carisinyal-web-banner-retina 35

12 Kelebihan dan Kekurangan Huawei Mate X7

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Huawei Mate X7 telah resmi dirilis pada akhir tahun 2025 sebagai penerus dari Huawei Mate X6. Untuk pasar Tiongkok, ponsel lipat ini diperkenalkan pada 25 November 2025 dan mulai dijual secara umum pada 5 Desember 2025. Sementara itu, peluncuran global Huawei Mate X7 dilakukan di Dubai pada 11 Desember 2025.

Lantas, apakah Huawei Mate X7 benar-benar menarik untuk dipertimbangkan? Untuk mengetahuinya, mari kita simak ulasan lengkap kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Build quality kokoh dan punya ketahanan air dan debu berstandar IP58/IP59
Tidak mendukung Google Mobile Services dengan ekosistem aplikasi yang masih terbatas
Dilengkapi layar utama 8 inci OLED yang kualitas visualnya bagus dan enak untuk produktivitas
Perbedaan spesifikasi kamera antar varian yang berpotensi membingungkan konsumen
Punya layar cover berukuran 6,49 inci yang fungsional dan praktis
Lipatan layar bagian dalam yang masih terlihat dan terasa saat digunakan
Performa flagship Kirin 9030 Pro yang kencang dengan dukungan Ark Memory Engine
Hanya mendukung jaringan 4G untuk pasar global
Konfigurasi kamera lengkap dengan hasil foto dan video konsisten di berbagai kondisi
Daya tahan baterai awet dan charging penuh hanya butuh waktu 55 menit
HarmonyOS 6 yang dioptimalkan untuk ponsel lipat
Konektivitas modern dengan Wi-Fi 7, NFC, IR blaster, dan speaker stereo

Spesifikasi Huawei Mate X7

Huawei Mate X7
Layar Foldable LTPO OLED 8.0 inci
Chipset Kirin 9030 Pro
RAM 16 GB
Memori Internal 512 GB, 1 TB
Baterai Li-Po 5600 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok

Kelebihan Huawei Mate X7

Huawei Mate X7 adalah ponsel lipat yang tentu punya banyak kelebihan. Apalagi ponsel ini adalah ponsel premium. Lantas, apa saja kelebihan dari Huawei Mate X7? Simak poin-poinnya berikut ini.

1. Build Quality Tangguh dan Tahan Air

huawei mate x7

Huawei Mate X7 tampil sebagai ponsel lipat yang matang dari sisi desain sekaligus durabilitas. Bagian belakangnya menggunakan material vegan leather yang tidak hanya memberi kesan premium, tetapi juga meningkatkan kenyamanan genggaman dan mengurangi bekas sidik jari saat digunakan.

Saat dibuka, bodinya terasa tipis dan proporsional, sementara ketika dilipat tetap nyaman digenggam untuk penggunaan sehari-hari tanpa terasa licin. Struktur bodinya diperkuat rangka berbahan aviation-grade aluminium yang membuat perangkat terasa solid sejak pertama dipegang.

Kanal YouTube GizmoChina menyebutkan bahwa Huawei juga melakukan penyempurnaan pada mekanisme engsel Mate X7, sehingga pergerakan buka-tutup terasa lebih halus, stabil, dan diyakini lebih awet dibanding generasi sebelumnya, Huawei Mate X6.

Dari sisi ketahanan, ponsel ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59, yang membuatnya tahan terhadap debu, rendaman air, hingga semprotan air bertekanan.

Ketahanan layar ponsel ini juga tergolong sangat baik. Layar cover dilapisi Ultra Durable Crystal Armour Kunlun Glass generasi terbaru dengan ketahanan benturan dan gores yang ditingkatkan, serta desain 3D quad-curved untuk membantu meredam benturan.

Sementara layar utama menggunakan struktur 3-layer composite ultra-tough yang menggabungkan lapisan cairan non-Newtonian, kaca UTG (Ultra Thin Glass), dan lapisan serat karbon.

Struktur ini diklaim mampu meningkatkan ketahanan terhadap pembengkokan hingga 100% dibanding model sebelumnya, membuat Huawei Mate X7 terasa jauh dari kesan ringkih dan lebih siap digunakan sebagai daily driver.

2. Layar Utama 8 inci LTPO OLED yang Luas dan Tajam

huawei mate x7

Huawei Mate X7 dibekali layar utama berukuran 8 inci yang menggunakan panel foldable LTPO OLED. Resolusinya berada di angka 2416 x 2210 piksel dengan kerapatan sekitar 412 ppi, sehingga tampilan terlihat tajam dan detail saat digunakan untuk multitasking, membaca dokumen, maupun menikmati konten visual.

Layar ini mendukung refresh rate adaptif 1–120 Hz yang membuat animasi terasa mulus sekaligus tetap efisien daya. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai hingga 2.500 nits, sehingga tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.

Dari sisi ketahanan, Huawei memperkuat layar utama ini dengan struktur 3-layer composite ultra-tough yang terdiri dari lapisan cairan non-Newtonian, kaca UTG (Ultra Thin Glass), serta serat karbon. Kombinasi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan layar terhadap tekanan dan penggunaan jangka panjang, sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada area lipatan.

3. Punya Layar Cover 6,49 Inci yang Fungsional dan Responsif

huawei mate x7

Huawei Mate X7 punya layar cover berukuran 6,49 inci yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari tanpa perlu repot membuka perangkat. Layar ini cocok untuk aktivitas cepat seperti membalas pesan, mengecek notifikasi, browsing singkat, hingga navigasi, sehingga pengguna tetap bisa berinteraksi dengan ponsel secara praktis dalam kondisi terlipat.

Layar cover tersebut menggunakan panel LTPO OLED dengan resolusi FHD+ (2444 x 1080 piksel) dan desain 3D quad-curved yang membuat tampilannya terlihat premium sekaligus nyaman digenggam. Menariknya, tingkat kecerahan puncaknya justru lebih tinggi dibanding layar utama, mencapai hingga 3.000 nits, sehingga tetap jelas digunakan di luar ruangan.

Selain itu, layar cover Huawei Mate X7 juga mendukung refresh rate adaptif 1–120 Hz, touch sampling rate hingga 300 Hz, serta 1440 Hz high-frequency PWM dimming untuk kenyamanan mata. Dengan spesifikasi tersebut, layar luar ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi benar-benar siap digunakan sebagai layar utama untuk kebutuhan harian yang serba cepat.

4. Performa Kencang Berkat Kirin 9030 Pro dan Ark Memory Engine

huawei mate x7

Huawei Mate X7 ditenagai Kirin 9030 Pro, chipset flagship terbaru dari Huawei yang resmi diperkenalkan pada akhir 2025 untuk seri Mate 80 dan Mate X7. Chipset ini merupakan penerus Kirin 9020 dengan peningkatan performa yang diklaim mencapai hingga 42%, menjadikannya salah satu SoC paling bertenaga yang pernah dibuat Huawei.

Kirin 9030 Pro diproduksi oleh SMIC menggunakan proses fabrikasi N+3, sebuah evolusi lanjutan dari node 7nm yang mendekati kepadatan 5nm. Meski masih mengandalkan teknologi DUV, efisiensi dan kerapatan transistornya sudah jauh lebih matang dibanding generasi sebelumnya.

Dari sisi arsitektur, varian Pro hadir dengan konfigurasi CPU yang lebih agresif. Total terdapat 9 core dengan 14 thread, terdiri dari dua core performa berkecepatan hingga 2,75 GHz, empat core menengah di 1,72 GHz, serta delapan core efisiensi yang kini berjalan di 2,27 GHz. 

Untuk grafis, Huawei membekalinya GPU Maleoon 935 generasi terbaru yang sudah mendukung hardware-level ray tracing, sehingga performa gaming dan pemrosesan grafis terasa lebih modern.

Bagaimana dengan hasil benchmark Huawei Mate X7. Berdasarkan berbagai tes yang sudah dilakukan,  Kirin 9030 Pro punya skor Geekbench 6 berada di kisaran 1.131 untuk single-core dan 4.277 untuk multi-core. 

Sementara AnTuTu v10 mencatatkan skor sekitar 1,73 juta poin. Memang angkanya masih kecil dibanding perangkat kelas atas lainnya tapi performanya tidak ketinggalan. 

Pasalnya, Huawei Mate X7 juga dibekali Ark Memory Engine, yaitu sistem optimasi manajemen memori buatan Huawei yang tersemat di HarmonyOS 6. Berkat fitur ini, pengelolaan RAM dan proses latar belakang menjadi lebih efisien, sehingga aplikasi bisa terbuka lebih cepat, perpindahan antar aplikasi terasa lebih mulus, dan performa tetap stabil saat multitasking di layar besar.

GizmoChina menyebutkan bahwa optimalisasi Ark Memory Engine mampu meningkatkan kecepatan membuka aplikasi hingga sekitar 20% dibanding generasi sebelumnya. 

Sementara itu, berdasarkan impresi awal GSMArena, pengalaman penggunaan Huawei Mate X7 terasa responsif dan minim stutter, terutama saat menjalankan mode split screen dan multitasking berat, menunjukkan bahwa kombinasi Kirin 9030 Pro dan HarmonyOS 6 sudah dioptimalkan dengan baik.

5. Konfigurasi Kamera Lengkap dengan Kualitas Foto dan Video yang Bagus

huawei mate x7

Huawei Mate X7 dibekali konfigurasi kamera yang sangat serius untuk ukuran ponsel lipat. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 50 MP dengan sensor RYYB berukuran besar dan OIS, kamera ultra-wide 40 MP, serta kamera telefoto periskop 50 MP dengan zoom optik 3,5x dan OIS. Selain itu, Huawei juga menyematkan spectrum sensor (Ultra Chroma) untuk meningkatkan akurasi warna.

Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 8 MP di layar luar saat ponsel tertutup, serta kamera depan 8 MP di layar utama saat perangkat dibuka. Fleksibilitas desain lipat juga memungkinkan kamera belakang digunakan sebagai kamera selfie dengan kualitas maksimal.

Berdasarkan tes kamera yang dilakukan GSMArena, setup kamera Huawei Mate X7 dinilai sebagai salah satu yang paling canggih di kelas ponsel lipat. Kamera utamanya menghasilkan foto dengan detail tinggi, warna konsisten, dan dynamic range luas. 

GSMArena juga menyoroti hasil 2x crop dari kamera utama yang tetap tajam, serta peningkatan signifikan pada kamera telefoto berkat sensor lebih besar dan struktur periskop vertikal yang mampu meningkatkan penangkapan cahaya. 

Untuk video, Huawei Mate X7 dinilai sangat solid dengan dukungan perekaman hingga 4K@60fps di semua kamera utama, stabilisasi yang baik, serta dukungan Ultra HDR video yang membuat hasil rekaman terlihat lebih hidup dan seimbang

Tidak hanya GSMArena yang memuji kualitas kameranya, GizmoChina menyebutkan bahwa kamera Huawei Mate X7 tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga konsisten dalam penggunaan nyata. 

Karakter warna khas Huawei dinilai tetap terjaga, kemampuan zoom optiknya kompetitif di kelas foldable flagship, dan kualitas video secara keseluruhan terasa stabil untuk kebutuhan dokumentasi maupun pembuatan konten harian.

6. Baterai Besar dengan Teknologi Silicon-Carbon dan Pengisian Cepat

huawei mate x7

Huawei Mate X7 dibekali baterai berkapasitas 5.600 mAh yang sudah menggunakan teknologi silicon-carbon. Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai lebih besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal, sehingga Mate X7 tetap bisa tampil tipis meski mengusung layar besar dan desain lipat.

Dalam penggunaan sehari-hari, kapasitas baterainya tergolong sangat memadai untuk kelas ponsel lipat. Aktivitas multitasking, browsing, hingga konsumsi konten di layar utama bisa dilakukan tanpa rasa waswas kehabisan daya terlalu cepat. Huawei juga mengklaim daya tahan baterai ini tetap terjaga dengan baik dalam jangka panjang, bahkan setelah ratusan siklus pengisian.

Soal pengisian daya, Huawei Mate X7 mendukung 66W SuperCharge yang tergolong sangat cepat. Berdasarkan klaim dari Huawei, pengisian 0% hingga 50% dapat dicapai dalam waktu sekitar 20 sampai 25 menit. Sementara untuk terisi penuh dibutuhkan waktu sekitar 45 sampai 55 menit.

Selain itu, tersedia pula wireless charging 50W yang mampu mengisi baterai hingga penuh dalam waktu sekitar 65 sampai 75 menit. Kombinasi kapasitas besar dan pengisian cepat ini membuat Mate X7 terasa lebih praktis dan siap diandalkan sebagai perangkat utama untuk aktivitas harian.

7. HarmonyOS 6 yang Dioptimalkan untuk Ponsel Lipat

huawei mate x7

Huawei Mate X7 hadir dengan HarmonyOS 6 yang sudah dilengkapi Ark Memory Engine, sebuah fondasi optimasi sistem yang berperan besar dalam menjaga performa tetap responsif dan stabil, terutama saat multitasking di layar besar. 

Berkat pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, aktivitas membuka aplikasi, berpindah tugas, hingga menjalankan beberapa jendela sekaligus terasa lebih lancar di berbagai skenario penggunaan.

Tidak hanya mengandalkan optimasi performa, HarmonyOS 6 juga membawa berbagai fitur berbasis AI yang difokuskan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penggunaan harian. AI bekerja di latar belakang untuk mengatur manajemen daya, memprioritaskan aplikasi, serta menyesuaikan performa berdasarkan kebiasaan pengguna. 

Dukungan fitur multitasking seperti split screen, floating window, dan integrasi lintas perangkat semakin memperkuat pengalaman penggunaan di perangkat lipat.

Dengan kombinasi sistem operasi yang matang, desain yang semakin ringan dan tangguh, performa kencang, layar berkualitas tinggi, serta daya tahan baterai yang memadai, Huawei Mate X7 menunjukkan bahwa ponsel lipat kini sudah siap digunakan sebagai daily driver.

Peralihan dari mode ponsel ke mode tablet terasa mulus tanpa mengorbankan kenyamanan, menjadikannya bukan sekadar pamer teknologi, tetapi perangkat utama yang benar-benar fungsional dan menyeluruh.

8. Konektivitas Lengkap dan Fitur Pendukung yang Jarang Absen

huawei mate x7

Huawei Mate X7 dibekali konektivitas yang tergolong lengkap untuk ponsel flagship, terutama di luar urusan jaringan seluler. Perangkat ini sudah mendukung Wi-Fi 7, yang menawarkan kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah dibanding generasi sebelumnya, cocok untuk aktivitas streaming, unduhan besar, hingga kerja berbasis cloud.

Selain itu, tersedia juga Bluetooth versi terbaru, NFC untuk pembayaran dan akses digital, serta IR blaster yang kini makin jarang ditemui di ponsel flagship. Kehadiran IR blaster membuat Huawei Mate X7 bisa difungsikan sebagai remote control untuk berbagai perangkat elektronik rumah.

Untuk urusan multimedia, Huawei menyematkan speaker stereo dengan kualitas suara yang lantang dan seimbang. Saat dipakai menonton video atau video call di mode layar besar, keluaran audionya terasa cukup imersif tanpa perlu aksesori tambahan.

Kekurangan Huawei Mate X7

Ponsel mahal belum tentu sempurna. Karena itu, tentu Huawei Mate X juga punya beberapa kekurangan yang mesti diperhatikan. 

1. Permasalahan Software yang Masih Jadi PR Besar

Meski sudah menjalankan HarmonyOS 6 dengan berbagai optimasi dan fitur AI, Huawei Mate X7 masih dibayangi permasalahan software yang cukup krusial. Ponsel ini tidak dibekali Google Mobile Services (GMS), sehingga aplikasi dan layanan Google tidak tersedia secara bawaan.

Selain itu, ekosistem aplikasi HarmonyOS juga masih tergolong terbatas jika dibandingkan dengan Android penuh. Beberapa aplikasi populer mungkin masih harus dipasang melalui sumber alternatif, dengan pengalaman penggunaan yang tidak selalu optimal.

Di sisi lain, kepastian update sistem operasi jangka panjang juga belum dijelaskan secara jelas oleh Huawei. Hal ini membuat sebagian pengguna mungkin ragu, terutama bagi yang mempertimbangkan Huawei Mate X7 sebagai perangkat utama untuk penggunaan jangka panjang.

2. Varian Spesifikasi Kamera yang Berbeda Bisa Membingungkan

huawei mate x7

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari Huawei Mate X7 adalah adanya perbedaan konfigurasi kamera pada beberapa varian penyimpanannya. Tidak semua model mendapatkan spesifikasi kamera utama yang benar-benar sama, terutama pada jenis sensor yang digunakan.

Bagi pengguna awam, perbedaan ini berpotensi membingungkan karena secara tampilan dan penamaan produk terlihat serupa, tetapi kemampuan kamera yang didapat bisa berbeda. Padahal, sektor kamera menjadi salah satu daya tarik utama dari Huawei Mate X7.

Kondisi ini membuat calon pembeli perlu lebih teliti sebelum membeli, agar tidak salah memilih varian yang ternyata memiliki spesifikasi kamera di bawah ekspektasi.

3. Lipatan Layar Masih Terlihat dan Terasa

huawei mate x7

Meski Huawei Mate X7 membawa banyak penyempurnaan dari sisi desain dan engsel, lipatan (crease) pada layar bagian dalam masih tetap terlihat. Dalam kondisi tertentu, terutama saat layar terkena pantulan cahaya, garis lipatan tersebut cukup mudah dikenali.

Tidak hanya secara visual, lipatan layar juga masih bisa terasa saat jari melewati area tengah layar, meskipun tidak terlalu mengganggu penggunaan secara keseluruhan. Hal ini merupakan karakteristik umum ponsel lipat saat ini, dan belum sepenuhnya bisa dihilangkan oleh teknologi yang ada.

Bagi sebagian pengguna yang sensitif terhadap tampilan layar, keberadaan lipatan ini bisa menjadi catatan tersendiri, terutama mengingat harga Mate X7 yang berada di kelas sangat premium.

4. Dukungan 5G Tidak Aktif di Pasar Global

Huawei Mate X7 memang mendukung jaringan 5G di pasar Tiongkok. Namun untuk pasar global, perangkat ini hanya beroperasi di jaringan 4G, sehingga fitur 5G tidak dapat digunakan secara resmi. Hal ini terjadi karena keterbatasan akses Huawei terhadap teknologi modem 5G dan sertifikasi jaringan internasional.

Di Tiongkok, seluruh ekosistem jaringan dan infrastruktur berada dalam kendali domestik sehingga 5G bisa diaktifkan secara penuh. Sementara di luar Tiongkok, pembatasan lisensi dan regulasi membuat Huawei tidak dapat mengaktifkan dukungan 5G secara luas, meskipun secara hardware perangkatnya berpotensi mendukung.

Akibatnya, untuk ukuran ponsel flagship dengan harga sangat premium, absennya 5G di versi global menjadi kekurangan yang cukup terasa, apalagi di Indonesia yang pasar ponselnya sangat sensitif terhadap harga dan fitur. 

Di rentang harga serupa, banyak ponsel lipat  lain sudah menawarkan dukungan 5G secara penuh, sehingga Mate X7 bisa terlihat kurang kompetitif dari sisi konektivitas.

Simpulan

Huawei Mate X7 menunjukkan bahwa ponsel lipat kini sudah semakin matang. Desainnya ringan dan tangguh, layarnya berkualitas tinggi, performanya kencang berkat Kirin 9030 Pro, serta dukungan HarmonyOS 6 dengan Ark Memory Engine dan fitur AI membuat pengalaman penggunaan terasa mulus dan stabil.

Sektor kamera juga menjadi nilai jual kuat, dengan konfigurasi lengkap serta kualitas foto dan video yang diakui oleh GSMArena.

Namun, Huawei Mate X7 masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama di sisi software dan konektivitas. Ketiadaan Google Mobile Services, keterbatasan ekosistem aplikasi, serta absennya dukungan 5G di pasar global membuatnya kurang kompetitif, apalagi dengan harga yang sangat premium dan pasar Indonesia yang sensitif terhadap fitur. 

Karena itu, Huawei Mate X7 lebih cocok bagi pengguna yang benar-benar menginginkan ponsel lipat flagship dan siap menerima keterbatasan tersebut.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross