Inilah 12 Kelebihan dan Kekurangan iQOO 15R
Saya agak kaget melihat harga iQOO 15R yang rilis di Indonesia. Pasalnya, 2026 bukan tahun yang bisa dibilang ideal bagi brand ponsel untuk menghadirkan harga menarik karena krisis ketersediaan RAM masih terasa. Namun, iQOO 15R justru jadi anomali.
Harganya masih masuk akal meski tentu ada hal lain yang perlu dikompromikan. Terlebih, iQOO dikenal sebagai lini ponsel dari Vivo yang memang fokus pada performa gaming.
Untuk pasar Indonesia, iQOO 15R hadir dalam tiga varian, yaitu 8 GB/256 GB dengan harga Rp7 jutaan (Rp7.299.000), 12 GB/256 GB di Rp7 jutaan (Rp7.999.000), serta 12 GB/512 GB yang dibanderol Rp8 jutaan (Rp8.999.000).
Harga yagn menarik bukan? Namun, kamu jangan buru-buru dulu beli. Sebelum memutuskan, alangkah baiknya ada baiknya kita bedah dulu apa saja kelebihan dan kekurangan iQOO 15R secara lebih mendalam berikut ini.
Spesifikasi Infinix iQOO 15R

| Layar | AMOLED 6.59 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 |
| RAM | 12 GB, 16 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 7600 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan iQOO 15R
1. Snapdragon 8 Gen 5 + Chip Q2 Racikan iQOO

Kalau kebanyakan gaming phone hanya mengandalkan satu chipset utama, iQOO 15R datang dengan pendekatan berbeda. Selain memakai Snapdragon 8 Gen 5 sebagai otak utama, iQOO juga menyematkan chip supercomputing buatannya sendiri bernama Q2. Keduanya bekerja paralel, dengan Q2 difokuskan untuk memaksimalkan performa gaming.
Snapdragon 8 Gen 5 ini juga perlu sedikit diluruskan karena sering disalahpahami. Chip ini berbeda dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang biasanya dipakai di ponsel ultra-premium.
Versi Elite memiliki prime core hingga 4,6 GHz dan cache yang lebih besar. Sementara Snapdragon 8 Gen 5 di iQOO 15R memakai arsitektur Qualcomm Oryon Gen 3 dengan konfigurasi dua inti prime di 3,8 GHz dan enam inti performa di 3,32 GHz.
Jika kamu ingin merasakan performa Snapdragon 8 Elite Gen 5, saya sarankan melirik saudaranya yang sudah lebih dulu rilis, yaitu iQOO 15. Hanya saja, ponsel tersebut bermain di harga Rp14 jutaan sampai Rp15 jutaan. Sementara iQOO 15R ini bisa dibilang hanya setengah harganya, jadi pendekatannya memang berbeda sejak awal.
Di titik inilah Snapdragon 8 Gen 5 menunjukkan posisinya. Ia memang bukan varian paling buas di keluarga Snapdragon 8 terbaru, tetapi tetap berada di kasta atas dan sangat relevan untuk gaming kelas berat. Jadi komprominya bukan di “lemah atau tidak”, melainkan di positioning antara performa maksimal dan harga yang lebih rasional.
Menariknya, tidak ada inti efisiensi tradisional di sini. Semua delapan inti adalah inti performa. Efeknya, sistem terasa sangat responsif untuk multitasking maupun bermain game berat. Proses produksinya sudah menggunakan fabrikasi TSMC 3 nm (N3P), jadi efisiensi daya tetap terjaga walau performa digenjot tinggi.
Untuk grafis, disematkan GPU Adreno 829 yang sudah mendukung hardware ray tracing sehingga efek pencahayaan dalam game tampak lebih realistis.
Keputusan iQOO memakai Snapdragon 8 Gen 5 standar dibanding versi Elite bisa dibilang langkah yang cukup cerdas. Tenaga komputasinya tetap kelas atas, tetapi harga perangkat masih lebih masuk akal.
Dengan basis performa tersebut, chip Q2 hadir sebagai pendamping yang memperkaya pengalaman bermain, terutama lewat dua fungsi utama yang dampaknya langsung terasa saat gameplay.
Pertama adalah frame interpolation. Teknologi ini memungkinkan game yang secara native berjalan di 60 FPS ditingkatkan secara virtual hingga 144 FPS. Gerakan jadi lebih halus tanpa harus memaksa GPU bekerja penuh terus-menerus.
Kedua adalah super resolution 1,5K yang meningkatkan detail tekstur secara real-time, mulai dari wajah karakter, pepohonan, sampai bangunan di latar belakang.
Untuk ukuran gaming phone di bawah Rp9 jutaan, kombinasi dua cip seperti ini jelas menjadi nilai jual yang sulit disaingi di kelas harganya.
2. Dilengkapi Sistem Pendingin 6,5K IceCore VC

Chip sekencang apa pun tetap punya satu musuh utama, yaitu panas. Ketika suhu tidak terkendali, performa pasti turun karena sistem melakukan throttling. iQOO memahami hal ini dan membekali iQOO 15R dengan sistem pendingin 6,5K IceCore VC.
Teknologi ini berupa vapor chamber dengan luas 6.500 mm². iQOO mengklaim sistem tersebut mampu menurunkan suhu inti CPU hingga 15°C dalam 10 menit.
Struktur kapiler jaringan gandanya dibuat tiga kali lebih rapat di area CPU agar distribusi panas lebih cepat dan merata. Di atasnya, ada lembar grafit berlapis ganda dengan konduktivitas termal 2.000 W/(m·K) untuk membantu pembuangan panas secara efisien.
Yang menarik, performa Snapdragon 8 Gen 5 dan chip Q2 tidak berdiri sendiri. Keduanya bekerja optimal karena ditopang sistem pendingin ini. Kombinasi tiga elemen tersebut yang akhirnya menentukan apakah performa kencang bisa stabil dalam jangka panjang atau hanya kencang sesaat.
Berdasarkan klaim iQOO, skor AnTuTu v11 yang diraih iQOO 15R mencapai 3.588.128 poin. Angka ini tergolong umum untuk cip kelas atas di 2026, jadi bukan sekadar angka bombastis. Ia mencerminkan performa flagship yang memang sudah berada di level tertinggi untuk Android saat ini.
Pengujian dari Beebom Gadgets menunjukkan game MOBA dapat berjalan stabil di 144 FPS hingga 5 jam. Kanal YouTube TechWiser juga mencatat BGMI bisa dimainkan di 120 FPS pada pengaturan tertinggi, bahkan didorong hingga 144 FPS lewat opsi Super Frame Rate.
Dalam praktiknya, suhu perangkat saat gaming berat juga tergolong terjaga. Wuthering Waves dengan Vulkan graphics aktif selama 30 menit menghasilkan suhu sekitar 34–47°C. Sementara Genshin Impact di pengaturan maksimum hanya menyentuh 40°C.
Suhu yang stabil ini bukan cuma soal kenyamanan saat digenggam, tetapi juga memastikan frame rate tetap konsisten karena prosesor tidak perlu menurunkan performa untuk mendinginkan diri.
iQOO juga menyertakan fitur bypass charging yang memungkinkan daya langsung dialirkan ke sistem tanpa membebani baterai secara berlebihan. Jadi, bermain sambil mengisi daya pun tetap relatif aman dari lonjakan suhu ekstrem.
Untuk ukuran gaming phone di bawah Rp9 jutaan, kombinasi performa dan sistem pendingin seperti ini jelas jadi salah satu daya tarik terkuatnya.
3. Dibekali Baterai Berkapasitas 7.600 mAh

Ponsel dengan baterai 7.600 mAh jelas punya angka yang besar. Namun, kapasitas sebesar itu tidak serta-merta membuat dimensinya ikut membesar. iQOO 15R tetap hadir dengan ketebalan sekitar 7,9 mm dan bobot kurang lebih 210 gram, jadi masih terasa proporsional di tangan.
Hal ini dimungkinkan berkat teknologi anoda silikon generasi keempat yang menawarkan densitas energi 15% lebih tinggi dibanding baterai konvensional. Dengan teknologi tersebut, ruang di dalam bodi bisa dimanfaatkan lebih efisien tanpa harus mengorbankan desain yang tetap ramping.
iQOO juga mengklaim baterai ini tetap bekerja optimal di suhu ekstrem hingga -20°C. Soal ketahanan jangka panjang, kesehatan baterainya dijanjikan aman hingga 3 tahun pemakaian, yang tentu jadi nilai tambah untuk penggunaan harian dalam waktu lama.
Dalam skenario penggunaan berat seperti gaming, streaming, dan scrolling media sosial, iQOO menyebut daya tahannya bisa mencapai 14,5 jam screen-on time sebelum tersisa 20%. Untuk pemakaian normal, dua hari tanpa charger adalah hal yang sangat realistis.
4. Mendukung Charger 100 Watt
Daya tahan baterai yang sudah jadi nilai jual utama ini makin terasa komplet karena dibarengi pengisian daya cepat 100W FlashCharge. Jadi bukan cuma awet, tetapi juga tidak menyita waktu saat harus isi ulang. Dari 0 ke 50% diklaim hanya sekitar 33 menit, sedangkan sampai penuh kurang lebih 1,5 jam.
Untuk kapasitas 7.600 mAh, durasi ini tergolong cepat dan masih nyaman untuk pemakaian harian.
Ada juga fitur bypass charging yang sangat relevan buat gamer. Saat bermain gim sambil ponsel dicolok ke listrik, daya akan langsung disalurkan ke sistem tanpa terlalu membebani baterai. Efeknya, suhu perangkat bisa lebih terjaga dan performa tetap stabil meski sesi bermain berlangsung lama.
Oh yah yang paling penting, saya masih mengapresiasi keputusan iQOO soal kelengkapan.
Di dalam kotak penjualan iQOO 15R, sudah tersedia pelindung layar, casing pelindung, serta kepala charger 100W. Artinya, sejak hari pertama dipakai kamu tidak perlu keluar biaya tambahan untuk aksesori dasar maupun adaptor pengisian cepatnya.
5. Layar AMOLED 1,5K 144 Hz

Di ponsel yang mengusung performa tinggi, kualitas layar harus seimbang. Karena pada akhirnya, semua tenaga chipset dan stabilitas frame rate akan dinikmati lewat panel ini. Di iQOO 15R, sektor layar justru jadi salah satu bagian yang terasa matang.
Panel yang digunakan adalah LTPO AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1,5K (1272 x 2800 piksel). Dengan tingkat ketajaman seperti ini, detail dalam gim terlihat jelas dan teks tetap tajam.
Teknologi LTPO membuat refresh rate bisa menyesuaikan kebutuhan, dan saat dibutuhkan, ia mampu naik hingga 144 Hz. Hasilnya, animasi dan scrolling terasa sangat mulus, terutama pada gim kompetitif yang menuntut gerakan cepat.
Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 5.000 nits. Angka ini memastikan layar tetap terbaca jelas di luar ruangan, sekaligus mendukung pengalaman HDR yang lebih maksimal. Dukungan HDR10+ dan panel 10-bit membuat warna tampil lebih kaya dengan gradasi yang halus, sehingga efek cahaya dan bayangan dalam gim terlihat lebih hidup.
Kanal YouTube Trakin Tech English secara khusus menguji kemampuan HDR layar ini dengan memutar dua konten berbeda: adegan lubang hitam dari Interstellar di YouTube dan beberapa episode Stranger Things di Netflix.
Hasilnya, gradasi HDR yang dihasilkan layar iQOO 15R dinilai setara layar flagship kelas atas, dengan transisi dari area sangat gelap ke terang yang terasa natural dan tidak patah-patah.
Untuk ponsel di kelas harga ini, kualitas HDR sebagus itu adalah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh.
Selain itu, iQOO 15R mendukung instant touch sampling rate hingga 3.200 Hz dengan latensi sekitar 23,3 milidetik pada gim MOBA dan FPS. Respons cepat seperti ini penting dalam permainan kompetitif karena selisih sepersekian detik bisa menentukan hasil akhir.
Menariknya, iQOO tidak hanya fokus pada performa visual, tetapi juga kenyamanan mata. Layar ini menggunakan peredupan PWM 4.320 Hz untuk meminimalkan kedipan mikro yang bisa menyebabkan mata cepat lelah.
Selain itu, panelnya sudah mengantongi sertifikasi SGS Low Blue Light dan Eyecare Display, yang berarti tingkat emisi cahaya birunya berada dalam standar aman untuk penggunaan jangka panjang.
Ada juga fitur perlindungan mata khusus gaming berbasis perangkat keras yang bekerja secara real-time menyesuaikan suhu warna saat bermain. Untuk penggunaan malam hari, tersedia mode tidur yang membantu mengatur warna layar agar lebih ramah terhadap produksi melatonin. Kecerahan minimum pun bisa diturunkan hingga 1 nit supaya tetap nyaman digunakan di ruangan gelap.
Dengan kombinasi ketajaman, kecerahan tinggi, respons sentuhan agresif, dan perlindungan mata yang serius, layar iQOO 15R bukan sekadar pelengkap spesifikasi. Ia benar-benar dirancang untuk menunjang performa gaming sekaligus tetap nyaman dipakai harian.
6. Kamera Utama dan Selfie Tergolong Oke

Walau difokuskan sebagai ponsel gaming, sektor kamera iQOO 15R tidak bisa dianggap remeh. Kamera utamanya memakai sensor Sony LYT-700V 50 MP dengan bukaan f/1.88, ukuran 1/1,56 inci, serta dukungan OIS. Kombinasi ini membuat hasil foto di siang hari terlihat bersih dengan warna yang cenderung natural dan dynamic range yang rapi.
Untuk foto portrait, pemrosesannya cukup matang. Edge detection saat memisahkan subjek dan latar tergolong presisi, sementara efek bokeh terlihat halus dan tidak berlebihan. Menariknya, tersedia beberapa opsi focal length seperti 23 mm, 35 mm, dan 50 mm melalui digital crop, jadi komposisi bisa disesuaikan tanpa harus terlalu dekat ke objek.
Bagian yang paling mencuri perhatian justru ada di kemampuan videonya. Baik kamera utama maupun kamera depan 32 MP sama-sama mendukung perekaman 4k@60fps. Ini bukan hal yang selalu ditemukan di kelas Rp7 jutaan sampai Rp8 jutaan karena biasanya mentok di resolusi 4K@30fps.
Dengan dukungan tersebut, iQOO 15R terasa lebih fleksibel untuk kebutuhan content creation, baik merekam gameplay, membuat vlog, maupun video media sosial dengan kualitas yang konsisten.
Kamera selfie-nya sendiri menghasilkan foto yang tajam dengan warna yang tetap natural, termasuk saat memakai mode portrait. Untuk kebutuhan jarak menengah, tersedia juga 2x lossless zoom yang masih mempertahankan detail dengan cukup baik.
iQOO juga menambahkan berbagai fitur berbasis AI di kameranya. Contohnya AI Retouch, AI Reflection Erase, UHD AI, hingga Perubahan Musim AI yang hadir lewat pembaruan OTA. Fitur-fitur ini memberi ruang kreativitas lebih tanpa membuat hasil akhir terlihat terlalu diproses.
Jadi, meski bukan dijual sebagai ponsel kamera, iQOO 15R tetap menawarkan paket fotografi dan videografi yang seimbang. Untuk pengguna yang ingin satu perangkat buat gaming sekaligus produksi konten, kemampuannya sudah lebih dari cukup.
7. Fitur One-Tap Transfer dan Ekosistem OriginOS 6

iQOO 15R menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Versi ini terasa lebih rapi dan modern dibanding generasi sebelumnya, baik dari sisi animasi, tata letak, maupun pengelolaan notifikasi. Transisinya halus dan tidak terasa berat, selaras dengan karakter ponsel yang memang mengedepankan performa.
Salah satu fitur yang cukup mencolok adalah Origin Island. Konsepnya mirip dynamic notification bubble, di mana informasi seperti musik yang sedang diputar, navigasi, atau notifikasi penting muncul dalam tampilan mengambang yang ringkas tanpa mengganggu layar utama. Implementasinya terasa menyatu dengan sistem, bukan sekadar tempelan fitur.
Untuk urusan berbagi data, ada One-Tap Transfer. Fitur ini memungkinkan pemindahan file hanya dengan mendekatkan dua perangkat iQOO. Menariknya, transfer juga bisa dilakukan ke iPhone mulai dari iPhone 12 ke atas yang sudah menjalankan iOS 17, dengan bantuan aplikasi EasyShare. Jadi tidak terbatas hanya di satu ekosistem saja.
Integrasi dengan komputer juga jadi nilai tambah. Lewat Vivo Office Kit, layar ponsel bisa dicerminkan secara nirkabel ke PC atau Mac. Seluruh tampilan bisa muncul di layar besar, cocok untuk presentasi atau mengelola file dengan lebih leluasa.
Sebaliknya, ada fitur PC Jarak Jauh yang memungkinkan kamu mengontrol komputer Windows atau Mac langsung dari ponsel. Akses file atau aplikasi penting tetap bisa dilakukan meski sedang tidak berada di depan komputer.
Ekosistem ini kini juga kompatibel dengan perangkat macOS dan iOS, sehingga pengguna iPad atau iPhone tetap bisa masuk ke dalam alur konektivitas yang sama. Pendekatannya terasa lebih terbuka dan tidak membatasi pengguna di satu perangkat saja.
Ada pula fitur Blank Data Authorization yang cukup relevan untuk privasi. Saat sebuah aplikasi meminta akses ke kontak atau SMS dan kamu tidak ingin memberikan data asli, sistem akan mengirimkan data kosong sebagai pengganti. Aplikasi tetap berjalan, tetapi informasi pribadi tidak terekspos.
Untuk dukungan jangka panjang, iQOO menjanjikan 4 generasi pembaruan Android dan 6 tahun pembaruan keamanan. Sistemnya juga diklaim mampu menjaga kelancaran hingga 5 tahun pemakaian berkat Mesin Mulus Origin.
Dengan kombinasi fitur, konektivitas lintas perangkat, dan komitmen update yang panjang, sisi perangkat lunaknya terasa cukup matang untuk pemakaian jangka panjang.
8. Desain Kompak, IP68+IP69, dan IR Blaster

Sebelumnya saya sudah menyebut bahwa baterai berkapasitas besar biasanya memakan banyak ruang dan berujung pada bodi yang tebal serta berat. Namun berkat penggunaan baterai silikon generasi baru, hal itu tidak terjadi di iQOO 15R. Inilah salah satu alasan kenapa desain ponsel ini terasa menarik sejak pertama digenggam.
Di tengah tren gaming phone yang identik dengan bodi besar dan berat, iQOO 15R justru tampil lebih ringkas. Bobotnya berada di kisaran 206 sampai 211 gram tergantung varian warna, dengan ketebalan sekitar 7,9 sampai 8,1 mm.
Untuk perangkat yang membawa baterai 7.600 mAh dan sistem pendingin besar, proporsi ini tergolong impresif karena membawa performa kencang di bodi yang ringan.
Desainnya juga tidak sekadar ramping, tetapi tangguh. Ponsel ini sudah dilengkapi sertifikasi IP68 yang berarti tahan terhadap perendaman hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Ada juga IP69 yang menandakan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dengan suhu sampai 80°C. Jadi bukan hanya aman dari cipratan, tetapi juga lebih siap menghadapi kondisi ekstrem dibanding banyak ponsel lain di kelasnya.
9. Fingerprint Ultrasonik 3D dan Konektivitas Modern

Ada fitur yang sering tidak terlalu disorot, tetapi justru paling sering dipakai setiap hari, yaitu fingerprint scanner. iQOO 15R menggunakan sensor sidik jari ultrasonik 3D generasi terbaru yang tertanam di bawah layar.
Berbeda dari sensor optis yang hanya membaca gambar dua dimensi, teknologi ultrasonik memetakan sidik jari dalam bentuk tiga dimensi menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Hasilnya lebih akurat dan konsisten. Proses buka kunci terasa cepat, dan yang paling penting tetap berfungsi meski jari dalam kondisi sedikit basah atau kotor.
Fitur seperti ini biasanya ditemukan di ponsel Rp12 jutaan ke atas, sehingga kehadirannya di kelas Rp7 jutaan sampai Rp8 jutaan jelas menjadi nilai lebih.
Untuk konektivitas, iQOO 15R sudah membawa standar yang sangat modern. Wi-Fi 7 memastikan koneksi lokal yang lebih stabil dan cepat, terutama di lingkungan dengan banyak perangkat terhubung. Bagi gamer, stabilitas ini penting karena berpengaruh langsung pada latensi saat bermain online.
Bluetooth 5.4, NFC untuk pembayaran contactless, serta GPS dual-frekuensi untuk navigasi yang lebih presisi juga sudah tersedia. Dukungan 5G multi-band membuatnya siap digunakan di berbagai jaringan generasi kelima yang terus berkembang di Indonesia.
Bahkan ada Network Enhancement Chip yang diklaim mampu meningkatkan performa antena gaming hingga 20% dan memperbaiki kestabilan sinyal di area seperti elevator sekitar 12%.
Menariknya, iQOO juga masih menyertakan IR blaster di bagian atas bodi. Fitur ini memungkinkan ponsel berfungsi sebagai remote untuk TV, AC, dan perangkat elektronik rumah lainnya. Di saat banyak ponsel flagship mulai meninggalkan fitur ini, kehadirannya justru terasa praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan kombinasi keamanan biometrik kelas atas, konektivitas generasi terbaru, serta fitur tambahan yang fungsional, iQOO 15R terasa lengkap bukan hanya untuk gaming, tetapi juga untuk penggunaan harian yang lebih luas.
Kekurangan iQOO 15R
1. Kamera Ultrawide Hanya 8 MP dan Tidak Ada Lensa Telefoto

Kalau melihat keseluruhan paketnya, menurut saya inilah bagian yang membuat harga iQOO 15R bisa ditekan tetap masuk akal. Di saat sektor performa, layar, dan baterai dibuat sangat agresif, lini kamera memang jadi area yang dikompromikan.
Kamera ultrawide-nya hanya beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.2 dan ukuran sensor 1/4 inci. Untuk kelas Rp7 jutaan sampai Rp8 jutaan, spesifikasi ini tergolong biasa saja, bahkan cenderung di bawah beberapa kompetitor.
Dalam kondisi siang hari dengan cahaya melimpah, hasilnya masih bisa diterima untuk kebutuhan media sosial. Namun ketika pencahayaan mulai redup, penurunan kualitasnya cukup terasa. Detail cepat hilang, noise meningkat, dan foto terlihat lebih datar tanpa kedalaman yang kuat.
Kompromi lain yang cukup signifikan adalah tidak adanya lensa telefoto khusus. Memang tersedia opsi digital zoom hingga 20x, tetapi pada jarak sejauh itu detail sudah banyak berkurang dan hasilnya terlihat terlalu diproses AI. Bahkan pada jarak menengah sekalipun, kualitasnya belum bisa menyamai ponsel yang memiliki lensa telefoto optik tersendiri.
Bagi pengguna yang fokus utama pada gaming, kekurangan ini mungkin tidak terlalu mengganggu. Namun untuk kamu yang cukup sering memotret momen sehari-hari atau mengandalkan fleksibilitas zoom untuk berbagai situasi, absennya telefoto dan kualitas ultrawide yang standar ini terasa sebagai kompromi paling nyata di iQOO 15R.
2. USB Type-C Masih 2.0
Di sektor konektivitas fisik, ada satu hal yang terasa agak disayangkan. Untuk ponsel gaming di harga Rp7 jutaan sampai Rp8 jutaan, iQOO 15R masih menggunakan port USB Type-C versi 2.0.
Secara teknis, USB 2.0 hanya mendukung kecepatan transfer data hingga 480 Mbps. Bandingkan dengan USB 3.1 atau 3.2 yang bisa menembus 10 Gbps. Perbedaannya bukan sekadar angka di atas kertas.
Saat kamu memindahkan file video 4K berukuran besar ke komputer, waktu transfer bisa terasa jauh lebih lama dibanding perangkat dengan standar USB yang lebih tinggi.
Memang kabel bawaan di dalam kotak sudah Type-C ke Type-C, yang sebenarnya lebih modern dan kompatibel dengan banyak laptop terbaru. Namun tetap saja, batas kecepatannya ditentukan oleh port di ponsel yang masih USB 2.0.
Seandainya iQOO menyematkan USB 3.1 atau 3.2, kabel yang sama sudah cukup untuk menghadirkan transfer data berkecepatan tinggi. Selain itu jika memakai USB Type C versi 3.1 membuat ponsel ini bisa mendukung display-out. Sayang, kemampuan ini tidak bisa di versi 2.0
3. Belum Mendukun eSIM

iQOO 15R juga belum mendukung eSIM. Memang, penggunaan eSIM di Indonesia belum sepenuhnya masif. Namun trennya terus meningkat, terutama di kalangan pengguna yang sering bepergian ke luar negeri.
Dengan eSIM, aktivasi nomor lokal bisa dilakukan tanpa perlu melepas kartu SIM fisik. Beberapa operator besar seperti Telkomsel dan XL Axiata pun sudah menyediakan dukungan eSIM.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi atau yang terbiasa memakai dua nomor lintas negara, absennya eSIM di iQOO 15R bisa menjadi pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan membeli.
Simpulan
iQOO 15R adalah contoh jelas ponsel yang tahu harus unggul di mana. Fokusnya ada di performa, stabilitas, baterai besar, dan layar yang benar-benar mendukung pengalaman gaming. Dengan harga yang masih bermain di Rp7 jutaan sampai Rp8 jutaan, paket yang ditawarkan terasa agresif dan sulit ditandingi di kelasnya.
Saya menyarankan bagi kamu yang suka main game, ponsel ini merupakan pilihan yang tepat dan harganya juga masih oke. Performa kencang, pendinginan matang, baterai awet, dan pengisian cepat membuatnya nyaman dipakai dalam jangka panjang.
Namun, buat yang butuh kamera ultrawide yang bagus dan perlu fungsi telefoto, ponsel ini bukan pilihan. Di sektor inilah komprominya paling terasa. Kalau kamera ultrawidenya lebih mumpuni dan ada telefoto optik, mungkin ponsel ini akan punya daya tarik yang jauh lebih tinggi dan terasa makin komplet.
Pada akhirnya, iQOO 15R sangat kuat sebagai gaming phone, tetapi tidak mencoba menjadi yang paling unggul di semua aspek.
