Carisinyal / Baterai / 5 Jenis Baterai yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

5 Jenis Baterai yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Oktober 2019

Baterai adalah alat yang berfungsi sebagai penyimpan daya portabel. Dengan baterai, kita jadi bisa menggunakan banyak peralatan elektronik tanpa perlu terhubung ke sumber daya utama. Salah satu perangkat modern yang tidak bisa lepas dari baterai adalah smartphone yang kita gunakan sehari-hari.

Baterai dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kategori dan jenis, mulai dari komposisi kimia, ukuran, faktor bentuk dan hal penggunaan. Akan tetapi, baterai umumnya dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu baterai primer dan baterai sekunder.

Jika dipecah lagi, kedua jenis baterai itu memiliki banyak turunan. Nah, berikut ini Carisinyal akan membahas jenis-jenis baterai yang populer secara komersial.

1. Baterai Primer/Tidak Dapat Diisi Ulang

Baterai primer adalah jenis baterai yang tidak dapat diisi ulang begitu dayanya habis. Baterai primer terbuat dari sel-sel elektrokimia yang reaksi elektrokimianya tidak dapat diputar alias sekali pakai. Salah satu jenis baterai primer yang banyak digunakan adalah baterai alkaline.

Baterai primer tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari sel koin hingga baterai AA yang umum terdapat di pasaran. Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi mandiri di mana pengisian tidak praktis atau tidak mungkin.

Perangkat militer adalah contoh peralatan yang menggunakan baterai primer. Hal itu karena tidak praktis rasanya jika harus menggunakan baterai yang dapat diisi ulang. Bayangkan bagaimana susahnya seorang prajurit ketika harus mengisi ulang baterai saat keadaan genting.

Baterai primer selalu memiliki energi spesifik yang tinggi dan sistem yang digunakan dalam baterai tersebut selalu dirancang untuk mengonsumsi daya yang rendah agar baterai bertahan selama mungkin. Pelacak binatang, jam tangan, remote control dan mainan anak-anak adalah contoh alat elektronik lain yang menggunakan baterai primer.

2. Baterai Sekunder/Dapat Diisi Ulang

Baterai Sekunder

* sumber: commons.wikimedia.org

Baterai sekunder adalah baterai dengan sel elektrokimia yang reaksi kimianya dapat diputar dengan menerapkan tegangan tertentu pada baterai dengan arah terbalik. Oleh karena itu, daya pada baterai sekunder dapat diisi ulang dan digunakan kembali hingga masa pakainya habis.

Baterai jenis ini biasanya digunakan dalam peralatan yang menguras daya tinggi dan peralatan lainnya yang akan terlalu mahal atau tidak praktis jika harus menggunakan baterai sekali pakai.

Baterai sekunder berkapasitas kecil umumnya digunakan untuk memberi daya pada perangkat elektronik portabel seperti ponsel. Sementara yang berkapasitas besar digunakan untuk menjalankan beragam kendaraan listrik dan peralatan dengan tugas berat lainnya, seperti penyamarataan beban dalam pembangkit listrik.

Meskipun biaya awal untuk memperoleh baterai yang dapat diisi ulang selalu jauh lebih tinggi daripada baterai primer, namun mereka adalah yang paling hemat biaya untuk penggunaan jangka panjang.

Baterai sekunder dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi beberapa tipe lain berdasarkan kimianya. Ini sangat penting karena kimia menentukan beberapa atribut baterai, termasuk energi spesifik, siklus hidup, umur simpan, dan harga. Di bawah ini adalah beberapa jenis baterai sekunder yang populer di pasaran.

  • Baterai Kadmium Nikel (NiCd)

Baterai Kadmium Nikel

* sumber: id.m.wikipedia.org

Cadmium Nikel (NiCd) adalah jenis baterai yang dapat diisi ulang dan digunakan untuk peralatan elektronik portabel. Komponen aktif yang terdapat di dalam baterai NiCd adalah nikel hidroksida (NiOOH) dalam elektroda positif dan kadmium (Cd) dalam elektroda negatif. Sedangkan untuk elektrolit, yang biasa digunakan adalah kalium hidroksida (KOH).

Karena resistansi internal yang rendah dan sifat konduktor arus yang sangat baik, baterai NiCd dapat memasok arus yang sangat tinggi dan dapat diisi ulang dengan cepat. Sel-sel ini mampu mempertahankan suhu hingga -20 ° C.

Pemilihan separator (nilon atau polipropilen) dan elektrolit (KOH, LiOH, NaOH) memengaruhi kondisi tegangan jika terjadi pelepasan arus yang tinggi, masa pakai dan kemampuan pengisian yang berlebihan. Dalam kasus penyalahgunaan, tekanan yang sangat tinggi dapat muncul dengan cepat.

Untuk alasan ini, sel membutuhkan katup pengaman. Sel NiCd umumnya menawarkan masa kerja yang panjang sehingga tingkat ekonomisnya tinggi.

Sel NiCd dapat diperoleh dalam berbagai ukuran, dan seringkali paket baterai NiCd khusus dapat diproduksi untuk item tertentu dari peralatan elektronik. Namun sel NiCd yang paling populer adalah sel dalam ukuran baterai atau sel standar: paket sel AAA, AA, C, dan D.

  • Baterai Nikel-Logam Hidrida (Ni-MH)

Nikel Logam Hidrida (Ni-MH)

* sumber: commons.wikimedia.org

Nikel Logam Hidrida (Ni-MH) adalah jenis lain dari konfigurasi kimia yang digunakan untuk baterai isi ulang. Reaksi kimia pada elektroda positif baterai ini mirip dengan sel nikel-kadmium (NiCd), di mana keduanya menggunakan nikel oksida hidroksida (NiOOH) yang sama.

Akan tetapi, elektroda negatif di baterai Nikel Logam Hidrida menggunakan logam penyerap hidrogen, bukan kadmium yang digunakan dalam baterai NiCd.

Baterai NiMH biasanya digunakan dalam perangkat dengan drainase tinggi karena memiliki kapasitas dan kepadatan energi yang tinggi pula. Kapasitas baterai ini bisa dua hingga tiga kali lebih besar dari baterai NiCd dengan ukuran yang sama. Sementara itu, kepadatan energinya dapat mendekati baterai lithium-ion.

  • Baterai Lithium Ion (Li-Ion)

Baterai Lithium Ion

* sumber: commons.wikimedia.org

Lithium Ion atau Li-Ion adalah salah satu jenis baterai isi ulang yang paling populer. Mereka ditemukan di berbagai peralatan portabel yang berbeda seperti ponsel, perangkat-perangkat pintar (smart devices) dan beberapa peralatan baterai lainnya yang digunakan di rumah. Baterai ini juga digunakan di beberapa peralatan luar angkasa dan militer karena sifatnya yang ringan.

Disebut Lithium Ion karena bahan elektroda negatif (anoda) dan elektroda positif (katoda) di dalam baterai ini berfungsi sebagai inang atau host untuk ion lithium (Li +). Ion lithium dari elektroda negatif tersebut bermigrasi ke elektroda positif selama pelepasan dan bermigrasi kembali ke elektroda negatif ketika baterai sedang diisi ulang.

Voltase yang dimiliki oleh sebagian besar sel ion lithium komersial berada di kisaran 3,0 V (baterai habis atau 0% SOC) hingga 4,2 V (terisi penuh, atau 100% SOC).

  • Baterai Asam Timbal

Baterai timbal asam

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/free-stock/

Baterai timbal asam adalah sumber tenaga andal berbiaya rendah yang digunakan dalam peralatan dengan tugas berat. Mereka biasanya sangat besar dan karena beratnya, mereka selalu digunakan dalam alat-alat non-portabel seperti penyimpanan energi panel surya, pengapian dan lampu kendaraan, daya cadangan dan penyamarataan beban dalam pembangkit / distribusi listrik.

Asam timbal adalah jenis baterai isi ulang tertua dan masih sangat relevan dan penting di dunia hingga saat ini. Baterai ini memiliki rasio energi terhadap volume dan energi terhadap berat yang sangat rendah tetapi memiliki rasio daya terhadap berat yang relatif besar sehingga hasilnya dapat memasok arus lonjakan besar bila diperlukan.

Nah, itulah beberapa jenis baterai yang umum ditemukan di pasaran dunia. Selain daftar di atas, masih ada lagi jenis-jenis baterai lainnya yang berjumlah puluhan. Informasi lebih rinci mengenai jenis-jenis baterai bisa Anda dapatkan di sini.

Carisinyal telah menulis beragam artikel menarik mengenai baterai, seperti merk baterai yang paling bagus di Indonesia, rekomendasi merk baterai isi ulang, dan lain sebagainya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar