carisinyal-web-banner-retina 35

Dimensity 9500s Setara Apa? Inilah 6 Chipset Pesaingnya

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

MediaTek Dimensity 9500s adalah salah satu chip yang cukup menarik perhatian di awal 2026. Diperkenalkan pada 15 Januari 2026, chip ini diposisikan MediaTek sebagai platform premium yang menempatkan efisiensi termal sebagai prioritas utama, berbeda dari kakaknya Dimensity 9500 yang lebih mengejar performa puncak.

Dimensity 9500s dibangun menggunakan proses fabrikasi TSMC 3nm (N3E) dengan konfigurasi CPU All-Big-Core yang terdiri dari 1 core Cortex-X925 sebagai prime core berkecepatan 3,73 GHz, 3 core Cortex-X4 di 3,3 GHz, dan 4 core Cortex-A720 di 2,4 GHz. GPU-nya mengandalkan Immortalis-G925 MP12.

POCO X8 Pro Max menjadi salah satu ponsel pertama yang memperkenalkan chip ini ke publik. Berdasarkan review GSMArena pada POCO X8 Pro Max, Dimensity 9500s mencatatkan skor Geekbench 6 single-core 2.670 dan multi-core 8.539. Untuk skor AnTuTu-nya berada di angka 2.791.128 poin untuk versi v11 dan 2.445.108 poin untuk versi v10.

Berdasarkan hasil skor tersebut, kira-kira chip apa saja yang performanya setara atau mendekati Dimensity 9500s? Berikut daftar lengkapnya.

1. Snapdragon 8 Gen 5

Snapdragon 8 Gen 5

Sebelum masuk ke pembahasan, penting untuk meluruskan satu hal yaitu Snapdragon 8 Gen 5 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah dua produk yang berbeda.

Qualcomm menempatkan Snapdragon 8 Gen 5 berada satu tingkat di bawah varian Elite dan menyasar segmen near-flagship, bukan flagship tertinggi Qualcomm. Di Indonesia, iQOO 15R menjadi ponsel pertama yang membawa chip ini.

Snapdragon 8 Gen 5 dibangun di atas fabrikasi TSMC 3nm dengan konfigurasi CPU Oryon v3 yang terdiri dari 2 core Prime berkecepatan 3,8 GHz dan 6 core Performance di 3,32 GHz. GPU-nya menggunakan Adreno 829, turunan Adreno 840 milik varian Elite namun dengan satu slice dinonaktifkan dan tanpa Adreno High Performance Memory (HPM).

Dari sisi angka, Snapdragon 8 Gen 5 unggul tipis atas Dimensity 9500s. Chip ini meraih Geekbench 6 single-core 2.808 dan multi-core 9.198, sementara skor AnTuTu-nya berada di kisaran 2,8 hingga 2,9 juta poin. Dibanding Dimensity 9500s dengan single-core 2.670 dan multi-core 8.539, selisihnya memang tidak dramatis.

Namun iQOO 15R membuktikan bahwa Snapdragon 8 Gen 5 lebih unggul dalam ekosistem optimasi game dan aplikasi yang sudah lebih matang. Di sisi lain, Dimensity 9500s membalas lewat kestabilan termal yang lebih baik dalam penggunaan beban berat jangka panjang.

2. Exynos 2600

exynos 2600

Exynos 2600 adalah chip unggulan Samsung yang mentenagai Samsung Galaxy S26 dan Samsung Galaxy S26+ di sebagian besar negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Eropa, dan Asia Tenggara. Hanya pasar Amerika Serikat dan Tiongkok yang mendapat varian Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara Samsung Galaxy S26 Ultra memakai chip tersebut di semua pasar global.

Exynos 2600 adalah chip smartphone pertama di dunia yang dibangun menggunakan proses fabrikasi 2nm GAA (Gate-All-Around) milik Samsung Foundry, sebuah lompatan generasi yang secara fundamental melampaui proses 3nm milik Dimensity 9500s.

CPU-nya hadir dengan 10 core berbasis ARM C1 (ARMv9.3), terdiri dari 1 core C1-Ultra (3,8 GHz), 3 core C1-Pro (3,25 GHz), dan 6 core C1-Pro efisiensi (2,75 GHz), dipasangkan dengan GPU Xclipse 960 berbasis AMD RDNA 3.5.

Dalam perbandingan benchmark, Exynos 2600 meninggalkan Dimensity 9500s dengan jarak yang cukup kentara. Samsung Galaxy S26+ yang ditenagai Exynos 2600 mencatatkan Geekbench 6 single-core di kisaran 3.105 hingga 3.197 dan multi-core 10.444 hingga 11.012, jauh di atas Dimensity 9500s.

Untuk AnTuTu v11, skornya berada di kisaran 3,3 hingga 3,5 juta poin, dengan selisih terhadap Dimensity 9500s yang bisa mencapai 25 persen lebih. Fabrikasi 2nm yang lebih efisien juga menjanjikan konsumsi daya lebih rendah dalam jangka panjang.

3. MediaTek Dimensity 9400+

Dimensity 9400+

MediaTek Dimensity 9400+ atau DImensity 9400 Plus diluncurkan pada April 2025 sebagai penyempurnaan dari Dimensity 9400, chip flagship MediaTek 2024. CPU Dimensity 9500s bisa dibilang nyaris identik dengan Dimensity 9400 Plus.

Dimensity 9400+ dibangun di atas fabrikasi TSMC 3nm dengan konfigurasi All-Big-Core yang identik dengan Dimensity 9400 yaitu 1 core Cortex-X925 (3,73 GHz), 3 core Cortex-X4 (3,3 GHz), dan 4 core Cortex-A720 (2,4 GHz). GPU-nya sama persis dengan Dimensity 9500s, yakni Mali-G925 Immortalis MP12.

Perbedaan paling kentara antara Dimensity 9400+ dan 9500s hanya ada di sektor AI. Dimensity 9400+ membawa kecepatan pemrosesan AI agentik 20 persen lebih tinggi lewat Speculative Decoding+ (SpD+), serta ISP dan modem yang sedikit lebih baru di sisi 9500s.

Di Indonesia, chip ini pertama hadir lewat Xiaomi 15T Pro yang tersedia di jalur distribusi resmi. Berdasarkan data GSMArena dari pengujian Xiaomi 15T Pro, Dimensity 9400+ meraih Geekbench 6 single-core 2.623 dan multi-core 7.914, dengan AnTuTu v11 di angka 2.792.780 poin.

Dibanding Dimensity 9500s yang AnTuTu v11-nya 2.791.128 poin, selisihnya hampir tidak ada, hanya sekitar 1.600 poin atau kurang dari 0,1 persen. Ini bukan kebetulan karena memang arsitektur CPU-nya identik.

Perbedaan lebih terasa di luar ranah CPU, yakni pada fitur konektivitas dan kemampuan AI generatif yang sedikit lebih diperbarui di sisi Dimensity 9500s.

4. Xring O1

Xring O1

Xring O1 adalah pencapaian bersejarah bagi Xiaomi, chip smartphone flagship in-house pertama mereka setelah hampir satu dekade mengembangkan kapabilitas semikonduktor secara mandiri.

Diumumkan pada Mei 2025, chip ini digunakan di Xiaomi 15S Pro yang beredar secara global. Sebagai chip perdana di kelas premium, Xring O1 membawa rasa ingin tahu sekaligus ekspektasi besar dari komunitas teknologi dunia.

Xring O1 dibuat di fabrikasi TSMC 3nm (N3B) dengan total 19 miliar transistor. CPU-nya hadir dengan 10 core dalam empat klaster yaitu 2 core Cortex-X925 (3,9 GHz) sebagai prime core, 4 core Cortex-A725 (3,4 GHz), 2 core Cortex-A725 (1,9 GHz), dan 2 core Cortex-A520 (1,8 GHz).

GPU-nya mengandalkan ARM Immortalis-G925 MC16 dengan 16 core, lebih banyak empat core dibanding Dimensity 9500s, menjadikannya chip smartphone pertama dengan 16 pipeline GPU Immortalis.

Xring O1 mencetak Geekbench 6 single-core 2.917 dan multi-core 9.114, dengan AnTuTu berkisar di angka 2,5 hingga 3 juta poin. Dibanding Dimensity 9500s yang single-core-nya 2.670, Xring O1 unggul sekitar 9 persen di sisi tersebut, sementara multi-core 9.114 juga lebih tinggi dari 8.539 milik Dimensity 9500s.

Namun sebagai chip generasi pertama, ekosistem optimasinya di sisi pengembang game dan aplikasi masih dalam tahap berkembang, sesuatu yang biasanya membutuhkan beberapa generasi untuk benar-benar matang.

5. Exynos 2500

Exynos 2500

Exynos 2500 adalah chip yang cukup menarik untuk masuk daftar ini karena perjalanannya yang tidak biasa. Chip ini awalnya dipersiapkan untuk seri Samsung Galaxy S25 series, namun masalah hasil produksi memaksanya absen dari lineup flagship utama.

Samsung. Exynos 2500 akhirnya debut di Samsung Galaxy Z Flip 7 yang resmi hadir di Indonesia sejak Juli 2025, menjadikannya salah satu chip Samsung terbaru yang bisa dijumpai langsung di pasaran lokal.

Exynos 2500 dibangun menggunakan proses fabrikasi 3nm GAA (Gate-All-Around) milik Samsung Foundry sendiri, bukan TSMC seperti kompetitornya.

CPU-nya hadir dengan 10 core yang terdiri dari 1 core Cortex-X925 (3,3 GHz) sebagai prime core, 2 core Cortex-A725 (2,74 GHz), 5 core Cortex-A725 (2,36 GHz), dan 2 core Cortex-A520 (1,8 GHz). GPU-nya menggunakan Xclipse 950 berbasis arsitektur AMD RDNA 3.5.

Dalam pengujian Geekbench 6, Samsung Exynos 2500 mencetak single-core di kisaran 2.313 hingga 2.648 dan multi-core 7.965 hingga 9.015, tergantung perangkat dan kondisi pengujian. Skor AnTuTu-nya berada di kisaran 2,4 hingga 2,5 juta poin.

Jika dibandingkan langsung dengan Dimensity 9500s yang single-core-nya 2.670 dan multi-core 8.539, keduanya berada di level yang sangat berdekatan. Keunggulan nyata Exynos 2500 ada di sektor GPU, di mana Xclipse 950 berbasis AMD RDNA 3.5 menawarkan performa ray-tracing yang kompetitif.

Menariknya, jika dibandingkan dengan penerusnya yakni Exynos 2600 yang jadi "otak" Samsung Galaxy S26 dan Samsung Galaxy S26+, selisih performanya cukup signifikan.

Exynos 2600 yang dibuat dengan proses 2nm jauh lebih kencang di semua lini benchmark, yang menunjukkan betapa besar lompatan yang berhasil dilakukan Samsung hanya dalam satu generasi chipset.

6. Apple A17 Pro

iphone 15 pro max

Apple A17 Pro merupakan chip yang mentenagai iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max. Chip ini dipilih sebagai pembanding yang paling tepat dibanding A16 Bionic karena skor Geekbench-nya lebih dekat dan relevan dengan posisi Dimensity 9500s.

Skor multi-core A16 Bionic yang hanya sekitar 6.744 terlalu jauh di bawah, sehingga A17 Pro dengan multi-core sekitar 7.200 memberikan perbandingan yang lebih bermakna.

Apple A17 Pro dibangun menggunakan proses fabrikasi 3nm (N3B) dari TSMC, dengan CPU 6 core terdiri dari 2 core performa berkecepatan 3,78 GHz dan 4 core efisiensi. GPU-nya hadir dengan 6 core, satu core lebih banyak dari A16 Bionic. Chip ini juga mengintegrasikan Neural Engine 16 core untuk pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat.

Perlu dicatat terlebih dahulu bahwa skor AnTuTu iOS dan Android tidak bisa dibandingkan secara setara karena perbedaan mendasar pada arsitektur kedua sistem operasi, sehingga Geekbench 6 menjadi tolok ukur yang lebih adil untuk perbandingan lintas platform.

Pada pengujian Geekbench 6, Apple A17 Pro mencetak single-core sekitar 2.914 dan multi-core sekitar 7.200. Dibanding Dimensity 9500s yang single-core-nya 2.670, A17 Pro masih lebih tinggi sekitar 9 persen di sisi itu berkat efisiensi arsitektur Apple yang sudah terbukti bertahun-tahun. Namun di sisi multi-core, posisinya berbalik:

Dimensity 9500s dengan multi-core 8.539 unggul sekitar 19 persen berkat konfigurasi 8 core yang lebih banyak. Fakta bahwa iPhone 15 Pro yang rilis di tahun 2023 masih mampu bersaing dalam performa CPU per-core dengan chip Android 2026 adalah bukti nyata betapa efisiennya arsitektur Apple bertahan dari generasi ke generasi.

Chipset-chipset di atas merupakan pesaing sekelas Dimensity 9500s, semuanya cocok untuk ponsel kelas atas dengan kebutuhan berbeda-beda. Sekarang tinggal kamu yang menentukan, ponsel dengan chipset apa yang paling cocok dengan kebutuhanmu?

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross