Inilah 11 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro Max
POCO X Series selalu menawarkan performa extreme dengan harga terjangkau, atau setidaknya punya value for money yang tinggi. Kali ini, ada sedikit melakukan perubahan lini dengan memasukkan model Pro Max di POCO X8 Series. Model ini baru ditemani POCO X8 Pro, mungkin model regulernya akan ikut menyusul?
POCO X8 Pro Max dibuat untuk melawan ponsel kelas flagship di atasnya. Ia dibekali chipset baru yaitu Dimensity 9500s yang menawarkan performa maksimal. Baterai yang dibawanya juga besar bukan main yaitu 8500 mAh. Penasaran dengan kemampuan lainnya? Simak beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut.
Spesifikasi POCO X8 Pro Max

| Layar | AMOLED 6.83 inci |
| Chipset | MediaTek Dimensity 9500s |
| RAM | 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 8500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan POCO X8 Pro Max
Demi memberikan value for money yang tinggi, POCO X8 Pro Max dijual dengan harga yang sangat menarik yaitu di Rp6 jutaan. Ingat angkanya karena Anda mungkin akan lupa ketika membahas soal kelebihannya. Langsung saja simak daftarnya berikut.
1. Performa Maksimal Dimensity 9500s

POCO X8 Pro Max membawa chipset baru dari MediaTek yaitu Dimensity 9500s. Jika dilihat dari namanya, chipset ini diasumsikan sebagai versi yang lebih sederhana dari Dimensity 9500 tanpa “s” di belakangnya. Bahkan, banyak yang mengatakan kemampuannya lebih dekat dengan Dimensity 9400 atau 9400+.
Di sisi lain, POCO X8 Pro Max memberikan klaim bahwa chipset yang digunakannya bisa lebih efisien. Mereka mengutamakan stabilitas agar bisa melakukan sesi bermain yang lebih lama. Performanya akan tetap stabil di grafik atas dengan dukungan POCO 3D IceLoop Cooling System yang membuat ponsel tetap adem.
Untuk spesifikasinya, chipset dengan manufaktur 3 nm ini menggunakan core besar dengan konfigurasi 4+4. Di dalamnya terdiri dari satu core utama Cortex X925 dengan clock speed tinggi mencapai 3,73 GHz. Kemudian didukung dengan tiga core performa dengan Cortex X4 (3,3 GHz) dan empat core efisiensi dengan Cortex A720 (2,4 GHz).
Kemudian untuk GPU yang digunakannya masih sama dengan Dimensity 9400+ yaitu Immortalis G925 dengan frekuensi 1612 MHz. Perbedaannya ada pada teknologi ISP yang mengalami upgrade.
Dimensity 9500s yang dipakai POCO X8 Pro Max sudah kompatibel dengan LPDDR5x dan UFS 4.1. Untuk varian kapasitas yang ditawarkan, hanya ada satu varian RAM yaitu 12 GB. Sedangkan memori internalnya tersedia di 256 GB atau 512 GB.
Bagaimana dengan skor Benchmark-nya? Merujuk pada GSMArena, skor AnTuTu v11 yang bisa diraihnya adalah 2,7 jutaan. Skor ini sebenarnya berada jauh di bawah klaim yang diberikan yaitu 3 juta. Namun, skor tersebut sudah sangat tinggi untuk bisa lancar memainkan berbagai jenis game populer yang ada.
2. Langsung Pakai Xiaomi HyperOS 3

Saat rilis, POCO X8 Pro Max hadir dengan Android 16 dan antarmuka HyperOS 3. Sistem antarmuka ini membawa sejumlah upgrade yang mungkin ditunggu banyak pengguna Xiaomi. Salah satunya adalah soal perluasan ekosistem yang tidak hanya terbatas di lingkungan Android, tapi Apple.
Kini, HyperOS 3 sudah memungkinkan pembagian data tertentu dengan perangkat Android non-Xiaomi, bahkan perangkat Apple seperti iPad, iPhone, Mac, dan Windows PC. Xiaomi mengeklaim kalau pengguna dapat membaca notifikasi atau menjawab panggilan langsung dari iPad, Mac, atau iPhone.
Secara visual, HyperOS 3 tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya yaitu HyperOS 2. Namun, tetap ada beberapa peningkatan terutama pada animasi yang terasa lebih halus dan cepat. Tampilan ikon pada sistem juga didesain ulang menjadi lebih datar dan terlihat simpel.
Fitur HyperAI yang disematkan juga sebagian besar tetap sama. Misalnya untuk membantu dalam penulisan, transkripsi, terjemahan, menampilkan subtitle saat menonton video, atau membuat wallpaper dinamis hanya dari gambar saja.
3. Masif Baterai 8500 mAh Tahan Lama

Beralih ke sektor baterai, salah satu yang paling menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, POCO X8 Pro Max dibekali baterai masif hingga 8500 mAh. Bahkan, untuk varian yang hanya rilis di pasar India, kapasitasnya mencapai 9000 mAh.
Meski memiliki kapasitas super besar, hal itu tidak membuat bodinya jadi bongsor. Pasalnya, POCO sudah menggunakan teknologi baterai Silicon Carbon modern. Kemampuannya juga membuat daya tahan yang lebih baik, bekerja sama dengan chipset yang dibangun oleh manufaktur 3 nm.
Menurut klaimnya, penggunaan hingga 2 hari bukan hal yang sulit. Mereka juga menambahkan kalau ponsel bisa bertahan hingga 74 jam lebih untuk menelepon, 16 jam lebih untuk video call, atau 15 jam lebih untuk bermain game.
Sementara menurut GSMArena, skor yang dicatutkan tidak kalah fantastis dengan 25 jam 22 menit active use score. Skor ini hampir sama dengan realme P4 Power yang memiliki kapasitas baterai jauh lebih besar lagi yaitu 10.001 mAh.
Selain unggul soal daya tahan ketika digunakan, ada jaminan untuk pemakaian jangka panjang. Battery health dari POCO X8 Pro Max diklaim mampu berada di atas 80 persen setelah 1600 siklus pengisian daya. Jumlah tersebut bisa digambarkan untuk pemakaian ponsel selama 6 tahun lamanya.
4. Didukung Charging Kencang 100W

Masih seputar baterai, POCO X8 Pro Max dibekali fitur pengisian daya yang sangat tinggi yaitu 100W HyperCharge. Dukungan ini rasanya sangat perlu untuk memangkas durasi pengisian dayanya. Sebab baterai 8500 mAh butuh waktu sangat lama jika tidak menggunakan fitur pengisian daya yang mumpuni.
Menurut klaimnya, ponsel ini bisa mengisi daya hingga 50 persen dalam 24 menit. Durasi yang cukup mengesankan karena membuatnya cukup seimbang antara daya tahan dan kecepatan.
Dengan kapasitas baterai masif, tidak heran jika ponsel ini membawa fitur reverse charging 27W. Hal ini membuatnya bisa dialihfungsikan menjadi sebuah power bank untuk perangkat elektronik lain, seperti smartwatch, TWS, dan tentu saja ponsel lain.
Di sisi lain, POCO X8 Pro Max memang tidak disebutkan memiliki fitur ByPass Charging di iklan. Namun, ia memiliki fitur Smart Charging yang sebenarnya memiliki konsep sama. Fitur ini akan membuat arus listrik yang masuk bisa disesuaikan dan langsung digunakan sebagai tenaga, tidak melalui baterai terlebih dahulu.
5. Layar Imersif, Cerah Tapi Nyaman Di Mata

Salah satu yang membedakan POCO X8 Pro Max dengan X8 Pro adalah ukuran layarnya. Model Max jadi penanda kalau ukuran layarnya lebih maksimal dengan lebar 6,83 inci, sedangkan model Pro lebih compact di 6,59 inci. Perbedaannya hanya sebatas ukuran, kemampuan lainnya masih terbilang sama.
Misalnya soal tingkat kecerahan layar yang bisa mencapai angka 3500 nit (puncak). Angka ini membuatnya tetap nyaman digunakan di luar ruangan dengan kondisi terik. Menariknya, penggunaan di dalam ruangan juga tetap nyaman berkat adanya fitur 3840 MHz PWM dimming dan tiga sertifikasi TUV Rheinland.
Masih soal kenyamanan, POCO X8 Pro Max mendukung refresh rate 120 Hz. Hal ini membuat pergerakannya jadi terasa lebih mulus saat scrolling atau bermain game. Bahkan ada fitur adaptif yang akan mengubah tingkat laju penyegaran secara otomatis. Hal ini demi mengurangi pemakaian daya berlebihan atau yang tidak diperlukan.
POCO X8 Pro Max masih mengandalkan perlindungan Gorilla Glass 7i di permukaan layarnya. POCO mengeklaim soal kemampuannya yang lebih tahan jatuh hingga 55 persen dibanding generasi sebelumnya. Jadi tidak perlu lagi khawatir jika HP tidak sengaja terjatuh dari ketinggian tertentu.
6. Stereo Speaker Berbasis Dolby Atmos

OCO X8 Pro Max hadir dengan dukungan dual speaker atau stereo. Lubang speakernya disimpan di bagian bawah bodi dan bagian atas, bukan earpiece. Hal ini membuat suara yang keluar jadi terasa lebih seimbang.
Beberapa reviewer juga mengatakan bahwa suara yang dihasilkannya ini cukup lantang. Hal ini membuat aktivitas seperti menonton atau bermain game jadi lebih seru. Belum lagi ada dukungan teknologi Dolby Atmos yang membuat suaranya lebih jernih dan surrounded.
Peningkatan kualitas suara speakernya juga didapat dari algoritma baru yang disebut AI Super Cinema. Algoritma tersebut dikatakan mampu menciptakan suara yang lebih hidup dan nyata.
Pengguna dapat merasakannya ketika mengaktifkan Mode Teater. Menariknya, mode tersebut sudah mendukung berbagai platform seperti YouTube, Netflix, serta video player bawaan ponsel.
7. Kualitas Kamera Utama Mumpuni

Memiliki nama flagship killer, POCO X8 Pro Max seakan dipaksa untuk unggul di segala sektor, termasuk kamera. Tidak hanya mengandalkan chipset kencang, ponsel ini dibuat untuk menunjang pemotretan terbaik setiap harinya. Namun, tentu dengan catatan atau masalah turunan dari generasi pendahulunya.
Tenang, catatan itu tidak ada di kamera utamanya yang sudah sangat bisa diandalkan. Sensornya menggunakan Light Fusion 600 Image dengan resolusi 50 MP. Sebenarnya, sensor ini tidak jauh berbeda dengan Sony IMX 882 yang dipakai POCO X8 Pro.
Kamera utamanya ini sudah didukung PDAF dan OIS agar tetap stabil selama pemotretan. Menurut GSMArena, hasil fotonya terbilang bagus dengan warna yang terlihat cerah dan natural. Tech Spurt dalam videonya juga mengatakan kalau hasil fotonya terasa tajam dan detail, bahkan ketika memotret di area yang minim cahaya sekalipun.
Sayangnya, POCO X8 Pro Max ternyata masih menggunakan kamera ultrawide yang sama seperti generasi sebelumnya. Resolusinya ada di 8 MP dengan tanpa peningkatan apapun. Catatan lainnya adalah ponsel ini tidak memiliki kamera telefoto, hal yang cukup krusial saat bersaing dengan ponsel flagship.
Beralih ke bagian depan, kamera selfie-nya memiliki beresolusi 20 MP dengan bukaan f/2.2. Soal perekaman videonya, kamera depannya ini sebenarnya sudah baik karena mendukung frame rate 60 FPS. Sayangnya, resolusinya hanya bisa berada di 1080p saja, belum 4K.
8. Tampilan Desain Minimalis Premium

POCO X8 Pro Max memiliki tampilan desain yang mirip dengan saudaranya yaitu POCO X8 Pro, setidaknya untuk modul kameranya. Saya cukup suka dengan desain seperti ini karena masih bisa memberi kesan ramping. Padahal kita telah membahas betapa besar kapasitas baterai yang disematkan di dalamnya.
Tampilannya ini juga mengingatkan pada generasi sebelumnya yaitu POCO X7 Pro. Bedanya, ponsel ini tidak lagi menggunakan desain dual tone. POCO benar-benar meningkatkan sisi minimalisnya di ponsel ini. Sementara kesan premium didapat dari material kaca di bodi dan aluminium di frame-nya.
Untuk varian warnanya, ada tiga pilihan yang membuat banyak orang bingung untuk memilih. Ketiga varian tersebut yaitu Blue, White, dan Black. Hanya varian White yang masih memiliki pola dual tone tapi dibuat lebih samar agar mendapatkan nilai minimalis yang lebiih tinggi.
Di dalam modul kameranya juga memiliki detail unik yang bisa dibilang baru di serinya. Dynamic RGB Light dibawa POCO X8 Pro Series dan diletakkan di dalam dua lingkaran kameranya. Lampu dinamis ini berfungsi sebagai indikator untuk notifikasi, panggilan masuk, musik, game, dan banyak lagi. Di dalamnya ada 8 varian warna yang bisa diatur sesuka hati.
Untuk ketahanannya, sertifikasi IP68/IP69K masih menjadi andalan untuk seri ini. Sertifikasinya membuat ponsel mampu bertahan dari debu dan air hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit.
9. Sudah Pakai Fingerprint Ultrasonic

Satu hal yang tidak kalah menarik dari POCO X8 Pro Max datang dari detail kelengkapan sensornya. Ponsel ini sudah menggunakan sensor fingerprint di bawah layar dengan teknologi ultrasonic. Hal ini makin menarik sebab POCO X8 Pro masih pakai teknologi optical.
Fingerprint ultrasonic dianggap lebih canggih karena menggunakan gelombang suara untuk proses pemindaiannya. Akurasi dan kecepatan memindainya juga lebih baik dari model optical. Paling penting adalah sensor jenis ini masih bisa bekerja dengan baik meski jari atau layar dalam keadaan basah atau berminyak.
Kekurangan POCO X8 Pro Max
Meski terlihat menarik di setiap sisi, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan dari POCO X8 Pro Max. Nah, sebelum beli, simak kekurangannya berikut.
1. Kualitas Kamera Ultrawide Biasa Saja

Kamera ultrawide POCO X8 Pro Max ternyata tidak mengalami perubahan sejak POCO X5 Series. Kemampuan fotografi dan videografinya pun masih tidak jauh berbeda. Kalaupun ada peningkatan dari pemrosesan chipset, hasilnya tidak akan terlalu signifikan.
Hal yang sama juga dialami oleh kamera depan yang punya resolusi 20 MP. Perekaman videonya masih terbatas di 1080p, belum mendukung 4K atau bahkan 2K yang lebih baik.
2. Tidak Ada Kamera Telefoto
Kemampuan kamera utama POCO X8 Pro Max terbilang sudah sangat baik. Apalagi melihat ponsel ini yang seakan condong kepada peningkatan performanya. Pemotretan mode biasa sudah bisa bersaing dengan ponsel lain di kelasnya.
Sayang, tidak ada kamera telefoto untuk pemotretan jarak jauh yang lebih baik. Padahal untuk kelas harga Rp6 jutaan, banyak ponsel yang sudah menawarkan kamera ini. Mulai dari Tecno Camon 50 Pro 5G, Motorola Edge 60 Pro, bahkan Xiaomi 15T dari keluarga yang sama.
Alhasil, pemotretan jarak jauh yang dilakukan hanya mengandalkan digital zoom in hingga 2x. Selebihnya akan menggunakan teknik cropping sehingga kualitasnya tidak akan setajam ketika menggunakan kamera telefoto.
Simpulan
Soal performa, POCO X8 Pro Max jelas sangat mumpuni dengan Dimensity 9500s. Kemampuannya bahkan mampu menyaingi beberapa ponsel kelas flagship, ini adalah real flagship killer. Belum lagi ketika melihat kapasitas baterainya yang sangat besar di 8500 mAh. Nilai yang sangat menarik untuk daya tahan lebih panjang.
Beberapa kemampuan lain juga tidak kalah menarik seperti pengisian daya cepat, layar imersif, software, sampai fingerprint ultrasonic. Perlu diingatkan kalau ini adalah ponsel Rp6 jutaan saja. Saya bisa bilang kalau ponsel ini akan dengan mudah mengalahkan pesaing di kelasnya dalam hal performa.
Meski begitu, masih ada beberapa catatan yang mesti diperhatikan. Misalnya soal kualitas kamera ultrawide yang itu-itu saja, masih belum ada kamera telefoto, atau perekaman video kamera depan yang kurang menarik. Jika Anda bisa mengabaikan sisi kameranya ini, saya rasa POCO X8 Pro Max bisa jadi pilihan yang sangat baik.

