carisinyal-web-banner-retina 35

13 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Ultra

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Infinix akhirnya keluar dari pola lama di seri Note. Jika sebelumnya varian tertinggi selalu berhenti di Pro+, setidaknya sejak Infinix Note 40 Pro+. Kini muncul nama baru untuk varian Note: Ultra. Ini bukan sekadar perubahan nama, tapi penanda bahwa ada level yang ingin dinaikkan.

Yang dinaikkan dari Infinix Note 60 Ultra tentu saja banyak. Yang paling terlihat mata adalah desain kolaborasi dengan Pininfarina. Kolaborasi ini terasa tidak biasa untuk lini Note, sekaligus menunjukkan bahwa Infinix ingin menghadirkan sesuatu yang lebih serius dari sebelumnya.

Dengan embel-embel Ultra, apakah Infinix Note 60 Ultra jadi ponsel menarik? Untuk mengetahuinya, mari simak berbagai kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

Spesifikasi Infinix Note 60 Ultra

infinix note 60 ultra
Layar AMOLED 6.78 inci
Chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate
RAM 12 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB
Baterai Li-Ion 7000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Blibli

Kelebihan Infinix Note 60 Ultra

1. Desain Pininfarina yang Terkesan Premium

Infinix Note 60 Ultra

Kolaborasi antara Infinix dan Pininfarina terbilang unik di industri smartphone. Pininfarina sendiri bukan nama kecil. Rumah desain asal Italia ini dikenal sebagai sosok di balik mobil legendaris seperti Ferrari Testarossa dan Alfa Romeo Spider. 

Meski saya tidak mengikuti soal otomotif, tapi kolobarasi ini patut diapresasi. Terlebih memang desainnya cukup menarik untuk sekelas Infinix. 

Contohnya bagian belakang ponsel ini mengusung modul kamera datar dengan konsep uni chassis yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Tidak ada tonjolan lensa yang mencolok seperti kebanyakan ponsel lain, sehingga tampilannya terlihat lebih rapi dan menyatu. 

Nuansa otomotif juga terasa kuat di seluruh desainnya. Ini terlihat dari pilihan warna seperti Torino Black, Monza Red, Roma Silver, hingga Amalfi Blue yang terinspirasi dari kota dan sirkuit balap Italia. Bahkan, alat eject SIM card-nya dibuat menyerupai mobil sport. Sisi frame menggunakan material aluminium dengan sentuhan logo Pininfarina yang memberi kesan premium.

2. Tawarkan Fitur Floating Taillight dan Active Matrix Display

Infinix Note 60 Ultra

Keunikan lain yang ada di ponsel ini yaitu modul kameranya. Pada bagian ini, ada dua fitur visual yang menarik: Floating Taillight dan Active Matrix Display. Floating Taillight berupa garis lampu tipis horizontal yang terinspirasi dari lampu belakang mobil sport. Fungsinya cukup beragam, mulai dari notifikasi, indikator pengisian daya, hingga penunjuk waktu.

Di sampingnya, terdapat Active Matrix Display berupa layar piksel kecil yang bisa menampilkan animasi karakter seperti kucing, anjing, atau singa. Selain itu, layar ini juga mendukung teks berjalan, emoji khusus untuk kontak tertentu, hingga mini game retro sederhana. Pengguna pun bisa mengatur tampilannya sesuai selera.

Sejumlah reviewer memberikan kesan positif. Nikolay Tanev contohnya menyebut ponsel ini langsung terasa premium saat dipegang.

Namun, ada sedikit catatan. Fitur Active Matrix Display dan Floating Taillight memang menarik secara konsep, tetapi implementasi software-nya masih belum maksimal. Keduanya belum bisa berjalan bersamaan secara konsisten, dan belum mendukung tampilan informasi sederhana seperti jam atau persentase baterai secara terus-menerus. 

Youtuber TechNick juga menilai idenya sangat menarik, tetapi eksekusinya masih perlu penyempurnaan. Kabar baiknya, hal ini kemungkinan bisa diperbaiki lewat pembaruan software di masa mendatang.

3. Layar AMOLED 6,78 Inci yang Cerah dan Sangat Mulus

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra hadir dengan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi tinggi 1.208 x 2.644 piksel, yang menghasilkan kerapatan 429 ppi dan rasio 19,5:9. Kombinasi ini membuat tampilan terlihat tajam, luas, dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas.

Pengalaman visualnya semakin terasa berkelas berkat dukungan refresh rate 144 Hz. Pergerakan layar jadi sangat halus, baik saat scrolling, bermain gim, maupun saat berpindah antar menu. Tidak hanya itu, adanya dukungan Ultra HDR juga membuat konten foto dan video tampil lebih hidup, dengan warna yang lebih kaya serta kontras yang lebih dalam.

Dari sisi kecerahan, layar ponsel ini termasuk salah satu yang menonjol di kelasnya. Tingkat peak brightness mencapai 4.500 nit, bahkan lebih tinggi dibanding banyak ponsel flagship. Menurut Nikolay Tanev, selisihnya bisa mencapai sekitar 1.000 nit. Hasilnya, layar tetap terlihat jelas dan nyaman dibaca meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Untuk perlindungan, Infinix menyematkan Corning Gorilla Glass 7i. Sementara itu, teknologi PWM dimming dengan frekuensi 2.304 Hz membantu mengurangi efek flicker, sehingga mata tetap terasa nyaman meski digunakan dalam waktu lama. TechNick pun menilai layar ini sebagai salah satu yang paling tajam dan paling cerah di kelas harganya.

4. Punya Performa yang Mendekati Flagship berkat Dimensity 8400 Ultimate

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate yang dibuat dengan proses fabrikasi 4 nm.

Chipset ini mengusung konfigurasi octa-core dengan pendekatan all big core, di mana seluruh inti yang digunakan merupakan inti performa tinggi. Komposisinya terdiri dari satu inti Cortex-A725 berkecepatan 3,25 GHz, tiga inti di 3,0 GHz, dan empat inti di 2,1 GHz, dipadukan dengan GPU Mali-G720 MC7.

Pendekatan all big core ini membuat performanya lebih stabil saat menangani beban berat, terutama dibandingkan chipset yang masih mengandalkan kombinasi inti besar dan kecil. Hasilnya, performa terasa konsisten baik untuk multitasking maupun penggunaan intensif.

Berdasarkan pengujian benchmark AnTuTu V11, ponsel ini mampu meraih skor sampai 1,9 juta bahkan mendekati 2  juta. 

Memang belum menyentuh level chipset flagship seperti Snapdragon 8 Elite atau MediaTek Dimensity 9400, tetapi performanya sudah sangat kompetitif di kelas menengah atas, bahkan melampaui banyak pesaing di segmen yang sama.

Untuk mendukung performanya, Infinix membekali RAM 12 GB dengan pilihan penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Ada juga fitur virtual RAM expansion hingga 24 GB yang membantu menjaga kelancaran saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

Saat digunakan untuk bermain gim, performanya juga tidak mengecewakan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan Nikolay Tanev, PUBG Mobile dapat berjalan stabil di 120 fps, sesuatu yang bahkan belum tentu bisa dicapai secara konsisten oleh beberapa ponsel flagship.

Sementara itu, Genshin Impact pada pengaturan tertinggi dengan kunci 60 fps mampu berjalan stabil hampir sepanjang waktu.

Semua ini didukung oleh sistem pendingin 3D IceCore dengan ruang uap berukuran besar, yang membantu menjaga suhu tetap terkendali. Bahkan saat sesi gaming panjang, performa tetap stabil tanpa penurunan yang signifikan.

5. Baterai 7.000 mAh dengan Fitur Pengisian Daya yang Lengkap

Infinix Note 60 Ultra

Saya mengapresiasi banyak brand yang kini mulai mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon. Contohnya Infinix Note 60 Ultra yang menghadirkan baterai berkapasitas besar 7.000 mAh dengan teknologi tersebut.

Berkat teknologi ini, kepadatan energi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dibanding baterai konvensional. Artinya, kapasitas besar bisa tetap dihadirkan tanpa membuat bodi ponsel jadi terlalu tebal, sehingga kenyamanan penggunaan tetap terjaga.

Selain desainnya yang tidak tebal, daya tahan baterai ponsel ini juga patut diapresiasi. Nikolay Tanev mencatat ponsel ini mampu memutar video hingga 27 jam tanpa henti. Sementara untuk penggunaan harian normal, perangkat ini diklaim bisa bertahan hingga dua hari penuh tanpa perlu mengisi daya.

Urusan pengisian juga tidak kalah menarik. Dengan charger 100W, ponsel ini mampu mengisi baterai dari 0 hingga 50% hanya dalam 18 menit, dengan waktu pengisian penuh sekitar 48 menit. Menariknya, adaptor 100W sudah langsung disertakan dalam paket penjualan, jadi pengguna tidak perlu membelinya secara terpisah.

Tidak hanya itu, Infinix juga menghadirkan fitur pengisian nirkabel alias wireless charging 50W yang tergolong sangat tinggi di kelasnya. Dibandingkan wireless charging biasa yang umumnya berada di kisaran 15W hingga 30W, fitur ini jelas memberikan kepraktisan lebih. 

Ada pula fitur reverse charging, baik melalui kabel 7,5W maupun nirkabel 4W, yang bisa digunakan untuk mengisi daya perangkat lain.

Sebagai pelengkap, terdapat fitur adaptive bypass charging yang memungkinkan daya langsung dialirkan dari adaptor saat ponsel digunakan secara intensif. 

Cara ini membantu mengurangi siklus pengisian baterai sehingga umur pakainya bisa lebih panjang. Infinix juga menyematkan teknologi self-healing battery yang diklaim mampu memulihkan sekitar 1% kesehatan baterai setiap 200 siklus pengisian.

6. Dibekali Kamera Utama 200 MP dan Kamera Depan 32 MP yang Sama-sama Andal

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra mengandalkan kamera utama 200 MP yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL HP3 (HPE) dengan apertur f/1.7. 

Kamera ini juga sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization) serta Dual-pixel PDAF yang membuat fokus terasa cepat dan akurat. Menariknya, sensor ini berada di kelas yang sama dengan yang digunakan pada sejumlah ponsel flagship dari Xiaomi maupun Samsung, sehingga bukan sekadar unggul di angka resolusi saja.

Apertur yang lebar membantu menangkap lebih banyak cahaya, membuat hasil foto tetap optimal di kondisi minim cahaya.

Kemampuan foografi malam ini ponsel ini bisa dibilang sebagai salah satu yang paling oke untuk kelasnya. Bahkan, hasilnya terasa mendekati flagship. Sementara untuk pemotretan di siang hari, hasilnya tampil tajam dengan detail tinggi serta warna yang kaya.

Untuk perekaman video, kamera utamanya sudah mendukung hingga 4K@60fps. Kehadiran OIS juga membantu menjaga hasil rekaman tetap stabil, sehingga nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Di sisi depan, kamera 32 MP dengan apertur f/2.2 juga tidak kalah menarik. Kamera ini mampu menghasilkan selfie yang tajam dengan eksposur yang baik, termasuk saat kondisi cahaya minim. Fitur panorama selfie bekerja dengan baik, sementara mode portrait mampu menghasilkan pemisahan objek yang rapi.

Kamera depan juga mendukung perekaman video hingga 4K@30fps. Namun, perlu diperhatikan, dari berbagai ulasan yang sudah pakai ponsel ini, saat pakai mode portrait video, stabilisasi akan otomatis nonaktif dan resolusi dibatasi di 1080p@30fps. Untuk hasil terbaik, mode video standar tetap jadi pilihan yang lebih aman.

7. Dibekali Kamera Periskop 50 MP, Zoom Jauh Tetap Detail

Infinix Note 60 Ultra

Salah satu daya tarik lain dari sistem kamera Infinix Note 60 Ultra adalah kehadiran kamera periskop telefoto 50 MP. Kamera ini menggunakan sensor Samsung ISOCELL JN5 dengan apertur f/2.9.

Berkat desain periskop, ponsel ini mampu menghadirkan optical zoom hingga 3,5x, lebih jauh dibanding kebanyakan ponsel di kelas harganya. Kamera ini juga dilengkapi OIS serta Dual-pixel PDAF untuk menjaga hasil tetap stabil dan fokus yang akurat.

Untuk kemampuan zoom, pilihannya cukup lengkap, mulai dari 2x, 3,5x optik natif, hingga lossless zoom di 7x. Bahkan, tersedia digital zoom hingga 100x, meski lebih bersifat pelengkap.

Berdasarkan pengujian TechNick, hasil hingga 7x masih terlihat tajam dengan detail yang baik dan rentang dinamis yang luas. Saat zoom 10x, kualitasnya masih cukup layak, tetapi setelah itu mulai terlihat penurunan yang cukup signifikan. Sementara itu, 100x dinilai kurang memuaskan, bahkan dalam kondisi cahaya yang ideal.

Menariknya, kekuatan utama kamera ini justru terasa saat digunakan untuk merekam video. Nikolay Tanev menyebut hasil video 4K@60fps pada zoom 3,5x sebagai salah satu yang paling mengesankan, dengan detail tinggi, stabilisasi yang sangat baik, serta gerakan panning yang mulus. TechNick juga mengonfirmasi hal tersebut, terutama dari sisi kestabilan dan kejernihan video telefoto.

Selain itu, kamera ini juga mampu menghasilkan foto portrait yang terlihat alami. Kombinasi sensor besar dan apertur f/2.9 menciptakan efek bokeh yang halus tanpa perlu mengandalkan mode portrait berbasis software.

8. Fitur Super Lengkap, dari Konektivitas hingga Paket Penjualan

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra hadir dengan kelengkapan fitur yang jarang ditemukan di kelas harganya. Dari sisi konektivitas, ponsel ini sudah mendukung jaringan 5G dual SIM dengan eSIM, Wi-Fi 6 dual-band, Bluetooth 5.4 dengan dukungan Hi-Res Audio Wireless, NFC, serta GPS.

Menariknya, dua fitur yang mulai jarang ditemui juga masih dipertahankan, yaitu IR blaster untuk mengontrol perangkat elektronik seperti TV dan AC, serta radio FM yang masih relevan bagi banyak pengguna di Indonesia.

Ponsel ini juga sudah mendukung komunikasi satelit dua arah yang tentu patut diapresiasi. Artinya, pengguna tetap bisa melakukan panggilan suara dan mengirim SMS meski berada di area tanpa sinyal seluler. Fitur ini akan terasa berguna saat berada di lokasi terpencil, meski penggunaannya tetap bergantung pada dukungan operator dan wilayah.

Di sisi bodi, terdapat sensor kesehatan yang mampu mengukur detak jantung dan kadar oksigen darah hanya dengan sentuhan jari. 

Hasil pengukuran kemudian dianalisis oleh sistem berbasis AI untuk memberikan gambaran kondisi pengguna. Selain itu, tersedia juga sensor pendukung seperti giroskop, kompas, akselerometer, dan sensor cahaya yang menunjang berbagai kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Pengalaman audio juga tidak kalah menarik. Stereo speaker yang digunakan telah di-tune oleh JBL dengan peningkatan volume hingga 200% serta dukungan Hi-Res Audio. Hasilnya, suara terdengar lebih lantang dengan pemisahan stereo yang jelas, membuat aktivitas seperti menonton film atau bermain gim terasa lebih imersif.

Tidak hanya dari sisi fitur, paket penjualan ponsel ini juga tergolong sangat lengkap. Di dalam kotaknya, pengguna akan menemukan pelindung layar lengkap dengan alat pemasangan, casing MagSafe berbahan Kevlar, adaptor magnetik berbahan seng alloy dengan motif carbon fiber, pad magnetik Kevlar, kabel USB-C, earphone USB-C, adaptor pengisian 100W, hingga alat eject SIM berbentuk mobil sport. 

Namun, untuk bagian kotak penjualan ini, saya mengacu pada penjualan di beberapa region. Saat masuk resmi di Indonesia, bisa jadi isi paket penjualan sedikit berbeda. Tapi biasanya tidak jauh berbeda.

Kekurangan Infinix Note 60 Ultra

1. Bobot Tergolong Berat dan Port USB Masih USB 2.0

Infinix Note 60 Ultra

Meski sudah menggunakan baterai silicon-carbon, Infinix Note 60 Ultra tetap memiliki bobot yang agak berat, yakni 220 gram. Bobot ini berasal dari kombinasi banyak komponen, mulai dari kapasitas baterai 7.000 mAh yang besar, bingkai aluminium, modul kamera uni chassis yang lebar, hingga kehadiran Active Matrix Display, Floating Taillight, sensor kesehatan di sisi bodi, serta layar 6,78 inci yang luas.

Di sisi lain, penggunaan teknologi silicon-carbon lebih berpengaruh pada ketebalan bodi. Dengan teknologi ini, baterai berkapasitas besar masih bisa dimuat dalam bodi yang relatif tipis. Jika menggunakan baterai lithium-ion konvensional, besar kemungkinan ponsel ini akan lebih tebal dari 7,9 mm atau bahkan lebih berat dari sekarang. 

Jadi, teknologi ini membantu menjaga dimensi tetap efisien, meski tidak serta-merta membuat bobotnya jadi ringan.

Selain bobotnya, ponsel ini punya kekuranan di teknologi port USB Type-C yang masih pakai USB 2.0. Kecepatan transfer datanya tentu kalah dibanding standar yang lebih baru seperti USB 3.1, terutama saat memindahkan file besar seperti video 4K. Selain itu, port ini juga belum mendukung video output, sehingga tidak bisa langsung dihubungkan ke monitor eksternal.

2. Sertifikasi Ketahanan Masih IP64, Belum IP68

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra hanya dibekali sertifikasi IP64, yang berarti sudah tahan debu dan percikan air, tetapi belum dirancang untuk bertahan saat terendam.

Di penggunaan sehari-hari, kondisi seperti hujan atau cipratan air masih aman. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati agar ponsel tidak tercebur atau terkena air dalam jumlah besar.

Di sisi lain, banyak ponsel harga Rp4 jutaan ke atas sudah menawarkan sertifikasi IP68 dengan ketahanan air yang lebih baik. Hal ini membuat perlindungan pada ponsel ini terasa sedikit tertinggal dibanding pesaingnya.

3. Kamera Ultrawide Hanya 8 MP

Infinix Note 60 Ultra

Di tengah spesifikasi kamera yang terlihat ambisius, kamera ultrawide 8 MP justru menjadi bagian paling lemah di Infinix Note 60 Ultra. Dengan apertur f/2.2 dan sudut pandang 112 derajat, kemampuannya terasa tertinggal cukup jauh dibanding kamera utama 200 MP dan telefoto 50 MP.

Perbedaan resolusi yang jauh ini membuat kualitas antar kamera terasa tidak konsisten. Saat berpindah dari kamera utama atau telefoto ke ultrawide, penurunan detail langsung terasa, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang baik.

Hasil foto dari kamera ultrawide cenderung biasa saja di siang hari, sementara di malam hari kualitasnya menurun cukup signifikan dengan noise yang lebih terlihat. Untuk video, kamera ini juga tidak mendukung 60 fps, dan hasil rekamannya terkadang terlihat terlalu terang serta kurang detail.

Ketimpangan ini akhirnya terasa makin jelas karena dua kamera lainnya sudah tampil sangat baik. Alhasil, kamera ultrawide menjadi salah satu titik kompromi yang cukup disayangkan pada ponsel ini.

4. Sensor Fingerprint Optik dengan Posisi yang Kurang Nyaman

Sensor sidik jari Infinix Note 60 Ultra berada di bawah permukaan layar dengan teknologi optik, bukan ultrasonik. Teknologi optik pada umumnya sedikit lebih lambat dan kurang akurat dibanding sensor ultrasonik yang biasa ditemukan di ponsel flagship.

TechNick juga mencatat bahwa posisi sensor ini terlalu rendah pada layar, sehingga pengguna perlu menyesuaikan posisi ibu jari lebih ke bawah dari yang terasa natural.

Hal ini membuat penggunaan satu tangan sedikit kurang nyaman, terutama saat layar dalam kondisi bersih dan kering. Kebiasaan memang bisa membentuk adaptasi, namun dibanding ponsel lain di kelas harga serupa yang sudah menempatkan sensor di posisi lebih tengah, ini adalah kekurangan yang perlu dicatat.

5. Update OS Tergolong Standar, Hanya 3 Kali 

Infinix Note 60 Ultra

Infinix Note 60 Ultra mendapatkan jaminan tiga kali pembaruan OS dan lima tahun pembaruan keamanan. Dengan basis Android 16, ponsel ini diperkirakan akan mendapat update hingga Android 19.

Saya tetap mengapresiasi adanya dukungan update hingga tiga generasi ini, karena sudah cukup untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Namun, di sisi lain, ponsel dari brand lain di kelas harga serupa sudah mulai menawarkan dukungan pembaruan OS yang lebih panjang.

Bagi pengguna yang mempertimbangkan penggunaan jangka panjang, hal ini bisa menjadi catatan karena akses ke fitur Android terbaru akan berhenti lebih cepat dibanding sebagian pesaingnya.

Simpulan

Infinix Note 60 Ultra menawarkan paket yang sangat menarik di kelasnya, mulai dari desain yang unik, performa kencang, layar berkualitas, hingga baterai besar dengan pengisian super cepat. Beberapa fitur tambahan seperti kamera periskop dan komunikasi satelit juga memberi nilai lebih yang jarang ditemukan di harga serupa

Di sisi lain, masih ada beberapa kompromi seperti bobot yang cukup berat, kamera ultrawide yang biasa saja, serta dukungan update OS yang belum terlalu panjang. Meski begitu, kekurangan tersebut tidak sampai menutupi keunggulan utamanya.

Ponsel ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa tinggi, daya tahan baterai ekstra, serta kemampuan kamera telefoto untuk zoom jarak jauh. Selain itu, desainnya yang berbeda juga pas untuk pengguna yang ingin tampil beda dari kebanyakan ponsel di kelas menengah.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross