10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix XPAD Edge
Infinix terus berekspansi ke segmen produk baru dengan menghadirkan Infinix XPAD Edge pada awal tahun 2026. Sebagai tablet produktivitas pertama dari seri Edge, perangkat ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman laptop dalam bentuk tablet dengan harga yang sangat terjangkau.
Dibanderol dengan harga Rp4.599.000 untuk varian 8GB/256GB, Infinix XPAD Edge hadir dengan paket lengkap yang mencakup keyboard case magnetik (X Keyboard 20) dan stylus (X Pencil 20) di dalam box.
Dengan layar jumbo 13.2 inci berrasio 3:2 yang ideal untuk produktivitas, chipset Snapdragon 685, dan baterai 8000 mAh, tablet ini mencoba menawarkan solusi produktivitas mobile yang komprehensif.
Namun, apakah spesifikasi dan fitur yang ditawarkan benar-benar cocok untuk menggantikan laptop? Mari kita bahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan Infinix XPAD Edge berikut ini.
Spesifikasi Infinix XPAD Edge

| Layar | IPS LCD 13.2 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 685 |
| RAM | 4 GB, 8 GB |
| Memori Internal | 128 GB, 256 GB |
| Baterai | Li-Po 8000 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Infinix XPAD Edge
Infinix XPAD Edge menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik sebagai tablet produktivitas di harga Rp4 jutaan. Mari kita bahas berbagai kelebihan yang ditawarkan tablet ini.
1. Layar ]13.2 Inci dengan Rasio 3:2 yang Ideal untuk Produktivitas

Infinix XPAD Edge menghadirkan layar IPS LCD berukuran 13.2 inci dengan resolusi 2.4K (2400 x 1600 piksel). Yang membuat layar ini istimewa adalah penggunaan rasio aspek 3:2 alih-alih rasio 16:9 yang umum di tablet lain.
Rasio 3:2 memberikan area vertikal yang lebih luas, sangat ideal untuk berbagai tugas produktivitas. Menurut kanal YouTube Lim Reviews, rasio aspek ini sangat cocok untuk mengedit dokumen PowerPoint atau Word, karena memberikan area kerja yang luas layaknya laptop. Untuk browsing web atau membaca dokumen, rasio ini juga lebih nyaman karena mengurangi kebutuhan scrolling berlebihan.
Situs Hitech Century juga memuji layar tablet ini. Menurutnya, layar ini sangat cocok untuk browsing dua halaman web atau dokumen secara bersamaan tanpa harus repot mengatur ukuran jendela. Fitur split screen bekerja dengan sangat baik berkat layar yang lebar ini.
Kualitas panel IPS LCD yang digunakan tablet ini juga cukup baik untuk kelas harganya. Tingkat kecerahan mencapai 400 hingga 450 nit yang cukup untuk penggunaan di dalam ruangan. Yang lebih penting, layar ini telah mendapat sertifikasi TÜV Rheinland untuk Low Blue Light dan Flicker Free, yang memastikan kenyamanan mata saat penggunaan dalam waktu lama.
Yang paling penting, sertifikasi TÜV Rheinland ini benar-benar membantu memastikan layar tetap nyaman untuk penggunaan extended tanpa menyebabkan kelelahan mata yang berlebihan.
Layar tablet ini punya gamut warna mencapai 72% NTSC (sekitar 100% sRGB atau 86% DCI-P3), yang cukup untuk konsumsi konten dan pekerjaan dokumen, meskipun kurang akurat untuk editing foto atau video profesional. Rasio layar ke bodi sendiri mencapai 88.10%, memberikan bezel yang cukup tipis untuk ukuran tablet produktivitas.
2. Paket Lengkap dengan Keyboard Case dan Stylus Premium

Salah satu nilai jual utama Infinix XPAD Edge adalah kelengkapan paket penjualannya. Di dalam box, pengguna sudah mendapatkan X Keyboard 20 dengan trackpad terintegrasi dan X Pencil 20 stylus, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk aksesori yang biasanya dijual terpisah.
X Keyboard 20 memiliki desain yang cukup unik dan praktis. Keyboard ini terdiri dari dua bagian yaitu setengah bagian adalah case yang menempel di belakang tablet dengan kickstand terintegrasi, sementara keyboard fisik bisa dilepas dan digunakan via Bluetooth dari jarak dekat.
Sementara kikcstand yang terintegrasi sangat fleksibel dan bisa dibuka hingga sudut hampir 120 derajat, memungkinkan penggunaan tablet seperti easel untuk drawing atau presentasi. Keyboard juga dilengkapi dengan trackpad yang berfungsi seperti laptop konvensional, membuat navigasi lebih mudah tanpa perlu sering menyentuh layar.
Yang lebih praktis lagi, keyboard memiliki port USB-C sendiri untuk charging, sehingga tidak menguras baterai tablet saat digunakan. Case juga memiliki loop plastik kecil untuk menyimpan stylus dengan aman saat transportasi, mencegah stylus hilang atau jatuh.
X Pencil 20 stylus yang disertakan memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni dengan 4096 level pressure sensitivity dan latency hanya 10ms. Stylus juga mendukung palm rejection, sehingga tangan bisa bertumpu pada layar tanpa mengganggu input stylus.
Berdasarkan pengalaman Hitech Century, stylus ini cukup besar untuk penggunaan yang nyaman, dilengkapi dengan tombol clickable, dan bahkan datang dengan set karet nibs pengganti jika yang pertama aus. Port USB-C untuk charging juga tersedia pada stylus.
Kanal YouTube Chigz Tech Reviews sangat memuji kelengkapan paket ini, menyebutkan bahwa pengguna langsung bisa bekerja tanpa perlu membeli aksesori tambahan, memberikan value for money yang sangat tinggi.
3. Desain Ultra Tipis dan Ringan dengan Build Quality Premium

Dengan ketebalan hanya 6.19mm dan berat 588 gram, Infinix XPAD Edge termasuk dalam kategori tablet yang sangat tipis dan ringan untuk ukuran layar 13.2 inci. Desain yang ramping ini membuat tablet mudah dibawa dalam tas atau backpack tanpa menambah beban signifikan.
Bodi tablet ini menggunakan konstruksi all-metal unibody yang memberikan kesan premium dan kokoh. Berdasarkan pengalaman Hitech Century, meskipun tablet tidak memiliki rating IP resmi untuk dust atau water resistance, kualitas pembuatannya terasa sangat solid dan well-made.
Infinix mengklaim tablet ini telah melalui 3-axis bending test, free-fall test, dan high-drop test di berbagai environment. Meskipun Hitech Century tidak bisa menguji klaim ini secara destruktif, tablet berhasil bertahan tanpa goresan atau nicks setelah lebih dari seminggu penggunaan berat, dibawa dalam backpack dan digunakan di berbagai meja kerja dan kedai kopi.
Finishing pada backplate menggunakan warna Celestial Ink, sebuah shade metalik biru tua yang terlihat elegan. Berdasarkan pengalaman Hitech Century, setelah seminggu penggunaan intensif, chassis tetap bebas dari sidik jari, meskipun layar masih menunjukkan smudges karena screen protector yang disertakan tidak memiliki oleophobic coating.
Desain minimalis dengan kamera tunggal di pojok belakang (meskipun terlihat seperti dual camera setup karena satu housing adalah LED flash) membuat tablet terlihat clean dan modern. Keempat speaker yang mengapit layar juga terintegrasi dengan rapi tanpa mengganggu estetika.
4. Fitur Multitasking Tingkat PC dengan Parallel Windows

Infinix XPAD Edge dilengkapi dengan fitur multitasking yang sangat canggih untuk tablet Android, mendekati pengalaman desktop PC. Fitur Parallel Windows memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi secara bersamaan dalam mode split screen yang sangat mudah diatur.
Yang lebih impresif, fitur ini bahkan memungkinkan membuka dua instance dari aplikasi yang sama secara bersamaan. Pengguna bisa membuka WPS Office dan Chrome berdampingan untuk multitasking produktif, atau bahkan membuka dua dokumen Word berbeda secara bersamaan.
Kombinasi layar 13.2 inci dengan rasio 3:2 dan fitur Parallel Windows membuat tablet ini benar-benar bisa menggantikan laptop untuk tugas-tugas paperwork dan browsing. Tidak ada kerumitan dalam mengubah ukuran jendela seperti di tablet lain.
Fitur tambahan yang sangat berguna dari tablet ini adalah kemampuan tablet untuk menjadi wireless secondary display untuk PC Windows. Namun fitur ini bakal tersedia setelah dapat pembaruan.Â
Tablet juga mendukung Phone Cast yang memungkinkan mirroring smartphone Infinix atau Tecno tertentu ke layar tablet, berguna untuk mengakses aplikasi smartphone di layar yang lebih besar. Fitur Seamless File Sharing juga memudahkan transfer file antar perangkat dalam ekosistem Infinix/Tecno.
5. Baterai 8000 mAh dengan Daya Tahan Luar Biasa

Kapasitas baterai 8000 mAh merupakan salah satu yang terbesar untuk tablet di kelasnya, memberikan daya tahan yang sangat panjang untuk penggunaan seharian. Infinix mengklaim tablet mampu bertahan hingga 18,7 jam untuk pemutaran video terus-menerus.
Dalam pengujian yang dilakukan Hitech Century, dalam penggunaan praktis, tablet ini mampu bertahan sekitar 10 jam untuk skenario mixed usage yang mencakup web browsing, menulis dokumen, dan menonton YouTube. Ini lebih dari cukup untuk satu hari kerja penuh tanpa perlu charging di tengah hari.
Meskipun tes PCMark Battery Life terus crash saat diuji Hitech Century, pengalaman sebenarnya menunjukkan daya tahan baterai yang sangat memuaskan untuk berbagai skenario penggunaan. Untuk streaming video atau konsumsi konten, tablet bisa bertahan hampir seharian penuh.
Efisiensi chipset Snapdragon 685 yang dibangun dengan proses 6nm juga berkontribusi pada daya tahan baterai tablet ini yang bisa lebih lama. Kombinasi baterai besar dan prosesor efisien membuat tablet ini ideal untuk pengguna mobile yang sering bekerja di luar kantor atau tidak selalu punya akses ke power outlet.
Tablet juga mendukung reverse wired charging dengan output 7.5W, memungkinkan tablet menjadi power bank darurat untuk mengisi smartphone atau aksesori lain saat dibutuhkan.
6. Quad Speaker dengan Teknologi DTS dan Volume 300%

Infinix XPAD Edge dilengkapi dengan konfigurasi quad speaker (4 speaker) yang ditempatkan di keempat sisi yang mengapit layar, dua di atas dan dua di bawah. Konfigurasi ini memberikan pengalaman audio stereo yang lebih immersive dibanding dual speaker yang umum di tablet budget.
Teknologi DTS Sound yang diintegrasikan meningkatkan kualitas audio dengan soundstage yang lebih luas dan separation yang lebih baik. Infinix mengklaim speaker mampu memberikan peningkatan volume hingga 300% dibanding setup speaker konvensional.
Hitech Century menyebut quad speaker pada tablet ini terbukti cukup keras dan mampu dinaikkan hingga volume maksimum tanpa distorsi. Ada modest amount of soundstaging yang baik untuk mendengarkan musik santai dan menonton film.
Untuk konsumsi konten multimedia seperti menonton film, series, atau YouTube, kualitas audio yang dihasilkan sangat memuaskan tanpa perlu headphone eksternal. Posisi speaker di keempat sisi juga memastikan audio tetap balance baik saat tablet digunakan dalam orientasi portrait maupun landscape.
7. Fitur Infinix AI dengan Folax untuk Produktivitas

Infinix XPAD Edge dilengkapi dengan rangkaian fitur AI yang diberi nama Folax, yang memanfaatkan Deepseek R1 untuk interaksi suara yang mulus. Folax menawarkan berbagai fitur AI yang menarik seperti Hi Translation, AI Writing, AI Art, dan AI Screen Recognition.
Hi Translation adalah salah satu fitur AI paling berguna. Fitur ini bisa menerjemahkan seluruh tampilan layar dari satu bahasa ke bahasa lain secara instant, misalnya dari Inggris ke Mandarin. Ini sangat membantu untuk membaca artikel atau dokumen dalam bahasa asing.
AI Writing sendiri adalah fitur yang berfungsi seperti Grammarly, membantu menulis atau mengubah kata teks dengan lebih baik. Dan menurutnya, fitur AI text editing ini bekerja dengan baik untuk balasan singkat dan teks, meskipun tidak se-indepth untuk konten panjang.
Lalu, ada AI Art pada aplikasi Notes memungkinkan mengubah sketsa sederhana menjadi gambar yang lebih refined. Berdasarkan pengalaman kanal YouTube Lim Reviews, fitur ini sangat membantu untuk brainstorming visual atau membuat ilustrasi cepat.
AI Screen Recognition juga menarik. Fitur ini memungkinkan AI untuk mengidentifikasi dan mengekstrak informasi dari konten yang ditampilkan di layar. Folax juga menyediakan perintah suara untuk berbagai fungsi seperti mengatur volume, mengambil selfie, atau membuka aplikasi tertentu.
8. Konektivitas 4G LTE untuk Mobilitas Tinggi

Salah satu keunggulan signifikan Infinix XPAD Edge adalah dukungan konektivitas 4G LTE dengan slot nano SIM. Fitur ini semakin jarang ditemukan di tablet modern, terutama di segmen budget, namun sangat berguna untuk pengguna yang sering mobile.
Konektivitas cellular juga membuat tablet lebih versatile untuk berbagai skenario yaitu bisa digunakan di dalam mobil, di taman, di kafe dengan Wi-Fi-nya bermasalah, atau dimana saja ada coverage cellular. Tidak perlu repot hotspot dari smartphone atau mencari Wi-Fi publik.
Tablet juga dilengkapi dengan Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac dual-band untuk koneksi wireless yang cepat saat tersedia. Bluetooth 5.0 memastikan konektivitas yang stabil dengan keyboard, mouse, atau headphone wireless.
Kekurangan Infinix XPAD Edge
Meski menawarkan banyak kelebihan, Infinix XPAD Edge tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Berikut adalah kekurangan yang ditemukan.
1. Performa Gaming Terbatas dengan Chipset Snapdragon 685

Chipset Qualcomm Snapdragon 685 yang digunakan adalah prosesor kelas menengah yang dioptimalkan untuk efisiensi daya dan produktivitas, bukan untuk gaming berat. Di harga Rp4.599.000, pemakaian Snapdragon 685 terasa kurang mumpuni.
Seharusnya Infinix XPAD Edge bisa hadir dengan chipset yang lebih baik karena harganya di Rp4 jutaan. Meski memang kenaikan harga tidak bisa dipungkiri karena faktor kelangkaan RAM.
Lantas, bagaimana performa tablet ini? Mari simak berbagai hasil benchmark. Kanal YouTube Chigz Tech Reviews menguji tes benchmark tablet ini dengan hasil berikut ini.
- Geekbench: Single-core 474 dan Multi-core 1579
- AnTuTu v10: 345.000 hingga 380.000 poin
- Disk Speed Test: Kecepatan baca 906 MB/s dan tulis 231 MB/s
Sementara itu, Hitech Century menggunakan benchmark yang lebih fokus ke grafis mencatat data benchmark sebagai berikut.
- 3DMark Wild Life: 643
- 3DMark Wild Life Unlimited: 638
- 3DMark Wild Life Extreme: 137
- Geekbench 6: Single-core 474, Multi-core 1,580, OpenCL 377
Oh yah, Tablet tidak mampu menjalankan test Geekbench 6 Vulkan dan 3DMark Steel Nomad karena keterbatasan dukungan Vulkan pada GPU Adreno 610.
Lalu bagaimana dengan performa real-nya? Ternyata Call of Duty Mobile bisa dimainkan lancar hanya pada High Frame Rate dengan grafik Low. Genshin Impact juga bisa berjalan, tetapi hanya pada pengaturan default dengan waktu loading yang sedikit lebih lama.
Dalam penggunaan aplikasi berat seperti CapCut, terjadi perlambatan yang terlihat dengan waktu loading yang tertunda untuk footage. Ada juga perlambatan ringan selama multitasking berat dan beralih antar berbagai aplikasi.
Untuk gamer hardcore yang mengutamakan performa maksimal atau ingin bermain game AAA mobile dengan pengaturan ultra, tablet ini jelas bukan pilihan yang tepat. Namun untuk gaming santai atau game ringan hingga menengah, performanya masih acceptable.
2. Pengisian Daya 18W Terasa Lambat untuk Baterai 8000 mAh
Meskipun baterai 8000 mAh memberikan daya tahan luar biasa, kecepatan charging hanya 18W terasa sangat lambat untuk kapasitas sebesar ini. Berdasarkan pengalaman Hitech Century, mengisi baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, yang cukup lama untuk standar modern.
Beberapa tablet atau smartphone dengan baterai lebih kecil di kisaran 5000 hingga 6000 mAh sudah menggunakan fast charging 30W, 45W, atau bahkan 65W yang bisa mengisi penuh dalam waktu sekitar 1 jam atau kurang. Dengan rasio watt terhadap kapasitas baterai yang lebih baik, pengalaman charging akan jauh lebih cepat.
3. Refresh Rate Hanya 60 Hz, Bukan High Refresh Rate

Berbeda dengan banyak tablet modern yang sudah mengadopsi high refresh rate 90Hz atau 120Hz, Infinix XPAD Edge masih menggunakan refresh rate standar 60Hz.
Untuk penggunaan produktivitas seperti menulis dokumen, browsing, atau menonton video, refresh rate 60Hz sebenarnya sudah cukup dan tidak terlalu terasa perbedaannya. Namun untuk scrolling yang sangat mulus atau gaming yang mendukung frame rate tinggi, perbedaannya akan lebih terlihat.
Untuk kelas harganya seharusnya refresh rate-nya bisa lebih tinggi.
Simpulan
Infinix XPAD Edge menawarkan paket value for money yang sangat menarik di harga Rp4 jutaan. Layar jumbo 13.2 inci dengan rasio 3:2 ideal untuk produktivitas, paket lengkap dengan keyboard case berkualitas dan stylus. Desain, baterai, dan fitur produktivitas ala PC juga jadi kelebihan lain dari tablet. Tentu juga jangan lupakan konektivitas 4G LTE-nya.
Namun, tablet ini punya beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, soal performanya yang kurang oke untuk harga Rp4 jutaan, charging yang lambat, dan refresh rate yang seharusnya bisa lebih tinggi lagi.
Infinix XPAD Edge sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, atau siapapun yang membutuhkan tablet produktivitas dengan layar besar, keyboard dan stylus termasuk, serta konektivitas 4G untuk mobilitas tinggi. Namun, bagi gamer yang memprioritaskan performa maksimal, ada pilihan lain yang lebih sesuai di kisaran harga yang sedikit lebih tinggi.
