10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 5G
Ponsel yang paling senang saya bahas adalah seri Infinix Note series. Alasannya karena ponsel ini sering memberikan lebih dari harga yang ditawarkan. Apalagi di Februari 2026, Infinix Indonesia hadirkan Infinix Note 60 5G.
Saya agak khawatir ketika kenaikan harga RAM bakal berpengaruh pada kenaikan ponsel Infinix yang signifikan, tapi ternyata Infinix Indonesia masih memberikan harga yang masih cukup menarik.
Infinix Note 60 5G yang resmi diluncurkan di Indonesia pada 18 Februari 2026, dibanderol Rp4.099.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Harganya masih bisa diterima di tengah kondisi krisis kenaikan RAM.
Tapi tentu, dengan harga tersebut ada berbagai kelebihan dan kekurangan yang patut diperhatikan. Untuk itu, mari kita bedah satu per satu kelebihan dan kekurangannya berikut ini.
Spesifikasi Infinix Note 60 5G

| Layar | AMOLED 6.78 inci |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7400 Ultimate |
| RAM | 8 GB |
| Memori Internal | 128 GB, 256 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Infinix Note 60 5G
Dengan harga Rp4 jutaan, apa saja berbagai kelebihan Infinix Note 50 5G? Simak poin-poinnya berikut ini.
1. Desain Premium dengan Frame Aluminium

Meski dibanderol di kisaran Rp4 jutaan, Infinix Note 60 5G langsung memberi kesan berbeda sejak pertama kali digenggam. Material yang digunakan bukan plastik biasa, melainkan frame aluminium yang terasa kokoh dan dingin khas logam.
Kesan ini bahkan disorot oleh Youtuber terkenal David GadgetIn di videonya. Ia mengatakan bahwa sensasi awal memegang ponsel ini terasa seperti memegang perangkat dengan harga jauh lebih mahal.
Ia juga menegaskan bahwa Infinix menjadi satu-satunya merek yang konsisten menghadirkan material metal di kelas harga ini selama dua tahun terakhir, sementara para pesaing belum mampu menyamainya.
Kesan premium tersebut semakin terasa berkat desainnya yang modern dan ramping. Ketebalan bodinya hanya 7,45 mm dengan bobot 199 gram. Angka ini membuat ponsel terasa seimbang, tidak terlalu berat, dan tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.
Untuk pilihan warna, tersedia lima opsi menarik yaitu Mist Titanium, Midnight Black, Fizz Blue, Rose Gold, dan Mocha Brown. Masing-masing punya karakter visual yang berbeda sehingga pengguna bisa menyesuaikan dengan selera.
Beralih ke bagian depan, tampilannya juga tidak kalah modern. Bezel dibuat tipis dan simetris dengan rasio layar ke bodi mencapai 93,18 persen. Hal ini membuat tampilan terlihat luas dan imersif.
Di bagian belakang, ada fitur Active Halo Lighting berupa cincin cahaya yang berfungsi sebagai notifikasi visual unik. Fitur ini bukan sekadar pemanis, tetapi juga memberi sentuhan personal yang membuat desainnya terasa lebih khas dan berbeda dari ponsel lain di kelasnya.
2. Layar AMOLED 1,5K 144Hz dengan Kecerahan Tinggi

Infinix Note 60 5G punya keunggulan di sektor layar, bahkan layar ini menurut saya merupakan sektor yang unggul dari ponsel ini.
Mari cek spesifikasi layarnya. Ponsel ini ternyata menggunakan panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K atau 1.208 x 2.644 piksel. Dengan kerapatan sekitar 429 PPI, tampilan teks maupun gambar terlihat sangat tajam saat dilihat dari jarak normal penggunaan.
Tidak hanya tajam, pengalaman visualnya juga terasa sangat mulus. Layar ini mendukung refresh rate adaptif hingga 144Hz. Selain itu, ada touch sampling rate 240Hz serta instant touch sampling rate yang bahkan mencapai 2.800Hz.
Kombinasi ini membuat animasi dan respons sentuhan terasa cepat dan presisi, terutama saat bermain game atau melakukan scrolling cepat di media sosial. Saat digunakan untuk bermain Mobile Legends: Bang Bang, transisi animasi terasa halus dan respons sentuhan sangat akurat sehingga pengalaman bermain jadi lebih nyaman.
Keunggulan lainnya ada pada tingkat kecerahan. Layar ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 4.500 nits, sementara mode HBM berada di angka 1.600 nits. Berdasarkan tinjauan teknis, bahkan saat digunakan di luar ruangan dengan kondisi cahaya sangat terang, konten di layar tetap terlihat jelas tanpa perlu mencari tempat teduh.
Untuk melengkapi pengalaman visual yang sudah premium, Infinix juga menyematkan dukungan HDR10+ dan cakupan warna 100 persen DCI-P3. Hasilnya, warna terlihat lebih hidup dengan kontras yang kaya saat menikmati konten multimedia. Perlindungan layarnya pun tidak main-main karena sudah menggunakan Corning Gorilla Glass 7i, yang menjadi peningkatan signifikan untuk kelas harganya.
3. Performa Kencang dengan Dimensity 7400 Ultimate

Beralih ke sektor performa, Infinix Note 60 5G mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate. Chip ini dibangun dengan proses fabrikasi 4 nm oleh TSMC, yang dikenal efisien sekaligus bertenaga.
Konfigurasinya terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6 GHz untuk menangani beban berat, serta empat inti Cortex-A55 di 2,0 GHz untuk efisiensi daya. Urusan grafis dipercayakan pada GPU Mali-G615 MC2.
Di atas kertas, performanya memang terlihat menjanjikan. Ponsel ini mencetak skor AnTuTu v11 di kisaran 900 ribu hingga 960 ribu poin. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu kandidat paling kencang di kelas Rp4 jutaan.
Dalam penggunaan nyata, performanya juga terbukti solid. Berdasarkan pengujian GadgetIn, Mobile Legends: Bang Bang bisa dijalankan dengan pengaturan Frame Rate Ultra 120 FPS dan berjalan sangat stabil.
Untuk kebutuhan harian seperti multitasking, membuka aplikasi berat, hingga menonton video, semuanya terasa lancar tanpa hambatan berarti. Kombinasi RAM LPDDR4X 8 GB dan storage UFS 2.2 256 GB turut memastikan perpindahan antar aplikasi tetap responsif.
Agar performa tetap konsisten saat dipakai lama, Infinix juga menyematkan sistem pendingin 3D IceCore Vapor Chamber. Sistem ini membantu menjaga suhu tetap stabil, termasuk saat digunakan untuk sesi gaming panjang, sehingga performa tidak mudah turun karena panas berlebih.
4. Baterai 6.500 mAh dengan Fitur Charging yang Lengkap

Infinix Note 60 5G dibekali baterai jumbo 6.500 mAh, kapasitas yang sudah berada di atas rata-rata ponsel Rp4 jutaan dan cukup untuk menunjang aktivitas seharian. Infinix mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 23 jam untuk memutar video dan sampai 27 jam untuk navigasi.
Untuk urusan pengisian daya, fast charging 45W via kabel diklaim mampu mengisi hingga 50% dalam 26 menit dan penuh 100% dalam 54 menit. Ada juga fitur bypass charging agar daya langsung masuk ke sistem tanpa melewati baterai, sehingga suhu tetap terjaga saat main game sambil ngecas.
Infinix juga menyematkan teknologi Battery Self Healing dan menjanjikan kesehatan baterai tetap di atas 80% hingga enam tahun penggunaan.
Ponsel ini juga sudah mendukung pengisian daya cepat 45W melalui kabel. Dengan charging ini, Infinix mengklaim baterai bisa terisi hingga 50% dalam 26 menit dan penuh 100% dalam 54 menit.
Selain itu, tersedia pula fitur bypass charging yang memungkinkan daya langsung dialirkan ke sistem tanpa melewati baterai, sehingga suhu tetap lebih terjaga saat bermain game sambil mengisi daya.
Yang paling menarik tentu kehadiran wireless charging 30W, fitur yang masih tergolong langka di kelas Rp4 jutaan, bahkan banyak ponsel Rp6–7 jutaan pun belum memilikinya.
Saya pribadi mengapresiasi langkah Infinix menghadirkan fitur ini, meski ada sedikit rasa kecewa karena wireless charger-nya tidak disertakan di kotak penjualan. Padahal sebelumnya, di Infinix Note 50 Pro dan Infinix Note 40 Pro, aksesori tersebut sudah tersedia langsung dalam paket pembelian.
Meski begitu, saya masih bisa memakluminya. Kenaikan harga RAM global memang ikut memengaruhi banyak brand untuk menyesuaikan harga jual. Bahkan, kalau harga RAM tidak naik, saya memprediksi Infinix Note 60 5G sebenarnya bisa saja ditekan hingga kisaran Rp3 jutaan.
Absennya wireless charger di boks terasa sebagai kompromi yang cukup realistis. Terlepas dari itu, kehadiran wireless charging tetap layak diapresiasi karena sampai sekarang mayoritas produsen lain di kelas harga ini masih belum menawarkan fitur serupa.
5. Dilengkapi Kamera Utama 50 MP dengan OIS

Infinix Note 60 5G hadir dengan konfigurasi yang cukup lengkap untuk kebutuhan foto dan video harian. Kamera utamanya beresolusi 50 MP dan sudah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS), sebuah fitur yang masih tergolong jarang di kelas Rp4 jutaan.
Kehadiran OIS ini sangat membantu mengurangi blur akibat getaran tangan, terutama saat memotret di kondisi minim cahaya atau ketika merekam video.
Tidak hanya mengandalkan kamera utama, Infinix juga menyematkan kamera ultrawide 8 MP sebagai pendamping.
Kamera ini berguna untuk mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas, seperti pemandangan, arsitektur, atau foto rame-rame tanpa harus mundur terlalu jauh. Kombinasi kamera utama dan ultrawide ini membuat pengalaman fotografi terasa lebih fleksibel untuk berbagai skenario sehari-hari.
Untuk kebutuhan video, baik kamera belakang maupun kamera depan 13 MP sama-sama mendukung perekaman hingga resolusi 4K@30fps. Keduanya juga sudah dibekali EIS (Electronic Image Stabilization), sehingga hasil video bisa terlihat lebih stabil.
Fitur ini jelas menguntungkan, terutama bagi pengguna yang suka bikin konten langsung dari smartphone tanpa tambahan alat stabilisasi.
Sebagai pelengkap, Infinix turut menghadirkan Infinix AI Studio yang membantu pemrosesan gambar secara otomatis, mulai dari peningkatan warna hingga pengolahan detail, sehingga hasil foto terlihat lebih bersih dan siap langsung dibagikan ke media sosial.
Di sisi lain, saya juga memuji Infinix karena masih mempertahankan kamera ultrawide 8 MP. Meski begitu, desain modul kamera belakangnya memang masih menempatkan seolah ada tiga kamera, padahal yang benar-benar fungsional hanya kamera utama dan ultrawide.
Terlepas dari itu, kombinasi kamera utama 50 MP OIS, ultrawide 8 MP, dan kamera depan 13 MP tetap membuat sektor kamera Infinix Note 60 5G terasa cukup komplit untuk kelas Rp4 jutaan
6. Fitur Ekstra yang Jarang Ada di Kelasnya

Di harga Rp4 jutaan, Infinix Note 60 5G membawa banyak fitur yang biasanya hanya ditemukan di perangkat kelas menengah atas.
Pertama, Active Halo Lighting, yaitu cincin cahaya di bagian belakang yang bisa dikustomisasi untuk menampilkan notifikasi visual dengan berbagai warna. Fitur ini memberi cara baru yang unik untuk menerima pemberitahuan tanpa harus menyalakan layar.
Kedua, Health Monitor yang memungkinkan pengguna memantau detak jantung serta saturasi oksigen darah (SpO2) langsung dari ponsel. Fitur ini cukup berguna untuk pemantauan kesehatan dasar sehari-hari.
Ketiga, Action Button, sebuah tombol khusus di sisi bodi yang bisa diprogram sesuai kebutuhan, misalnya untuk membuka kamera, menyalakan flashlight, atau fungsi lain pilihan pengguna.
Selain itu, masih ada NFC untuk pembayaran digital dan transfer data, IR Blaster untuk mengontrol perangkat elektronik rumah, serta speaker stereo yang cukup lantang untuk penggunaan harian. Semua fitur ini dikemas dalam satu perangkat Rp4 jutaan, menjadikan Infinix Note 60 5G sebagai salah satu ponsel dengan value terbaik di kelasnya.
7. XOS Bersih dan Jaminan Update 3 Tahun

Infinix Note 60 5G menjalankan XOS berbasis Android 15 yang diklaim berjalan mulus. Antarmukanya terasa smooth dan yang paling penting, bebas dari iklan yang mengganggu. Ini menjadi poin plus tersendiri, mengingat beberapa merek pesaing masih menyisipkan iklan di dalam sistem mereka.
Infinix juga memberikan jaminan 3x major OS update serta 5 tahun security patch. Artinya, ponsel ini dipastikan mendapat dukungan perangkat lunak hingga tahun 2031. Untuk segmen Rp4 jutaan, komitmen ini tergolong sangat baik dan membuat nilai guna perangkat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kekurangan Infinix Note 60 5G
Berikut beberapa kekurangan Infinix Note 60 5G yang tentu perlu jadi catatan khusus buat calon pembeli.
1. Tidak Ada Slot MicroSD dan Audio Jack 3,5 mm
Satu hal yang cukup disayangkan, Infinix Note 60 5G sudah tidak menyediakan slot microSD sekaligus jack audio 3,5 mm. Absennya slot microSD berarti pengguna harus puas dengan storage internal 256 GB tanpa opsi ekspansi, yang bisa jadi terasa membatasi bagi mereka yang sering merekam video 4K atau menyimpan banyak konten multimedia.
Di sisi lain, hilangnya jack audio 3,5 mm juga cukup terasa, terutama buat pengguna yang masih mengandalkan earphone kabel, karena mau tidak mau harus beralih ke earphone wireless atau memakai adaptor USB-C.
Padahal, di kelas Rp4 jutaan masih cukup banyak kompetitor yang mempertahankan salah satu, bahkan kedua fitur ini, sehingga keputusan Infinix menghilangkannya bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli.
3. Ketahanan Air Masih Terbatas (IP54)

Infinix Note 60 5G hanya mengantongi sertifikasi IP54, artinya ponsel ini sekadar tahan cipratan air dan debu ringan. Ini cukup disayangkan karena beberapa kompetitor di kelas harga serupa sudah menawarkan perlindungan yang lebih baik.
Untuk pemakaian harian memang masih aman, tapi ponsel ini jelas tidak disarankan terkena hujan deras atau dicelupkan ke air, sehingga pengguna dengan mobilitas tinggi di luar ruangan perlu mempertimbangkannya.
3. Kamera Ultrawide 8 MP Masih Biasa Saja

Meski kamera utama 50 MP OIS milik Infinix Note 60 5G tergolong kompeten di kelasnya, kamera ultrawide 8 MP yang mendampinginya terasa kurang seimbang. Resolusinya masih kalah dibanding ultrawide 12–13 MP yang sudah mulai umum di beberapa pesaing dengan harga serupa.
Keterbatasan ini paling terasa saat memotret di kondisi minim cahaya, di mana hasil foto ultrawide cenderung kurang tajam dan lebih banyak noise dibanding kamera utama. Untuk pemakaian kasual di siang hari sebenarnya masih cukup memadai, tetapi buat pengguna yang sering memotret pemandangan luas di malam hari, keterbatasan ini jelas perlu jadi pertimbangan.
Simpulan
Meski ada di krisis kenaikan harga RAM, Infinix lewat Infinix Note 60 5G tetap mampu menghadirkan ponsel kelas menengah yang terasa premium. Layar AMOLED 1,5K 144Hz super terang, baterai 6.500 mAh dengan wireless charging 30W, frame aluminium, dan Dimensity 7400 Ultimate jadi nilai jual utamanya.
Ada beberapa kompromi seperti tanpa microSD dan jack audio, IP54, fast charging biasa saja, serta kamera ultrawide standar. Namun, dengan harga Rp4 jutaan, menurut saya, Infinix Note 60 5G masih tetap terasa menarik.
Ponsel ini paling pas buat kamu yang mengejar layar bagus, baterai awet, IP rating yang hanya IP64, dan fleksibilitas charging, termasuk wireless charging, tanpa keluar budget besar, terutama untuk pengguna aktif dan kreator pemula yang ingin value maksimal.
