carisinyal-web-banner-retina 35

10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Sudah cukup lama pengguna Infinix mengeluhkan satu hal yang sama: kenapa ponsel mereka tidak pakai Snapdragon? Malah di komunitas atau berbagai forum teknologi sering ditemukan meme soal Infinix (beserta TECNO dan itel) memborong cip MediaTek dalam jumlah besar. 

Meme itu memang nyata adanya. Saya malah bisa menghitung jumlah ponsel Infinix yang memakai Snapdragon. Mereka pernah mengeluarkan Infinix Hot S3 da Hot S3X pada 2018 yang tawarkan Snapdragon 430. 

Pada Februari 2026, mereka hadirkan kejutan dengan tawarkan ponsel yang memakai Snapdragon yaitu Infinix Note 60 Pro. Di harga itu, ia langsung berhadapan dengan Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus 5G yang menggunakan chipset yang sama persis, tapi dijual lebih mahal.

Lantas, seperti apa Infinix Note 60 Pro? Mari simak detail kelebihan dan kekurangannya berikut ini. 

Spesifikasi Infinix Note 60 Pro

Infinix Note 60 Pro
Layar AMOLED 6.78 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4
RAM 8 GB, 12 GB
Memori Internal 256 GB
Baterai Li-Ion 6500 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok
*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Performa Snapdragon 7s Gen 4 kencang dan stabil, ada pendingin 3D Ice Core VC
Kamera ultrawide masih standar dan fitur video belum selengkap mode foto
Baterai besar 6.500 mAh yang awet untuk penggunaan seharian
Sertifikasi ketahanan air hanya IP64
Mendukung fast charging 90W dan wireless charging 30W
Posisi sensor sidik jari di bawah layar terasa terlalu rendah
Desain bodi terasa premium dengan frame metal, ditambah Active Matrix Display
Layar AMOLED 1,5K 144Hz yang tampil tajam, mulus, dan tetap terang saat dipakai di luar ruangan.
Kamera utama 50 MP OIS cukup andal di berbagai kondisi cahaya, dengan dukungan perekaman video 4K di kamera depan dan belakang
XOS 16 yang bersih dan jaminan update OS hingga 3 kali
Fitur ekstra tergolong lengkap, mulai dari tombol One Tap, 5G, NFC, IR blaster, sampai sensor detak jantung

Kelebihan Infinix Note 60 Pro 5G

Infinix Note 60 Pro 5G hadir dengan harga rilis Rp5.499.000 untuk varian RAM 8 GB/256 GB dan Rp5.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB. Dengan harga tersebut, mari simak berbagai kelebihan yang ditawarkannya. 

1. Performa Snapdragon 7s Gen 4 yang Kencang dan Stabil

Performa jelas jadi salah satu nilai jual utama ponsel ini, apalagi karena sudah ditenagai Snapdragon 7s Gen 4. Chipset tersebut dibuat dengan proses 4 nm oleh TSMC, membawa konfigurasi delapan inti prosesor yang terdiri dari satu inti utama Cortex-A720 berkecepatan 2,7 GHz, tiga inti performa di 2,4 GHz, serta empat inti efisiensi di 1,8 GHz. Urusan grafis dipercayakan pada Adreno 810.

Dalam pemakaian harian, pengoperasian antarmuka terasa sangat mulus. Kanal YouTube Izzi Boye yang sudah mencoba ponsel ini selama beberapa hari menyebut bahwa Infinix melakukan pekerjaan yang bagus dalam mengoptimalkan chipset tersebut.

Tidak ada panas berlebih yang terasa tidak normal, meski ponsel dipakai cukup berat. Infinix sendiri mengklaim skor AnTuTu sekitar 1,1 juta poin, dan angka ini masih masuk akal untuk posisi Snapdragon 7s Gen 4 di kelas menengah atas.

Untuk urusan gaming, ponsel ini berhasil memainkan Call of Duty Mobile di pengaturan grafis sangat tinggi dengan frame rate maksimal tanpa kendala. Saat grafis diturunkan ke mode rendah, ponsel bahkan bisa menyentuh 90fps dengan stabil. Tidak ada overheating, tidak ada throttling.

Biar tidak bias, saya juga memakai acuan ulasan lain. Kanal YouTube Oscar Mini contohnya. Menurutnya,  performa gaming di ponsel ini secara umum terasa solid dan konsisten. Ponsel memang sedikit hangat setelah sesi panjang, tapi masih tergolong wajar dan tidak mengganggu. Sistem pendingin 3D IceCore Vapor Chamber berukuran 4.758 mm² jelas punya peran besar dalam menjaga suhu tetap terkendali.

2. Baterai Besar 6.500 mAh, Awet Seharian

infinix note 60 pro

Dengan kapasitas 6.500 mAh, daya tahan baterai Note 60 Pro praktis sudah tidak perlu diragukan lagi. Untuk pemakaian berat sekalipun, ponsel ini sanggup bertahan seharian penuh. Oscar Mini bahkan menyebut bahwa pengguna dengan pola konsumsi moderat bisa menembus dua hari tanpa perlu isi ulang.

Urusan pengisian daya juga tidak kalah menarik. Teknologi fast charging 90W yang sudah disertakan adaptor di dalam kotak sangat membantu saat baterai mendadak menipis.

Namun, kelebihan yang benar-benar membedakan Note 60 Pro dari kompetitor di kelasnya adalah wireless charging 30W. Fitur ini tergolong langka di ponsel Rp5 jutaan. Menariknya lagi, Infinix sudah menyertakan casing transparan bermagnet dalam paket penjualan, jadi pengguna bisa langsung memanfaatkan wireless charging tanpa perlu aksesori tambahan.

Satu fitur lain yang patut disebut adalah bypass charging. Fitur ini memungkinkan daya masuk langsung ke sistem tanpa melewati baterai. Sangat berguna buat pengguna yang sering main game sambil mengisi daya, karena suhu baterai tetap lebih terjaga.

3. Desain Bodi Terasa Premium dengan Frame Metal

Infinix Note 60 Pro tidak terlihat seperti ponsel murah yang mencoba tampil premium. Bodi dengan frame aluminium terasa kokoh, tanpa kesan ringkih atau kosong. Ketebalan 7,36 mm untuk varian Torino Black serta 7,45 mm pada varian lain juga membuatnya nyaman digenggam dan terasa proporsional di tangan.

Soal pilihan warna, tersedia enam opsi, yaitu Solar Orange, Mist Titanium, Deep Ocean Blue, Mocha Brown, Frost Silver, dan Torino Black.

Varian Torino Black jadi yang paling spesial karena didesain bersama Pininfarina, nama besar di dunia desain otomotif Italia yang sudah lama mengerjakan tampilan eksterior Ferrari. Kolaborasi seperti ini jelas tidak biasa untuk ponsel di kelas harganya.

Pembeda visual terbesar tentu saja Active Matrix Display di bagian belakang. Ini bukan sekadar hiasan. Panel mini berbasis 288 LED Matrix Light ini bisa menampilkan waktu saat ponsel dibalik atau diguncang, lalu menyala sebagai notifikasi untuk panggilan masuk, pesan, timer, serta status pengisian daya.

Menariknya lagi, panel ini juga bisa dipakai untuk main mini game, serta dikustomisasi dengan teks dan gambar pilihan sendiri. Setelah dipakai beberapa hari, fitur ini terasa benar-benar menyatu dengan penggunaan sehari-hari.

4. Layar AMOLED 1,5K 144Hz yang Tajam dan Nyaman

Infinix Note 60 Pro dibekali layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K (1.208 x 2.644 piksel). Dengan kerapatan sekitar 480 PPI, kualitas tampilannya langsung terasa sejak pertama digunakan. Teks terlihat tajam, gambar tampak detail, dan tidak muncul kesan buram meski layar dilihat dari jarak dekat.

Tidak hanya soal ketajaman, pengalaman penggunaan sehari-hari juga terasa mulus berkat refresh rate 144Hz yang dipadukan dengan touch sampling rate 240Hz serta instant touch sampling rate 2.800Hz. Navigasi antarmuka terasa ringan, mulai dari scrolling, membuka aplikasi, sampai berpindah menu. Respons sentuhannya pun cepat, membuat interaksi dengan layar terasa lebih natural.

Untuk pemakaian di luar ruangan, layar Infinix Note 60 Pro juga bisa diandalkan. Kecerahan puncak hingga 4.500 nits membantu menjaga visibilitas tetap baik saat berada di bawah sinar matahari. Ditambah dukungan HDR10+ dan cakupan warna 100% DCI-P3, tampilan konten terlihat lebih hidup dengan warna yang kaya.

Layarnya juga dilengkapi Gorilla Glass 7i yang turut memberikan perlindungan ekstra pada panel layarnya. Bisa dibilang, kualitas layar Infinix Note 60 Pro terasa matang dan seimbang, bukan hanya unggul di atas kertas, tapi juga nyaman dipakai untuk aktivitas harian.

5. Kamera Utama 50 MP yang Andal di Berbagai Kondisi Cahaya

Infinix Note 60 Pro mengandalkan kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi OIS untuk kebutuhan fotografi. Stabilisasi optis ini membantu menjaga ketajaman foto, terutama saat tangan sedikit bergerak atau ketika memotret di kondisi cahaya rendah. Sebagai pendamping, tersedia kamera ultrawide 8 MP, sementara kamera depan beresolusi 13 MP menangani kebutuhan selfie dan video call.

Menurut Oscar Mini, hasil foto kamera utama untuk subjek manusia mampu menampilkan warna kulit yang terlihat natural, dengan dynamic range yang cukup baik. Karakter warnanya cenderung realistis dan tidak terlalu agresif dalam menaikkan saturasi, sehingga foto terasa lebih mendekati apa yang dilihat mata secara langsung.

Memang sesekali perlu mengulang bidikan karena fokus belum sempurna di percobaan pertama, tapi saat fokus sudah tepat, hasilnya terlihat solid.

Oscar Mini juga menyoroti mode potret di kamera depan yang mampu memisahkan subjek dari latar belakang dengan tepi yang cukup rapi. Senada dengan itu, Izzi Boye mencatat bahwa hasil selfie dari kamera depan terlihat impresif untuk kelasnya.

Untuk urusan video, Infinix Note 60 Pro sudah mendukung perekaman 4K@30fps baik di kamera belakang maupun kamera depan. Ini jadi peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya yang masih terbatas di 2K, sekaligus memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang suka merekam konten langsung dari kamera selfie.

6. XOS 16 yang Lebih Bersih dengan Jaminan Update 3 Kali

Infinix Note 60 Pro menjalankan XOS 16.1 berbasis Android 16, dan perubahannya terasa cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Animasi terlihat lebih halus, transisi antar menu lebih rapi, serta tampilan antarmuka terasa lebih bersih dengan sentuhan transparansi yang modern. Pengalaman navigasi harian jadi terasa ringan dan tidak ribet.

Soal iklan yang selama ini sering jadi perhatian di ponsel Infinix, XOS 16 kini dibekali fitur ad toggle di panel notifikasi. 

Lewat fitur ini, pengguna bisa memantau apakah ada aplikasi tertentu yang menampilkan iklan, sekaligus mematikannya jika perlu. Keberadaan kontrol seperti ini membuat pengalaman memakai ponsel terasa lebih nyaman dan minim gangguan.

Saya sangat mengapresiasi fitur ini. Karena XOS mulai berbena dan jadi lebih baik sehingga memberikan pengalaman pakai yang menyenangkan. 

Dari sisi AI, Folax sebagai asisten bawaan kini bisa beralih ke berbagai model seperti DeepSeek, Gemini, Meta AI, hingga Grok hanya dengan menahan tombol daya. Fitur Circle to Search yang terintegrasi dengan Gemini juga hadir untuk mengenali objek atau teks di layar secara instan.

Selain itu, Infinix Note 60 Pro juga punya kemampuan mengirim data ke perangkat iPhone dengan lebih mudah.

Sebagai nilai tambah, Infinix memberikan jaminan 3 kali major OS update serta 5 tahun security patch. Artinya, Infinix Note 60 Pro masih akan menerima dukungan perangkat lunak hingga sekitar tahun 2031, sebuah komitmen yang tergolong panjang untuk kelas harganya.

7. Fitur Ekstra Lengkap

infinix note 60 pro

Di luar spesifikasi utama, Infinix Note 60 Pro juga dibekali banyak fitur tambahan yang jarang ditemui di kelas Rp5 jutaan. Salah satunya adalah Action Button atau One-Tap Button di sisi kiri bodi, yang bisa diprogram sesuai kebutuhan pengguna.

Tombol ini dapat dipakai untuk menyalakan flashlight, merekam layar, hingga membuka aplikasi tertentu, sehingga akses ke fitur favorit jadi jauh lebih praktis.

Menariknya lagi, terdapat Health Monitor Sensor di bawah tombol daya yang memungkinkan pengguna mengecek detak jantung dan saturasi oksigen darah kapan saja. Untuk urusan audio, speaker stereo yang dituning oleh JBL mampu menghasilkan suara yang lantang, jernih, dan cukup berisi untuk kebutuhan hiburan harian.

Fitur lain seperti NFC untuk transaksi digital, IR Blaster untuk mengontrol TV dan perangkat elektronik rumah, serta dukungan jaringan 5G juga sudah tersedia lengkap. Bahkan, Infinix masih menyertakan earphone berkabel di dalam kotak penjualan, sebuah bonus kecil yang kini makin jarang ditemukan di ponsel keluaran terbaru.

Kekurangan Infinix Note 60 Pro 5

Setelah mengetahui berbagai kelebihan Infinix Note 60 Pro 5G, selanjutnya mari bahas berbagai kekurangannya berikut ini.

1. Kamera Ultrawide Masih Standar

Kamera utama Infinix Note 60 Pro 5G memang tampil meyakinkan, tetapi cerita berbeda datang dari kamera ultrawide 8 MP-nya. Resolusi ini terasa tertinggal dibanding beberapa kompetitor di kelas harga serupa yang sudah memakai sensor 12 MP. Perbedaannya paling terasa saat digunakan dalam kondisi cahaya minim.

Menurut Oscar Mini, kamera ultrawide masih cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan kasual di siang hari. Namun, ada kalanya keseimbangan warna terlihat kurang konsisten jika dibandingkan dengan kamera utama. Saat malam hari, kualitasnya menurun cukup signifikan dengan detail yang berkurang dan noise yang lebih mudah terlihat.

Infinix Note 60 Pro 5G juga tidak dibekali lensa telephoto khusus. Untuk pembesaran, sistem mengandalkan crop dari sensor utama. Oscar Mini mencatat bahwa hasil zoom 2x hingga 4x masih tergolong layak untuk ukuran digital crop, tetapi tentu tidak bisa menyamai kualitas zoom optik yang sesungguhnya.

Di sektor video, perekaman 4K memang sudah tersedia di kamera depan dan belakang. Sayangnya, frame rate maksimalnya masih terbatas di 30fps tanpa opsi 60fps. 

Bagi kreator konten yang menginginkan video lebih halus di resolusi tinggi, hal ini bisa terasa membatasi. Oscar Mini juga menilai stabilisasi videonya belum menjadi yang terbaik di kelasnya, sehingga tangan yang cukup stabil tetap dibutuhkan untuk mendapatkan rekaman yang terlihat rapi.

2. Sertifikasi Ketahanan Air Masih IP64

Dengan semua kelebihan yang ditawarkan, sertifikasi IP64 terasa jadi kompromi paling terasa di Infinix Note 60 Pro 5G. Artinya, ponsel ini masih aman dari cipratan air dari berbagai arah serta debu dalam jumlah terbatas, tetapi belum dirancang untuk dicelupkan ke air. 

Ini tentu berbeda dengan standar IP67 atau IP68 yang sudah mulai hadir di beberapa ponsel pesaing di kelas harga yang sama, bahkan ada yang sudah sampai IP69.

Namun, saya juga mengerti kenapa ponsel ini hanya dikasih IP64. Pasalnya, Infinix memilih menambahkan fitur di sektor lain. Jika ada IP67, jelas harga ponsel ini tidak akan ada di angka Rp5 jutaan.

Izzi Boye memberikan perspektif yang cukup realistis soal ini. Mengingat seberapa banyak fitur yang berhasil dimasukkan Infinix ke dalam harga Rp 5 jutaan, ada tradeoff yang harus dibuat di suatu tempat. IP64 masih cukup aman untuk percikan air, hujan ringan, dan penggunaan sehari-hari. Tapi bagi pengguna yang beraktivitas banyak di luar ruangan atau yang sering berada di dekat air, keterbatasan ini tetap perlu masuk hitungan.

3. Posisi Sensor Sidik Jari di Bawah Layar Terasa Terlalu Rendah

infinix note 60 pro

Infinix Note 60 Pro memakai sensor sidik jari di dalam layar dengan teknologi optical in-display fingerprint scanner. Dari sisi respons, sensornya bekerja dengan baik dan terasa cukup cepat saat membuka kunci. Izzi Boye bahkan menyoroti animasi visualnya yang terlihat menarik setiap kali layar terbuka.

Namun, Oscar Mini punya catatan penting soal penempatannya. Menurutnya, posisi sensor terasa terlalu rendah di layar. Dengan ukuran ponsel yang mencapai 6,78 inci, menjangkau area tersebut menggunakan satu tangan butuh sedikit penyesuaian genggaman setiap kali ingin membuka kunci.

Memang bukan masalah besar, tapi dalam pemakaian sepanjang hari, hal ini bisa terasa kurang praktis dibanding ponsel lain yang menempatkan sensor sidik jari di posisi yang lebih ergonomis.

Simpulan

Infinix Note 60 Pro 5G hadir dengan peningkatan yang terasa nyata, mulai dari performa Snapdragon, desain yang lebih premium, layar AMOLED 144Hz, sampai fitur-fitur yang jarang ada di kelas Rp5 jutaan seperti wireless charging 30W dan Active Matrix Display. Nilai tambah lain seperti kolaborasi Pininfarina, speaker JBL, serta earphone bawaan membuatnya terlihat sangat agresif soal kelengkapan.

Memang ada kompromi, seperti kamera ultrawide yang biasa saja, video masih mentok 30fps, sertifikasi IP64, serta posisi sensor sidik jari yang agak rendah. Namun, melihat harga dan total fitur yang ditawarkan, kekurangan tersebut masih tergolong wajar.

Infinix Note 60 Pro 5G cocok buat pengguna yang ingin performa kencang, baterai awet dengan pengisian cepat, serta desain yang beda dari kebanyakan ponsel kelas menengah. Di segmen Rp5 jutaan, ponsel ini jadi salah satu opsi paling menarik untuk dipertimbangkan.

Kategori:

cross