11 Kelebihan dan Kekurangan Motorola Moto G57 Power 5G
Motorola Indonesia menghadirkan seri G Power lagi di Tanah Air pada Desember 2025, yaitu Motorola Moto G57 Power. Ponsel dengan harga Rp3 jutaan ini melanjutkan identitas lini Power yang sejak awal dikenal sebagai seri dengan fokus pada daya tahan dan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi pengguna yang membutuhkan ponsel yang bisa diandalkan dalam waktu lama.
Ponsel ini melengkapi jajaran seri Power yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Indonesia, yakni Moto G06 Power, Moto G86 Power, dan Moto G67 Power 5G. Dengan posisi tersebut, Moto G57 Power hadir sebagai opsi terbaru yang mencoba mengisi celah di lini Power, menyasar pengguna yang menginginkan keseimbangan antara kenyamanan pemakaian, fitur, dan harga yang tetap masuk akal.
Lantas, apakah Motorola Moto G57 Power ini merupakan ponsel yang menarik untuk dipilih di kelasnya? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan ponsel ini secara lebih detail.
Spesifikasi Motorola Moto G57 Power 5G

| Layar | IPS LCD 6.72 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 6s Gen 4 |
| RAM | 8 GB, 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB |
| Baterai | Li-Ion 7000 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Blibli |
Kelebihan Motorola Moto G57 Power 5G
Mari mulai dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan Moto G57 Power 5G. Apa saja hal menarik yang ditawarkan ponsel dengan harga Rp3 jutaan ini? Simak berbagai kelebihannya berikut ini.
1. Baterai 7000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Sesuai namanya, seri Power di lini ponsel Motorola selalu dibekali baterai berkapasitas besar. Tidak terkecuali Motorola Moto G57 Power. HP ini hadir membawa baterai 7000 mAh, ukuran yang terasa jauh di atas standar rata-rata ponsel masa kini yang umumnya hanya 5000 mAh.
Kapasitasnya memang besar, tetapi yang membuatnya semakin menarik adalah teknologi yang dipakai. Motorola menggunakan baterai Silicon-Carbon (Si/C), bukan Lithium-Ion konvensional.
Teknologi ini punya densitas energi yang lebih padat, sehingga daya sebesar itu tetap bisa dimuat ke dalam bodi yang ramping. Hasilnya, meskipun baterainya “badak”, ketebalan bodinya tetap sekitar 8,6 mm dan masih nyaman digenggam.
Untuk ketahanan, Moto G57 Power menawarkan daya hidup yang sangat panjang. Motorola mengklaim bahwa untuk pemakaian normal seperti chatting, media sosial, dan menonton video sesekali, baterainya mampu menyala hingga 60 jam atau lebih dari 2,5 hari tanpa perlu mengisi daya.
Bahkan untuk penggunaan berat seperti navigasi dan GPS nonstop yang biasa dilakukan driver ojek online atau kurir, perangkat ini disebut sanggup bertahan hingga 24 jam non-stop tanpa putus.
Motorola menyebut kesehatan baterainya bisa tetap di atas 80% meski sudah melewati 1000 siklus pengecasan, yang berarti performanya bisa stabil hingga 4 sampai 5 tahun.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan kanal YouTube Tech Burner, Moto G57 Power menunjukkan efisiensi daya yang sangat baik dalam penggunaan nyata. Saat dipakai menonton video selama 30 menit, konsumsi baterainya hanya berkurang sekitar 4 persen, dari 41 persen ke 37 persen.
Dengan konsumsi daya yang irit seperti ini, reviewer memperkirakan ponsel ini mampu bertahan sekitar 2 hingga 3 hari untuk pemakaian normal tanpa perlu sering mengisi ulang daya.
2. Performa Efisien Berkat Chipset Snapdragon 6s Gen 4

Motorola Moto G57 Power mengandalkan chipset Snapdragon 6s Gen 4, prosesor 4nm yang menawarkan kombinasi performa kencang dan efisiensi daya yang sangat baik. Ukuran fabrikasi yang lebih kecil membuat ponsel ini bekerja lebih cepat, tetap adem saat dipakai berat, dan hemat energi sehingga semakin cocok dipasangkan dengan baterai 7000 mAh.
Chipset ini punya konfigurasi 4 inti performa Cortex-A78 2.4 GHz dan 4 inti hemat daya. Hasilnya, aktivitas seperti multitasking, buka-tutup aplikasi, hingga navigasi menu bisa dilakukan dengan responsif dan lebih irit tenaga.
Dalam pengujian benchmark sintetis yang dilakukan kanal YouTube Techy Kiran, skor AnTuTu v11 Moto G57 Power ada di kisaran 820 ribuan. Techy Kiran juga menegaskan bahwa performa Snapdragon 6s Gen 4 jauh lebih superior dibanding ponsel yang memakai Dimensity 6100+, terutama dari stabilitas dan efisiensi daya.
Bahkan dalam pengujian CPU Throttling, performanya tetap stabil tanpa penurunan agresif meskipun dipaksa bekerja lama.
Untuk pengujian gaming, kanal YouTube Tech Burner menunjukkan hasil yang cukup impresif. PUBG Mobile berjalan lancar di pengaturan 60 FPS dengan gameplay yang stabil tanpa lag atau jitters. Gim Scarfall bahkan bisa menyentuh 120 FPS. Sementara Asphalt dapat dimainkan mulus dengan kualitas grafis yang solid.
Manajemen suhu juga patut diapresiasi. Setelah bermain gim selama 30 menit, peningkatan suhu hanya dari 29°C ke 37°C saja. Artinya HP tidak terasa panas berlebih di bagian belakang. Selain itu, untuk penggunaan harian, tidak ditemukan masalah berarti di ponsel ini.
3. Kamera Utama Juara dengan Sensor Sony LYTIA 600 + OIS

Motorola Moto G57 Power menawarkan kualitas kamera yang tidak bisa diremehkan. Ponsel ini dilengkapi sensor 50 MP Sony LYTIA 600 lengkap dengan OIS. Sensor Sony ini sudah dikenal unggul di kelas menengah berkat ukuran sensornya yang besar dan bukaan lensa f/1.8 yang sangat baik dalam menangkap cahaya.
Berdasarkan pengujian dari Tech Burner, penggunaan sensor Sony LYT-600 ini merupakan sebuah kemewahan karena biasanya sensor tersebut hanya ditemukan pada ponsel yang harganya jauh lebih mahal.
Selain itu, Motorola juga masih mempertahankan kamera ultra-wide 8 MP, yang mulai jarang ditemukan di segmen harga ini karena banyak brand mulai menghapusnya demi memangkas biaya produksi.
Kualitas pemrosesan gambar pada Moto G57 Power juga menunjukkan peningkatan yang terasa. Berdasarkan pengujian dari Tech Burner, Motorola dinilai berhasil melakukan perbaikan besar pada algoritma kameranya, terutama dalam menghasilkan skin tone yang terlihat alami dan akurat pada foto portrait.
Temuan ini sejalan dengan penilaian Techy Kiran, yang membandingkannya langsung dengan beberapa pesaing dan menyimpulkan bahwa color science Motorola kini jauh lebih matang. Tidak hanya itu, performa low-light-nya juga lebih unggul, dengan detail yang tetap terjaga meski pengambilan gambar dilakukan dalam kondisi cahaya minim.
Kemampuan kamera belakangnya semakin terasa lengkap berkat fitur perekaman video yang tergolong di atas rata-rata kelasnya. Berdasarkan pengujian Techy Kiran, Moto G57 Power mampu merekam video hingga resolusi 2K@30fps, baik menggunakan kamera utama maupun kamera ultra-wide.
Nilai tambah lainnya adalah kemampuan berpindah lensa secara mulus dari sudut lebar (0,5x), ke sudut normal (1x), hingga perbesaran digital (2x) saat proses perekaman sedang berjalan, tanpa jeda atau hentakan yang mengganggu.
Dengan kombinasi sensor Sony yang berkualitas, algoritma pemrosesan yang semakin matang, hasil portrait dan low-light yang konsisten, serta fleksibilitas perekaman video, kamera Moto G57 Power dapat diandalkan untuk kebutuhan fotografi dan videografi harian, bukan sekadar pelengkap dari baterai besarnya.
4. Kamera Depan 8 MP dengan Perekaman 2K

Motorola Moto G57 Power juga memberi perhatian pada kamera depan. Sensor 8 MP yang dibawanya memang terlihat standar di atas kertas, tetapi kemampuan nyatanya cukup kompetitif untuk kelas harga ini. Salah satu nilai plus utamanya ada pada perekaman video, karena kamera depan sudah mendukung resolusi 2K@30fps.
Sayangnya, kamera ini belum bisa merekam di 60 fps, baik pada resolusi 1080p maupun 2K. Meski begitu, dukungan perekaman 2K@30fps tetap patut diapresiasi karena fitur ini masih jarang ditemui pada ponsel di segmen harga yang sama, yang umumnya hanya mentok di 1080p.
Dalam penggunaan sehari-hari, kamera depan Moto G57 Power mampu menghasilkan detail wajah yang cukup tajam dengan eksposur yang terjaga. Dynamic range-nya juga tergolong baik, sehingga latar belakang yang terang tidak mudah mengalami over-exposure. Pengolahan warnanya terlihat natural dan konsisten, baik saat digunakan di luar ruangan maupun di bawah pencahayaan buatan.
5. Layar 120 Hz yang Mulus dan Tetap Terang di Bawah Matahari

Meski masih menggunakan panel IPS LCD dan bukan AMOLED, kualitas visual Motorola Moto G57 Power tidak bisa diremehkan. Motorola membuktikan bahwa panel LCD pun bisa tampil maksimal jika digarap dengan serius.
Layar berukuran 6,72 inci beresolusi Full HD+ ini mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 1050 nits berkat fitur High Brightness Mode. Angka setinggi ini tergolong impresif untuk sebuah panel LCD, sehingga pengguna tetap bisa membaca pesan, melihat peta, atau membuka navigasi dengan jelas meskipun sedang berada di bawah sinar matahari yang terik.
Soal kenyamanan visual, layar Moto G57 Power sudah dibekali refresh rate 120 Hz yang membuat aktivitas scrolling terasa mulus dan licin di media sosial maupun aplikasi harian. Bukan hanya mulus, mekanisme penyegaran layarnya juga adaptif sehingga dapat menurunkan refresh rate secara otomatis untuk menghemat daya ketika konten di layar tidak membutuhkan kecepatan tinggi.
Untuk kebutuhan gaming, layar ini juga responsif berkat touch sampling rate 240 Hz yang membuat input sentuhan terasa lebih cepat dan minim jeda. Layarnya juga sudah dilengkapi dengan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i, yang diklaim punya ketahanan lebih baik terhadap benturan dan goresan pada permukaan kasar seperti aspal.
6. Bodi tangguh dengan sertifikasi MIL-STD-810H dan IP64

Motorola Moto G57 Power tidak hanya mengandalkan baterai besar, tetapi juga dibekali bodi yang dirancang kuat untuk pemakaian sehari-hari, termasuk di luar ruangan. Ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, standar militer Amerika yang menandakan perangkat telah lolos berbagai uji ketahanan, mulai dari guncangan, getaran, hingga perubahan suhu ekstrem.
Dengan sertifikasi ini, pengguna tidak perlu terlalu khawatir jika HP tidak sengaja terbentur, terjatuh dari ketinggian rendah, atau sering terguncang saat dibawa berkendara di jalanan yang kurang mulus.
Perlindungannya semakin lengkap berkat rating IP64. Angka “6” berarti bodinya sudah tertutup rapat dan tahan debu sepenuhnya, sementara angka “4” menandakan ponsel aman dari cipratan air dari berbagai arah. Perlindungan ini cukup untuk menghadapi hujan ringan atau tumpahan air, meski tentu saja belum ditujukan untuk penggunaan di dalam air.
Dari sisi kenyamanan, Moto G57 Power juga menawarkan opsi material belakang berbahan kulit vegan pada varian warna tertentu. Permukaannya terasa kesat sehingga lebih mantap digenggam, tidak mudah licin, minim bekas sidik jari, dan membantu mengurangi risiko HP tergelincir saat tangan berkeringat.
7. Masih Ada Audio Jack 3,5 mm, Dolby Atmos, dan NFC

Moto G57 Power menawarkan kelengkapan fitur yang tergolong memuaskan di kelas harganya. Di sektor audio, Motorola masih mempertahankan jack audio 3.5mm, fitur yang kini mulai jarang ditemui, tetapi masih sangat berguna bagi gamer yang ingin suara tanpa delay maupun pengguna yang lebih nyaman memakai headset kabel.
Pengalaman hiburan juga terasa lebih maksimal berkat kehadiran speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos, yang membuat suara terdengar lebih luas, jernih, dan imersif saat menonton atau mendengarkan musik.
Untuk konektivitas, Moto G57 Power sudah dilengkapi NFC yang memudahkan transaksi cashless serta pairing perangkat secara cepat. Dukungan jaringan 5G Sub-6GHz dengan band yang cukup lengkap, seperti n1, n3, n40, dan n78, membuat koneksi internet lebih stabil dan kompatibel dengan banyak operator, baik untuk penggunaan harian maupun jangka panjang.
8. Android 16 yang Bersih dan Kaya Fitur
Sumber: GontaGantiHapeSalah satu nilai jual utama Moto G57 Power adalah pengalaman software-nya. Ponsel ini langsung hadir dengan Android 16, memberikan pengguna akses ke sistem operasi terbaru sejak pertama kali dinyalakan.
Sama seperti tradisi Motorola, antarmukanya sangat bersih (Clean UI) dan dijamin bebas iklan sistem, berbeda dengan banyak kompetitor di kelas harganya. Penggunaan sehari-hari terasa sangat ringan dan nyaman tanpa gangguan notifikasi spam atau aplikasi bawaan (bloatware) yang tidak perlu.
Fitur khas Motorola juga hadir melimpah. Selain Moto Gestures (akses cepat kamera/senter) dan Smart Connect (koneksi praktis ke PC/Tablet), kini tersedia juga Moto Secure untuk keamanan data ekstra serta dukungan fitur Moto AI yang membuat ponsel semakin cerdas dalam membantu aktivitas harian.
Kekurangan Motorola Moto G57 Power 5G
Motorola Moto G57 Power 5G jelas punya kekurangan yang mesti diperhatikan bagi calon pembeli. Apa saja kekurangan tersebut? Simak beberapa kekurangannya berikut ini.
1. Pengisian Daya 30W Terasa Lambat untuk Baterai 7000 mAh

Baterai besar memang awet, tetapi waktu pengecasannya jadi kompromi. Motorola Moto G57 Power hanya mendukung pengisian 30W TurboPower, yang terasa kurang sebanding dengan kapasitas 7000 mAh. Untuk mengisi daya dari 0 ke 50 persen saja dibutuhkan sekitar 40–45 menit.
Bagian paling lama ada di fase akhir pengecasan. Demi menjaga kesehatan baterai Silicon-Carbon, sistem akan menurunkan arus saat kapasitas mendekati penuh. Akibatnya, pengisian dari 0 hingga 100 persen bisa memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit.
Jika kamu terbiasa dengan ponsel watt tinggi seperti 45W ke atas yang bisa penuh dalam waktu singkat, kecepatan ini jelas terasa lambat. Strategi ngecas sebentar sebelum pergi kurang efektif di ponsel ini, sehingga opsi paling masuk akal adalah mengisi daya saat malam hari atau ketika HP tidak digunakan lama.
2. Tidak Ada Fitur Perekaman Video 4K
Sumber: GontaGantiHapeBagian ini cukup mengecewakan, terutama melihat kualitas sensor kamera yang digunakan. Meski sudah memakai sensor Sony LYTIA 600 yang tergolong mewah untuk kebutuhan foto, kemampuan perekaman videonya terasa kurang maksimal. Motorola Moto G57 Power tidak menyediakan opsi perekaman 4K, dan hanya mentok di 1080p atau paling tinggi 1440p.
Masalah lain muncul pada stabilisasi. Ketika merekam pada resolusi tertinggi, Electronic Image Stabilization (EIS) cenderung melakukan cropping yang agresif, membuat sudut pandang video jadi jauh lebih sempit. Belum lagi potensi munculnya efek jello ketika merekam sambil berjalan cepat, membuat gambar terlihat seperti bergelombang.
Bagi kamu yang berencana memakai HP ini untuk kebutuhan vlogging atau produksi video yang lebih serius, keterbatasan ini perlu dipertimbangkan dengan matang.
3. Jaminan Update OS Hanya 1 Kali

Motorola Moto G57 Power memang sudah langsung memakai Android 16, tetapi dukungan software-nya tergolong sangat pendek. Motorola hanya menjanjikan 1 kali update OS, yaitu sampai Android 17, sehingga dalam waktu kurang dari dua tahun pengalaman pemakaian bisa terasa tertinggal dibanding kompetitor.
Untuk security patch, dukungannya berjalan hingga 3 tahun, tetapi pembaruannya tidak rutin setiap bulan dan cenderung hadir dua bulanan atau per kuartal. Jika dibandingkan dengan merek seperti Samsung yang menawarkan dukungan OS hingga 4 tahun di kelas harga serupa, kebijakan update Moto G57 Power jelas terasa kurang kompetitif.
Simpulan
Motorola Moto G57 Power menawarkan daya tahan baterai yang sangat kuat, didukung performa efisien, layar 120 Hz yang terang, bodi tangguh, serta fitur pendukung yang tergolong lengkap di kelasnya. Kualitas kamera utamanya juga cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan fotografi harian.
Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, seperti pengisian daya yang relatif lambat, absennya perekaman video 4K, serta jaminan update OS yang terbatas, Moto G57 Power tetap cocok bagi pengguna yang memprioritaskan baterai awet dan pemakaian praktis.
Namun, bagi yang mencari dukungan software jangka panjang atau kebutuhan video yang lebih serius,, ada pilihan lain yang lebih pas di kelasnya.

