carisinyal-web-banner-retina 35

Inilah 7 Chipset yang Setara dengan Unisoc T9300

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Unisoc T9300 adalah chipset yang resmi diperkenalkan pada November 2025. Dari sisi spesifikasi, Unisoc T9300 dibangun dengan fabrikasi 6 nm. CPU-nya menggunakan konfigurasi 2 inti Cortex-A78 berkecepatan 2,4 GHz sebagai core performa utama, didampingi 6 inti Cortex-A55 di 2,2 GHz untuk efisiensi. GPU-nya mengandalkan Mali-G57 MC2.

Chip ini juga mendukung konektivitas 5G, layar FHD+ hingga 144 Hz, serta HDR10+. Dalam beberapa pengujian, Unisoc T9300 mencatat skor Geekbench 6 single-core pada kisaran 940 dan multi-core pada kisaran 2.100. Untuk AnTuTu v11, Unisoc mengklaim angka 760.000 poin ke atas.

Dengan skor tersebut, lantas, chipset apa sajakah yang punya kemampuan setara atau minimal mendekati Unisoc T9300? Jawabannya ternyata ada sektiar 7 chipset yang bisa dikatakan setara seperti yang ada di daftar ini.

Sebelum ke daftar, perlu dikethaui bahwa tidak semua chipset dalam daftar ini berada di level yang persis sama dengan Unisoc T9300. Beberapa berada sedikit di bawah dan beberapa lainnya sedikit di atas, baik dari sisi AnTuTu v11 maupun Geekbench 6. Daftar ini disusun berdasarkan kedekatan performa secara keseluruhan, bukan kesetaraan mutlak.

1. Unisoc T820 / Unisoc T9100

nubia Neo 3 GT

Unisoc T820 dan T9100 pada dasarnya adalah chipset yang identik. T9100 merupakan penamaan baru (rebrand) dari T820 yang sering dilakukan untuk keperluan penyegaran pemasaran. Keduanya sama-sama sudah terintegrasi dengan modem 5G secara bawaan pabrik.

Namun, kadang ada brand yang memakai chip ini untuk kemudian dimatikan jaringan 5G-nya, jadinya terkesan mendukung 4G. Perbedaan dukungan jaringan di lapangan murni bergantung pada keputusan vendor smartphone dalam mengaktifkan antena 5G pada masing-masing perangkat.

Kedua chip ini menggunakan fabrikasi 6 nm dengan konfigurasi CPU yang berbeda dari T9300, yakni 1 inti Cortex-A76 di 2,7 GHz sebagai prime core, 3 inti Cortex-A76 di 2,3 GHz sebagai performance core, dan 4 inti Cortex-A55 di 2,1 GHz untuk efisiensi. GPU-nya menggunakan Mali-G57 MP4 berempat core, dibanding T9300 yang hanya dua core.

Dari sisi AnTuTu v11, Unisoc T820 mencatat kisaran 757.000 poin dan T9100 di 723.000 poin, sangat dekat dengan T9300. Data Geekbench 6 memperlihatkan perbedaan yang menarik. T820 meraih single-core 885 dan multi-core 2.392, sementara T9100 mencatat 872 dan 2.451.

Berdasarkan data ini, Unisoc T9300 unggul di single-core (942 vs 885/872) berkat arsitektur Cortex-A78 yang lebih modern, namun kalah di multi-core (2.133 vs 2.392/2.451) karena hanya memiliki 2 inti performa dibanding 4 inti di T820/T9100.

Unisoc T9300 juga lebih lemah di GPU karena hanya memiliki Mali-G57 dua core versus empat core di T820/T9100.

2. Snapdragon 6 Gen 1

OPPO Reno14 F 5G

Snapdragon 6 Gen 1 adalah chipset kelas menengah dari Qualcomm yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2022. Chip ini merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di HP kelas menengah dari berbagai merek dan masih relevan hingga sekarang berkat kombinasi performa dan efisiensi daya yang terbukti matang.

Snapdragon 6 Gen 1 dibangun dengan fabrikasi 4 nm Samsung yang lebih efisien secara termal dibanding T9300. CPU-nya menggunakan 4 inti Cortex-A78 di 2,2 GHz sebagai core performa dan 4 inti Cortex-A55 di 1,8 GHz untuk efisiensi, dengan GPU Adreno 710. Dari Geekbench 6, chip ini mencatat single-core 935 dan multi-core 2.719.

Single-core 935 sangat dekat dengan T9300 di 942, namun multi-core 2.719 jauh lebih tinggi berkat konfigurasi empat inti A78 versus dua inti T9300. AnTuTu v11-nya berada di 736.000 poin, sedikit di bawah T9300.

Perbedaan keduanya ada di multi-core dan GPU. Adreno 710 milik Snapdragon 6 Gen 1 lebih bertenaga dari Mali-G57 MC2 T9300, terutama untuk gaming berat. Fabrikasi 4 nm juga membuat chip ini lebih efisien daya dalam sesi bermain panjang.

3. Snapdragon 6s Gen 3

Snapdragon 6s Gen 3

Snapdragon 6s Gen 3 pada dasarnya adalah penyegaran dari Snapdragon 695 dengan sedikit peningkatan clock speed, dari 2,2 GHz menjadi 2,3 GHz. Chip ini menjadi salah satu pilihan populer untuk HP 5G kelas terjangkau berkat kombinasi efisiensi dan konektivitas yang sudah teruji luas di berbagai pasar.

Snapdragon 6s Gen 3 menggunakan fabrikasi 6 nm dengan CPU 2 inti Cortex-A78 berkecepatan 2,3 GHz dan 6 inti Cortex-A55 di 2,0 GHz, serta GPU Adreno 619.

Untuk skor Geekbench 6, chip ini mencatat single-core 938 dan multi-core 2.183. Single-core 938 adalah yang paling dekat dengan T9300 di 942 dari seluruh daftar ini, dengan selisih hanya 4 poin. Multi-core 2.183 juga paling mirip dengan multi-core T9300 di 2.133, hanya berbeda 50 poin. Namun AnTuTu v11-nya berada di 622.000 poin, sekitar 130.000 poin di bawah T9300.

Gap besar di AnTuTu v11 ini menunjukkan bahwa meski CPU-nya sangat sebanding, T9300 unggul di komponen memori dan UX yang turut diperhitungkan AnTuTu. Untuk penggunaan harian dan gaming kasual, performa CPU keduanya hampir tidak bisa dibedakan.

4. Samsung Exynos 1330

Exynos-1330_

Samsung Exynos 1330 adalah chipset kelas menengah dari Samsung yang diperkenalkan pada 2023 untuk mengisi segmen yang lebih terjangkau di bawah Exynos 1380. Chip ini menjadi tulang punggung seri Galaxy A dan M entry-level hingga mid-range bawah dari Samsung, dan dikenal karena konsumsi dayanya yang efisien berkat fabrikasi 5 nm.

Exynos 1330 menggunakan fabrikasi 5 nm Samsung dengan CPU 2 inti Cortex-A78 di 2,4 GHz dan 6 inti Cortex-A55 di 2,0 GHz, serta GPU Mali-G68 MP2. Konfigurasi CPU-nya identik dengan T9300 dalam hal jumlah inti performa (dua inti A78 plus enam inti efisiensi), dengan clock speed performa yang sama di 2,4 GHz. Dari Geekbench 6, Exynos 1330 meraih single-core 952 dan multi-core 1.963.

Single-core 952 berada sedikit di atas T9300 di 942, namun multi-core 1.963 lebih rendah dari T9300 di 2.133. AnTuTu v11-nya berada di 607.000 poin, di bawah T9300.

Exynos 1330 adalah chip yang paling sebanding dengan T9300 dari sisi arsitektur CPU, karena keduanya sama-sama mengusung 2 inti A78 berkecepatan 2,4 GHz. Perbedaan utama terletak pada GPU dan fabrikasi. Mali-G68 MP2 milik Exynos 1330 lebih bertenaga dari Mali-G57 MC2 T9300, sementara fabrikasi 5 nm Samsung membuatnya lebih efisien.

5. Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2

Snapdragon 4 Gen 2

Snapdragon 4 Gen 2 adalah chipset dari Qualcomm yang menarik untuk dibandingkan dengan T9300 karena kontrasnya yang unik yaitu AnTuTu-nya lebih rendah cukup jauh, namun Geekbench 6-nya sangat kompetitif. Chip ini diperkenalkan pada akhir 2022 dan dipakai di banyak HP 5G terjangkau dari berbagai merek.

Snapdragon 4 Gen 2 menggunakan fabrikasi 4 nm dengan CPU 2 inti Cortex-A78 di 2,2 GHz dan 6 inti Cortex-A55 di 2,0 GHz, serta GPU Adreno 613.

Konfigurasi inti performanya sama persis dengan T9300 (2 inti A78 + 6 inti A55), hanya clock speed A78-nya lebih rendah (2,2 GHz vs 2,4 GHz). Ini langsung tercermin di Geekbench 6 di mana single-core 923 vs T9300 di 942, selisih hanya 19 poin. Multi-core 2.249 bahkan lebih tinggi dari T9300 di 2.133. AnTuTu v11-nya berada di 560.000 poin, sekitar 190.000 poin di bawah T9300.

Gap AnTuTu yang besar ini sebagian besar disumbang oleh komponen GPU dan memori, bukan CPU. Dari sisi performa CPU murni, Snapdragon 4 Gen 2 sangat sebanding dengan T9300. Fabrikasi 4 nm-nya juga memberikan keunggulan efisiensi termal dalam jangka panjang.

6. Samsung Exynos 1380

Exynos 1380

Samsung Exynos 1380 adalah chipset kelas menengah Samsung yang diperkenalkan pada Maret 2023 sebagai penerus Exynos 1280. Chip ini menjadi andalan Galaxy seri A generasi 2023 dan dikenal sebagai salah satu chipset Samsung mid-range dengan performa paling konsisten di kelasnya.

Exynos 1380 menggunakan fabrikasi 5 nm Samsung dengan CPU 4 inti Cortex-A78 di 2,4 GHz dan 4 inti Cortex-A55 di 2,0 GHz, serta GPU Mali-G68 MP5.

Berbeda dari Unisoc T9300 yang hanya memiliki 2 inti A78, Exynos 1380 membawa 4 inti A78 yang langsung terlihat dampaknya di benchmark. Geekbench 6-nya mencatat single-core 1.008 dan multi-core 2.758, keduanya di atas T9300 (942 dan 2.133). AnTuTu v11-nya berada di 768.000 poin, sedikit di atas T9300.

Exynos 1380 berada di atas Unisoc T9300 dari hampir semua sisi benchmark, menjadikannya bukan pesaing setara melainkan satu tingkat lebih tinggi. Namun karena AnTuTu-nya hanya berbeda sekitar 18.000 poin dan keduanya sering ditemukan di HP dengan rentang harga yang berdekatan, perbandingannya tetap relevan.

7. MediaTek Dimensity 7050 / 1080

realme 11 series

MediaTek Dimensity 7050 adalah nama baru untuk Dimensity 1080, sebuah chipset kelas menengah atas dari MediaTek yang dikenal luas di pasar HP Rp3-5 jutaan. Meski namanya diganti untuk keperluan pemasaran, spesifikasi intinya tetap sama dan performanya sudah sangat teruji di banyak perangkat dari berbagai merek ternama.

Dimensity 7050 dibangun dengan fabrikasi 6 nm dan menggunakan CPU 2 inti Cortex-A78 di 2,6 GHz serta 6 inti Cortex-A55 di 2,0 GHz, dengan GPU Mali-G68 MP4.

Clock speed A78 di 2,6 GHz lebih tinggi dari Unisoc T9300 yang ada di 2,4 GHz, dan GPU Mali-G68 MP4 empat core jauh lebih bertenaga dari Mali-G57 MC2 dua core milik T9300. Geekbench 6-nya mencatat single-core 1.061 dan multi-core 2.398, keduanya di atas T9300. AnTuTu v11-nya berada di 806.000 poin, sekitar 56.000 poin di atas T9300.

Dimensity 7050 adalah chip yang berada di atas T9300 secara konsisten di semua metrik benchmark. Namun keduanya sering ditemukan di HP dengan rentang harga yang tumpang tindih, sehingga perbandingannya tetap relevan saat memilih.

Dari ketujuh perbandingan di atas, kesimpulannya sederhana, Unisoc T9300 adalah chipset yang sangat unggul di performa single-core, menjadikannya sangat responsif untuk tugas harian. Ia bahkan mengimbangi Snapdragon 6s Gen 3 secara metrik murni.

Namun, untuk kebutuhan kelas berat yang menuntut multi-core dan GPU maksimal, chipset seperti Unisoc T820/T9100 atau deretan cip superior (Snapdragon 6 Gen 1, Exynos 1380, Dimensity 7050) terbukti masih menawarkan performa yang lebih memuaskan.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross