Inilah 11 Kelebihan dan Kekurangan Infinix GT 50 Pro
Infinix GT Series selalu menjadi pilihan utama buat ponsel gaming di harga murah. Sayangnya hal ini mungkin tidak akan terjadi lagi, sebab Infinix GT 50 Pro seakan lahir di kelas yang berbeda. Harganya berada di Rp6–7 jutaan, padahal generasi sebelumnya hanya bermain di Rp3–4 jutaan saja.
Kenaikan harga ini terasa masuk akal ketika mengetahui harga komponen yang terus naik. Di sisi lain, Infinix tetap memberikan beberapa peningkatan agar terasa sepadan dengan harganya. Terutama soal sustainability dari sistem pendingin, baterai dan sistem charging, sampai software. Penasaran? Simak kelebihan dan kekurangannya berikut ini.
Spesifikasi Infinix GT 50 Pro

| Layar | AMOLED 6.78 inci |
| Chipset | Mediatek Dimensity 8400 Ultimate |
| RAM | 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Blibli |
Kelebihan Infinix GT 50 Pro
Memiliki harga yang jauh lebih tinggi dari pendahulunya membuat Infinix berpikir keras agar ponselnya masih terasa layak. Ini beberapa kelebihan yang ditawarkannya.
1. Sistem Pendinginan Maksimal

Sistem pendingin Infinix GT 50 Pro tampaknya jadi fokus utama untuk mencapai sustainability maksimal. Ponsel ini menggunakan Liquid Cooling Architecture, mengingatkan saya pada nubia RedMagic 11 Pro. Sebagian pipanya juga terlihat di bodi belakang dengan warna yang dibuat selaras dengan varian yang dipilih.
Saluran mikro di sistem pendinginnya ini dibuat dengan teknologi laser untuk mengalirkan suhu panasnya. Sirkulasi seperti ini membuat bodi secara keseluruhan tetap adem meski dipakai bermain game dalam waktu yang lama.
Selain itu, vapor chamber yang digunakan memiliki ukuran cukup lebar mencapai 7700mm². Desainnya dibuat menonjol untuk menyebarkan panas lebih efektif untuk menjaga suhu tetap rendah. Kombinasi keduanya ini membuat performa tetap berada di angka tertingginya tanpa perlu ada penyesuaian karena mesin panas.

Lebih jauh lagi, Infinix GT 50 Pro memiliki fitur GT Magcharge Cooler 2.0. Sesuai namanya, aksesori ini mampu membuat ponsel berada di suhu rendah selama bermain game dengan intens.
Yang paling menarik adalah aksesori ini sudah mendukung fitur Bypass wireless charging. Bukan hanya wireless charging biasa, daya yang masuk tidak melewati baterai sehingga kesehatannya tetap terjaga. Artinya bermain game bisa jadi jauh lebih lama karena dua hal yaitu suhu ponsel tetap dingin dan baterai terus tersedia.
2. Fitur Khusus Infinix GT Series

GT Magcharge Cooler sebenarnya jadi salah satu fitur khusus untuk GT Series. Namun, masih ada beberapa fitur menarik lain yang bisa ditemui di seri GT termasuk Infinix GT 50 Pro. Misalnya ekosistem gaming yang bisa mencapai 144 FPS dengan stabil dan tentu saja GT Trigger.
Menurut klaimnya, angka 144 FPS ini sudah kompatibel untuk beberapa game populer, mulai dari Arena Breakout, Blood Strike, CODM, Free Fire, dan tentu saja Mobile Legend. Hal ini jelas jadi sebuah advantage terutama untuk game bertema shooting karena mampu memberi respons lebih cepat dan smooth dibanding FPS lebih rendah.
Chigz Tech Reviews dalam videonya mencoba fitur frame rate 144 FPS di COD Mobile, tapi grafiknya otomatis turun ke Medium. Menurutnya, permainan benar-benar terasa mulus, tidak ada stuttering, frame drop, atau lag, performanya stabil bahkan untuk waktu yang cukup lama.
Selama bermain, ia juga mencoba fitur GT Trigger yang bisa diatur dengan bebas untuk cara pemakaiannya. Misalnya dengan ditekan, atau hanya disentuh dengan sensitivitas lebih tinggi dan 10 level tekanan yang tersedia. Dalam penggunaannya tentu cukup presisi dan paling penting adalah tidak menutup layar ketika digunakan bermain game.
Hal menarik lain dari GT Trigger ini adalah fungsinya yang lebih beragam. Tombol ini bisa merespons ketika digeser atau diusap, misalnya untuk beralih antar aplikasi atau melakukan zoom di dalam kamera landscape. Responsnya juga tetap akurat meski jari dalam kondisi basah karena keringat.
3. Performa Dimensity 8400 Ultimate

Performa Infinix GT 50 Pro berasal dari chip MediaTek yaitu Dimensity 8400 Ultimate. Chipset ini juga digunakan oleh realme GT 7T sebagai ponsel gaming di harga yang sama. Di atas kertas, kemampuannya sudah cukup baik untuk bermain game dan multitasking. Namun, apakah performanya mampu bertahan untuk beban kerja yang tinggi?
Dibandingkan pendahulunya yaitu Infinix GT 30 Pro, GT 50 Pro hanya menyediakan RAM LPDDR5X berkapasitas 12 GB. Dipadukan dengan memori internal UFS 4.1 berkapasitas 256 GB atau 512 GB. Kombinasinya sudah sangat mumpuni untuk mengoptimalkan performa untuk berbagai penggunaan berat dan sekaligus banyak.
Kembali ke chipset, Dimensity 8400 Ultimate menggunakan konfigurasi CPU yang hanya diisi oleh Cortex A725 sebagai big-core. Ada delapan inti CPU yang digunakan untuk chip 4 nm ini. Terdiri dari satu core utama dengan clock speed 3,25 GHz, tiga core 3 GHz, dan empat core lainnya 2,1 GHz.
Sedangkan untuk kartu pengolah grafisnya menggunakan Mali G720 MP7 berfrekuensi 1300 MHz. Tentu saja chipset ini sudah mendukung pemrosesan AI (NPU) secara langsung dari MediaTek NPU 880. Kemampuan AI ini diklaim bisa lebih cepat dana pemrosesan dan lebih efisien.
Menurut klaimnya, Infinix GT 50 Pro mampu meraih skor AnTuTu hingga 2,2 jutaan. Namun, beberapa reviews mendapatkan skor di bawah klaimnya. Misalnya YugaTech yang mencatat skornya di 1,7 jutaan saja. Namun untuk pemakaian game, kemampuannya sudah sangat baik bahkan untuk Genshin Impact dengan grafik Highest frame rate 60 FPS.
4. Upgrade OS 3 Kali dan Keamanan 5 Tahun

Saat rilis, Infinix GT 50 Pro sudah memakai sistem operasi Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Salah satu antarmuka Android terbaik dari segi fitur yang ditawarkan dan sisi customizable-nya. Antarmuka ini juga dikenal bersih dari bloatware karena pakai Pure OS.
Hal menarik lain adalah ponsel ini juga sudah dibekali berbagai fitur canggih berbasis AI bernama Infinix AI Infinite (dengan logo infinity). Hanya saja, Infinix tidak terlalu memasarkannya karena bukan ini fokus utama dari Infinix GT Series. Yang jelas, Anda bisa menemukan berbagai fitur AI seperti Folax, AI Eraser, dan fitur AI lainnya.
Dengan harga yang lebih tinggi, Infinix memberi jaminan upgrade lebih lama dari generasi sebelumnya. Upgrade OS kini bisa dilakukan sampai 3 kali atau sampai Android 19. Sedangkan update keamanannya tersedia hingga 5 tahun lamanya. Hal ini membuatnya cocok untuk penggunaan jangka panjang, setidaknya lebih dari dua tahun.
5. Baterai Jumbo dengan Charging Lengkap

Beralih ke sektor baterai, kapasitasnya kini jauh lebih besar yaitu 6500 mAh, generasi sebelumnya hanya 5500 mAh saja. Jenis baterai yang digunakan juga Silicon Carbon yang terkenal lebih padat dan efisien dalam mengelola pemakaian dayanya. Inilah kenapa Infinix GT 50 Pro punya sustainability yang sangat baik.
Merujuk pengujian Carl Lamiel dari WalasTech, Infinix GT 50 Pro bertahan hingga 11 jam 20 menit berdasarkan PCMark Battery Test. Skor tersebut didapat ketika Liquid Cooling disetel pada Rapid Mode. Sementara ketika dimatikan, skornya jadi lebih tinggi di 12 jam 20 menit. Tampaknya daya tahan menjadi korban untuk stabilisasi lebih baik saat penggunaan berat.
Untuk pemakaian normal, ponsel bisa bertahan cukup baik selama seharian penuh. Bahkan, Anda mungkin bisa mendapatkan durasi bermain game yang sangat lama karena ada fitur ByPass Charging. Fitur yang mengamankan kesehatan baterai dan mengisi daya terus menerus saat bermain game.
Berbicara soal pengisian daya, Infinix GT 50 Pro didukung fast charging 45W. Beberapa reviewer, termasuk saya merasa angka ini terbilang kecil untuk kelas harganya. Untuk mengisi sampai penuh diperkirakan butuh waktu sekitar 1,5 jam. Wajar, kapasitas baterainya sudah cukup besar dan sulit untuk bisa mengisi di bawah 1 jam dengan tenaga 45W.
Selain itu, ada fitur wireless charging 30W dan wireless bypass charging menggunakan aksesori Magcharge Cooler 2.0. Untuk mengisi perangkat lain bisa memakai fitur reverse wired 10W atau reverse wireless 5W jika dibutuhkan.
6. Layar AMOLED yang Cerah dan Mulus

Berbekal panel AMOLED, Infinix GT 50 Pro punya resolusi layar tajam yaitu 1,5K. Ukurannya masih berada di 6,78 inci, sama dengan pendahulunya. Namun, kecerahan layar jadi hal lain yang ditingkatkan yaitu sampai 4500 nit (puncak). Aktivitas di luar ruangan jadi lebih nyaman, layar tetap terlihat meski cuaca sedang terik.
Sebagai ponsel gaming, keberadaan refresh rate 144 Hz jadi hal yang cukup menarik. Pergerakannya benar-benar mulus baik itu saat scrolling biasa atau di beberapa game. Misalnya Arena Breakout, Blood Strike, CODM, Free Fire, dan tentu saja Mobile Legend.
Kualitas layar yang dipakai sudah cukup tangguh berkat perlindungan dari Gorilla Glass 7i. Ia membuat layar tetap aman meski terkena goresan atau tidak sengaja terbentur. Selain itu, mata pengguna juga diperhatikan dengan menyematkan sertifikasi TUV Rheinland untuk menurunkan paparan cahaya biru yang berisiko.
7. Stereo Speaker Berbasis Dolby Atmos

Infinix GT 50 Pro hadir dengan dukungan dual speaker atau stereo. Lubang speakernya disimpan di bagian bawah bodi dan bagian atas, bukan earpiece. Hal ini membuat suara yang keluar jadi terasa lebih seimbang.
Beberapa reviewer juga mengatakan bahwa suara yang dihasilkannya ini cukup lantang. Hal ini membuat aktivitas seperti menonton atau bermain game jadi lebih seru. Belum lagi ada dukungan teknologi Dolby Atmos yang membuat suaranya lebih jernih dan surrounded.
Peningkatan kualitas suara speakernya sangat terasa ketika dipakai bermain game shooter seperti PUBG Mobile, CODM, dan game jenis lainnya. Ketika fitur ini diaktifkan, suara di dalam game jadi lebih imersif membuat pengalaman bermain terasa lebih nyata dan menyenangkan.
8. Desain Modern dengan Mechanical Light Waves

Kesan saya soal Infinix GT 50 Pro adalah ia mampu menunjukkan identitasnya bahkan sebelum dinyalakan. Desainnya tentu bukan tipe yang simpel, bahkan cenderung tidak cocok untuk semua orang. Bodinya memadukan tekstur ala kevlar, garis mechanical, dan elemen cahaya untuk menciptakan kesan tiga dimensi.
Secara keseluruhan, desainnya tampak terinspirasi dari elemen mekanis dan industrial. Sebagai ponsel gaming, tampilannya tentu lebih agresif dibandingkan ponsel lain pada umumnya.
Satu hal yang menarik adalah pola atau garis di bodinya ini bukan sekadar dekorasi, tapi punya fungsi. Misalnya strip lampu RGB terintegrasi yang bisa disesuaikan dari warna atau style-nya. Mechanical Light Waves tersebut juga berfungsi sebagai lampu notifikasi, peringatan baterai, musik, atau feedback dari game yang sedang dimainkan.
Selanjutnya, ada Pipeline Window Display di bagian bawah yang menunjukkan fitur utama sang ponsel. Sama seperti Redmagic 11 Pro yang punya harga Rp18 jutaan, Anda bisa melihat gelembung-gelembung yang keluar masuk di dalam pipa ketika sistem pendinginnya sedang bekerja.
Build quality Infinix GT 50 Pro juga terbilang sudah cukup baik dan solid. Bingkai ponsel dirancang flat, cocok untuk penggunaan gaming intens dengan posisi landscape. Genggaman jadi lebih kuat dengan tepi yang dibuat halus sehingga tidak terasa sakit atau pegal pada tangan. Ketebalannya juga masih wajar di 8,15 mm dengan berat 198 gram.
9. Kamera Utama Mumpuni dengan OIS

Beralih ke sektor kamera, Infinix GT 50 Pro masih memiliki konfigurasi yang mirip dengan pendahulunya. Bedanya, kamera utamanya kini “dipangkas” menjadi 50 MP dari 108 MP. Meski begitu, angka pada resolusi tidak selalu jadi penentu kualitas kamera.
Setidaknya dalam kasus ini, GT 50 Pro memiliki bukaan kamera lebih besar di f/1.8, pendahulunya hanya f/1.9 saja. Selain itu, kamera utamanya sudah didukung fitur OIS untuk stabilisasi selama pemotretan. Foto tetap tajam dan detail meski tangan bergerak saat memotret.
Sementara kamera pelengkapnya masih sama yaitu ultrawide 8 MP dengan bukaan f/2.2. Kamera ini juga merangkap tugas sebagai sensor depth dan makro. Sayangnya, kualitas yang dihasilkan masih tidak begitu konsisten, bahkan pemisahan antara objek dan latar belakang untuk mode portrait masih belum sempurna.
Sebagai ponsel gaming, memiliki kamera utama yang bagus saja rasanya sudah cukup. Foto yang dihasilkan kamera utamanya tergolong kuat dalam detail, ketajaman, dan dynamic range tinggi.
Untuk videonya, kamera utamanya bisa merekam hingga resolusi 4K@60fps. Resolusi yang cukup baik didukung stabilisasi OIS dan EIS untuk meredam guncangannya. Kualitasnya terbilang konsisten untuk kebutuhan kasual yang harus diunggah ke media sosial.
Semenyata di bagia depannya tidak ada yang berbeda dari pendahulunya. Resolusinya di 13 MP dengan perekaman video mencapai 4K@30fps saja. Kualitas ini mungkin masih cocok jika digunakan untuk video call, terutama jika kondisi cahaya memadai dan tidak backlight.
Kekurangan Infinix GT 50 Pro
Sejatinya, tidak ada ponsel yang lahir sempurna. Meski harganya naik cukup tinggi, masih ada beberapa hal yang setidaknya harus tahu lebih dulu sebelum membelinya. Berikut catatan untuk Infinix GT 50 Pro.
1. Tidak Ada Port Audio Jack
Salah satu catatan yang mesti diperhatikan adalah tidak adanya port audio jack 3,5 mm. Hal ini penting untuk yang suka bermain game menggunakan earphone kabel seperti saya. Sebab suara yang dihasilkan tentu jauh lebih baik, serta jarang terjadi delay dibandingkan dengan earphone tanpa kabel.
Karena tidak ada port audio jack, Anda perlu menyiapkan converter atau membeli earphone kabel khusus dengan ujung Type-C. Meski terdengar lebih ribet, catatan ini masih bisa diatasi dan tidak begitu mengganggu performa secara keseluruhan. Jika ingin lebih praktis bisa menggunakan earphone tanpa kabel atau TWS.
2. Fast Charging Kurang Bersaing
Kekurangan lain yang sebenarnya sudah disebut di awal adalah soal fast charging yang kurang maksimal. Infinix GT 50 Pro hanya mengandalkan tenaga 45W untuk mengisi baterai besar yaitu 6500 mAh. Hal ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa lebih dari satu jam.
Kemampuannya ini jelas masih berada di bawah ponsel lain di kelas harga yang sama. Misalnya realme GT 7 dan iQOO Neo 10 dengan fast charging 120W. Bahkan ada POCO X8 Pro dengan fast charging 100W untuk baterai 8500 mAh, performanya juga jauh lebih tinggi, hanya saja tidak ada fitur khusus GT yang tersedia.
Simpulan
Meski harganya naik, Infinix GT 50 Pro tetap bisa jadi ponsel gaming terjangkau yang oke. Terutama buat Anda yang suka dengan banyak fitur pendukung khusus untuk gaming. Mulai dari GT Trigger, dukungan 144 Hz di beberapa game, dan tentu saja sistem Liquid Cooling yang bisa bikin ponsel adem terus-menerus.
Ponsel ini juga memiliki fitur Magcharge Cooler 2.0 untuk aktivitas gaming tanpa henti. Didukung beberapa fitur lain seperti baterai lega, performa Dimensity 8400 Ultimate, layar smooth, dan speaker Dolby Atmos. Bahkan, sektor yang tidak berkaitan juga masih oke seperti kamera atau jaminan update software yang lama.
Meski begitu, ada beberapa hal yang setidaknya harus tahu sebelum membeli. Misalnya tidak ada port audio jack, slot microSD, dan fitur fast charging yang kurang bersaing. Kapan lagi punya ponsel dengan desain ala Redmagic 11 Pro yang harganya jauh lebih tinggi.

