carisinyal-web-banner-retina 35

6 Kelebihan dan Kekurangan INOI A35 Adventure

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Pernah dengar brand INOI? Kalau belum, sih, wajar karena brand ini memang baru lahir pada 2016, lalu debut di Indonesia pada Maret 2025. INOI punya kantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Namun, perancangan desain dilakukan di Prancis, sedangkan proses manufaktur produk di Shenzen, Tiongkok. Dalam debutnya di Indonesia, INOI membawa tiga perangkat. Ada tablet INOI Tab 2, serta dua ponsel INOI A75 Elegance dan INOI A35 Adventure.

Yang kali ini akan saya bahas adalah INOI A35 Adventure. Ponsel ini mengisi kelas entri dan dijual dengan harga rilis Rp1.299.000. Satu hal yang menarik dari HP ini yakni pakai SoC UNISOC Tiger T606. SoC itu punya dua core performa, sebuah jaminan bahwa INOI A35 bakal ngacir untuk penggunaan sehari-hari.

Lalu ia juga memiliki garansi 777 hari. Hingga HP ini rilis, tak ada brand lain yang menandingi masa garansinya. Tentunya masih ada banyak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sang ponsel. Baca artikel ini sampai akhir untuk mengetahuinya.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Layar 90 Hz yang kualitas visualnya bagus.
Desain perlu ciri khas.
Pakai SoC UNISOC Tiger T606 dan penyimpanan UFS.
Slot kartu SIM hybrid, tidak ada NFC dan fast charging.
Hasil foto lumayan, ada mode malam.
Tidak dapat pembaruan OS.
Baterai 5000 mAh yang cukup awet.
Sensor cukup lengkap, kecuali giroskop.
Paket penjualan lengkap, garansi 777 hari.

Spesifikasi INOI A35 Adventure

INOI A35 Adventure
Layar IPS LCD 6.56 inci
Chipset UNISOC T606
RAM 4 GB
Memori Internal 128 GB
Baterai Li-Po 5000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok

Kelebihan INOI A35 Adventure

INOI A35 Advanture bisa jadi opsi yang perlu Anda pertimbangkan. Dengan harga Rp1 jutaan, HP ini mampu memenuhi berbagai keperluan berkat kelebihan-kelebihannya.

1. Layar 90 Hz yang Kualitas Visualnya Bagus

INOI A35

INOI A35 Adventure mengandalkan layar IPS sebesar 6,56 inci. Ukurannya sudah pas buat standar masa kini. Layar waterdrop dengan resolusi HD+ tersebut mampu memberikan pengalaman visual yang cukup menyenangkan.

Sebagaimana yang dijelaskan Legawa Gadget, layar INOI A35 Adventure sudah cukup bagus di kelas harganya. Alasannya, tampilan warnanya menyala (pop up), gambarnya tajam, serta responsif karena mendukung refresh rate 90 Hz.

Kualitas tampilan layar INOI A35 Adventure yang bagus juga diakui oleh kanal YouTube M.A Tech. Disebutkan bahwa kualitas layar si ponsel selevel dengan ponsel-ponsel dari grup BBK (vivo, realme, OPPO). Bahkan saat dibandingkan dengan Redmi A5, layar INOI A35 Adventure ternyata lebih cerah.

Hanya saja, kalau ingin menonton film Netflix, layarnya belum bisa tampilkan resolusi HD. Hal ini lantaran INOI A35 Adventure belum punya sertifikasi Widevine L1.

Adapun layar INOI A35 Advanture sudah mendukung 10 sentuhan. Hal ini merupakan kabar bagus buat sebagian gamers yang perlu menekan beberapa tombol dalam sekali waktu.

2. Pakai SoC UNISOC Tiger T606 dan Penyimpanan UFS

INOI A35

Sebagaimana yang sudah saya jelaskan di paragraf pembuka, INOI A35 menggunakan SoC UNISOC Tiger T606. SoC 12 nm ini bukan barang baru. Ia dirilis pada September 2021. Namun, untuk ukuran HP low end, Tiger T606 masih cukup relevan.

SoC ini memiliki CPU dengan dua core performa dan enam core efisiensi. Core performanya berupa Cortex A75 1,61 GHz, sedangkan core efisiensinya adalah Cortex A55 1,61 GHz. GPU yang dipakai adalah Mali-G57 MP1.

Keberadaan core performa menjadi alasan pertama kenapa performa INOI A35 Adventure cukup oke. Alasan keduanya adalah ternyata penyimpanan internalnya pakai UFS. Ya, UNISOC Tiger T606 memang mendukung penyimpanan UFS. Hanya saja, INOI tak memberi tahu UFS versi berapa yang dipasang di HP ini.

Kalau berdasarkan pengujian yang dilakukan kanal YouTube Review Gadget, kecepatan tulis sekuensialnya mencapai 240,6 MB/s, sedangkan kecepatan baca sekuensialnya 595,5 MB. Maka kira-kira ia pakai UFS 2.2. Kapasitas penyimpanan internal yang dipakai INOI A35 Adventure adalah 128 GB.

Gabungan SoC UNISOC T606, penyimpanan UFS, dan RAM 4 GB LPDDR4X menghasilkan skor AnTuTu v10 sebesar 260.881. Skor yang layak buat kelas harganya. Begitu juga dengan skor Geekbench 6-nya yang mencapai 384 untuk skenario single-core, dan 1.313 buat multi-core.

Untuk pemakaian sehari-hari sebenarnya masih oke. Hanya saja, berdasarkan pengalaman Review Gadget, ada lag saat buka-tutup aplikasi, ataupun scrolling di media sosial. Masalah lain juga timbul ketika HP ini menjalankan beberapa gim, termasuk Mobile Legends dan Free Fire.

INOI A35 Adventure mampu mencetak rerata frame rate di angka 40-an fps di dua gim itu. Hanya, frame rate kurang stabil selama sesi berlangsung. Isu performa yang dialami HP ini saya pikir ada di optimasi, mengingat dari segi hardware sudah memadai.

UNISOC T606 bukan SoC yang buruk, lebih-lebih disokong penyimpanan UFS. Karena itu, INOI mesti cepat-cepat berikan update software buat optimalkan performa INOI A35 Adventure.

3. Hasil Foto Lumayan, Ada Mode Malam

INOI A35

Knfigurasi kamera INOI A35 Adventure cukup sederhana. Di belakang ada kamera utama 50 MP (autofokus), lensa monokrom, dan lampu flash. Di depan ada kamera selfie 5 MP.

Kamera utama mampu merekam video hingga resolusi Full HD (1080p) 30 fps, sedangkan kamera selfie-nya mentok di 720p 30 fps. Dari beberapa sampel yang dipamerkan para reviewer, saya menilai HP ini bisa hasilkan foto yang lumayan.

Tentunya foto diambil saat kondisi pencahayaan mencukupi seperti di siang hari yang cerah. Warna dan ketajaman oke, rentang dinamisnya pun cukup luas. Hasil foto dengan mode potret lumayan bisa dinikmati.

Untuk foto di malam hari, Anda bisa memanfaatkan mode malam. Mode malam membuat foto terlihat masih cukup jelas, meskipun peningkatan kualitasnya tak terlalu signifikan.

Soal rekaman video, hasilnya cukup untuk kelasnya. Masih ada banyak keterbatasan yang dimilikinya perihal ini. Pertama, video kamera selfie-nya tak setajam kamera utama. Kedua, penguncian fokus di kamera utama kurang sip kalau sedang merekam objek dengan jarak dekat.

Ketiga, fitur penstabilan ada. Namun, karena mengandalkan giroskop software, fitur tersebut malah bikin video jadi patah-patah. Akhirnya fitur ini jadi tak berguna.

4. Baterai 5000 mAh yang Cukup Awet

INOI A35

INOI A35 Adventure dibekali baterai berkapasitas 5000 mAh. Kapasitas yang lumrah karena banyak HP dengan baterai segitu. Pertanyaannya, sejauh mana HP ini bisa bertahan dengan baterai 5000 mAh yang dimilikinya?

Berdasarkan pengujian kanal YouTube Review Gadget, INOI A35 Adventure berhasil mengemas skor ketahanan 12 jam 56 menit melalui aplikasi tes PCMark Work 3.0 battery life. Skornya memang bukan yang terbaik karena saya pernah memakai HP yang bisa tembus 13 jam 47 menit di pengujian serupa.

HP tersebut adalah POCO M4 Pro yang punya baterai 5000 mAh juga. Namun, skor ketahanan 12-13 jam tak jauh beda. Maka dari itu, INOI A35 Adventure saya kira cukup memadai untuk penggunaan sehari penuh.

5. Sensor Cukup Lengkap, Kecuali Giroskop

INOI A35

INOI A35 Adventure tak punya sensor giroskop fisik. Yang ada adalah giroskop virtual alias software. Adalah hal yang lumrah buat HP di bawah Rp1,5 juta. Tidak adanya sensor ini menjadi alasan kenapa penstabilan rekaman video di HP ini tidak bagus.

Namun, di luar giroskop, ternyata INOI A35 Adventure punya sensor yang cukup lengkap. Sensor sidik jari ada di tombol power. Akselerometer, proksimitas, dan cahaya ada. Sensor kompas yang berguna untuk menentukan arah mata angin pun tersedia.

Anda tak perlu bingung, sekalipun dalam perjalanan ke kawasan yang asing. Untuk menemani perjalanan Anda, INOI menyediakan hiburan gratis berupa dukungan radio FM di HP ini. Colokkan saja earphone ke audio jack 3.5 mm sang HP, aplikasi radio FM pun siap memutar siaran.

6. Paket Penjualan Lengkap, Garansi 777 Hari

INOI

Isi boks INOI A35 Adventure serba ada. Tak cuma unit ponsel dan kabel USB C yang akan diperoleh konsumen. Namun, terdapat pula kepala charger 10 Watt, SIM ejector, case, screen protector yang sudah terpasang di layar, serta lembar petunjuk penggunaan beserta informasi lokasi service center.

Menariknya, case yang disertakan bukan yang tipe soft. Ia adalah hardcase bening yang punya sifat keras. Baik softcase dan hardcase pada dasarnya sama-sama berguna untuk melindungi ponsel dari benturan.

Namun, menyertakan hardcase tampaknya belum jadi hal yang wajar di kelas entri. Sebagian orang mungkin akan lebih senang dengan hardcase karena rasanya lebih kokoh.

INOI A35 juga mendapatkan garansi 777 hari. Garansi sepanjang itu menjadi ciri khas brand INOI dan belum ada duanya saat mereka datang ke Indonesia.

Kekurangan INOI A35

Akan selalu ada hal yang dikorbankan pada smartphone kelas entri. Bagaimanapun, produsen mesti putar otak agar jualannya tetap laku, sekalipun dengan margin tipis. Nah, hal itu membuat beberapa fitur mungkin jadi kurang menarik.

1. Desain Perlu Ciri Khas

INOI A35

Saya sebetulnya suka dengan bagaimana INOI memperhatikan detail-detail kecil. Misalnya, tombol power HP ini dipoles dengan warna ungu. Frame HP INOI A35 pun didesain dengan finishing matte yang tak licin.

Hanya, INOI perlu melakukan eksplorasi lebih jauh dalam mendesain produknya. Mereka harus berani beda dengan ciri khas desainnya sendiri. Itu penting agar INOI punya identitas yang bisa menarik atensi dan dikenang oleh banyak orang.

Yang saya lihat, INOI masih sekadar meniru. Dalam kasus INOI A35, desain modul kamera belakangnya sangat terinspirasi iPhone. Hal itu tak bisa dibantah lagi karena HP ini punya tiga bulatan "boba" dengan penataan seperti segitiga.

2. Slot Kartu SIM Hybrid, Tidak Ada NFC dan Fast Charging

INOI A35

INOI A35 menggunakan slot kartu dual SIM hybrid. Ada dua slot yang bisa diisi dengan format: 1 kartu SIM + 1 kartu microSD atau 2 kartu SIM sekaligus. Anda mesti memilih, mau pakai dua nomor atau lebih mementingkan penyimpanan eksternal.

Di harga sejutaan, biasanya produsen masih membekali produknya dengan triple slot, yang bisa menampung dua kartu SIM dan satu kartu microSD. Namun, INOI A35 lain.

Pemangkasan berlanjut pada tidak adanya NFC dan dukungan fast charging. NFC bukan barang wajib buat HP low end. Akan tetapi, keberadaannya mungkin bakal membuat INOI A35 bisa lebih diperhitungkan.

Terakhir soal fast charging yang absen. Saya sebenarnya berharap INOI A45 tetap punya fast charging, paling tidak 18 Watt. Namun, daya maksimal yang bisa ditampung sang ponsel cuma 10 Watt.

Alhasil ngecas baterainya tergolong lama. Baterai bisa full perlu waktu ngecas nyaris 3 jam, atau lebih tepatnya 2 jam 45 menit menurut kanal Review Gadget. Caslah HP ini di malam hari menjelang tidur agar tidak terburu-buru saat pagi.

3. Tidak Dapat Pembaruan OS

Android 14

INOI A35 Adventure sayangnya tak memperoleh pembaruan versi OS. Ia akan mentok di Android 14. Namun, INOI menjanjikan pembaruan security patch selama 2 tahun. HP ini jelas tidak akan menerima fitur-fitur baru dari versi teranyar Android.

Namun, peluang INOI A35 tetap lancar tetap ada berkat jaminan pembaruan security patch. Saat HP ini rilis di Indonesia, security patch-nya sudah memakai edisi April 2025.

Sistem operasi Android 14 yang dipakai INOI A35 tidak neko-neko. Tampilannya sederhana khas Android murni, tetapi ada bloatware yang cukup banyak. Untungnya, sebagian besar bisa di-uninstall.

Simpulan

Kekhawatiran sebagian orang mendapatkan HP "kentang" di harga Rp1 jutaan kecil mestinya sudah tak lagi relevan. Pasalnya, produsen mulai sadar bahwa orang-orang dengan bujet mepet juga perlu HP yang enak dipakai. INOI A35 Adventure pun menjadi salah satu contohnya.

HP ini hadir dengan tidak asal-asalan. Adanya garansi 777 hari pun bisa meyakinkan calon konsumen bahwa INOI memang serius. Sekalipun ada masalah, orang bisa membawanya ke service center bahkan di tahun kedua pemakaian produk.

Masalah terbesar INOI A35 Adventure saya kira hanya soal optimasi. Jika INOI mampu memberikannya via update software, beberapa masalah seperti performa dan kemampuan kamera mestinya dapat teratasi.

INOI A35 tetap layak dan patut diapresiasi. Terutama HP ini merupakan upaya pertama INOI yang berani masuk ke segmen Rp1 jutaan, segmen dengan persaingan cukup ketat di Indonesia. Mari kita ucapkan selamat datang kepada INOI dan berharap ke depan akan ada produk-produk yang lebih menarik.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross