Keren, Ini 8 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro
Embel-embel “Pro” di POCO X8 Pro bukan lagi jadi penanda model yang paling ngebut di seri X. POCO sedikit mengubah strategi dengan menambahkan model POCO X8 Pro Max sebagai model tertingginya. Namun, model Pro di sini tetap menjadi penerus langsung dari POCO X7 Pro, artinya model Pro Max akan masuk ke kelas flagship jika dilihat dari speknya.
Dibandingkan pendahulunya, POCO X8 Pro membawa upgrade yang cukup menjanjikan. Mulai dari hardware yang gahar, baterai makin besar, sampai layar yang dibikin compact tapi makin cerah.
Sebagai informasi, POCO X8 Pro ini sebenarnya versi global dari Redmi Turbo 5 yang hanya rilis di pasar China. Buat Anda yang penasaran atau memang sudah menunggu model ini rilis global, ini kelebihan dan kekurangannya.
Spesifikasi POCO X8 Pro

| Layar | AMOLED 6.59 inci |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8500 Ultra |
| RAM | 8 GB, 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan POCO X8 Pro
Seri X dari POCO memiliki julukan flagship killer karena punya spesifikasi yang bersaing. Bedanya harga yang dibanderol lebih murah mulai dari Rp5-6 jutaan. Berikut beberapa kelebihannya.
1. Performa Unggul Dimensity 8500 Ultra

Sama dengan Redmi Turbo 5 yang rilis di China, POCO X8 Pro ditenagai performa maksimal oleh Dimensity 8500 Ultra. Chipset ini menjadi penerus Dimensity 8400 Ultra yang digunakan POCO X7 Pro sebagai pendahulunya. Keduanya masih memakai manufaktur 4 nm yang sebenarnya bukan hal yang perlu dipermasalahkan.
Untuk arsitekturnya, Dimensity 8500 Ultra hadir dengan delapan inti CPU yang lebih kencang. Terdiri dari satu core utama berbasis Cortex A725 (3,4 GHz). Performanya juga didukung oleh tiga core Cortex A725 (3,2 GHz) dan empat core Cortex Cortex A725 (2,2 GHz). Sementara untuk GPU yang digunakannya adalah Mali G720 MC8 sebagai upgrade dari pendahulunya.
Secara keseluruhan, peningkatan yang dibawa ada pada performa CPU dan GPU. Untuk kompatibilitasnya, Dimensity 8500 Ultra mendukung pemakaian RAM LPDDR5X dan internal UFS 4.1. Kecepatan transfer data dan baca tulisnya sudah lebih baik untuk pemakaian yang sat set.
Ketika rilis global, POCO X8 Pro hadir dengan dua varian RAM yaitu 8 GB atau 12 GB. Kemudian memori internalnya juga tersedia dua varian yaitu 256 GB atau 512 GB. Untuk kelas harganya, kapasitasnya tentu sudah sangat lega meski tidak dibekali slot microSD.
Menurut klaimnya, ponsel ini mampu meraih skor AnTuTu v11 hingga 2,2 jutaan. Sementara menurut pengujian GSMArena, skornya mencapai angka 2 jutaan. Artinya klaim yang diberikan tidak jauh berbeda dengan pengujian secara langsung. Skor ini juga membuat POCO X8 Pro mampu bersaing dengan ponsel flagship lain di pasar.
Sebagai upaya mengoptimalkan performanya, POCO juga membuat cooling system yang lebih besar. Ponsel ini pakai sistem pendingin POCO 3D dual-layer IceLoop berukuran 5300mm². GSMArena juga mengatakan kalau performanya bisa berjalan konsisten dalam waktu lama tanpa throttling atau overheat.
2. Baterai 6500 mAh dengan 100W Fast Charging

POCO X8 Pro membawa kapasitas baterai yang terbilang lumayan besar yaitu 6500 mAh. Kapasitas ini lebih besar 500 mAh dari pendahulunya yaitu POCO X7 Pro di 6000 mAh. Artinya, ketahanan daya yang ditawarkan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.
Merujuk pada pengujian GSMArena, POCO X8 Pro mendapatkan skor penggunaan aktif sampai 16 jam 52 menit. Skor ini berasal dari penggunaan telepon yang bertahan hingga 31 jam 22 menit, browsing hingga 14 jam 35 menit, memutar video hingga 23 jam 28 menit, dan bermain game hingga 10 jam 14 menit.
Skor ini ternyata terpaut cukup jauh dibandingkan pendahulunya yang hanya mendapatkan skor penggunaan aktif selama 12 jam 43 menit saja. Tech Spurt dalam videonya juga merasa bahwa daya tahan yang ditawarkan sudah sangat baik untuk penggunaan sehari penuh. Bahkan ponsel juga bisa digunakan lebih dari sehari dengan fitur power save mode.
Dalam videonya, ia memberikan detail ketika digunakan untuk memainkan game Wuthering Waves nonstop. Dengan grafik maksimal, ponsel bertahan sekitar 4 jam.
POCO X8 Pro hadir dengan fitur pengisian daya yang sangat memukau yaitu 100W. Menurut klaimnya, proses pengisian daya bisa selesai hingga 100 persen dalam waktu 48 menit saja. Fitur reverse charging juga tersedia mengingat kapasitasnya yang besar dan bisa digunakan sebagai power bank untuk perangkat lain.
3. Layar Compact Mulus dan Cerah

Sedikit berbeda dari sebelumnya, POCO X8 Pro didesain menjadi ponsel compact yang bertenaga. Ukuran layarnya masih pakai panel AMOLED tapi ada di angka 6,59 inci, lebih kecil dari POCO X7 Pro dengan 6,67 inci. Menariknya, kualitas yang ditawarkan tetap dibuat lebih tinggi sebagai value yang ditawarkan.
Salah satu peningkatannya ada pada tingkat kecerahan yang bisa mencapai 3500 nit (puncak). Perbedaannya dengan pendahulunya memang tidak cukup signifikan. Namun, angka yang ditawarkan sudah sangat mumpuni untuk pemakaian di luar ruangan yang terik sekalipun.
Selain nyaman digunakan di luar ruangan, ponsel ini juga menjamin kenyamanan penggunaan di dalam ruangan yang biasanya punya cahaya redup. Ada fitur 3840Hz PWM dimming yang membuat mata tetap nyaman ketika melihat layar. Bahkan lengkap dengan tiga sertifikasi TUV Rheinland yang cukup menjanjikan.
Masih soal kenyamanan, POCO X8 Pro mendukung refresh rate 120 Hz. Hal ini membuat pergerakannya jadi terasa lebih mulus saat scrolling atau bermain game. Bahkan ada fitur adaptif yang akan mengubah tingkat laju penyegaran secara otomatis. Hal ini demi mengurangi pemakaian daya berlebihan atau yang tidak diperlukan.
POCO X8 Pro masih mengandalkan perlindungan Gorilla Glass Victus 2 di permukaan layarnya. POCO mengeklaim soal kemampuannya yang lebih tahan jatuh hingga 55 persen dibanding generasi sebelumnya. Jadi tidak perlu lagi khawatir jika HP tidak sengaja terjatuh dari ketinggian tertentu.
4. Stereo Speaker Imersif Berbasis Dolby Atmos
POCO X8 Pro hadir dengan dukungan dual speaker atau stereo. Lubang speakernya disimpan di bagian bawah bodi dan bagian atas, bukan earpiece. Hal ini membuat suara yang keluar jadi terasa lebih seimbang.
Beberapa reviewer juga mengatakan bahwa suara yang dihasilkannya ini cukup lantang. Hal ini membuat aktivitas seperti menonton atau bermain game jadi lebih seru. Belum lagi ada dukungan teknologi Dolby Atmos yang membuat suaranya lebih jernih dan surrounded.
Peningkatan kualitas suara speakernya juga didapat dari algoritma baru yang disebut AI Super Cinema. Algoritma tersebut dikatakan mampu menciptakan suara yang lebih hidup dan nyata.
Pengguna dapat merasakannya ketika mengaktifkan Mode Teater. Menariknya, mode tersebut sudah mendukung berbagai platform seperti YouTube, Netflix, serta video player bawaan ponsel.
5. Kualitas Kamera Belakang Cukup Mumpuni

Memiliki nama flagship killer, POCO X8 Pro seakan dipaksa untuk unggul di segala sektor, termasuk kamera. Tidak hanya mengandalkan chipset kencang, ponsel ini dibuat untuk menunjang pemotretan terbaik setiap harinya. Namun, tentu dengan catatan atau masalah turunan dari pendahulunya.
Di bagian belakang, ada kamera utama beresolusi 50 MP dengan sensor Sony IMX882. Kamera utamanya ini sudah didukung PDAF dan OIS agar tetap stabil selama pemotretan. Sementara pelengkapnya adalah ultrawide 8 MP dengan bukaan f/2.2 dengan focal length 15mm. Sudut pandangnya lebih luas ketimbang kamera wide yaitu bisa sampai 120 derajat.
Sayang, tidak ada kamera telefoto untuk pemotretan jarak jauh yang lebih baik. Padahal untuk kelas harga Rp5-6 jutaan, banyak ponsel yang sudah menawarkan kamera ini. Mulai dari Tecno Camon 50 Pro 5G, Motorola Edge 60 Pro, bahkan Xiaomi 15T dari keluarga yang sama.
Beralih ke bagian depan, POCO X8 Pro dibekali kamera selfie beresolusi 20 MP dengan bukaan f/2.2. Soal perekaman videonya, kamera depannya ini sebenarnya sudah baik karena mendukung frame rate 60 FPS. Sayangnya, resolusinya hanya bisa berada di 1080p saja, belum 4K.
Lantas, bagaimana dengan kualitas pemotretannya? Berkat sensor yang besar, kamera utamanya mampu hasilkan foto makro yang cukup jelas, memanfaatkan kemampuan in-sensor zoom 2x. Kemampuannya juga berlaku untuk kondisi low light dengan meminimalkan noise berkat stabilisasi dari OIS.
Tangkapan kamera selfie-nya lumayan oke menurut beberapa reviewer. Foto yang dihasilkan tampak cerah, detail, dan tidak ada indikasi overexposure serta oversharpening. Yang kurang hanya di kamera ultrawide-nya yang tidak konsisten, ini juga dialami oleh pendahulunya yaitu POCO X7 Pro.
6. Langsung Pakai Xiaomi HyperOS 3

Saat rilis, POCO X8 Pro hadir dengan Android 16 dan antarmuka HyperOS 3. Sistem antarmuka ini membawa sejumlah upgrade yang mungkin ditunggu banyak pengguna Xiaomi. Salah satunya adalah soal perluasan ekosistem yang tidak hanya terbatas di lingkungan Android, tapi Apple.
Kini, HyperOS 3 sudah memungkinkan pembagian data tertentu dengan perangkat Android non-Xiaomi, bahkan perangkat Apple seperti iPad, iPhone, Mac, dan Windows PC. Xiaomi mengeklaim kalau pengguna dapat membaca notifikasi atau menjawab panggilan langsung dari iPad, Mac, atau iPhone.
Secara visual, HyperOS 3 tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya yaitu HyperOS 2. Namun, tetap ada beberapa peningkatan terutama pada animasi yang terasa lebih halus dan cepat. Tampilan ikon pada sistem juga didesain ulang menjadi lebih datar dan terlihat simpel.
Fitur HyperAI yang disematkan juga sebagian besar tetap sama. Misalnya untuk membantu dalam penulisan, transkripsi, terjemahan, menampilkan subtitle saat menonton video, atau membuat wallpaper dinamis hanya dari gambar saja.
7. Tampilan Desain Minimalis Tapi Premium

POCO X8 Pro memiliki tampilan desain yang masih sama dengan pendahulunya, setidaknya untuk modul kameranya. Saya cukup suka dengan desain seperti ini karena memberi kesan ramping. Apalagi dimensi yang ditawarkan juga lebih kecil atau compact dari sebelumnya.
Salah satu perbedaannya dari POCO X7 Pro adalah tidak lagi menggunakan desain dual tone. POCO benar-benar meningkatkan sisi minimalisnya di ponsel ini. Sementara kesan premium didapat dari material kaca di bodi dan aluminium di frame-nya.
Untuk varian warnanya, ada tiga pilihan yang membuat banyak orang bingung untuk memilih. Ketiga varian tersebut yaitu White, Black, dan Mint Green.
Di dalam modul kameranya juga memiliki detail unik yang bisa dibilang baru di serinya. Dynamic RGB Light dibawa POCO X8 Pro dan diletakkan di dalam dua lingkaran kameranya. Lampu dinamis ini berfungsi sebagai indikator untuk notifikasi, panggilan masuk, musik, game, dan banyak lagi. Di dalamnya ada 8 varian warna yang bisa diatur sesuka hati.
Untuk ketahanannya, sertifikasi IP68/IP69K masih menjadi andalan untuk seri ini. Sertifikasinya membuat ponsel mampu bertahan dari debu dan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
8. Kolaborasi dengan Iron Man dari Marvel

Untuk Anda yang suka dengan franchise Marvel, seharusnya tidak mau melewatkan POCO X8 Pro ini. Pasalnya, ponsel ini memiliki satu varian edisi khusus yang berkolaborasi dengan Iron Man. Tentu semua spesifikasi di dalamnya masih sama, tapi desain eksklusif yang ditawarkan punya nilai berbeda.
Sebagai informasi, Iron Man memiliki cukup banyak varian armor yang digunakan baik di film atau komik. Di sini, POCO menggunakan desain armor Iron Man Mark XXI dengan warna emas yang sangat dominan. Gambarnya juga disimpan di bodi belakang yang mungkin akan membuat tidak semua orang suka dengan desainnya.
Yang jelas, saya sangat terkesan dengan pola emas yang digunakan terutama di bagian modul kamera. Selain tampilan luar, POCO juga terlihat cukup serius dengan kolaborasinya. Tema yang mencakup font, wallpaper, sampai ikon dibuat khusus untuk menggambarkan Iron Man Mark XXI.

Satu hal yang paling penting dari kolaborasi sebuah ponsel adalah pengemasannya. POCO X8 Pro Iron Man Edition datang dengan kotak edisi terbatas. Kotak ini terinspirasi dari Iron Man MK5 atau Mark V dengan warna merah dan silver. Jika Anda menonton film Iron Man 2, kotak ini dibuat sangat mirip dengan koper yang digunakan Tony Stark untuk suit up armornya.
Sebagai pelengkap, Anda juga akan mendapatkan aksesori edisi khusus lain yang membuat kesan kolaborasi ini jadi lebih serius. Mulai dari case yang dibuat seperti sebuah armor, kabel data custom, dan SIM ejector dengan logo MARVEL yang sangat khas dan jadi pemikat utama para fans.
Kekurangan POCO X8 Pro
Punya banyak keunggulan ternyata tidak berarti nihil catatan. POCO X8 Pro masih punya beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum membelinya. Simak daftarnya berikut.
1. Tidak Ada Upgrade Untuk Kamera Ultrawide

Kamera ultrawide POCO X8 Pro tidak mengalami perubahan spesifikasi sejak POCO X5 Pro. Kemampuan fotografi dan videografinya pun masih tidak jauh berbeda. Kalaupun ada peningkatan dari pemrosesan chipset, hasilnya tentu tak terlalu signifikan.
Hal yang sama juga dialami oleh kamera depan yang punya resolusi 20 MP. Perekaman videonya masih terbatas di 1080p, belum mendukung 4K atau bahkan 2K yang lebih baik. Setidaknya, POCO X8 Pro memberi sedikit peningkatan di videografinya. Ponsel ini sudah kompatibilitas dengan frame rate-nya di 60 FPS, tidak hanya 30 FPS saja.
2. Fitur Always-on-Display yang Tidak “Always”
Layaknya HP lain yang pakai layar AMOLED, POCO X8 Pro memiliki fungsi Always-on-display. Fitur ini membuat layar ponsel tetap menyala setelah layar dikunci. Fungsinya jelas untuk memantau ponsel terus menerus meski dalam keadaan terkunci.
Sayangnya, fitur always-on-display di POCO X8 Pro cuma sebatas nama. Di menu pengaturan memang tertera nama fitur always-on-display ini, tapi lucunya masih tidak bisa “always”.
Fitur yang dimiliki ponsel ini nyatanya hanya bisa membuat layar tetap menyala selama 10 detik saja. Tidak ada cara untuk memaksa agar layar tetap menyala untuk memantau layar secara terus-menerus.
Di satu sisi, hal ini bagus sebagai upaya untuk menghemat baterai. Namun di sisi lain, fungsi ini memang dibuat untuk terus menyala tanpa memperhatikan konsumsi baterainya. Setidaknya, ponsel ini sudah menyediakan fitur Dynamic RGB Light di bagian belakang. Anda jadi tahu ketika ada notifikasi masuk dan bisa langsung membuka untuk melihatnya.
Simpulan
POCO X8 Pro menjadi salah satu ponsel yang paling ditunggu karena berada di jajaran X Series. Seri yang sering menawarkan pengalaman ponsel flagship killer karena berani bersaing dengan kelas yang lebih tinggi. Terutama dalam hal performa yang kini mengandalkan Dimensity 8500 Ultra sebagai sumber tenaganya.
Meski ukurannya lebih compact, layarnya punya kecerahan lebih tinggi. Yang paling menarik adalah kapasitas baterai yang lebih besar yaitu 6500 mAh. Sebagai penerus, ponsel ini punya value yang lebih tinggi. Mulai dari sistem antarmuka terbaru, desain dengan Dynamic RGB, sampai kolaborasi dengan Iron Man yang menyasar langsung fans Marvel.
Meski begitu, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan di ponsel ini. Misalnya masih tidak ada kamera telefoto, kemampuan lensa ultrawide yang stagnan, sampai fitur Always-on-display yang seperti gimmick saja. Dengan pertimbangan itu, apakah masih tertarik buat punya POCO X8 Pro ini?
