carisinyal web banner retina

5 Fakta tentang Cyrptocurrency, Mata Uang Digital yang Lagi Populer

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha - Diperbaharui 2 Oktober 2021

PERHATIAN

ARTIKEL SPONSOR PINTU Permanen do follow link

Memasuki era 2020-an, ada dua bidang yang sering dibicarakan orang: saham dan cryptocurrency. Saat pandemi Covid-19 terjadi, orang-orang mulai aware soal uang darurat termasuk investasi uang lewat saham. Banyak orang pun FOMO (fear of missing out) soal saham. Yang tadinya tidak ikut saham, tiba-tiba ingin menginvestasikan uangnya pada saham, padahal pengetahuannya belum banyak. 

Hal yang sama juga terjadi dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau mata uang crypto (kripto), merupakan mata uang yang berupa aset digital. Alat ini dibuat untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan. Mata uang kripto juga digunakan untuk mengendalikan proses pembuatan unit tambahan dan memverifikasi transfer aset

Mata uang kripto sebenarnya sudah mulai menarik perhatian sejak 2013. Namun, saat itu jumlah pengguna internet tidak semasif sekarang. Kini, ketika internet lebih, informasi lebih cepat, banyak orang pun yang mulai kepo dengan mata uang kripto. 

Mata uang kripto ini sendiri menimbulkan pro dan kontra. Hal ini karena kripto bisa dibilang merupakan sesuatu yang baru bagi banyak orang. Sementara saham, merupakan sesuatu yang lama tetapi saat ini jumlah orang yang ingin terlibat meningkat. 

Karena itu, pada artikel kali ini, pembahasan fokus pada fakta-fakta soal mata uang kripto atau cryptocurrency. Berikut beberapa fakta soal cryptocurrency yang bisa jadi tambahan pengetahuan untuk para pembaca yang ingin tahu soal cryptocurrency lebih lanjut. 

1. Sistem Mata Uang Desentralisasi  

RIPPLE

Sebagai mata uang, kripto tentunya harus punya pembukuan. Namun, pembukuan kripto dilakukan secara digital. Pembukuan tersebut dilakukan dengan teknologi yang disebut Blockchain. Blockchain ini bisa dikatakan sebuah sistem yang berbentuk buku besar dalam bentuk digital. 

Blockchain ini punya sifat terdesentralisasi alias tidak terpusat pada satu pihak atau instansi. Sebagai perbandingan, mata uang rupiah bersifat sentralisasi karena bergantung pada kebijakan di tangan Bank Indonesia. 

Blockchain justru memiliki sistem pembukuan yang tidak terpusat. Semua transaksi yang terjadi dilakukan pencatatan secara lengkap dengan sistem peer to peer atau dari pengirim langsung ke penerima. Hal ini berarti tidak ada pihak perantara dalam kegiatan transaksi tersebut. 

2. Pergerakan Mata Uang Kripto yang Lebih Cepat 

bitcoin

Mata uang kripto dianggap sebagai aset yang punya resiko tinggi atau high risk. Malah lebih tinggi dari saham. Hal ini karena mata uang kripto punya pergerakan nilai yang bisa berubah dalam waktu 24 jam. Terlebih mata uang kripto tidak mengenal jam buka dan tutup. 

Pergerakan mata uang kripto dipengaruhi banyak hal. Pagi bisa tinggi, tetapi menjelang malam nilainya bisa runtuh. Bahkan, cuitan dari Elon Musk saja pernah memengaruhi salah satu nilai mata uang kripto. 

3.  Jumlah Kripto Terbatas 

bitcoin

Mata uang kripto ibarat tambang emas atau minyak yang ada batasnya. Hanya saja kripto bentuknya digital, bukan fisik layaknya emas. Contohnya kripto jenis Bitcoin yang hanya berjumlah 21 juta koin. Karena jumlahnya yang terbatas, mata uang kripto bisa dibilang punya nilai yang tinggi seiring permintaan yang tinggi. 

4. Punya Banyak Jenis 

bitcoin

Meskipun terbatas, mata uang kripto memiliki banyak jenisnya. Hal ini karena sistemnya memungkinkan pihak tertentu membuat aset mata uang kripto dengan sistem enkripsi yang berbeda-beda. 

Tercatat ada ribuan jenis kripto yang beredar. Namun, hanya ada tiga yang paling populer. Ketiganya adalah Bitcoin, Ethereum, dan BNB Coin. Bitcoin merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor satu. Mata uang yang dibuat tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto ini pernah mencapai 1,064 triliun dollar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 15.428 triliun

Sementara Ethereum merupakan mata uang kripto yang dibuat tahun 2019 oleh Vitalik Buterin. Mata uang ini adalah mata uang berbasis jaringan peer-to-peer publik yang diresmikan tahun 2015. ethereum juga menjadi sebuah platform software terdesentralisasi.

Lantas, apa itu BNB coin? BNB coin atau Binance coin merupakan set kripto yang diciptakan Binance. Karena itu, BNB coin merupakan mata uang bawaan yang melekat pada semua platform Binance. Pada 2021, Binance menghadirkan teknologi Binance Smart Chain (BSC). BSC ini adalah sistem blockchain yang dibangun untuk menjalankan aplikasi berbasis smart contract. 

Berkat BSC,  harga BNB meningkat tajam karena potensi skalabilitas BSC yang besar. Karena hal ini pula, BNB Coin mampu bersaing dengan Bitcoin dan Ethereum, sebagai mata uang kripto terbesar. 

5. Punya Pengaruh ke Naiknya Harga Hardware PC 

kripto

Mata uang kripto didesain untuk didapatkan dengan berbagai cara, tegantung mata uangnya. Contohnya Bitcoin yang bisa didapatkan dengan cara dibeli atau dilakukan dengan cara menambang. Cara menambang Bitcoin ini yang kemudian berpengaruh pada dunia hardware PC. 

Pasalnya, untuk menambang Bitcoin, para penambang (biasa disebut miner), harus memiliki perangkat PC yang memadai. Algorittma dan enkripsi Bitcoin yang sulit harus diselesaikan dengan “tenaga’ dari GPU Card PC. 

Karena itu, banyak pihak tertentu yang membuat kelompok atau perusahaan untuk membangun super komputer. Di dalam komputer tersebut, terdapat GPU Card kelas atas yang bertugas untuk menambang Bitcoin. 

Ada juga Chia Coin yang sistem penambangannya bisa dilakukan justru lewat storage seperti HDD dan SSD. Karena faktor tersebut, harga aksesoris PC meningkat tajam, terutama GPU Card. Di lokapasar, harganya bisa meningkat sampai 3 kali lipat atau lebih dari harga SRP. 

Demikianlah pembahasan soal fakta-fakta terkait mata uang kripto. Dari penjelasan, dapat disimpulkan jika mata uang kripto merupakan mata uang yang bisa dibilang sebagai aset digital yang potensial. Namun, harus diingat, mata uang kripto ini merupakan aset yang high return dan high risk. 

Jika sudah tahu resikonya, pembaca yang tertarik dengan mata uang kripto, bisa mencari tahu dan berinvestasi di platform yang menyediakan jual beli kripto. Contohnya adalah di platform Pintu. 

Pintu adalah aplikasi jual beli bitcoin dan aset crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Di Pintu, kamu bisa mengecek pergerakan harga aset, membaca berita-berita terbaru tentang crypto serta melakukan investasi dan trading hanya mulai dari Rp11.000 saja, lho. Download Pintu sekarang!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram