11 Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 15 Pro+ 5G
Xiaomi Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir sebagai varian tertinggi dari seri Redmi Note 15. Ponsel ini merupakan penerus dari seri Pro+ sebelumnya yakni Redmi Note 14 Pro+ 5G.
Ponsel ini membawa sejumlah peningkatan dibanding pendahulunya, mulai dari layar yang lebih besar dan terang, chipset yang lebih kencang, baterai jumbo 6500 mAh, hingga perlindungan IP68/IP69K yang lebih tangguh.
Redmi Note 15 Pro+ hadir di Indonesia dengan harga rilis Rp5.999.000 untuk varian RAM 8GB storage 256GB dan Rp 6.799.000 RAM 12GB storage 512GB
Harganya ini terbilang cukup tinggi dibanding versi sebelumnya. Karena itu, selain hadir dengan berbagai keunggulan, ponsel ini juga hadir dengan beberapa kompromi. Pertanyaannya, apakah upgrade yang ditawarkan cukup signifikan untuk membenarkan harganya? Mari kita bedah secara mendalam kelebihan dan kekurangan yang dibawa Redmi Note 15 Pro+ ini.
Spesifikasi Redmi Note 15 Pro+ 5G

| Layar | AMOLED 6.83 inci |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 |
| RAM | 8 GB, 12 GB |
| Memori Internal | 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6500 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Redmi Note 14 Pro+ 5G
Redmi Note 15 Pro+ 5G punya beberapa poin kelebihan menarik. Contoh paling kentara adalah ketahanan. Namun, selain ketahanan atau durabilitas, ponsel ini punya banyak kelebihan sebagai berikut.
1. Proteksi Ekstrem dengan IP68/IP69K dan Tahan Jatuh 2,5 Meter

Redmi Note 15 Pro+ hadir dengan perlindungan yang luar biasa untuk kelasnya. Ponsel ini mengantongi rating IP68 yang berarti tahan debu sepenuhnya dan dapat bertahan terendam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Rating IP69K menunjukkan ponsel ini juga tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi, perlindungan yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat rugged khusus.
Sebenarnya, Redmi Note 15 Pro+ juga punya IP66 dan IP69. Tapi, IP69K sebenarnya sudah cukup mewakili karena ini tes ketahanan air bertekanan tinggi dengan intensitas lebih tinggi (tekanan 80-100 bar), laju aliran lebih tinggi, dan suhu lebih panas (hingga 80°C/100°C),
Xiaomi bahkan mengklaim ponsel ini dapat bertahan terendam hingga kedalaman 2 meter selama 24 jam, jauh melampaui standar IP68 pada umumnya. Perlindungan ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau bekerja di lingkungan yang menantang.
Tidak hanya itu, Redmi Note 15 Pro+ juga telah disertifikasi tahan jatuh hingga ketinggian 2,5 meter. Ketahanan ponsel ini juga sudah lolos sertifikasi lain. Sebut saja TÜV Water-resistant endurance dan
SGS Crush resistance, Drop resistance, & Bending resistance. Ini membuat ketahanan ponsel ini tidak perlu diragukan.
Konstruksi bodinya juga diperkuat dengan frame aluminium dan panel depan yang dilindungi Gorilla Glass Victus 2, salah satu kaca pelindung layar paling tangguh saat ini. Kombinasi perlindungan ini membuat ponsel sangat cocok untuk pengguna yang cenderung ceroboh atau memiliki aktivitas dinamis.
2. Baterai Jumbo 6500 mAh dengan Daya Tahan Sangat Lama

Redmi Note 15 Pro+ mengusung baterai berkapasitas 6500 mAh yang tergolong sangat besar di kelas mid-range. Kapasitas ini dipadukan dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4 berfabrikasi 4nm yang efisien, sehingga konsumsi daya tetap terjaga meski dipakai intens.
Berdasarkan pengujian GSMArena, Redmi Note 15 Pro+ mencatatkan Active Use Score hingga 15 jam 16 menit. Angka tersebut jauh melampaui Redmi Note 14 Pro+ yang sebelumnya hanya berada di 10 jam 40 menit. Untuk skenario video playback, ketahanannya juga sangat solid dan cocok bagi pengguna yang gemar menonton atau streaming dalam durasi panjang.
Daya tahan baterai ini bahkan disebut sebagai keunggulan absolut. Dengan kapasitas 6.500 mAh yang sudah memakai teknologi silikon-karbon terbaru, performanya terasa semakin optimal.
Dalam pengujian penggunaan nyata yang dilakukan oleh Stuff.tv, Redmi Note 15 Pro+ mampu bertahan seharian penuh dalam penggunaan berat tanpa perlu diisi ulang, dan masih menyisakan daya yang cukup hingga jam makan siang di hari kedua.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang masih mengandalkan baterai 5110 mAh, peningkatan daya tahan di Redmi Note 15 Pro+ memang signifikan. Dengan penggunaan moderat seperti browsing, media sosial, dan menonton video, ponsel ini bahkan bisa bertahan hingga dua hari penuh.
Ketahanan baterainya juga dinilai jauh lebih unggul dibanding para kompetitor di kelas harga serupa, termasuk ponsel dari Samsung maupun Google. Hal tersebut membuat Redmi Note 15 Pro+ layak disebut sebagai standar baru untuk daya tahan baterai di segmen menengah, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang ingin minim ketergantungan pada charger.
3. Pengisian Daya 100W yang Cepat dan Praktis

Redmi Note 15 Pro+ mendukung pengisian daya cepat 100W yang tergolong sangat kencang untuk baterai berkapasitas 6500 mAh. Dengan daya sebesar ini, waktu isi ulang terasa singkat dan tetap relevan untuk kebutuhan pengguna harian.
Berdasarkan pengujian GSMArena, saat menggunakan charger bawaan Xiaomi 100W HyperCharge, baterai Redmi Note 15 Pro+ dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 48 menit. Dalam 30 menit pertama, kapasitasnya sudah mencapai sekitar 78 persen, sebuah hasil yang masih sangat kompetitif di kelasnya.
Menariknya, kecepatan ini tidak hanya bergantung pada charger bawaan. Ketika memakai charger USB Power Delivery standar 100W, waktu pengisian penuh memang sedikit lebih lama, sekitar 61 menit. Namun, dalam 30 menit pertama baterai tetap bisa terisi hingga 64 persen, sehingga masih tergolong cepat dan memberi fleksibilitas bagi pengguna yang tidak selalu membawa charger khusus.
Pengujian dari Stuff.tv bahkan mencatat hasil yang lebih impresif. Menurut mereka, Redmi Note 15 Pro+ mampu terisi dari kondisi kosong hingga penuh hanya dalam waktu sekitar 40 menit.
Kombinasi antara baterai besar dan pengisian super cepat ini disebut sebagai alasan terbesar untuk memilih ponsel ini, terutama karena peningkatan di sektor lain seperti performa chipset dinilai tidak terlalu signifikan.
Di sisi perangkat lunak, HyperOS turut menyediakan fitur pendukung seperti pembatasan pengisian hingga 80 persen, smart charging yang menyesuaikan pola pemakaian, hingga opsi menonaktifkan fast charging demi menjaga kesehatan baterai jangka panjang.
Redmi Note 15 Pro+ juga dibekali fitur reverse wired charging 22.5W yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat lain seperti earbuds atau smartwatch.
4. Layar AMOLED 120Hz yang Terang dan Nyaman Dipakai

Redmi Note 15 Pro+ mengusung layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa mulus saat scrolling media sosial, browsing, atau berpindah antar aplikasi.
Keunggulan utamanya ada pada tingkat kecerahan layar. Xiaomi mengklaim kecerahan layar ponsel ini mencapai tingkat kecerahan 1800 nit (HBM) dan 3200 nit (puncak). Layarnya juga punya 16.000 Level kecerahan dan Sunlight display yang membuat tampilan layarnya cerah.
Berdasarkan pengujian GSMArena, dalam mode manual layar Redmi Note 15 Pro+ mampu mencapai hampir 600 nits. Angka ini sudah cukup untuk penggunaan harian, termasuk saat berada di luar ruangan. Saat kecerahan otomatis aktif, layar bisa tampil jauh lebih terang sehingga konten tetap jelas meski digunakan di bawah sinar matahari.
Layar ini juga mendukung HDR10+, Dolby Vision, dan Vivid HDR+. Dengan fitur ini, ponsel ini jadi cocok digunakan untuk menikmati konten di platform streaming seperti YouTube dan Netflix dengan tampilan yang lebih hidup dan kontras yang terasa.
Untuk kenyamanan mata, Redmi Note 15 Pro+ dibekali teknologi PWM dimming dengan frekuensi tinggi. 3840 Hz. Fitur ini membantu mengurangi efek kedipan layar, sehingga mata terasa lebih nyaman saat ponsel digunakan dalam waktu lama, terutama di kondisi cahaya redup.
Warna yang ditampilkan pun terlihat halus dan konsisten, membuat pengalaman visual lebih menyenangkan untuk penggunaan sehari-hari.
5. Kamera Utama 200 MP dengan Sensor Samsung ISOCELL dan OIS

Redmi Note 15 Pro+ dibekali kamera utama beresolusi 200 MP yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL S5KHPE. Sensor berukuran 1/1,4 inci ini dipadukan dengan aperture f/1.7 dan OIS, sehingga secara spesifikasi memang ditujukan untuk menghasilkan foto yang terang, tajam, dan minim blur akibat guncangan.
Dalam pengujian yang dilakukan oleh GSMArena, kamera utama Redmi Note 15 Pro+ mampu menyajikan detail tinggi saat pemotretan di kondisi cahaya memadai. Teknologi TetraPixel memungkinkan proses pixel-binning ke resolusi 12,5 MP dengan kualitas yang tetap terjaga dan siap untuk dibagikan ke media sosial.
Mode portrait sendiri menghasilkan foto yang cukup solid, meskipun pada beberapa situasi kontras belum sepenuhnya konsisten atau fokus subjek bisa sedikit meleset. Untuk crop zoom 2x, hasilnya masih mempertahankan karakter serupa dengan mode 1x, walaupun detail terlihat agak lembut saat diperiksa lebih dekat. Meski begitu, kualitasnya masih tergolong layak untuk pengambilan foto jarak dekat.
Pujian juga datang dari Stuff.tv yang menyebut sensor utama 200 MP ini sebagai kekuatan utama ponsel. Mereka menilai detail foto tetap sangat tajam meskipun hasil akhirnya melalui proses pixel-binning ke 12 MP. Reproduksi warna terlihat hidup dengan rentang dinamis yang baik. HDR dan OIS bekerja efektif dalam menghadapi kondisi cahaya rendah maupun kontras tinggi.
Untuk perekaman video, opsi perekaman resolusi tinggi 4K hanya tersedia di kamera belakang. Meski demikian, keberadaan OIS pada lensa utama mendapat apresiasi khusus karena dinilai sangat efektif dalam meredam guncangan tangan. Fitur ini membantu menjaga hasil video tetap stabil dan minim getaran, sehingga rekaman terlihat lebih nyaman ditonton meski diambil tanpa alat bantu tambahan.
Dengan karakter seperti ini, kamera Redmi Note 15 Pro+ sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan fotografi dan videografi harian, terutama bagi pengguna yang mengutamakan detail tinggi, warna yang konsisten, serta stabilisasi yang bekerja dengan baik.
6. Speaker Stereo Kencang dengan Dukungan Dolby Atmos

Redmi Note 15 Pro+ dibekali speaker stereo dengan desain hybrid, yang berarti speaker bagian atas juga berfungsi sebagai earpiece. Konfigurasi ini membuat suara yang dihasilkan terdengar lebih seimbang, sekaligus terasa sangat lantang untuk ukuran ponsel di kelasnya.
Menurut hasil pengujian dari GSMArena, speaker Redmi Note 15 Pro+ mencatatkan tingkat volume yang masuk kategori sangat tinggi. Suaranya terdengar jelas dan bertenaga, baik saat digunakan untuk menonton video, bermain gim, maupun memutar musik tanpa bantuan perangkat audio tambahan.
Dari sisi karakter suara, dentuman bass terasa cukup tebal dan memberikan kesan hangat pada lagu maupun efek suara. Meski di beberapa kondisi bass bisa terasa agak dominan hingga membuat vokal sedikit tertutup, kualitas audio yang dihasilkan tetap tergolong memuaskan untuk penggunaan sehari-hari.
Dukungan Dolby Atmos juga menjadi nilai tambah, karena membantu menghadirkan efek suara yang lebih luas dan imersif. Dengan kombinasi volume yang kencang dan pengolahan audio yang baik, speaker Redmi Note 15 Pro+ sudah sangat memadai untuk kebutuhan hiburan tanpa harus selalu mengandalkan earphone atau speaker eksternal.
7. Performa Stabil untuk Pemakaian Harian dan Gaming Ringan

Redmi Note 15 Pro+ tetap mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4. Keputusan ini dianggap sebagai langkah yang aman, meski dinilai bukan lompatan besar dari sisi performa. Peningkatannya disebut masih tergolong moderat, dengan kenaikan skor sintetis sekitar 10 persen saja.Â
Pengalaman pakai sehari-hari ponsel ini tergolong bagus. Ponsel ini mampu menangani aktivitas rutin seperti scrolling media sosial, web browsing, multitasking, hingga penyuntingan foto tanpa kendala berarti. Meskipun responsivitasnya tidak setara ponsel flagship, sistemnya terasa mulus dan bebas dari gejala tersendat (stutter-free).
Hal serupa juga disampaikan oleh GSMArena. Mereka menilai Snapdragon 7s Gen 4 di Redmi Note 15 Pro+ bekerja optimal dan hanya sedikit lebih kencang dibanding generasi sebelumnya (Snapdragon 7s Gen 3 di Redmi Note 14 Pro+). Untuk penggunaan harian, performanya terasa stabil dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Di sektor gaming, performanya masih tergolong mumpuni selama pengaturan grafis digunakan secara wajar. Dalam pengujian gim Sonic Rumble dengan setelan detail tinggi, permainan berjalan lancar dan responsif. Manajemen panasnya pun cukup baik, dengan bodi ponsel tidak terasa panas berlebihan meskipun dipakai bermain dalam durasi tertentu.
Catatan yang patut diperhatikan justru ada pada aspek harga. Redmi Note 15 Pro+ dijual dengan harga Rp6 jutaan yang terbilang tinggi jika menilik hardware yang ditawarkan. Soalnya di kelas harga ini, sudah banyak ponsel yang menawarkan performa lebih baik. Meski tentu kenaikan harga RAM memang cukup berpengaruh..
Kekurangan Redmi Note 15 Pro+ 5G
Pertanyaan soal apakah Redmi Note 15 Pro+ 5G cocok buat Anda tentu hanya Anda sendiri yang bisa menjawab. Untuk bisa menjawab hal itu, pastikan Anda juga mengetahui kekurangan sang ponsel seperti berikut.
1. Masih Pakai RAM LPDDR4X dan Storage UFS 2.2

Pemilihan RAM LPDDR4X dan storage UFS 2.2 pada Redmi Note 15 Pro+ cukup disayangkan, apalagi jika melihat posisi harga ponsel ini. Banyak pesaing di kelas yang sama sudah beralih ke LPDDR5 dan UFS 3.1 yang menawarkan performa lebih kencang sekaligus efisiensi daya yang lebih baik.
Menurut catatan pengujian dari GSMArena, kecepatan baca dan tulis storage UFS 2.2 yang digunakan memang masih tergolong cepat, dengan angka mendekati 1000 MB/s. Namun, performa tersebut tetap tertinggal cukup jauh dibanding UFS 3.1 yang mampu menembus lebih dari 2000 MB/s.
Dalam penggunaan ringan sehari-hari, perbedaan ini mungkin tidak langsung terasa. Namun, saat berhadapan dengan instalasi aplikasi berukuran besar, proses transfer file, atau heavy multitasking, keterbatasan tersebut mulai terlihat.
Penggunaan LPDDR4X juga berarti bandwidth memori yang lebih rendah serta konsumsi daya yang sedikit kurang efisien dibanding LPDDR5X. Tapi lagi-lagi, pilihan ini lebih masuk akal.
Kenaikan harga memori membuat banyak brand berpikir cerdas. Ponsel ini hadir dengan RAM 8 GB atau 12 GB yang tentunya sudah oke untuk ponsel midrange. Tentu ini lebih baik daripada LPDDR5X tetapi RAM yang ditawarkan 6 GB dan 8 GB. Begitu juga dengan UFS-nya.
2. Performa Gaming Kurang Menarik di Kelas Harganya
Snapdragon 7s Gen 4 yang digunakan Redmi Note 15 Pro+ memang sudah memadai untuk aktivitas harian serta gaming ringan hingga menengah. Namun, jika berbicara soal gaming serius, performanya terasa kurang sepadan dengan harga yang ditawarkan ponsel ini.
Di kelas harga ini, ada saudaranya, Xiaomi 15T yang mengandalkan Dimensity 8400 Ultra, yang menawarkan performa CPU dan GPU yang terpaut cukup jauh.Â
Untuk gim berat seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, atau judul AAA mobile lainnya, Snapdragon 7s Gen 4 cenderung kesulitan menjaga frame rate tetap stabil jika dipaksa berjalan di setelan grafis tinggi. Alhasil, pengalaman bermainnya kurang maksimal bagi pengguna yang benar-benar fokus pada performa gaming.
Dengan kondisi tersebut, Redmi Note 15 Pro+ terasa kurang ideal untukgamer serius. Di harga yang sama, atau bahkan lebih terjangkau, sudah tersedia alternatif yang menawarkan performa gaming lebih kencang dan konsisten.
3. Kamera Ultrawide 8 MP dan Tidak Ada Telefoto

Redmi Note 15 Pro+ hadir dengan konfigurasi kamera belakang yang sebenarnya cukup sederhana. Kamera utamanya mengandalkan sensor 200 MP dengan OIS yang menjadi andalan utama untuk foto sehari-hari.
Selain itu, hanya ada satu kamera pendamping berupa kamera ultrawide 8 MP. Tidak tersedia kamera telefoto di bagian belakang, sehingga opsi pemotretan jarak jauh sepenuhnya mengandalkan crop zoom dari kamera utama.
Masalahnya, kamera ultrawide 8 MP yang digunakan terasa sudah ketinggalan zaman. Sensor OmniVision OV08F10 dengan fixed focus ini berada jauh di bawah standar ponsel mid-range saat ini, yang umumnya sudah memakai kamera ultrawide 12 MP atau lebih dengan kualitas dan fleksibilitas lebih baik.
4. Kamera Depan 32 MP dengan Hasil yang Kurang Natural

Redmi Note 15 Pro+ dibekali kamera depan tunggal beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.2. Di atas kertas, peningkatan resolusi ini terdengar menjanjikan untuk kebutuhan swafoto maupun video call. Kamera depannya juga sudah mendukung fitur HDR dan panorama, serta perekaman video hingga 1080p pada 30 atau 60 fps.
Namun, ada beberapa catatan yang membuat sektor kamera depan ini belum sepenuhnya memuaskan. Peningkatan resolusi ke 32 MP memang berhasil mendongkrak detail foto secara signifikan. Meski begitu, pendekatan pemrosesan gambarnya justru berpotensi memecah pendapat pengguna.
Stuff.tv menyoroti beauty mode yang aktif secara bawaan (default), sehingga hasil swafoto terlihat cukup dipoles dan cenderung artifisial. Bagi pengguna yang menyukai tampilan wajah apa adanya atau hasil yang lebih natural, karakter pemrosesan seperti ini bisa terasa mengganggu dan perlu penyesuaian manual.
Keterbatasan lain juga terasa di sisi videografi. Kamera depan Redmi Note 15 Pro+ belum mendukung perekaman video 4K dan hanya mentok di resolusi 1080p@60fps.
Simpulan
Redmi Note 15 Pro+ unggul di daya tahan baterai, layar yang terang, dan proteksi bodi yang sangat tangguh. Dari berbagai pengalaman para reviewer, engalaman penggunaan ponsel ini untuk harian terasa nyaman dan stabil, dengan kamera utama serta speaker yang memuaskan.
Namun, di harga sekitar Rp6 jutaan, kompromi pada RAM, storage, kamera pendukung, dan performa gaming membuatnya kurang ideal bagi pengguna yang mengejar spesifikasi tertinggi. Ponsel ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan keawetan, baterai awet, dan kenyamanan harian dibanding performa mentah.

