Menarik, 9 Kelebihan dan Kekurangan POCO M8 Pro 5G
Beda dari lain, POCO M8 Pro 5G membawa peningkatan hampir di semua sektor dari pendahulunya. Mulai dari desain dan durabilitas, layar, kamera, baterai, dan tentu saja performa. Belum lagi detail kecil yang ternyata tidak luput dari perhatian Xiaomi.
Perlu diketahui, POCO M Series ini sering kali disebut sebagai doppelganger dari Redmi Note Series. Sebagai model tertinggi di serinya, POCO M8 Pro 5G diidentikkan dengan Redmi Note 15 Pro+ 5G. Mulai dari tampilan desain, atau kemampuan lain yang dibawa. Bedanya hanya pada modul kamera yang biasanya Redmi Note akan lebih unggul.
Terlepas dari itu, POCO M8 Pro 5G tetap ponsel kelas mid-range yang tidak bisa dilewatkan. Kemampuannya jelas di atas rata-rata pesaing di pasarnya. Penasaran? Simak beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut.
Spesifikasi POCO M8 Pro 5G

| Layar | AMOLED 6.83 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 |
| RAM | 8 GB, 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Blibli |
Kelebihan POCO M8 Pro 5G
Berada di kelas mid-range, harga yang ditawarkan POCO M8 Pro 5G masih terjangkau, namun terpaut cukup jauh dari POCO M7 Pro 5G. Berikut yang bisa didapatkan dari selisih harganya.
1. Baterai Jumbo 6500 mAh untuk Pemakaian Lama

POCO M8 Pro 5G hadir dengan kapasitas baterai jauh lebih besar yaitu 6500 mAh. Jenis baterai yang digunakan juga Silicon Carbon yang punya kepadatan lebih baik dari Lithium Polymer. Selain itu kapasitas baterainya yang besar juga tidak membuat bodinya jadi tebal.
Untuk ketahanan dayanya, POCO M8 Pro 5G mengeklaim ia bisa bertahan hingga 2 hari lebih untuk penggunaan biasa. Sementara untuk menonton video terus-menerus, ponsel ini bisa bertahan sampai 20 jam lebih.
Untuk penggunaan jangka panjang, ada klaim kesehatan baterainya tetap berada di atas 80 persen setelah penggunaan selama 6 tahun. Jaminan ini sebenarnya sudah biasa ditemukan di beberapa ponsel mid-range. Namun, keberadaannya jelas menarik buat pengguna yang malas ganti ponsel setiap tahun.
Beberapa reviewer juga merasa terkesan dengan ketahanan daya yang diberikan. Salah satunya adalah GSMArena yang mendapatkan skor penggunaan aktif sampai 16 jam 11 menit. Skor ini lebih tinggi dari Redmi Note 15 Pro+ 5G dengan baterai sama yang punya skor 16 jam 4 menit. Bahkan Redmi Note 15 Pro 5G dengan 6580 mAh hanya punya skor 15 jam 27 menit.
Jika merujuk pada pengujian Yugatech, POCO M8 Pro 5G mendapatkan skor PCMark Work 3.0 Battery Test sampai 17 jam 6 menit. Artinya, ponsel ini mampu bertahan hingga seharian penuh dalam penggunaan berat atau intens. Kemudian bisa lebih lama jika untuk penggunaan ringan.
2. Dukungan Ultra-Fast Charging 100W yang Ngebut

Dengan kapasitas baterai lebih besar, kemampuan pengisian dayanya juga ikut ditingkatkan. POCO M8 Pro 5G didukung fitur ultra-fast charging hingga 100W HyperCharge. Kecepatan ini meningkat drastis dari POCO M8 5G yang hanya mengandalkan 45W HyperCharge.
Keputusan yang diambil jelas masuk akal dan bisa dibilang tepat. Sebab dengan kapasitas baterai lebih besar, perlu kecepatan lebih tinggi untuk mencapai durasi pengisian daya singkat. Menurut klaimnya, POCO M8 Pro 5G bisa mengisi daya hingga penuh dalam 40 menit saja.
Menariknya, Xiaomi konsisten menyematkan charger di dalam kotak penjualannya, bahkan 100W sesuai kemampuannya. Hal ini jelas membuat pengguna tidak perlu lagi mencari dan membeli charger sebesar itu.
Selain itu, POCO M8 Pro 5G juga dibekali fitur pengisian daya balik atau reverse charging 22.5W. Fitur ini bisa digunakan untuk mengisi daya perangkat lain seperti ponsel, smartwatch, TWS, dan sebagainya.
3. Kualitas Layar Kelas Flagship yang Imersif

POCO M8 Pro 5G menggunakan panel layar AMOLED dengan teknologi Crystal-clear visuals. Kualitas warna yang ditampilkan benar-benar luar biasa dengan teknologi HDR 10+, Dolby Vision, sampai Vivid HDR. Dukungan color gamut yang dipunya juga mencapai 100 persen DCI-P3 yang membuat tingkat akurasi tinggi untuk kebutuhan pengeditan.
Untuk ukurannya sedikit lebih lega yaitu di 6,83 inci dengan resolusi 1280 x 2772 piksel. Kemudian ada dukungan refresh rate 120 Hz yang membuat pemakaian jadi lebih nyaman. Misalnya untuk scrolling di media sosial, browsing, atau bermain game.
Keunggulan utama lainnya ada pada tingkat kecerahan layar. Berdasarkan pengujian GSMArena, dalam mode manual layar POCO M8 Pro 5G mampu mencapai hampir 772 nit dengan Sunlight Boost. Sedangkan tanpa Sunlight Boost mencapai 573 nit. Penggunaan di luar ruangan dengan cahaya terik sudah bukan masalah bagi ponsel ini.
Demi menjaga kenyamanan mata pengguna, POCO M8 Pro 5G mengandalkan teknologi PWM dimming frekuensi tinggi mencapai 3840 Hz. Fitur ini secara efektif mereduksi efek kedipan layar yang sering kali memicu kelelahan mata, terutama saat perangkat digunakan dalam durasi lama pada kondisi cahaya rendah.
Sebagai penyempurna pengalaman multimedia, POCO M8 Pro 5G tentu sudah memiliki sertifikasi keamanan DRM Widevine L1. Sertifikasi ini memastikan Anda dapat menikmati konten beresolusi tinggi secara maksimal dari layanan streaming populer seperti Netflix.
4. Stereo Speaker Dolby Atmos, Bisa Sampai 400 Persen

Hadir dengan dukungan stereo speaker membuat suara POCO M8 Pro 5G ini terdengar baik. Lubang speakernya disimpan di bagian bawah dan atas bodi, bukan dimasukkan ke dalam earpiece. Hal ini membuatnya terdengar lebih seimbang saat mengeluarkan suara.
Kemampuan stereo speakernya ini tentu saja cocok untuk dipakai aktivitas hiburan seperti menonton atau bermain game. Belum lagi di dalamnya terdapat setelan Dolby Atmos yang membuat suara terdengar seperti di dalam sebuah bioskop.
Soal kelantangannya, POCO M8 Pro 5G tidak hanya bisa dinaikkan volumenya ke 100 persen saja, tapi bisa sampai 400 persen.
Menurut Tech Spurt, audio yang dihasilkan ketika menyentuh angka 400 persen benar-benar kencang. Ada di atas POCO M8 5G yang hanya bisa sampai 300 persen, itu pun sudah kencang luar biasa. Namun, kemampuan maksimalnya ini tidak begitu nyaman untuk mendengarkan musik, hanya hiburan atau keadaan darurat saja.
5. Performa Tangguh Snapdragon 7s Gen 4

Poco M8 Pro 5G mengandalkan chipset Snapdragon 7s Gen 4 dengan fabrikasi 4nm. Chipset ini juga digunakan oleh saudaranya yaitu Redmi Note 15 Pro+ 5G. Penggunaan chipset ini juga menjadi salah satu peningkatan dari pendahulunya yang menggunakan Snapdragon 7s Gen 3.
Untuk arsitekturnya, Snapdragon 7s Gen 4 ditenagai oleh konfigurasi delapan inti yang cukup bertenaga. Terdiri dari satu inti utama Cortex-A720 berkecepatan 2,7 GHz, tiga unit Cortex-A720 pada 2,4 GHz, serta empat unit efisiensi Cortex-A520 1,8 GHz. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi daya.
Untuk sektor grafisnya menggunakan Adreno 810 yang membawa peningkatan performa signifikan berkat Snapdragon Elite Gaming. Ada beberapa teknologi seperti Adaptive Performance Engine 3.0 dan Snapdragon Game Super Resolution untuk mengoptimalkan pengalaman bermain game.
Menurut YugaTech, POCO M8 Pro 5G tampak nyaman dengan skor di atas rata-rata kelas harganya. Ponsel ini mendapat skor AnTuTu v10 di angka 837 ribuan poin. Sementara untuk GeekBench 6 skornya yaitu 1503 poin (single-core) dan 4446 poin (multi-core).
Untuk pemakaian langsung seperti bermain game Genshin Impact sudah cukup baik. Setelan grafik bawaannya berada di Medium dengan frame rate 30 FPS. Namun, ia menyebut bahwa menaikkannya ke 60 FPS masih cukup aman, gerakannya jadi lebih smooth dan mulus.
6. Konfigurasi Kamera Lengkap dengan Ultrawide

POCO M8 Pro 5G menggunakan kombinasi komponen kamera yang terbilang standar. Konfigurasinya cukup sederhana yaitu terdiri dari modul kamera utama dan ultrawide di bagian belakang, serta kamera selfie di bagian depan.
Kamera utamanya menggunakan sensor Light Fusion 800, sebuah penamaan khusus untuk untuk OmniVision OVX8000 sebagai versi modifikasi. Sensor ini telah menjadi andalan untuk lini POCO selama beberapa generasi terakhir, seperti POCO F6 Pro, POCO F7 Pro, POCO F7 Ultra, sampai POCO F8 Pro.
Kemampuan kamera utama yang dibawa POCO M8 Pro 5G memiliki bukaan f/1.6 dengan dukungan OIS sebagai stabilisasinya. Sementara kamera ultrawide-nya memiliki sudut pandang lebih luas untuk pemotretan jenis lain.
Resolusi kamera yang dibawa POCO M8 Pro 5G ini sama dengan model regulernya. Bedanya, POCO M8 5G menggunakan sensor Light Fusion 400. Tech Spurt mengatakan bahwa model Pro mampu menghasilkan warna yang lebih cerah dan konsistensi cahaya baik untuk pemotretan low light. Hal ini juga berlaku untuk perekaman video yang tampak lebih natural.
Sementara untuk kamera selfie, POCO M8 Pro 5G menggunakan resolusi 32 MP, beda dengan POCO M8 5G yang hanya 20 MP. Meski begitu, kemampuannya tidak jauh berbeda untuk pemotretan atau perekaman video. Keduanya sama-sama mentok di 1080p tanpa stabilisasi apapun.
Menurut YugaTech, kemampuan pemotretan POCO M8 Pro 5G memang belum termasuk kamera flagship. Namun untuk pemakaian sehari-hari dan sharing di media sosial, ponsel ini punya konsistensi dan hasil yang sangat bagus. Secara keseluruhan, kualitas yang ditawarkan sudah mampu bersaing di kelas harganya.
7. Desain Simetris, Menahan Total Air dan Efek Benturan

POCO M8 Pro 5G membuat perubahan cukup besar di sektor desainnya, serta peningkatan yang tidak luput. Misalnya modul kamera yang dibuat estetik simetris di bagian tengah. Anda mungkin akan terpikir dengan Redmi Note 15 Series karena memang sangat identik satu sama lain.
POCO M8 Pro 5G mengusung desain layar datar yang dilindungi oleh Gorilla Glass Victus 2 dengan panel belakang berbahan plastik. Kedua sisinya memiliki lengkungan 2.5D halus di setiap sudutnya, yang senada dengan bentuk bingkai plastik yang juga dibuat datar.
Berbeda dengan Redmi Note 15 Pro+ 5G, POCO M8 Pro 5G tidak menghadirkan varian berbahan kulit sintetis (eco-leather). Sebagai gantinya, varian warna POCO yaitu Silver, Black, dan Green semuanya menampilkan desain dual-tone yang unik.
Untuk durabilitasnya, POCO M8 Pro 5G membawa peningkatan dibanding pendahulunya yaitu POCO M7 Pro 5G. Kini ada empat sertifikasi IP rating sekaligus yaitu IP66/IP68/IP69/IP69K. Keberadaan sertifikasi ini membuatnya mampu bertahan dari debu dan semburan air bertekanan tinggi. Bahkan di dalam air sampai 2 meter selama 30 menit.
Selain itu, POCO M8 Pro 5G juga memiliki ketahanan baik dalam menahan benturan atau jatuh. Ada sertifikasi SGS 5-Stars Premium Performance yang membawa beberapa teknologi mumpuni. Salah satunya adalah Sevenfold protection Multi-level untuk menyerap guncangan saat terbentur.
8. Jaminan Upgrade OS 4 Kali Untuk Jangka Panjang

POCO M8 Pro 5G memulai debutnya dengan sistem operasi HyperOS 2 berbasis Android 15. Walaupun perangkat lunak ini tergolong mutakhir, kehadirannya terasa sedikit tertinggal dibandingkan beberapa produk Xiaomi lain.
Mengenai komitmen dukungannya, Xiaomi menjanjikan seri POCO M8 Series akan menerima hingga empat kali upgrade OS dan pembaruan keamanan selama enam tahun. Strategi ini tetap konsisten dengan kebijakan pembaruan yang sebelumnya telah diterapkan pada generasi sebelumnya.
Antarmuka HyperOS 2 akan terasa sangat akrab bagi para pengguna HyperOS generasi pertama. Xiaomi menghadirkan penyempurnaan pada estetika desain yang lebih halus, penambahan fitur berbasis AI, serta pengoptimalan sistem internal yang diklaim mampu memberikan pengalaman navigasi lebih mulus.
Kekurangan POCO M8 Pro 5G
POCO M8 Pro 5G masih memiliki beberapa hal yang mesti dipertimbangkan. Hal ini wajar sebagai ponsel kelas mid-range. Berikut kekurangan yang harus Anda tahu.
1. Masih Kurang Lengkap Tanpa Kamera Telefoto

Kualitas fotografi POCO M8 Pro 5G sudah tergolong mumpuni berkat keberadaan fitur OIS. Penggunaan kamera utamanya juga cukup baik untuk pemotretan sehari-hari. Beberapa reviewer juga bilang kalau hasil fotonya cukup stabil di berbagai kondisi.
Meski begitu, terdapat catatan penting pada sektor videografi yang masih terbatas di resolusi 4K@30fps saja. Ketersediaan frame rate 60 FPS sebenarnya sangat dinantikan agar pengguna bisa menghasilkan rekaman video dengan pergerakan yang jauh lebih mulus.
Di sisi lain, kamera ultrawide dan kamera depan perangkat ini hanya mampu merekam hingga resolusi 1080p. Beruntung, Xiaomi tetap memberikan pilihan frame rate 60 FPS yang dipadukan dengan stabilisasi andal, sehingga perekaman sambil bergerak tetap terlihat cukup baik.
Terkait konfigurasi lensa, POCO M8 Pro 5G hanya mengandalkan kamera utama dan ultrawide tanpa telefoto khusus. Untuk pengambilan gambar jarak jauhnya hanya bergantung pada digital zoom dari kamera utama.
Simpulan
Biasanya, perlu menunggu hingga dua tahun atau dua generasi agar upgrade ponsel terasa worth it. Namun tidak dengan POCO M8 Pro 5G ini. Upgrade dari POCO M7 Pro 5G sudah bisa dilakukan tanpa penyesalan berkat peningkatan yang hampir bisa ditemukan di semua sektornya.
Meski begitu, beberapa hal tetap mesti diperhatikan sebagai kekurangan yang masih ada. Misalnya tidak ada kamera telefoto, slot microSD untuk memperluas kapasitas memori, port audio jack, sampai wireless charging yang masih belum hadir. Bagaimana, siap untuk upgrade?

