedaan utamanya hanya terletak pada clock speed yang sangat tipis dan implementasi pada masing-masing perangkat. Contoh ponsel yang memakai cip ini adalah Infinix Note 40 Pro+ 5G.
6. UNISOC T8300 (UNISOC T7300)

UNISOC T8300 merupakan chipset dari UNISOC yang memiliki cip kembaran bernama UNISOC T7300. Keduanya berada di kelas entry-level hingga menengah dan ditujukan untuk menghadirkan performa yang kompetitif dengan harga yang lebih terjangkau.
Perbedaan utama antara UNISOC T8300 dan UNISOC T7300 terletak pada waktu rilis dan dukungan jaringan. UNISOC T8300 hadir lebih dulu dengan dukungan jaringan 5G, sementara UNISOC T7300 dirilis sebagai versi lanjutan yang hanya mendukung jaringan 4G. Pendekatan seperti ini bukan hal baru, karena strategi serupa juga dilakukan oleh MediaTek dan Qualcomm pada lini chipset mereka.
Kehadiran UNISOC T7300 sendiri ditujukan untuk menjawab kebutuhan pasar yang tidak terlalu memprioritaskan 5G, selama performa tetap kencang dan harga bisa ditekan. Dengan hanya mendukung jaringan 4G, biaya produksi dapat lebih rendah sehingga berdampak langsung pada harga jual perangkat.
Dari sisi spesifikasi, UNISOC T8300 dan UNISOC T7300 sama-sama dibangun dengan fabrikasi 6 nm dan menggunakan CPU octa-core. Konfigurasinya terdiri dari empat core performa Cortex-A78 dan empat core efisiensi Cortex-A55. Kombinasi ini membuat performa CPU keduanya cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari hingga multitasking menengah.
Untuk sektor grafis, kedua chipset ini mengandalkan GPU Mali-G77 yang mampu menjalankan game populer dengan setelan grafis menengah hingga tinggi. Dukungan layar Full HD+ dengan refresh rate hingga 120 Hz juga menjadi nilai tambah di kelasnya.
Dari sisi benchmark, performa UNISOC T8300 dan UNISOC T7300 tergolong tinggi untuk kelasnya. UNISOC T8300 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 500 ribuan poin, sementara UNISOC T7300 menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda.
Dalam penggunaan nyata, keterbatasan utama chipset UNISOC masih berada pada sisi optimasi software dan ekosistem, terutama untuk game yang lebih banyak dioptimalkan untuk chipset Qualcomm dan MediaTek. Meski begitu, untuk aktivitas seperti browsing, media sosial, streaming, serta gaming kasual hingga menengah, performanya sudah tergolong memuaskan.
UNISOC T8300 digunakan pada ponsel seperti nubia Air dan nubia Neo 3 5G. Sementara UNISOC T7300 hadir di perangkat itel S26 Ultra.
7. Helio G200

Helio G200 adalah chipset populer dari lini Helio G series yang fokus pada segmen gaming budget. Chipset ini hadir sebagai penerus dari Helio G99 dan Helio G100 yang sangat populer di Indonesia berkat performanya yang solid dan efisiensi daya yang baik.
Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 6 nm TSMC dan menggunakan arsitektur octa-core dengan dua core Cortex-A76 2,4 GHz sebagai inti performa dan enam core Cortex-A55 2,0 GHz untuk efisiensi. Meski menggunakan Cortex-A76 yang satu generasi lebih lama dari A78, performa Helio G200 masih kompetitif.
Untuk sektor grafis, Helio G200 menggunakan GPU Mali-G57 MC2 yang merupakan varian dual-core dari keluarga Mali-G57. GPU ini sudah terbukti cukup kuat untuk menjalankan game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire dengan settingan medium hingga high.
Dari benchmark, Helio G200 mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 400-450 ribuan poin. Performa ini membuatnya berada di level yang sangat mirip dengan Dimensity 7060, meski dengan karakteristik yang sedikit berbeda pada performa GPU.
Keunggulan Helio G200 terletak pada optimasi gaming dan fitur-fitur khusus seperti HyperEngine yang meningkatkan responsivitas dan stabilitas frame rate saat bermain game. Ini membuat pengalaman gaming-nya bisa lebih baik dari chipset lain di level yang sama.
Nah, itulah daftar chipset yang serupa dengan MediaTek Dimensity 7060, baik itu dari segi spesifikasi ataupun performa.
