carisinyal-web-banner-retina 35

Inilah 10 Kelebihan dan Kekurangan Advan Macha 5G

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Setelah mendapat sambutan positif lewat seri Advan X1, Advan tampaknya tidak ingin kehilangan momentum. Memasuki Desember 2025, brand lokal ini kembali meramaikan pasar smartphone Indonesia dengan menghadirkan Advan Macha 5G sebagai senjata terbarunya.

Hadir dengan desain yang terlihat segar dan spesifikasi yang cukup menjanjikan di atas kertas, Advan Macha 5G dibanderol di kisaran Rp2,9 jutaan. Harga ini jelas menarik perhatian, terutama di tengah persaingan ketat dengan brand global yang semakin agresif di segmen menengah.

Lalu, apakah Advan Macha 5G benar-benar menawarkan nilai terbaik untuk harganya, atau justru hanya sekadar pelengkap lini produk di akhir tahun?

Untuk menjawabnya, mari kita bedah kelebihan dan kekurangan Advan Macha 5G secara menyeluruh dalam ulasan berikut.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Performa kencang di kelasnya berkat Dimensity 7060, RAM LPDDR5, dan storage UFS 3.1
Baterai hanya 5000 mAh, kalah tren dari kompetitor yang rata-rata sudah 6.000 mAh
Layar AMOLED 120Hz yang tajam, mulus, dan sudah dilengkapi In-Display Fingerprint
Tanpa lensa ultrawide dan kamera selfie masih 8 MP
Desain bodi super tipis dan ringan, nyaman digenggam serta terlihat premium
Speaker masih mono sehingga pengalaman audio kurang maksimal
Konektivitas dan sensor tergolong lengkap, sudah ada 5G, Wi-Fi 6, NFC, dan gyroscope hardware
Belum ada kejelasan soal update software
Kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX752 yang andal untuk foto dan video 2K
Paket penjualan sangat lengkap, masih menyertakan charger 33W dan protective case

Spesifikasi Advan Macha 5G

ADVAN MACHA_
Layar AMOLED 6.67 inci
Chipset Mediatek Dimensity 7060
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB
Baterai Li-Po 5000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Blibli

Kelebihan Advan Macha 5G

1. Performa Ngebut Berkat Chipset Modern dan Memori UFS 3.1

Dimensity 7060

Advan jelas tidak bermain aman lewat Macha 5G. Untuk sebuah ponsel dengan harga Rp2,9 juta, mereka berani membuat gebrakan dengan menjadi brand pertama di Indonesia yang membenamkan chipset MediaTek Dimensity 7060.

Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 6nm, yang artinya sudah cukup matang dalam urusan efisiensi. Saat dipakai untuk kerja berat atau gaming, performanya bisa ngebut, sementara untuk pemakaian harian tetap hemat daya.

Secara teknis, Dimensity 7060 mengandalkan inti prosesor Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2.6 GHz. Kombinasi ini membuat aktivitas multitasking terasa lancar dan responsif. Menariknya lagi, Advan memilih GPU dari Imagination Technologies (IMG), bukan GPU Mali seperti kebanyakan pesaing di kelasnya.

Pilihan ini memberi pendekatan berbeda dalam pengolahan grafis, dengan efisiensi yang lebih optimal untuk rendering visual modern.

Keunggulan performa tersebut semakin terasa berkat penggunaan RAM LPDDR5 dan penyimpanan internal UFS 3.1. Standar memori ini biasanya hanya ditemui di HP flagship, sementara mayoritas kompetitor di kelas harga yang sama masih mengandalkan LPDDR4X dan UFS 2.2.

Dampaknya langsung terasa dalam penggunaan sehari-hari. Sistem berjalan lebih mulus, instalasi aplikasi besar lebih cepat, dan waktu loading saat membuka game berat jadi jauh lebih singkat.

Soal performa nyata, hasil pengujian juga berbicara. Berdasarkan tes dari kanal YouTube Review Gadget, Advan Macha 5G mampu mencetak skor Antutu Benchmark v10 di kisaran 582.000 poin. Angka ini menegaskan bahwa performanya bukan sekadar teori.

Untuk game kompetitif seperti Mobile Legends, HP ini bahkan sanggup menjalankan grafis “Super” dengan frame rate rata-rata di sekitar 87 FPS secara stabil. Buat pengguna yang mengutamakan performa di kelas harga terjangkau, poin ini jelas jadi kelebihan besar.

2. Layar AMOLED 120Hz dan In-Display Fingerprint

Advan Macha

Masuk ke sektor layar, Advan Macha 5G juga tidak kalah menarik. HP ini sudah menggunakan panel AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+. Karakter khas AMOLED langsung terasa, terutama pada tampilan warna hitam yang pekat dan warna lain yang terlihat lebih hidup. Nonton video, main game, atau sekadar scrolling media sosial jelas terasa lebih memanjakan mata.

Pengalaman visualnya semakin maksimal berkat dukungan refresh rate 120Hz. Pergerakan layar terasa sangat mulus, baik saat berpindah menu, scrolling, maupun ketika bermain game yang mendukung frame rate tinggi. Dibandingkan layar 60Hz atau 90Hz, perbedaannya cukup terasa dalam pemakaian sehari-hari.

Kelebihan lain yang membuat HP ini terasa lebih premium adalah kehadiran fitur In-Display Fingerprint yang berarti sensor sidik jari sudah tertanam langsung di bawah layar, bukan di tombol samping seperti kebanyakan HP kelas menengah.

Selain terlihat lebih modern, responsnya juga praktis untuk membuka kunci layar. Soal visibilitas, layarnya juga punya tingkat kecerahan hingga 1000 nits, sehingga tampilan tetap jelas dan nyaman dilihat meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.

3. Desain Bodi Super Tipis dan Ringan

Advan Macha

Di tengah tren smartphone 5G yang cenderung makin tebal dan berat, Advan Macha 5G justru hadir dengan pendekatan berbeda. HP ini punya ketebalan hanya 7,2 mm dengan bobot sekitar 173 gram, angka yang tergolong ringan untuk ponsel 5G saat ini. Dibandingkan banyak kompetitor yang bobotnya sudah mendekati 200 gram, selisihnya cukup terasa sejak pertama kali digenggam.

Berkat desain yang tipis dan ringan tersebut, Advan Macha 5G terasa sangat nyaman digunakan, bahkan dengan satu tangan. Aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video pendek, atau membaca e-book dalam waktu lama bisa dilakukan tanpa cepat membuat pergelangan tangan pegal.

Selain nyaman di tangan, bodinya yang ramping juga praktis untuk dibawa ke mana-mana, karena mudah masuk ke saku celana tanpa terasa mengganjal.

4. Konektivitas dan Sensor Lengkap, Ada NFC dan Gyroscope Hardware

Advan Macha

Soal fitur pendukung, Advan Macha 5G bisa dibilang cukup niat. HP ini sudah siap untuk kebutuhan masa depan berkat dukungan jaringan 5G dan Wi-Fi 6, yang membuat koneksi internet lebih kencang dan stabil, baik untuk streaming, gaming, maupun aktivitas online harian.

Fitur penting lain yang hadir adalah NFC. Buat pengguna yang sering berurusan dengan transportasi umum atau pembayaran non-tunai, cek dan isi saldo e-money bisa dilakukan dengan cepat, cukup tempelkan kartu ke bodi HP. Kehadiran NFC ini jelas menambah kepraktisan dalam penggunaan sehari-hari.

Selain mendukung sensor sidik jari di layar yang sudah dibahas sebelumnya, Advan Macha 5G juga sudah dibekali gyroscope hardware, fitur yang cukup krusial namun masih sering absen di HP kelas menengah.

Dampaknya terasa langsung saat bermain game FPS seperti PUBG Mobile atau CODM, dengan bidikan yang terasa lebih presisi dan responsif. Sebagai pelengkap, Advan juga menyematkan infrared blaster di bagian atas bodi, fitur sederhana namun fungsional karena memungkinkan HP digunakan sebagai remote TV atau AC.

Tak cuma itu, sensor-sensor lain yang dibawa Advan Macha 5G juga tergolong lengkap. Mulai dari accelerometer, proximity sensor, compass, hingga ambient light sensor tersedia dan bekerja sebagaimana mestinya. Dengan kelengkapan sensor seperti ini, Advan Macha 5G terasa lebih matang untuk berbagai skenario penggunaan, baik untuk navigasi, gaming, maupun aktivitas harian lainnya.

5. Kamera Utama 50MP dengan Sensor Sony IMX752

Advan Macha

Alih-alih ikut-ikutan perang angka megapiksel besar yang sering berujung gimmick, Advan justru memilih pendekatan yang lebih realistis di sektor kamera. Advan Macha 5G dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX752, sensor yang dikenal punya karakter warna natural dan dynamic range yang cukup luas.

Hasil fotonya mampu menangkap detail dengan baik, baik saat kondisi cahaya terang maupun di situasi yang lebih minim cahaya.

Nilai tambah lain datang dari kemampuan aplikasi kamera bawaannya yang tergolong lengkap. Kamera Advan Macha 5G sudah mendukung Mode RAW untuk fotografi, fitur yang biasanya dicari oleh pengguna yang suka mengedit foto secara serius.

Selain itu, perekaman videonya juga sudah bisa mencapai resolusi 2K dengan dukungan stabilisasi elektronik (EIS) yang tetap aktif. Buat kebutuhan dokumentasi harian sampai konten sederhana, kemampuan kamera ini terbilang solid di kelas harganya.

6. Paket Penjualan Lengkap, Langsung Siap Pakai

Satu hal lain yang layak diapresiasi dari Advan Macha 5G adalah kelengkapan paket penjualannya. Di saat banyak brand lain, bahkan di rentang harga Rp2–3 jutaan, mulai mengikuti tren menghilangkan kepala charger dari dalam boks, Advan justru mengambil arah sebaliknya. Pendekatan ini terasa menyenangkan, terutama buat konsumen yang ingin semuanya praktis sejak awal.

Saat membeli Advan Macha 5G, kamu benar-benar mendapatkan paket yang siap digunakan tanpa perlu keluar biaya tambahan. Tidak perlu lagi memikirkan beli charger terpisah atau mencari aksesori dasar setelah unboxing.

Di dalam kotak penjualannya, Advan sudah menyertakan kepala charger 33W yang siap digunakan, sebuah nilai tambah besar karena bisa menghemat biaya sekitar Rp100–200 ribuan dibanding harus membeli adaptor secara terpisah.

Selain itu, ada juga protective case bawaan untuk melindungi bodi tipisnya sejak hari pertama, lengkap dengan kabel USB Type-C untuk pengisian daya dan transfer data. Aksesori standar seperti SIM ejector, buku panduan, dan kartu garansi pun tentu tidak ketinggalan.

Keputusan Advan mempertahankan kelengkapan paket penjualan ini memberi rasa tenang bagi konsumen. Beli HP, langsung pakai, tanpa perlu pusing soal biaya tersembunyi atau aksesori tambahan.

Kekurangan Advan Macha 5G

1. Baterai 5.000 mAh Terasa Kurang untuk Sekarang

Advan Macha

Kalau bicara kekurangan, sektor baterai memang jadi salah satu catatan untuk Advan Macha 5G. Kapasitas 5.000 mAh yang dibawanya sebenarnya tidak bisa dibilang jelek. Namun, melihat tren smartphone di penghujung 2025, angka ini kini lebih terasa sebagai standar minimum, bukan lagi nilai jual utama.

Pasalnya, di kelas harga yang sama, semakin banyak kompetitor mulai mengusung baterai berkapasitas 6.000 mAh atau bahkan lebih. Menariknya, peningkatan kapasitas ini sering kali tidak diikuti dengan bodi yang jadi lebih tebal atau berat. Karena itu, di atas kertas, daya tampung baterai Advan Macha 5G terlihat kalah agresif dibanding tren “new standard” baterai badak yang mulai bermunculan.

Meski demikian, faktor kapasitas bukan satu-satunya penentu daya tahan. Berkat efisiensi chipset Dimensity dan optimasi sistem, baterai 5.000 mAh di HP ini masih cukup aman untuk pemakaian seharian penuh.

Untuk urusan pengisian daya, fast charging 33 W yang ada di kotak penjualan kecepatannya juga masih tergolong wajar. Waktu isi ulang sekitar 70–75 menit memang bukan yang tercepat di kelasnya, tetapi juga belum bisa disebut lambat untuk penggunaan harian.

2. Tanpa Kamera Ultrawide dan Kamera Selfie Masih 8 MP

Advan Macha

Advan Macha 5G tidak memiliki kamera ultrawide. Tanpa opsi sudut pandang lebar, fleksibilitas memotret otomatis berkurang. Foto pemandangan luas atau foto grup di ruang terbatas jadi kurang praktis karena pengguna harus mengandalkan sudut pandang kamera utama saja.

Kamera depan juga masih tergolong standar dengan resolusi 8 MP. Di tengah kompetitor yang sudah menawarkan kamera selfie 16 MP atau bahkan 32 MP, spesifikasi ini terasa tertinggal. Hasil swafoto cenderung kurang tajam, terutama di kondisi cahaya rendah.

Untuk kebutuhan dasar seperti video call masih aman, tetapi bagi yang sering selfie atau membuat konten, kualitasnya mungkin terasa kurang memuaskan.

3. Speaker Masih Mono, Belum Stereo

Advan Macha

Kekurangan lain dari Advan Macha 5G ada di sektor audio. HP ini masih mengandalkan speaker mono dengan satu lubang suara di bagian bawah, belum memakai sistem dual stereo speaker.

Dampaknya terasa saat dipakai untuk hiburan. Suara terdengar kurang seimbang ketika menonton video, sensasi immersive saat bermain game juga berkurang, dan arah suara di game kompetitif jadi lebih sulit dikenali tanpa earphone. Posisi speakernya pun cukup rawan tertutup tangan saat digunakan dalam mode landscape. Di kelas harga ini, absennya speaker stereo memang cukup disayangkan.

4. Jaminan Update Software Masih Jadi Tanda Tanya

Android 15

Advan Macha 5G hadir dengan sistem operasi Android yang tampilannya bersih dan terasa ringan. Beberapa reviewer juga menyebut antarmukanya minim iklan dan nyaris tanpa bloatware, sesuatu yang cukup jarang ditemui di kelas harga ini. '

Selain itu, Advan ikut menyematkan berbagai fitur berbasis AI, mulai dari optimasi kamera hingga fitur pintar untuk manajemen sistem, yang membuat pengalaman penggunaan terasa lebih modern dan relevan dengan tren 2025.

Oh ya, Advan Macha 5G juga sudah langsung menjalankan Android 15 sejak keluar dari boks. Sayangnya, keunggulan ini belum diiringi dengan kejelasan soal dukungan pembaruan jangka panjang.

Sampai saat artikel ini tayang (Desember 2025), belum ada informasi resmi mengenai berapa kali HP ini akan menerima major update Android atau berapa lama security patch akan diberikan.

Di tengah kompetitor yang sudah berani menjanjikan update OS hingga beberapa tahun ke depan, absennya komitmen ini membuat masa depan software Advan Macha 5G masih menjadi tanda tanya.

Simpulan 

Advan Macha 5G membuktikan bahwa brandlokal mampu menghadirkan ponsel 5G yang tampil premium di kelas harga terjangkau.

Desain bodinya yang tipis dan elegan, layar AMOLED 120Hz yang memanjakan mata, serta paket penjualan yang masih lengkap membuat HP ini terasa bernilai lebih dari harganya. Cocok untuk pengguna kasual, pelajar, atau pekerja kantoran yang butuh ponsel stylish untuk multimedia dan aktivitas harian.

Meski begitu, ada beberapa kompromi yang perlu dicatat. Konfigurasi kamera yang kurang lengkap dan performa yang bukan ditujukan untuk hardcore gaming membuatnya kurang ideal bagi pengguna yang fokus ke fotografi atau gamingberat. Namun, jika kamu mencari ponsel 5G dengan tampilan menarik, fitur esensial lengkap, dan harga yang masuk akal, Advan Macha 5G tetap menjadi pilihan yang layak

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross