carisinyal-web-banner-retina 35

Inilah 10 Kelebihan dan Kekurangan Redmi A7 Pro

Ditulis oleh Adam Duta Dwiguna

Kini, ponsel Rp1 jutaan sudah punya standar yang cukup tinggi, loh. Untuk penggunaan harian, kenyamanan, serta ketahanan sudah jadi hal wajib dipunya. Salah satu ponsel yang menawarkan hal semacam itu datang dari Xiaomi yaitu Redmi A7 Pro. Ia menjadi penerus dari Redmi A5 yang rilis satu tahun sebelumnya.

Redmi A7 Pro menawarkan daya tahan menarik dengan baterai masifnya. Kapasitasnya cukup besar di kelasnya yaitu 6000 mAh, kemudian dikombinasikan dengan kualitas layar yang memukau. Penasaran seperti apa kemampuan ponsel ini? Simak beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut.

Spesifikasi Redmi A7 Pro

redmi a7 pro
Layar IPS LCD 6.9 inci
Chipset UNISOC T7250
RAM 4 GB
Memori Internal 64 GB, 128 GB
Baterai Li-Ion 6000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok
*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Layar nyaman dengan dukungan refresh rate 120 Hz dan TUV Rheinland
Memiliki kapasitas RAM yang kecil dengan satu opsi di 4 GB saja
Kapasitas baterai masif sampai 6000 mAh yang awet untuk pemakaian lama
Hanya memakai mono speaker yang kurang maksimal
Saat rilis, hadir dengan antarmuka Xiaomi HyperOS 3 yang lebih canggih
Punya integrasi langsung dengan Google Gemini sebagai asisten harian
Mengandalkan performa UNISOC T7250 yang oke di kelas harganya
Masih ada slot microSD khusus untuk perluasan memori dan sudah memakai UFS
Tampilan desain elegan dengan warna unik, sudah tahan percikan air
Kemampuan kamera utama jernih untuk pemotretan di siang hari

Kelebihan Redmi A7 Pro

Berada di kelas entry, Redmi A7 Pro dijual dengan harga mulai dari Rp1,6 jutaan saja. Harga yang pasti bisa dijangkau oleh banyak orang. Berikut beberapa kelebihan yang akan didapat.

1. Nyaman dengan Refresh Rate 120 Hz

Redmi A7 Pro

Keunggulan utama yang ditawarkan Redmi A7 Pro bisa ditemukan di bagian layarnya. Ukurannya cukup besar untuk ponsel kelas entry yaitu 6,9 inci dengan panel IPS LCD. Resolusinya masih ada di HD+, tapi ketajaman warnanya terbilang cukup baik.

Di dalamnya terdapat tiga opsi warna yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, terdiri dari Standard (netral), Warm (hangat), dan Cold (dingin). Opsi warna ini jelas lebih sederhana dari HP lainnya, tapi fleksibilitasnya cukup membantu untuk menyesuaikan kenyamanan visual sesuai preferensi masing-masing.

Yang jelas, tampilan warna dan ketajamannya sudah nyaman untuk pemakaian harian. Misalnya untuk menonton, bermain media sosial, atau menikmati hasil jepretan kamera.

Berbicara soal kenyamanan, Redmi A7 Pro tampil sangat baik berkat dukungan refresh rate 120 Hz. Hal ini membuat pergerakan animasinya terasa jauh lebih mulus dari ponsel 1 jutaan lain. Sayang tidak ada fitur adaptif sehingga angkanya akan statis atau berganti dari 120 Hz, 90 Hz, atau 60 Hz saja.

Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi dengan fitur DC dimming dan telah mendapatkan sertifikasi TUV Rheinland untuk low blue light dan flicker free. Fitur-fitur ini menunjukkan perhatian Xiaomi terhadap kesehatan mata pengguna, terutama bagi mereka yang sering menggunakan HP dalam waktu lama.

2. Baterai Masif 6000 mAh

Redmi A7 Pro

Redmi A7 Pro membawa kapasitas baterai masif yaitu 6000 mAh. Angka ini jelas sudah cukup besar untuk ponsel kelas entry. Peningkatannya pun terasa sangat signifikan dibanding Redmi A5 yang hanya membawa baterai 5300 mAh. Artinya, ketahanan baterai yang ditawarkan meningkat jauh lebih tinggi.

Menurut klaimnya, ponsel ini bisa diajak menelepon selama 49 jam, memutar musik selama 77 jam, atau menonton video selama 35 jam. Untuk pemakaian sehari-hari yang terbilang ringan seperti bermain media sosial, browsing, atau chatting, pemakaian bisa bertahan hingga 2,37 hari.

Selain tahan untuk pemakaiannya, baterai Redmi A7 Pro juga diklaim punya kesehatan yang baik. Anda bisa memakainya dalam waktu lama tanpa merasakan penurunan kualitas baterainya. Xiaomi menyebut angka 1000 siklus pengisian daya yang berarti cukup untuk beberapa tahun ke depan.

Sayang, Redmi A7 Pro tidak dibekali fitur pengisian daya yang terbilang kencang. Butuh waktu untuk bisa mengisi daya hingga penuh dengan kekuatan 15W saja. Namun, hal ini mungkin bisa dimaklumi karena sudah dibayar dengan baterai yang awet.

3. Hadir dengan Xiaomi HyperOS 3

hyperOS 3

Memiliki harga Rp1 jutaan, Redmi A7 Pro tetap dibekali sistem antarmuka terbaik dari Xiaomi yaitu HyperOS 3. Antarmuka ini terbilang baru ketika ponsel rilis, bahkan pembagiannya masih bertahan di seri yang lebih tinggi.

Secara visual, HyperOS 3 tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya yaitu HyperOS 2. Namun, tetap ada beberapa peningkatan terutama pada animasi yang terasa lebih halus dan cepat. Tampilan ikon pada sistem juga didesain ulang menjadi lebih datar dan terlihat simpel.

Dalam pembaruannya, yang paling ditekankan adalah soal konektivitas dan ekosistem yang lebih luas dan Hyper Island. Xiaomi telah menjalin kerja sama dengan Apple sehingga mempermudah interaksi keduanya. Misalnya melakukan transfer file, kontrol jarak jauh, dan sebagainya.

Satu hal yang cukup menarik perhatian adalah kehadiran Hyper Island. Redmi A7 Pro hadir dengan notch sebagai rumah kamera depan berdesain waterdrop. Namun, hal ini tidak menutup kesempatan untuk membuatnya tampil lebih atraktif, misalnya mengubah panjang atau lebar sesuai kebutuhan.

4. Integrasi Langsung Google Gemini

Redmi A7 Pro

Redmi A7 Pro jadi salah satu ponsel dengan harga murah yang rasanya hadir tanpa batasan. Selain HyperOS 3, ada integrasi Google Gemini yang jarang ditemukan di kelas harganya. Anda bisa menggunakan berbagai fitur yang ditawarkan Gemini secara lengkap dan bebas di sini.

Xiaomi seakan menawarkan sebuah rumah yang tidak hanya murah, tapi lengkap dengan asisten sebagai bonusnya. Adapun beberapa fitur Gemini yang bisa dimanfaatkan adalah Gemini Overlay, Gemini Live, sampai Image Generation. Gemini juga bisa berinteraksi dengan aplikasi Google atau Xiaomi untuk tugas-tugas yang lebih kompleks.

Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah Circle to Search. Dengan fitur ini, mencari suatu informasi jadi lebih mudah dan praktis. Anda hanya perlu melingkari, menyoroti, menulis, atau mengetuk untuk mencari tahu tanpa melakukan screenshot terlebih dahulu. 

5. Performa UNISOC T7250 Oke di Kelasnya

Redmi A7 Pro

Beralih ke sektor performa, Redmi A7 Pro mengandalkan tenaga dari UNISOC T7250. Chipset ini juga dipakai oleh generasi sebelumnya yaitu Redmi A5. Lantas, apakah ini hal yang buruk? Ternyata tidak. Chipset ini memiliki potensi yang cukup baik di kelasnya. Ia menyasar penggunaan yang lancar dan seimbang antara performa dan efisiensi daya.

Untuk arsitekturnya, UNISOC T7250 dibangun dengan fabrikasi 12 nm dengan delapan inti CPU. Di dalamnya, tersemat dua inti ARM Cortex-A75 (1,8 GHz) untuk tugas-tugas berat dan enam inti ARM Cortex-A55 (1,6 GHz) untuk efisiensinya.

Untuk kartu pengolah grafisnya, UNISOC T7250 ini mengandalkan Mali G57 MC2 dengan frekuensi 850 MHz. Untuk pengoptimalannya, chipset ini sudah kompatibel untuk RAM LPDDR4x dengan internal eMMC 5.1 atau UFS 2.2.

Untuk pengujian benchmark, Xiaomi memberi klaim kalau ponselnya ini mampu meraih skor AnTuTu di 390-400 ribuan. Skor yang sudah cukup tinggi dan mumpuni untuk diajak memainkan beberapa game populer. Misalnya Mobile Legends, Free Fire, atau PUBG Mobile.

6. Ada Slot MicroSD dan Pakai UFS

Satu hal yang sebenarnya jadi catatan dari Redmi A7 Pro adalah kapasitas memorinya yang kecil. Terutama untuk RAM yang hanya tersedia di kapasitas 4 GB saja. Kapasitasnya tentu saja terasa sangat kurang mengingat banyak aplikasi dan penggunaan sistem yang makin besar.

Sementara untuk memori internalnya, tersedia dua opsi dengan kapasitas 4 GB atau 128 GB. Meski kapasitasnya tergolong standar, jenis memori yang digunakan kini sudah UFS 2.2. Ini jadi peningkatan kecil dari pendahulunya yang masih memakai eMMC. Singkatnya, UFS memiliki kecepatan baca dan tulis lebih baik, sehingga lebih gesit ketika memproses sesuatu.

Buat Anda yang perlu ruang memori lebih, ada slot microSD khusus yang bisa dimanfaatkan. Memori eksternal yang dipasang nantinya akan membantu menyimpan berbagai file penting berukuran besar.

7. Desain Elegan dengan Warna Unik

Redmi A7 Pro

Dari segi desain, Redmi A7 Pro mengadopsi material plastik pada rangka (frame) dan panel belakangnya. Meski tidak memberikan kesan mewah seperti logam atau kaca, kualitas konstruksinya tetap kokoh dan dirancang untuk ketahanan penggunaan harian. 

Ponsel ini bahkan memiliki klaim tahan cipratan air dan debu. Di bagian layarnya juga disebut memiliki fitur Wet Touch 2.0. Fitur ini memungkinkan layar tetap bisa beroperasi atau merespons sentuhan meski dalam keadaan basah atau lembap.

Build quality yang dibawa memang cukup bagus di kelasnya. Beberapa reviewer merasa bodinya tidak kopong atau solid saat memegang langsung. Apalagi didukung pola desain dan warna yang elegan. Redmi A7 Pro punya empat varian warna dengan Black dan Mist Blue yang jadi paling simpel.

Sedangkan dua warna lainnya memiliki pola khusus yang sangat menjual. Misalnya Palm Green dengan hijau segar, serta pola goresan kuas di atas bodi yang fresh. Kemudian ada Sunset Orange yang sangat eye catching. Warnanya terasa cerah dan hangat dengan nuansa senja yang magical.

Untuk ukurannya sendiri, Redmi A7 Pro memiliki ketebalan bodi 8,15 mm dengan berat 208 gram. Angka ini masih terbilang oke dan nyaman saat dibawa ke mana-mana. Apalagi desain frame-nya yang datar membuat cengkraman jadi lebih pas.

8. Kamera Jernih di Siang Hari

Redmi A7 Pro

Karena ini adalah HP murah di kelas entry, saya sama sekali tidak mencari keberadaan kamera ultrawide. Saya hanya ingin tahu tentang kemampuan kamera utamanya. Sebab hanya kamera itulah yang pasti akan diandalkan untuk HP di kelas harganya.

Untuk konfigurasinya, Redmi A7 Pro mengandalkan kamera utama beresolusi 13 MP. Kamera ini memiliki aperture atau bukaan f/2.2 untuk menangkap cahaya lebih banyak. Sebenarnya ada satu kamera lagi yaitu depth sensor yang mungkin berfungsi untuk menghasilkan efek bokeh pada mode portrait. Namun kamera ini sebetulnya tidak perlu ada.

Pemotretan dari ponsel ini benar-benar hanya mengandalkan kamera utamanya saja. Kameranya memiliki lensa 4P dan didukung oleh beberapa fitur seperti LED flash, HDR, Ultra HD, Night mode, Portrait, Time-lapse, dan Fill-light. Ada juga dukungan AI untuk meningkatkan kualitas foto melalui pemrosesan tertentu.

Untuk perekaman videonya standar saja yaitu berada di 1080p@30fps. Setidaknya kemampuannya ini lebih baik dibandingkan kamera depan yang hanya bisa merekam 720p@30fps saja. Kemudian resolusi kamera depannya ada di 8 MP dengan bukaan f/2.0.

Kekurangan Redmi A7 Pro

Catatan atau kekurangan jadi hal yang wajar dimiliki ponsel kelas entry. Sebelum beli, ini beberapa hal yang harus diketahui dari Redmi A7 Pro.

1. Kapasitas RAM Kecil di 4 GB

Redmi A7 Pro

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa Redmi A7 Pro memang punya potensi performa yang oke. Ia bahkan bisa memainkan beberapa game dengan cukup baik. Sayangnya, potensinya ini saya rasa masih kentang (kena tanggung). Dengan ARM Cortex A75, akan lebih menarik jika HP ini dibekali RAM 6 GB atau 8 GB.

Sayang, kapasitas RAM yang ditawarkan hanya di angka 4 GB saja. Memang, Xiaomi menawarkan fitur RAM Expansion untuk menggandakannya menjadi 8 GB. Namun, kapasitas tersebut bersifat virtual dengan meminjam ke memori internal. Artinya tidak ada kapasitas memori yang benar-benar ditambahkan atau punya efek nyata.

2. Hanya Memakai Mono Speaker

Kekurangan lain dari Redmi A7 Pro ini adalah hanya menggunakan mono speaker saja. Kekurangan ini juga sebenarnya dialami oleh generasi sebelumnya yaitu Redmi A5. Xiaomi tampaknya masih enggan memperbaiki sektor ini dan lebih memilih meningkatkan spesifikasi untuk sektor lain.

Padahal, speaker jadi salah satu sektor yang cukup penting. Penggunaan HP seperti saat scrolling atau menonton jadi lebih nyaman saat speakernya stereo. Selain lebih lantang, detail dan kejernihannya juga akan lebih baik dari mono speaker yang hanya mengandalkan satu lubang saja.

Ya, setidaknya masih ada port audio jack 3,5 mm yang bisa dimanfaatkan jika ingin suara yang lebih dekat dan dalam. Anda tinggal pakai earphone kabel dengan mudah dan praktis. Cara ini jadi yang paling efektif dibandingkan pakai TWS yang suaranya mungkin tidak sedalam earphone kabel.

Simpulan

Memiliki harga murah, Redmi A7 Pro tetap tampil menarik dengan beberapa sektor unggulannya. Misalnya layar yang lega dengan tingkat kenyamanan tinggi. Ada dukungan refresh rate 120 Hz dan sertifikasi TUV Rheinland. Pemakaian juga lebih smooth dengan HyperOS 3 yang fresh, ekosistem luas, dan fitur Hyper Island baru.

Ukurannya terbilang standar ketika digenggam, tapi punya baterai masif 6000 mAh. Ketahanan dayanya bisa diandalkan untuk pemakaian harian seperti bermain media sosial, browsing, sampai game. Sayang durasi pengisian dayanya tergolong standar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan lainnya adalah kapasitas RAM yang sempit, hanya pakai mono speaker, dan sensor minim. Namun, ponsel di harga Rp1 jutaan ini sudah cukup tangguh untuk pemakaian intens berkat prosesornya. Bagaimana, tertarik dengan Redmi A7 Pro ini?

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross