10 Kelebihan dan Kekurangan Mac Mini yang Perlu Anda Tahu

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Banyak kreator konten yang merasa terbantu dengan komputer bikinan Apple, entah itu iMac atau MacBook. Produk komputer dari Apple jadi pilihan utama para kreator konten tidak lain karena performa oke, stabil, dan kemampuan grafisnya yang sip. Pekerjaan serius seperti mengedit foto, mendesain poster, sampai rendering video bisa diatasi tanpa masalah berarti.

Komputer Apple tidak hanya 'berjualan spesifikasi' seperti komputer Windows. Namun, mereka menawarkan sebuah keseragaman ekosistem yang mampu menjamin pengalaman terbaik dan kenyamanan bagi si pengguna. Ekosistem yang dimaksud adalah adanya integrasi antara software dan hardware. Bahkan, Apple punya standar tinggi buat aplikasi pihak ketiga yang ingin mendukungnya.

Di sisi lain, orang yang punya mobilitas tinggi tentu bakal mustahil menenteng komputer desktop iMac ke mana-mana. Sedangkan membawa laptop MacBook Pro yang bisa dimasukkan tas punggung masih kurang ringkas. Itulah mengapa Apple meluncurkan komputer mungil Mac Mini sejak 2005. Dengan ukuran panjang x lebar tidak lebih dari penggaris 30 cm, Mac Mini sangat kompak.

November 2020 Apple meluncurkan generasi kelima Mac Mini dengan prosesor terbarunya, Apple M1. Untuk diketahui, Mac Mini generasi kelima ini adalah salah satu lini produk Apple pertama yang memakai prosesor bikinan sendiri.

Sebelumnya, Apple selalu memercayakan prosesor Intel sejak kemunculan generasi kedua Mac Mini (2006). Mungkin Anda akan penasaran sehebat apa kemampuan Mac Mini dengan prosesor Apple M1, dan seberapa worth it untuk dimiliki. Oleh sebab itu, simak ulasan kelebihan dan kekurangannya berikut:

Spesifikasi Mac Mini

(sumber: apple.com)
  • Prosesor: System on Chip Apple M1 (8 core: 4 core kencang + 4 core efisiensi; neural engine 16 core) 3,2 GHz, berbasis ARM 5 nm
  • Kartu Grafis: GPU terintegrasi 8 core dengan luaran 2,6 teraflop, 1278 MHz
  • RAM: 8 GB atau 16 GB LPDDR4X-4266 MHz SDRAM (unified memory)
  • Storage: SSD 256 GB, 512 GB, 1 TB, atau 2 TB
  • Konektivitas: WiFi 6 (802.11ax) kompatibel dengan IEEE 802.11a/b/g/n/ac, Bluetooth 5.0
  • Port: 1 Ethernet (RJ-45), 1 HDMI 2.0, 2 Thunderbolt/USB-A (USB 4 + USB 3.1 gen 2), jek audio 3,5 mm, colokan adaptor
  • Konsumsi Daya Maksimum: 39 Watt
  • Dimensi dan Bobot: 19,7 x 19,7 x 3,6 cm; 1,2 kg

Kelebihan Mac Mini

Bentuk yang ringkas sebagaimana para pendahulunya bukan satu-satunya faktor kelebihan dari Mac Mini. Ada banyak hal yang membuat perangkat mungil ini menarik. Apa saja itu? Mari kita bahas satu per satu.

1. Performa Mantap

(sumber: apple.com)

Komputer Windows boleh lebih dahulu mengadopsi prosesor berbasis ARM. HP Envy X2 yang diperkenalkan ke publik pada 2017 adalah salah satunya. Namun, hingga artikel ini ditulis, tak ada satu pun komputer Windows berbasis ARM yang performanya mampu mengungguli komputer Apple dengan chipset M1.

Salah satu masalah terbesarnya adalah, komputer Windows dengan prosesor ARM belum terlalu lihai melakukan emulasi software berarsitektur x86. Karena itu, M1 merupakan awalan yang bagus buat Apple untuk bisa melepaskan ketergantungan terhadap Intel pada masa mendatang.

Chris Welch dari The Verge pun mengakui bahwa performa Mac Mini dengan chip Apple M1 benar-benar hebat. Menurut pengalaman Welch, Mac Mini mampu menjalankan aplikasi berarsitektur x86 (yang dirancang buat prosesor Intel) dengan cukup baik.

Aplikasi yang dia coba adalah Lightroom Classic, Plex, dan Google Chrome dengan lusinan tab. Rahasia kemampuan keren chipset M1 ini ternyata ada pada software emulasi Apple Rosetta 2. Ketika pertama kali akan meng-install aplikasi x86, pengguna akan terlebih dahulu diminta mengunduh software Apple Rosetta 2 lalu memasangnya.

Di samping Rosetta 2, hal yang membuat Mac Mini dengan chip M1-nya stabil adalah sistem operasi terbaru, macOS Big Sur. Lewat sistem operasi ini, Apple merancang seluruh aplikasi dengan label Apple teroptimasi secara universal. Artinya, mau dipasang di perangkat Apple mana pun, sebuah aplikasi tetap lancar digunakan. Hal ini membuat Mac Mini bisa menjalankan aplikasi iOS.

Sementara itu, menurut pengalaman Matt Hanson dari Tech Radar, mengedit video 8K dengan Final Cut Pro sambil membuka banyak aplikasi lain tak membuat Mac Mini ngos-ngosan. Performanya tetap lancar, sebuah kabar baik buat desainer maupun videografer.

Tidak lengkap rasanya jika tak menyertakan hasil uji software benchmark sintetis. Tes pertama yakni menggunakan software Geekbench 5 untuk menguji kemampuan prosesornya. Matt Hanson menyebut skor singlecore yang dihasilkan chip M1 menyentuh angka 1754, dengan multicore 7676. Adapun unit yang diuji Hanson adalah varian termurah (RAM 8 GB, SSD 256 GB).

Sumber: laptopmag.com
(sumber: laptopmag.com | Shubham Agarwal)

Sementara itu, dengan varian yang sama, Shubham Agarwal dari Laptop Mag mendapat skor mirip: 1706 untuk singlecore. Skor singlecore chip M1 di Mac Mini berada di urutan teratas, mengungguli Mac Mini 2018 (generasi keempat).

Bahkan sedikit lebih tinggi ketimbang MacBook Pro (13 inci) dan Mac Book Air 2020 yang sama-sama punya chip M1. Posisi teratas tidak berubah dalam pengujian multicore. Kata Agarwal, skor Mac Mini juga lebih tinggi ketimbang MacBook Pro (16 inci) yang memakai prosesor Intel Core i9 delapan inti.

Kemudian, dalam uji dengan software Cinebench R23 yang dilakukan oleh Matt Hanson, skor yang didapat adalah 1.515 (singlecore) dan 7755 (multicore). Shubham Agarwal pun dapat skor yang tak jauh beda, yaitu 1509 (singlecore) dan 7741 (multicore). Angka-angka ini menandakan prosesor delapan inti yang ada di chip M1 punya performa mantap!

Selanjutnya, tes yang tidak kalah penting adalah kemampuan prosesor melakukan rendering video. Software pertama yang digunakan adalah Handbrake 1.4 yang ramah buat prosesor M1. Berdasarkan tes yang dilakukan Agarwal, Mac Mini sanggup mengubah video 4k menjadi video 1080p dalam waktu 8 menit. Menurut Agarwal, jangka waktu itu lebih cepat daripada rata-rata komputer mini lainnya.

1 234»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram