9 Kelebihan dan Kekurangan itel City 200
itel Indonesia resmi menghadirkan itel City 200 pada Februari 2026 sebagai penerus itel City 100 yang lebih dulu meluncur pada Mei 2025. Pendahulunya dikenal cukup laris karena menawarkan spesifikasi menarik di harga Rp1 jutaan, mulai dari layar lega sampai pilihan RAM besar.
Kini giliran itel City 200 yang mencoba melanjutkan kesuksesan tersebut. Namun alih-alih fokus ke performa, itel membawa pendekatan berbeda lewat durabilitas tinggi, layar 120 Hz, serta fitur-fitur unik seperti UltraLink dan infrared.
Lantas, apakah itel City 200 mampu mengulang pencapaian pendahulunya, atau justru hadir dengan terlalu banyak kompromi? Langsung saja simak kelebihan kekurangannya berikut ini.
Spesifikasi itel City 200

| Layar | IPS LCD 6.78 inci |
| Chipset | UNISOC T7250 |
| RAM | 4 GB, 6 GB |
| Memori Internal | 128 GB, 256 GB |
| Baterai | Li-Po 5200 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan itel City 200
1. Durabilitas Baik

Soal ketahanan, itel City 200 punya modal yang cukup meyakinkan. HP ini sudah mengantongi sertifikasi IP65, yang artinya bodinya tahan debu sepenuhnya serta sanggup menghadapi semprotan air dari berbagai arah. Buat yang sering beraktivitas di luar ruangan, kerja lapangan, atau sekadar ingin HP yang tidak gampang panik kena cipratan air, fitur ini jelas terasa manfaatnya.
Tidak berhenti sampai di situ, itel juga membekali City 200 dengan sertifikasi MIL-STD-810H. Ini merupakan standar uji ketahanan militer Amerika Serikat yang menguji perangkat di berbagai kondisi ekstrem. Mulai dari benturan, guncangan, getaran, suhu ekstrem, sampai lingkungan dengan kelembapan tinggi, semuanya sudah dilewati.
Bahkan, itel mengklaim ponsel ini masih aman saat terjatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter tanpa mengalami kerusakan berarti. Jadi, bukan cuma tahan debu dan air, tapi juga cukup siap menghadapi insiden jatuh yang sering terjadi dalam pemakaian sehari-hari.
Menariknya lagi, semua perlindungan ini dikemas dalam bodi unibody Metallic Deco setebal sekitar 7,45 mm. Di tangan terasa kokoh, tapi tetap ramping dan tidak bulky. Untuk HP di harga Rp 2 jutaan, kombinasi desain tipis dan durabilitas seperti ini jelas jadi nilai plus yang jarang ditemui.
2. Desain Tipis dengan Sentuhan Premium

itel City 200 hadir dengan desain yang cukup mencuri perhatian untuk ukuran HP Rp1 jutaan. Ketebalannya hanya sekitar 7,45 mm, tergolong sangat tipis jika mengingat kapasitas baterainya mencapai 5.200 mAh. Frame datar yang dipadukan dengan sudut melengkung halus membuatnya tetap nyaman digenggam, baik saat dipakai satu tangan maupun dua tangan.
Meski masih menggunakan material polikarbonat, itel memberi finishing Metallic Deco dengan efek glossy yang membuat bodinya terlihat seperti logam. Hasilnya, tampilannya jadi terasa lebih elegan dan tidak tampak murahan.
Bagian belakangnya mengusung modul kamera yang simpel dan rapi. Menariknya, penempatan infrared dibuat jujur dengan ukuran berbeda dari kamera, jadi tidak sekadar gimik visual. Di bagian depan, itel City 200 sudah memakai desain punch hole, meninggalkan gaya waterdrop notch lama. Bezel kiri dan kanan juga terbilang tipis untuk kelas harganya, meski bagian atas dan dagu masih agak tebal.
Soal tampilan, logo “itel” baru di bodi belakang memberi kesan lebih segar, sementara pilihan warna seperti ungu muda (Vibe Purple/Lilac) terlihat kekinian dan cukup eye-catching.
Sebagai bonus untuk pembeli awal, itel juga sempat menghadirkan varian Limited Edition Box Set yang dijual terbatas. Paket ini menyertakan kaos atau jersey eksklusif, unit itel City 200 dengan sertifikasi MIL-STD-810H, serta bonus smartwatch dan earbuds. Dibanding versi reguler, isinya jelas lebih lengkap, jadi cocok buat kamu yang ingin dapat nilai lebih saat pertama kali membeli itel City 200.
3. Fitur UltraLink untuk Telepon Tanpa Sinyal Seluler

Salah satu fitur paling menarik di itel City 200 adalah UltraLink Free Call. Ini bukan sekadar tambahan biasa, karena lewat fitur ini pengguna bisa melakukan panggilan suara, mengirim voice memo, bahkan bertukar pesan teks tanpa perlu sinyal seluler maupun koneksi internet.
Sistemnya memanfaatkan koneksi Bluetooth jarak jauh antar sesama perangkat itel. Dalam kondisi ideal di area terbuka, jaraknya diklaim bisa tembus hingga 2 km. Artinya, kamu tetap bisa berkomunikasi meski berada di daerah tanpa sinyal, atau saat pulsa habis tapi perlu menghubungi orang terdekat yang memakai HP itel juga.
Fitur ini terasa sangat relevan buat pengguna di wilayah dengan jaringan kurang stabil, pekerja lapangan, sampai mereka yang hobi bepergian ke luar kota atau area terpencil. Jadi bukan cuma gimmick, UltraLink benar-benar punya fungsi nyata di situasi tertentu.
4. Kamera 50 MP dengan Dukungan AI dan Rekaman Video 2K

itel City 200 mengandalkan kamera utama 50 MP sebagai senjata utama di sektor fotografi. Resolusi ini memberi keleluasaan lebih saat memotret, terutama di kondisi cahaya yang cukup, karena detail gambar masih bisa terjaga dengan baik dan warna terlihat cukup hidup.
Supaya hasilnya makin optimal, itel City 200 juga dibekali berbagai fitur berbasis AI. Sistem kamera akan otomatis mengenali objek dan menyesuaikan pengaturan sesuai kondisi scene. Ada pula AI beautify untuk selfie, serta HDR otomatis yang membantu menjaga keseimbangan cahaya saat memotret di area terang dan gelap sekaligus.
Bukan cuma foto, kemampuan videonya juga patut diapresiasi. Kamera belakangnya sudah mendukung perekaman hingga resolusi 2K@30fps, cukup jarang ditemui di HP Rp1j jutaan.
Buat yang suka merekam momen atau bikin konten sederhana, kualitas video seperti ini jelas jadi nilai tambah.
Fitur Dual Video turut hadir, memungkinkan perekaman kamera depan dan belakang secara bersamaan dalam satu tampilan picture-in-picture. Sementara kamera depan 8 MP dengan desain punch hole siap menunjang kebutuhan selfie maupun video call.
Dengan kombinasi resolusi besar, fitur AI, dan dukungan video 2K, sektor kamera itel City 200 terasa cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan harian.
5. Layar Lega 6,78 Inci dengan Refresh Rate 120 Hz

Kelebihan selanjutnya yang langsung terasa dari itel City 200 ada di sektor layarnya. HP ini dibekali panel IPS LCD berukuran 6,78 inci yang terasa sangat lapang untuk berbagai aktivitas, mulai dari nonton video, scrolling media sosial, sampai membaca artikel panjang. Ukurannya bikin pengalaman pakai terasa seperti memegang mini tablet.
Nilai jual utamanya ada pada dukungan refresh rate 120 Hz. Di kelas harga Rp 2 jutaan, fitur ini jelas tergolong istimewa. Pergerakan layar jadi terasa jauh lebih mulus dan responsif, baik saat pindah menu, main game kasual, maupun sekadar browsing. Sebagai pembanding, masih banyak ponsel di segmen yang sama yang mentok di 60 Hz, atau maksimal 90 Hz saja.
Soal visibilitas luar ruangan juga cukup meyakinkan. Layarnya punya tingkat kecerahan hingga 700 nits, ditambah fitur Outdoor Booster, sehingga konten masih tetap terlihat jelas meski dipakai di bawah sinar matahari. Rasio kontras 1500:1 dan gamut warna 72% NTSC ikut membantu tampilan terlihat lebih hidup untuk kelas harganya.
Desain kamera depan sudah mengusung model punch hole di pojok kiri atas, membuat area layar terasa lebih modern dan lega. Ada juga fitur Dynamic Bar 2.0 yang menampilkan notifikasi penting secara ringkas, serta Always-on Display untuk melihat jam dan informasi dasar tanpa harus menyalakan layar penuh.
Sebagai pelengkap, itel City 200 turut menyematkan DTS Sound, yang membuat pengalaman nonton film atau dengar musik terasa lebih imersif, apalagi kalau dipadukan dengan layar besarnya.
6. Sudah Dilengkapi NFC dan Infrared

itel City 200 sudah dibekali NFC, fitur yang makin relevan di era pembayaran digital. Dengan NFC, kamu bisa melakukan transaksi non-tunai, cek saldo kartu, sampai berbagi data cukup dengan mendekatkan ponsel ke perangkat lain yang mendukung.
Untuk HP di harga Rp1 jutaan, keberadaan fitur ini jelas terasa spesial karena masih banyak pesaing di kelas yang sama belum menyertakannya.
itel City 200 juga membawa infrared yang memungkinkan ponsel ini dipakai sebagai remote universal. Mulai dari TV sampai AC bisa dikontrol langsung dari HP, tanpa perlu remote tambahan.
Kombinasi NFC dan infrared membuat itel City 200 terasa makin praktis untuk penggunaan sehari-hari, apalagi fitur seperti ini biasanya lebih sering ditemukan di ponsel dengan harga lebih tinggi.
Kekurangan itel City 200
1: Performa Cukup untuk Harian, Kurang Ideal buat Game dan Multitasking
Sumber: GontaGantiHapeitel City 200 mengandalkan chipset UNISOC T7250 berbasis fabrikasi 12 nm dengan konfigurasi octa-core. Dua inti Cortex-A75 (1,8 GHz) bertugas menangani performa, sementara enam inti Cortex-A55 (1,6 GHz) fokus ke efisiensi daya, ditemani GPU Mali-G57 MP1.
Untuk pemakaian ringan sampai menengah, kombinasi ini sebenarnya masih aman. Aktivitas seperti scrolling media sosial, nonton di YouTube atau Netflix, sampai video call bisa dijalankan tanpa drama berarti. Jadi kalau kebutuhanmu sebatas harian, performanya masih terasa cukup.
Masalah mulai terasa saat dipakai main game atau multitasking agak berat. Game kasual seperti Mobile Legends atau Among Us masih bisa dimainkan dengan cukup nyaman.
Tapi ketika diajak menjalankan judul yang lebih berat seperti PUBG Mobile atau Genshin Impact, performanya mulai kewalahan, apalagi di setelan grafis tinggi. Frame rate bisa naik turun, dan potensi lag di momen penting cukup terasa.
Keterbatasan lain datang dari kapasitas RAM. itel City 200 di Indonesia hanya tersedia dengan RAM 4 GB. Di standar gaming mobile sekarang, angka ini sudah tergolong pas-pasan. Beberapa game modern saja bisa memakan lebih dari 2 GB RAM, belum ditambah sistem dan aplikasi latar belakang.
Dampaknya, pengguna bisa lebih sering menemui lag, aplikasi tertutup sendiri, atau respons yang melambat saat membuka banyak aplikasi sekaligus.
2 Storage Pakai eMMC

Salah satu penurunan paling terasa di itel City 200 ada di sektor memori. Berbeda dengan itel City 100 yang sudah memakai storage UFS, City 200 justru kembali menggunakan eMMC yang kecepatannya lebih lambat. Dampaknya, membuka aplikasi terasa sedikit lebih lama dan respons sistem tidak secepat yang seharusnya.
Penurunan ini juga terjadi pada kapasitas RAM. Seri sebelumnya sempat hadir dengan pilihan RAM 6 GB dan 8 GB, sementara itel City 200 hanya tersedia dengan RAM 4 GB. Ruang multitasking pun jadi lebih sempit, apalagi untuk penggunaan yang agak berat.
Kemungkinan besar ini dilakukan demi menekan harga agar tetap di kisaran Rp1 jutaan. Namun, kompromi tersebut membuat itel City 200 terasa kurang progresif dibanding pendahulunya.
3. Baterai Cenderung Standar

itel City 200 dibekali baterai 5.200 mAh yang secara kapasitas sebenarnya sudah cukup besar. itel bahkan mengklaim baterainya dirancang tahan hingga 1.600 siklus pengisian, setara pemakaian sekitar empat tahun. Dari sisi daya tahan, ini jelas jadi nilai plus.
Namun kalau melihat tren di kelas Rp1 jutaan, kapasitas segini sebenarnya sudah cukup umum, apalagi dipadukan dengan layar HD+. Beberapa kompetitor bahkan menawarkan efisiensi yang lebih baik dengan kapasitas serupa.
Yang terasa kurang adalah pengisian dayanya yang masih mentok di 18 watt. Dengan kecepatan ini, waktu cas dari kosong sampai penuh bisa tembus dua jam lebih. Buat pengguna yang punya mobilitas tinggi, kondisi ini tentu kurang praktis, terutama saat butuh isi daya cepat di tengah aktivitas.
4. Speaker Mono
Di sektor audio, itel City 200 hanya dibekali satu speaker atau mono yang terletak di bagian bawah bodi. Memang sudah ada dukungan DTS Sound untuk membantu mengoptimalkan suaranya, tapi tetap saja karakter audio dari satu speaker terasa terbatas.
Dibandingkan speaker stereo yang menghasilkan efek suara lebih luas dan imersif, output dari itel City 200 cenderung terdengar lebih datar karena semua suara keluar dari satu sisi.
Simpulan
itel City 200 bukan tipe ponsel yang mengejar performa tinggi, tapi lebih menonjolkan ketahanan dan kelengkapan fitur. Dengan IP65 dan MIL-STD-810H, HP ini punya daya tarik kuat buat pengguna yang butuh perangkat tangguh. Layar 120 Hz yang luas, NFC, infrared, sampai fitur UltraLink ikut memperkaya nilai jualnya di kelas Rp1 jutaan.
Di sisi lain, ada beberapa kompromi yang perlu dipahami. Performa hanya pas untuk penggunaan ringan, RAM terbatas, storage masih eMMC, serta pengisian daya yang belum tergolong cepat. Speaker mono juga membuat pengalaman multimedia terasa biasa saja.
Artinya, itel City 200 lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan dan fitur praktis ketimbang performa gaming atau hiburan kelas berat. Selama ekspektasinya tepat, HP ini tetap menawarkan paket yang menarik di segmennya.
