Mengupas 9 Kelebihan dan Kekurangan POCO F8 Ultra
POCO melanjutkan model Ultra-nya di jajaran ponsel flagship dengan merilis POCO F8 Ultra. Model ini tentu jadi yang paling tinggi di serinya dibandingkan POCO F8 Pro yang rilis bersamaan. Ada beberapa perbedaan di sektor penting yang membuat posisinya mantap di paling atas.
Sejatinya, POCO F8 Ultra adalah ponsel rebranding dari Redmi K90 Pro Max yang hanya rilis di China. Hampir semua spesifikasinya terlihat sama, terutama keberadaan subwoofer di dalam modul kamera sebagai speaker tambahan. Kualitas speakernya ini mendapat tuning-an dari Bose, perusahaan audio ternama asal AS.
Sementara jika dibandingkan dengan pendahulunya yaitu POCO F7 Ultra, jelas ada banyak peningkatan yang dibawa. Misalnya dari fitur speaker, kamera, baterai, dan pastinya performa. Penasaran seperti apa kemampuannya? Simak beberapa kelebihan dan kekurangan POCO F8 Ultra berikut.
Spesifikasi POCO F8 Ultra

| Layar | AMOLED 6.9 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| RAM | 12 GB, 16 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Blibli |
Kelebihan POCO F8 Ultra
Menjadi penerus POCO F7 Ultra, POCO F8 Ultra membawa beberapa peningkatan yang cukup signifikan. Berikut adalah beberapa kelebihannya.
1. Kualitas Speaker Juara dari Bose

Satu hal yang menarik dari POCO F8 Ultra adalah adanya subwoofer sebagai speaker tambahan di modul kameranya. Speaker 2.1 audio channel ini berkolaborasi dengan Bose, salah satu perusahaan audio ternama asal Amerika Serikat. Posisinya tepat di tengah modul berukuran 16x20mm dengan kode 1620 yang setara tablet untuk menangani frekuensi rendah (low-end).
Sementara untuk dua speaker lainnya menggunakan sistem audio 1115F yang mungkin berukuran 11x15mm jika dilihat dari penamaannya. Speaker utamanya disimpan di bodi bagian bawah, sedangkan speaker kedua berada di atas bodi. Speaker bagian atas juga terhubung dengan earpiece yang ada di bagian atas layar, biasanya berfungsi untuk menelepon.
Di dalam setting, ada dua mode yang bisa dipilih yaitu Dynamic dan Balanced. Suara yang dihasilkan benar-benar luar biasa, apalagi dengan mode Dynamic. Bass, detail suara, dan sensasi ritme yang dihasilkan memberikan pengalaman audio luar biasa. Di dalamnya juga menggunakan teknologi Dolby Atmos yang sudah paten namanya.
Hal yang paling menarik adalah suaranya yang terbuka dengan full soundstage. Pengalaman audio yang dihasilkan juga akan menyesuaikan dengan orientasi ponsel, misalnya portrait ketika scrolling atau landscape saat menonton film.
2. Desain Trendi dengan Durabilitas Oke

POCO F8 Ultra memiliki tampilan desain yang sama sekali berbeda dari pendahulunya yaitu POCO F7 Ultra. Ponsel ini kini hadir dengan modul kamera lebar dengan empat lingkaran di sisi kiri, dan satu lingkaran subwoofer di sisi lainnya. Beberapa dari kalian mungkin menganggap desainnya ini dipengaruhi iPhone, padahal tidak.
Tampilan modul kamera ini rasanya lebih mengikuti jejak sang brand utamanya yaitu Xiaomi 17 Pro Max. Xiaomi juga bukan kali pertama menggunakan desain seperti ini, tapi sejak Xiaomi 11 Ultra tahun 2021, jauh sebelum iPhone 17 Pro Series rilis dan ramai dibicarakan.
Hal yang membuat POCO F8 Ultra tampak menarik adalah material denim pada varian Denim Blue. Material ini sebenarnya adalah third-generation nano-tech material milik Xiaomi, sejenis plastik yang berhasil menciptakan ilusi visual dan rasa seperti denim. Bagian belakang ini terasa lembut, kesat atau grippy karena teksturnya, serta anti dari noda sidik jari.
POCO F8 Ultra juga memiliki varian lain yaitu Black tanpa efek denim. Sayang POCO tidak menyertakan varian berwarna kuning sebagai warna khas dari produknya. Untuk bagian frame-nya sudah memakai material aluminium alloy dengan finishing satin yang cenderung flat. Ketebalannya ada di angka 7,9 mm dengan berat 218 gram.
Untuk ketahanannya, POCO F8 Ultra dibekali sertifikasi IP68. Sertifikasi ini membuatnya mampu tahan dari debu dan air, bahkan hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Sayang sertifikasinya ini masih belum sampai IP69, sehingga tidak bisa tahan pada semburan air bertekanan tinggi atau suhu ekstrem.
3. Layar AMOLED yang Tajam dan Cerah

POCO F8 Ultra memiliki layar berukuran cukup lega yaitu 6,9 inci dengan panel AMOLED. Perasaan puas akan lebih terasa setidaknya dibandingkan dengan POCO F8 Pro yang lebih ringkas di 6,59 inci. POCO menyebutnya dengan nama HyperRGB, dengan jumlah sub-piksel sama antara tiga warna primernya.
Resolusi yang dibawanya cukup tinggi yaitu 2K image clarity atau 1200 x 2608 piksel. Dikombinasikan dengan panel AMOLED, kemampuan produksi warna hingga 68 miliar warna, dan dukungan wajib lain seperti HDR10, HDR10+, sampai Dolby Vision. Kemampuannya dalam menampilkan konten juga sangat baik terutama saat streaming dengan dukungan Widevine L1.
Untuk kecerahan layarnya, POCO F8 Ultra diklaim bisa mencapai angka 3500 nit (puncak) dan 2000 nit (HBM). Kemampuannya sudah sangat baik untuk penggunaan di luar ruangan yang nyaman bahkan di kondisi terik. Sementara angka minimum yang bisa disentuhnya adalah 1 nit ketika kondisi cahaya sekitar benar-benar gelap.
Pergerakan layar POCO F8 Ultra sudah sangat mulus dengan refresh rate standar di 120 Hz. Selain itu, ada beberapa fitur atau sertifikasi yang membuat mata jadi tidak mudah lelah. Misalnya Xiaomi Eye Protection 3.0, DC Dimming, dan tiga sertifikasi TUV Rheinland untuk circadian friendly, low blue light, dan flicker free.
4. Andalkan Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5

POCO F8 Ultra ditenagai chipset paling kuat dari Qualcomm, setidaknya per artikel ini dibuat. Apa lagi kalau bukan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Kedudukannya membuat ponsel ini lebih mantap di atas POCO F8 Pro atau POCO F7 Ultra yang ditenagai Snapdragon 8 Elite. Kemampuan chip-nya tidak bisa diragukan bahkan jadi pilihan utama ponsel flagship atau flagship killer.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 diproduksi menggunakan proses fabrikasi yang sangat sempit yaitu 3 nm. Prosesornya menggunakan CPU Oryon octa-core dengan konfigurasi 2+6 core yang diklaim 20 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya. Sementara grafisnya 23 persen lebih cepat, serta NPU Hexagon yang juga 37 persen lebih cepat.
POCO F8 Ultra juga didukung chip VisionBoost D8 yang sudah terdedikasi. Chip ini membuat tampilan game terasa lebih nyata dengan AI Super Resolution, Game HDR, dan frame rate interpolation. Kemudian dipadukan dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 12 GB atau 16 GB serta memori internal UFS 4.1 dengan kapasitas 256 GB atau 512 GB.
YugaTech menyebut penggunaan dalam skenario nyata bisa sama kuatnya bahkan untuk game berat sekalipun. Misalnya Genshin Impact, setelan grafiknya bisa berada di Highest dengan 60 FPS dan berjalan cukup lancar. Ia juga menguji skor benchmark-nya dengan AnTuTu v11, skornya mencapai 3,6 jutaan. Sementara untuk PCMark Work 3.0 mendapatkan skor 19 ribuan.
Sementara GSMArena mencatat POCO F8 Ultra mampu menempati posisi pertama dengan chip-nya. Skor AnTuTu v11 yang diraihnya ada di angka 3,8 jutaan, lebih tinggi dari iQOO 15 dengan 3,7 jutaan.
5. Jaminan Upgrade OS hingga 4 Kali

POCO F8 Ultra dan POCO F8 Pro menjadi ponsel Xiaomi pertama yang rilis global dengan HyperOS 3 berbasis Android 16. Menariknya, ada jaminan upgrade OS yang cukup panjang yaitu 4 kali atau sampai Android 20. Sementara update keamanannya dijamin Xiaomi sampai 6 tahun ke depan.
Secara visual, HyperOS 3.0 tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya yaitu HyperOS 2. Namun, tetap ada beberapa peningkatan terutama pada animasi yang terasa lebih halus dan cepat, menurut GSMArena. Tampilan ikon pada sistem juga didesain ulang menjadi lebih datar dan terlihat simpel.
HyperOS 3.0 juga menekankan pada konektivitas melalui fitur Hyper Connect. Sebelumnya, fitur ini cukup terbatas karena hanya berbagi data seperti password Wi-Fi, file, panggilan, dan notifikasi antar perangkat Xiaomi saja.
Kini, HyperOS 3.0 sudah memungkinkan pembagian data tertentu dengan perangkat Android non-Xiaomi, bahkan perangkat Apple seperti iPad, iPhone, Mac, dan Windows PC. Xiaomi mengklaim kalau pengguna dapat membaca notifikasi atau menjawab panggilan langsung dari iPad, Mac, atau iPhone.
Sementara itu, fitur HyperAI yang disematkan sebagian besar tetap sama. Misalnya untuk membantu dalam penulisan, transkripsi, terjemahan, menampilkan subtitle saat menonton video, atau membuat wallpaper dinamis hanya dari gambar saja.
6. Kamera Lengkap dengan Periscope Telephoto

Beralih ke sektor kamera, POCO F8 Ultra membawa peningkatan yang cukup menarik di sini. Dibandingkan dengan pendahulunya yaitu POCO F7 Ultra, hampir semua kamera yang disematkan mengalami peningkatan. Dari resolusinya saja dibuat sama yaitu 50 megapiksel untuk semua kamera di belakangnya.
Untuk kamera utamanya, POCO F8 Ultra menggunakan sensor OmniVision Light Fusion 950. Sensor kamera ini memiliki ukuran 1/1.31 inci dengan bukaan f/1.7. Kualitas kamera ini jelas cukup tinggi untuk ponsel flagship, meski sedikit berbeda dengan yang ditawarkan Xiaomi 17 Pro Max.
Kamera untuk pemotretan jauh juga ditingkatkan dengan memakai periscope telephoto, bukan telephoto biasa. Meski sensornya tetap sama, kemampuannya meningkat menjadi 5x optical zoom. Ada dukungan PDAF dan OIS untuk menstabilkan kamera ketika pemotretan jarak jauh dilakukan.
Kamera ultrawide tetap dipilih sebagai kamera pelengkap di bagian belakang. Resolusinya meningkat dari 8 MP menjadi jauh lebih tinggi yaitu 50 MP. Sayangnya, kamera ini justru memiliki sudut pandang lebih sempit yaitu menjadi 102 derajat, daripada pendahulunya yang bisa sampai 120 derajat meski resolusinya rendah.
Beralih ke bagian depan, resolusi kamera yang digunakan masih berada di 32 MP. Peningkatannya di sini ada pada perekaman video yang sudah mendukung sampai 4K@30fps. Kamera belakang juga memiliki frame rate lebih baik yaitu sampai 8K dengan 30 FPS. Hal ini membuatnya cocok untuk pembuatan konten media sosial berupa video yang lebih layak.
7. Sudah Pakai USB C 3.2 dan Display Port
Soal konektivitas, POCO F8 Ultra memiliki kelengkapan yang sudah sangat baik dan unggul. Misalnya saja penggunaan WiFi 7 yang minim latensi, Bluetooth 6.0, Infrared blaster, dan tentu saja NFC. Xiaomi memang cukup memperhatikan dalam hal konektivitasnya, agar ponsel tidak hanya sebagai teman update sosial tapi barang elektronik yang punya kegunaan lain.
Menariknya, Xiaomi juga cukup memperhatikan penggunaan port-nya kali ini. POCO F8 Ultra sudah menggunakan port USB Type-C 3.2 dengan dukungan display port. Ini adalah sebuah peningkatan dibanding generasi-generasi sebelumnya yang hanya menggunakan USB C 2.0 saja.
Pemakaian USB C 3.2 ini membuat sang ponsel jadi terasa premium. Adapun untuk keunggulan menggunakan USB C 3.2 adalah transfer yang lebih cepat, dukungan pengisian daya dengan arus lebih besar, dan paling penting adalah memproyeksikan layar ke monitor lebih besar dengan hanya kabel USB C saja.
8. Baterai 6500 mAh dengan Fitur Pengisian Daya Lengkap

Rilis secara global, POCO F8 Ultra membawa kapasitas baterai yang sebenarnya cukup besar di 6500 mAh. Namun, kapasitasnya ini justru menimbulkan tanya. Pasalnya Redmi K90 Pro Max sebagai ponsel “aslinya” memiliki kapasitas baterai yang lebih tinggi lagi yaitu di 7560 mAh.
Meski mengalami penyesuaian, kapasitasnya tetap jadi yang terbesar di POCO F Series. Jenis baterai yang digunakan adalah Silicon-carbon. Kapasitasnya yang besar tidak membuat bodi jadi tebal dan memiliki efisiensi daya lebih baik dari jenis baterai pada umumnya.
Menurut klaimnya, POCO F8 Ultra bisa bertahan hingga 15,14 jam untuk penggunaan terus-menerus. GSMArena juga memberikan skor yang sangat baik untuk ketahanannya. Skor penggunaan aktifnya mencapai 18 jam 52 menit. Skor ini jauh lebih tinggi dari POCO F7 Ultra yaitu di 13 jam 32 menit dengan baterai 5300 mAh saja.
POCO F8 Ultra juga memiliki fitur pengisian daya yang cukup lengkap. Untuk pengisian daya cepatnya menggunakan 100W HyperCharge dengan klaim bisa mengisi daya penuh dalam 38 menit. Ada juga fitur pengisian daya nirkabel dengan 50W wireless HyperCharge. Klaimnya bisa mengisi sampai 50 persen dalam 31 menit saja.
Menariknya, POCO F8 Ultra juga bisa digunakan untuk mengisi perangkat lain secara nirkabel atau wireless. Anda tinggal menyimpan barang elektronik lain seperti ponsel, TWS, smartwatch di atas bodi. Fitur yang tampaknya masih jarang dimiliki oleh ponsel flagship di pasaran.
Kekurangan POCO F8 Ultra
Meski memiliki harga yang cukup tinggi untuk kelasnya, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan. Anda bisa jadikan ini sebagai bahan pertimbangan sebelum beli. Berikut beberapa kekurangan POCO F8 Ultra.
1. Sistem Kamera Masih Belum Sempurna

Meski dibekali beberapa peningkatan yang tampak menarik di sektor kamera, ada hal yang perlu diperhatikan. Xiaomi tampaknya kurang detail dalam hal ini atau sengaja dibiarkan untuk menekan budget agar tidak terlalu melambung.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di kamera ini ada pada kamera periscope telephoto-nya. Kamera ini mampu melakukan 5x optical zoom, lebih jauh dari pendahulunya yang hanya 2.5x optical zoom saja. Untuk pemotretan lebih jauh, ia juga bisa lakukan 10x untuk in sensor zoom, serta 100x sebagai maksimal zoom-nya.
Sayangnya, kualitas gambar setelah lebih dari 20x tidak begitu bagus, setidaknya menurut Tech Spurt dalam videonya. Meski ada dukungan AI untuk memproses gambar lebih tajam, hasilnya tidak begitu konsisten. Pemrosesan justru membuatnya terlihat aneh bahkan jauh dari bentuk aslinya.
Kamera ultrawide yang dibawa POCO F8 Ultra memang mengalami peningkatan pada angka resolusinya. Namun, kamera ini masih menggunakan fixed focus sama seperti pendahulunya, bukan auto focus. Sudut pandangnya juga justru lebih sempit dengan hanya 102 derajat saja, turun drastis dari sebelumnya yang mencapai 120 derajat.
Simpulan
POCO F8 Ultra menjadi salah satu ponsel terbaik di kelasnya yang berani membawa fitur unik. Yang pertama adalah tentu saja subwoofer sebagai speaker tambahan yang disimpan di modul kamera. Hardware ini bukan hanya gimmick, suara yang dihasilkan benar-benar luar biasa, mendapat tuning-an dari Bose.
Selain itu, varian Denim Blue cukup menarik perhatian dengan bodi ala denim yang khas. Beberapa sektor juga mengalami peningkatan dibanding pendahulunya. Misalnya layar lebih lega, keseluruhan kamera, USB C, baterai, dan tentu saja performa.
Meski begitu, peningkatan kamera yang dibawanya ini terbilang belum sempurna. Namun dengan peningkatan yang ada, serta harga yang tetap bersaing, rasanya POCO F8 Ultra masih layak untuk dipertimbangkan. Belum pasti kapan kehadirannya ke pasar Indonesia, yang jelas ponsel ini patut dinantikan.

