carisinyal-web-banner-retina 35

Jangan Salah, Ini 11 Kelebihan dan Kekurangan POCO M8 5G

Ditulis oleh Adam Duta Dwiguna

Banyak yang bilang upgrade ke satu generasi di atas sering terasa kurang worth it. Hal ini tampaknya tidak berlaku ketika akan melakukan upgrade dari POCO M7 5G ke POCO M8 5G. Pasalnya, ponsel ini membawa peningkatan yang cukup signifikan, bahkan bisa ditemukan hampir di semua sektor.

Jika dilihat dari kemampuannya, POCO M8 5G sebenarnya lebih mirip dengan Redmi Note 15 5G. Hal ini wajar dan sering terjadi di generasi sebelumnya sebagai keterikatan dua brand yang berada di bawah naungan Xiaomi.

POCO membawa gebrakan cukup besar untuk ponsel di kelas harga terjangkau. Tampilan desain bodinya tampak premium dengan kualitas layar mumpuni. Diharapkan pengguna akan betah menggunakan ponsel ini dalam waktu lama. Penasaran seperti apa kemampuannya? Simak beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut.

Spesifikasi POCO M8 5G

POCO M8 5G
Layar AMOLED 6.77 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB
Baterai Li-Ion 5520 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok
*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Layar Flow AMOLED cerah dan tajam untuk penggunaan yang nyaman di manapun
Masih tidak ada kamera ultrawide dan fitur OIS untuk stabilisasi
Dukungan stereo speaker berbasis Dolby Atmos, bisa sampai 300 persen
Ketahanan airnya masih kurang mumpuni
Tampilan desain curved tipis dengan dual tone yang nyaman digenggam
Slot microSD hybrid, harus berbagi tempat dengan kartu SIM
Mengandalkan performa tangguh Snapdragon 6 Gen 3 untuk aktivitas harian
Dibekali baterai 5520 mAh yang awet untuk pemakaian lama
Sudah pakai sensor sidik jari di bawah permukaan layar, dan ada giroskop hardware
Mengandalkan kamera utama 50 MP, sudah bisa rekam video sampai 4K
Ada jaminan upgrade OS sampai 4 kali dan keamanan 6 tahun

Kelebihan POCO M8 5G

Berada di kelas menengah, POCO M8 5G hadir dengan fitur-fitur yang terbilang cukup menarik untuk ponsel sehari-hari. Berikut beberapa kelebihan yang akan didapat dari ponsel ini.

1. Layar AMOLED yang Cerah dan Tajam

POCO M8 5G

Xiaomi mengubah konsep layarnya dari flat menjadi 3D curved yang terlihat premium. Ukuran layarnya berada di angka 6,77 inci. Meski sedikit di bawah POCO M7 5G yang memiliki ukuran 6,88 inci, desain curved-nya membuat kesan lebih lebar saat digunakan, apalagi menonton film.

POCO M8 5G menggunakan Flow AMOLED sebagai panel pada layar dengan resolusi 1080 x 2392 piksel. Panel AMOLED ini dikenal akan kecerahan warnanya dan kontras yang dalam. Ponsel ini diklaim mampu mereproduksi hingga 68,7 miliar warna dengan tingkat akurasi yang tinggi.

POCO M8 5G juga sudah didukung refresh rate mulus di angka 120 Hz. Jenis teknologi yang dipakai juga sudah cukup adaptif berdasarkan konten dan dukungan aplikasi. Sistem dapat memindahkan kecepatan layar secara bertahap antara 30 Hz, 60 Hz, 90 Hz, dan 120 Hz.

Satu hal menarik lain dari POCO M8 5G adalah punya kecerahan layar tinggi mencapai 3200 nit. Kemampuannya membuat penggunaan di luar ruangan lebih nyaman karena layar lebih mudah dilihat.

Sementara untuk penggunaan di luar ruangan, ada dukungan PWM Dimming hingga 3840 Hz. Menurut The Product Review dalam videonya, kombinasi keduanya cukup menarik untuk ponsel di kelas harganya. Belum lagi tiga sertifikasi TUV Rheinland yang juga turut hadir. Mata jadi tidak mudah lelah meski menggunakan ponsel dalam waktu lama.

2. Stereo Speaker Dolby Atmos, Bisa 300%

POCO M8 5G

POCO M8 5G menawarkan kualitas speaker stereo yang cukup imersif di kelasnya. Konfigurasi ini menempatkan lubang speaker secara terpisah di sisi atas dan bawah bodi, bukan di dalam earpiece. Penempatan tersebut berdampak signifikan pada output suara yang membuatnnya terdengar lebih seimbang dan presisi.

Kualitas audio ponsel ini pun menuai respons positif dari berbagai reviewer. Performanya dinilai sangat mumpuni untuk mendukung aktivitas hiburan seperti memutar film atau bermain game. Pengalaman multimedia pengguna juga semakin dimanjakan dengan adanya fitur Dolby Atmos, yang mampu menyajikan efek suara megah layaknya sedang berada di dalam bioskop.

POCO M8 5G memiliki kapabilitas volume yang bisa ditingkatkan melebihi batas standar, yaitu mencapai 300 persen. Sayangnya, detail audionya berpotensi hilang ketika lebih dari batas maksimalnya.

Suara yang dihasilkan POCO M8 5G terbilang oke buat di kelas harganya. YugaTech dalam videonya mengatakan bahwa kelantangannya sudah mencapai ekspektasi di awal. Untuk aktivitas seperti menonton film atau bermain media sosial juga sudah cukup memuaskan.

3. Desain Curved Tipis yang Nyaman Digenggam

POCO M8 5G

Secara kemampuan, POCO M8 5G memang lebih mirip dengan Redmi Note 15 5G sebagai angkatan yang sama. Namun soal desain, ponsel ini lebih mirip dengan Redmi Note 14 Pro 5G. Pasalnya, keduanya memiliki desain bodi dengan dual tone yang tidak lagi dipakai di Redmi note 15 Series.

Bedanya, POCO M8 5G memiliki tone warna berbeda di tiap tepinya, sehingga terbagi ke beberapa bagian. Sementara untuk desain modul kameranya, bentuk dan jumlah lingkaran di dalamnya benar-benar dibuat mirip. Lagi-lagi ini bergantung kepada selera masing-masing untuk suka atau tidak dengan desainnya.

POCO M8 5G tersedia dalam tiga warna yaitu Green, Silver, dan Black. Ketiganya memiliki tekstur matte yang terasa halus di tangan. Paling penting adalah tidak mudah meninggalkan noda sidik jari.

Berada di kelas menengah, desain bodi curved selalu menarik perhatian. Salah satu keuntungannya adalah kenyamanan genggam, apalagi cukup tipis di kelas harganya. POCO M8 5G memiliki ketebalan 7,35 mm dengan berat 178 gram.

Meski tipis, POCO M8 5G dibekali durabilitas yang cukup baik. Ada sertifikasi IP66 dan 5 Star SGS. Sertifikasi tersebut membuatnya bisa tahan debu dan percikan air. Kondisi layar yang basah atau berminyak juga tetap bisa merespons dengan baik. Serta mampu menahan benturan saat jatuh dari ketinggian 1,7 meter.

4. Mengandalkan Performa Snapdragon 6 Gen 3

POCO M8 5G

Melanjutkan pendahulunya, POCO M8 5G ditenagai oleh Snapdragon Snapdragon 6 Gen 3. Kemampuannya jelas lebih tinggi dari Snapdragon 4 Gen 2 yang dipakai POCO M7 5G.

Snapdragon 6 Gen 3 ini rilis di kuartal akhir 2024 dan ditujukan untuk menunjang performa HP kelas menengah. Chipset ini jadi penerus dari Snapdragon 6 Gen 1. Namun jika dilihat dari arsitekturnya, chipset ini lebih mirip dengan Snapdragon 7s Gen 2 dengan kemampuan yang tidak akan jauh berbeda.

Untuk arsitekturnya, Snapdragon 6 Gen 3 ini ditenagai oleh delapan CPU. Terdiri dari empat core Cortex A78 dengan clock speed 2,4 GHz untuk performa. Serta empat core Cortex A55 dengan clock speed 1,8 GHz untuk efisiensinya. Sementara untuk GPU-nya mengandalkan Adreno 710 dengan frekuensi 940 MHz.

Untuk dukungannya, POCO M8 5G menawarkan RAM 8 GB berjenis LPDDR4X. Serta memori internal berjenis UFS 2.2 dengan kapasitas 256 GB atau 512 GB. Ponsel ini masih menyediakan slot microSD, tapi dengan sistem hybrid. Artinya, Anda harus memilih untuk menggunakan dua kartu SIM atau satu kartu SIM dengan microSD.

Merujuk pada pengujian YugaTech, skor AnTuTu v10 dari POCO M8 5G adalah 666 ribuan. Skor ini tentu akan lebih tinggi ketika diuji dengan AnTuTu v11, mungkin bisa mencapai 850 ribuan. Meski begitu, ia tetap mengatakan skornya ini bukan yang terbaik untuk kelas harganya.

Untuk penggunaan gaming-nya, tidak ada masalah yang ditemukan untuk beberapa game. Misalnya Mobile Legends yang bisa berjalan sangat mulus dengan grafik maksimal. Sementara PUBG Mobile perlu menyesuaikan grafik yang dipakai. POCO M8 5G juga dianggap cukup baik untuk pemakaian game dalam waktu lama.

Sebagai tambahan, ia menyebut ponsel ini memiliki suhu yang terbilang wajar setelah bermain game cukup lama. Kecuali ketika memainkan Genshin Impact karena masih terlalu berat untuk ponsel di kelas menengah.

5. Baterai 5520 mAh yang Awet untuk Pemakaian Lama

POCO M8 5G

Dibandingkan pendahulunya yaitu POCO M7 5G, ada sedikit peningkatan kapasitas baterai yaitu dari 5160 mAh menjadi 5520 mAh. Namun, berbeda dengan POCO M7 yang memiliki kapasitas baterai jauh lebih besar yaitu 7000 mAh. Pertanyaan kenapa kapasitasnya tidak sama atau lebih tinggi juga ada di benak kami.

Meski begitu, ketahanan daya POCO M8 5G terbilang cukup baik dengan kapasitas baterainya. Menurut klaimnya, ponsel ini mampu bertahan hingga lebih dari sehari untuk penggunaan tertentu.

Jika merujuk pada pengujian YugaTech, POCO M8 5G mendapatkan skor 20 jam 40 menit menggunakan PCMark Work 3.0. Menariknya, skor ini tidak jauh berbeda dengan POCO M7 dengan kapasitas baterai jauh lebih besar. Serta lebih baik dari beberapa ponsel lain di kelas harganya.

Selain itu, Xiaomi juga mengklaim kalau kesehatan baterainya bisa tetap berada di atas 80 persen setelah 5 tahun pemakaian. Hal ini cukup menarik dengan kelas harganya karena bisa menghemat biaya tanpa harus mengganti ponsel selama itu

Sementara untuk pengisian dayanya, POCO M8 5G dibekali 45W Turbo Charging. Menurut klaimnya, butuh waktu sekitar 25 menit saja untuk bisa mengisi daya hingga 50 persen. Selain itu ada fitur reverse charging untuk mengisi daya perangkat lain, smartwatch, atau TWS.

6. Sudah Pakai Sensor Sidik Jari di Layar, Ada Gyro

Peningkatan yang dibawa POCO M8 5G tidak hanya ada pada sektor utamanya saja. Ada detail yang menarik buat dibahas, salah satunya adalah terkait sensor yang lebih modern.

Pendahulunya, POCO M7 5G masih menggunakan sensor fingerprint di bodi samping atau menyatu dengan tombol power. Sedangkan POCO M8 5G menyimpannya di bawah permukaan layar. Penempatannya membuat lebih mudah dijangkau dengan respons singkat.

Selain itu, POCO M8 5G juga sudah dibekali sensor gyroscope yang tidak ada di generasi sebelumnya. Keberadaan sensor ini membuat bermain game seperti PUBG Mobile atau COD Mobile jadi lebih mudah.

7. Mengandalkan Kamera Utama 50 MP, Bisa Rekam Video 4K

POCO M8 5G

Beralih ke sektor kamera, POCO M8 5G memiliki konfigurasi yang terbilang sederhana. Meski ada empat lingkaran di dalam modulnya, hanya ada dua lingkaran berisi kamera. Yaitu kamera utama dan sensor kedalaman.

Kamera utama POCO M8 5G memiliki resolusi 50 MP menggunakan sensor Light Fusion 400. Bukaannya cukup besar di f/1.8 untuk menangkap cahaya lebih baik. Sayangnya, kamera ini hanya didukung PDAF untuk mengatur fokus, tidak dengan OIS atau stabilisasi apapun.

YugaTech dalam videonya cukup terkesan dengan hasil kamera utamanya. Ketajaman serta warna yang dihasilkan terbilang baik dengan kondisi cahaya memadai. Apalagi ada bantuan AI setelah pemotretan sehingga kualitasnya bisa sedikit ditingkatkan. Hanya saja, jangan terlalu berharap untuk pemotretan jarak jauh karena tidak ada kamera telefoto di ponsel ini.

Meski begitu, POCO M8 5G sudah cukup bagus untuk pemotretan biasa. Anda hanya perlu effort lebih seperti mengusahakan tangan agar tidak bergetar atau bergerak, objek tidak terlalu jauh, dan cahaya. Hasilnya sudah cukup baik untuk dipamerkan ke media sosial.

Satu peningkatan di sektor kamera adalah perekaman video yang bisa mencapai 4K@30fps. Hal ini jadi peningkatan dari POCO M7 5G yang hanya bisa merekam hingga resolusi 1080p@30fps saja. Sayangnya tidak ada stabilisasi apapun sehingga perekaman video akan tetap bergoyang.

Beralih ke bagian depannya, POCO M8 5G mengalami peningkatan pada resolusinya yaitu menjadi 20 MP. Perekaman videonya juga sedikit meningkat karena bisa sampai 1080p 60 FPS. Meski perubahannya mungkin tidak terlalu signifikan dalam hasil sebenarnya.

8. Ada Jamiann Upgrade OS Sampai 4 Kali

POCO M8 5G

Ketika pertama kali rilis, POCO M8 5G menggunakan antarmuka HyperOS 2 berbasis Android 15. Meskipun tergolong mutakhir, ada beberapa perangkat Xiaomi yang sudah langsung menggunakan HyperOS 3. Namun di kelas harganya, hal ini bisa diwajarkan asalkan ada jaminan yang jelas.

Mengenai komitmen jangka panjang, Xiaomi memastikan bahwa POCO M8 5G akan mendapatkan pembaruan yang solid. Mencakup empat kali peningkatan versi OS dan enam tahun pembaruan keamanan. Langkah ini menegaskan konsistensi perusahaan, mengingat kebijakan serupa juga telah diterapkan pada lini lain, termasuk Redmi Note Series.

Dari sisi pengalaman pengguna, navigasi pada HyperOS 2 masih terasa familiar bagi yang terbiasa dengan HyperOS. Sistem operasi ini hanya membawa sejumlah penyempurnaan saja. Mulai dari polesan elemen visual yang lebih halus, penambahan fitur berbasis AI, hingga optimasi sistem untuk performa lebih mulus.

Sayangnya, implementasi fitur kecerdasan buatan pada POCO M8 5G dinilai masih terbatas. Tenang, fitur seperti Google Gemini dan Circle to Search tetap tersedia. Hal yang mungkin hilang adalah AI Writing, AI Interpreter, AI Translate, dan pengenalan suara.

Meskipun begitu, kemampuan AI untuk kebutuhan fotografi di dalam galeri tetap dipertahankan. Fitur-fitur esensial seperti AI Beauty, Expanded, dan Erase masih tersedia untuk memudahkan pengeditan. Hal ini menjadi solusi praktis bagi pengguna yang enggan mengunduh aplikasi pihak ketiga, meski kelengkapannya mungkin tidak setara aplikasi editing profesional.

Kekurangan POCO M8 5G

Meski meningkat secara signifikan dari generasi sebelumnya, POCO M8 5G tetap memiliki beberapa catatan. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat harganya yang masih terjangkau. Berikut beberapa kekurangannya.

1. Tidak Ada Kamera Ultrawide dan OIS untuk Stabilisasi

POCO M8 5G

Secara keseluruhan, kemampuan kamera POCO M8 5G terbilang cukup baik. Setidaknya untuk pemotretan di siang hari dengan kondisi cahaya yang memadai. Kamera selfie juga sangat bisa diwajarkan karena mampu hasilkan warna kulit yang sesuai. Sayang konfigurasi kameranya kurang lengkap tanpa kamera ultrawide di kelas harganya.

Untuk perekaman videonya, POCO M8 5G mampu merekam video hingga resolusi 4K@30fps. Hal ini menjadi salah satu peningkatan dibandingkan POCO M7 5G yang terbatas sampai 1080p saja. Sementara bagian depannya masih sama di 1080p@30fps.

Satu hal yang perlu dicatat adalah kamera utama POCO M8 5G tidak memiliki fitur OIS (Optical Image Stabilization). Berbeda dengan Redmi Note 15 5G yang memiliki fitur OIS, serta EIS pada videonya. Keunggulan ini bukan satu-satunya, konfigurasinya juga lebih lengkap karena sudah memiliki kamera ultrawide dengan sudut pandang luas.

Tanpa OIS di kamera utama, perekaman video POCO M8 5G akan sedikit bergetar. Hal ini tidak bisa dihindari apalagi merekam sambil berjalan. Kamera depan juga mengalami masalah yang sama, ditambah resolusinya yang terbilang rendah. Saya sarankan untuk tidak merekam di kondisi gelap dengan ponsel ini.

2. Ketahanan Airnya Masih Kurang

POCO M8 5G

Jika dibandingkan dengan saudaranya, POCO M8 5G memiliki ketahanan air yang terbilang kurang. Ponsel ini belum sanggup berada di bawah air, atau terkena semprotan bertekanan tinggi. Pasalnya POCO M8 Pro 5G punya sertifikasi lebih banyak yaitu IP66/IP68/IP69/IP69K.

Di sisi lain, POCO M8 5G hanya mampu bertahan ketika terkena cipratan air saja. Misalnya terkena gerimis kecil, tetesan air keringat, atau semprotan air saja. Menariknya, Xiaomi masih memberikan klaim kalau layarnya ini tetap akan merespons meski kondisi layar basah.

POCO M8 5G juga punya klaim tahan ketika jatuh dari ketinggian 1,7 meter. Meski begitu, saya tetap menyarankan untuk lebih berhati-hati. Mengingat layar lengkung akan lebih riskan, serta sertifikasi yang mungkin hanya dibuat sebagai antisipasi saja.

3. Slot MicroSD Harus Berbagi dengan Kartu SIM

Catatan lain yang mesti diperhatikan dari POCO M8 5G adalah soal slot microSD. Sebagai ponsel kelas terjangkau, ketersediaan slot ini tentu cukup baik. Pengguna bisa memperluas kapasitas memori jika butuh ruang lebih besar dari yang ditawarkan.

Namun, POCO M8 5G masih menggunakan sistem hybrid untuk slot microSD ini. Artinya, harus memilih antara menggunakan dua kartu SIM sekaligus atau satu kartu SIM dan satu microSD. Meski begitu, kapasitas memori yang ditawarkan sebenarnya sudah cukup lega yaitu 256 GB atau 512 GB. Jika diperluas, ponsel ini kompatibel sampai 1 TB.

Simpulan

POCO M8 5G menjadi salah satu ponsel yang membawa peningkatan cukup menarik dari pendahulunya yaitu POCO M7 5G. Hampir semua sektor menawarkan hal baru atau penyempurnaan. Mulai dari desain dan ketahanan, layar, perekaman video, baterai, sampai performa.

Beberapa detail kecil seperti sensor yang lebih modern, sistem operasi yang dipakai pertama kali, sampai fitur pengisian daya juga lebih baik. Namun, tetap ada beberapa catatan yang mesti diperhatikan dari POCO M8 5G. Misalnya tidak ada kamera ultrawide, ketahanan air masih kurang, sampai slot microSD hybrid.

POCO M8 5G juga memiliki kemampuan yang identik dengan Redmi Note 15 5G. Namun, saudaranya dibuat lebih unggul di sektor kamera. Yaitu adanya resolusi kamera utama tinggi, ultrawide, sampai fitur OIS. Bagaimana, masih tertarik dengan POCO M8 5G atau beralih ke saudaranya dengan harga yang tidak jauh berbeda?

Kategori:

cross