12 Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 15 versi 4G
Redmi Note 15 hadir sebagai pilihan terjangkau dalam lineup Redmi Note 15 Series. Meski tidak dilengkapi konektivitas 5G, ponsel ini tetap menawarkan sejumlah fitur menarik yang layak diperhitungkan di kelas harganya.
Dengan layar AMOLED super cerah, baterai jumbo 6000 mAh, dan desain yang ringkas, ponsel ini mencoba bersaing ketat di segmen menengah ke bawah yang sangat kompetitif.
Sebagai penerus Redmi Note 14 4G, ada beberapa peningkatan yang dibawa oleh model ini. Mulai dari layar yang lebih cerah dengan dukungan HDR, baterai yang lebih besar, hingga desain yang lebih tipis.
Namun, seperti ponsel budget pada umumnya, tetap ada kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli. Karena itu, mari simak berbagai kelebihan dan kekurangan Redmi Note 15 versi 4G.
Spesifikasi Redmi Note 15

| Layar | AMOLED 6.77 inci |
| Chipset | Mediatek Helio G100 Ultra |
| RAM | 6 GB, 8 GB |
| Memori Internal | 128 GB, 256 GB, 512 GB |
| Baterai | Li-Ion 6000 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Redmi Note 15
Redmi Note 15 menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk dipertimbangkan. Berikut adalah kelebihan-kelebihan utama yang dimilikinya.
1. Layar AMOLED 6.77 Inci yang Sangat Cerah dengan Dukungan HDR

Redmi Note 15 hadir dengan layar AMOLED berukuran 6.77 inci yang menjadi salah satu keunggulan utamanya. Panel AMOLED 6.77 inci ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 3200 nits, angka yang sangat mengesankan bahkan untuk ponsel flagship sekalipun.
Berdasarkan hasil pengujian Notebookcheck.net, layar ponsel ini mencatatkan angka hampir 3000 cd/m² dalam pengukuran mereka, menjadikannya salah satu layar paling terang di kelasnya.
Kecerahan setinggi ini sangat berguna saat menggunakan ponsel di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung. Konten di layar tetap terlihat jelas tanpa harus mengernyitkan mata atau mencari tempat teduh.
Yang lebih menarik lagi, layar Redmi Note 15 sudah mendukung HDR secara resmi. Fitur ini jarang ditemukan di ponsel dengan harga di bawah Rp 3 juta. Dukungan HDR membuat konten multimedia tampil dengan rentang warna dan kontras yang lebih baik, meskipun belum tentu semua platform streaming mendukungnya secara penuh.
Selain kecerahan dan dukungan HDR, layar ini juga dilengkapi dengan refresh rate 120 Hz yang adaptif. Hal ini membuat pengalaman scrolling dan navigasi terasa sangat mulus. Touch sampling rate yang cepat memberikan respons yang baik terhadap sentuhan, menjadikan interaksi dengan ponsel terasa lebih responsif.
Kombinasi panel AMOLED dengan refresh rate tinggi ini memang menjadi salah satu keunggulan terbesar Redmi Note 15.
Dari segi desain layar, Xiaomi telah melakukan pekerjaan yang solid dengan menjaga bezel tetap tipis. Layar ini termasuk yang terbaik di segmen harganya dengan bezel yang tipis dan sudut pandang yang baik, membuat ponsel terlihat lebih premium dibanding harga yang ditawarkan.
2. Baterai Jumbo 6000 mAh yang Awet untuk Pemakaian 2 Hari

Redmi Note 15 dibekali baterai berkapasitas 6000 mAh, peningkatan signifikan dari pendahulunya yang hanya 5500 mAh. Kapasitas baterai yang besar ini ditunjang dengan teknologi silicon-carbon battery yang memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi tanpa menambah ketebalan ponsel secara drastis.
Berdasarkan hasil pengujian Notebookcheck.net, ponsel ini mampu bertahan mendekati 20 jam dalam tes WiFi mereka. Dengan pemakaian normal sehari-hari, Redmi Note 15 dapat dengan mudah bertahan hingga 2 hari penuh tanpa perlu diisi ulang.
Bahkan untuk pemakaian yang cukup intensif, ponsel ini masih bisa bertahan seharian penuh tanpa masalah. Xiaomi mengklaim ponsel ini dapat digunakan untuk memutar video selama 24 jam atau melakukan panggilan telepon hingga 50 jam.
Untuk penggunaan standar, daya tahan baterainya diklaim bisa mencapai 2 hari. Berdasarkan pengalaman pengguna, klaim ini memang cukup realistis, terutama jika tidak digunakan untuk gaming berat atau streaming video terus-menerus.
Yang lebih istimewa lagi, Xiaomi juga memberikan jaminan kesehatan baterai yang terjaga hingga 6 tahun atau 2000 kali siklus pengisian. Ini berarti bahkan setelah penggunaan jangka panjang, kapasitas baterai tidak akan turun secara signifikan, menjaga performa daya tahan yang konsisten.
Jaminan ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang berencana menggunakan ponsel dalam jangka waktu yang lama.
3. Desain Ringkas dan Ringan Meski Baterai Besar

Meski membawa baterai 6000 mAh, Redmi Note 15 tetap terasa ringkas dan nyaman digenggam. Dengan ketebalan hanya 7.94 mm dan bobot 183.7 gram, ponsel ini bahkan lebih ringan dari beberapa flagship yang memiliki baterai lebih kecil. Pencapaian ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi silicon-carbon battery yang lebih padat energi.
Menurut ulasan Androidcentral, dimensi dan bobot yang ringkas ini membuat ponsel terasa nyaman untuk penggunaan sehari-hari, bahkan untuk periode yang lama.
Desain bodinya menggunakan material plastik dengan finishing matte di bagian belakang yang tidak licin dan tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari. Meski material plastik kadang terasa kurang premium, namun untuk harga segini hal tersebut masih wajar.
Ponsel ini hadir dalam empat pilihan warna menarik: Black, Forest Green, Glacier Blue, dan Purple. Keempat varian warna ini membawa pola halus di permukaan yang memberikan tekstur yang enak dipandang dan digenggam.
Modul kamera di bagian belakang menggunakan bentuk persegi panjang dengan sudut yang membulat, memberikan kesan modern dan rapi.
Untuk ketahanan, Redmi Note 15 dilengkapi sertifikasi IP64, yang berarti tahan terhadap debu dan percikan air. Meski tidak sekuat sertifikasi IP68, perlindungan ini cukup untuk melindungi ponsel dari kondisi sehari-hari seperti terkena hujan ringan atau cipratan air.
Xiaomi juga mengklaim ponsel ini lolos uji ketahanan drop test dari ketinggian hingga 1.8 meter, memberikan kepercayaan ekstra terhadap daya tahan fisiknya.
4. Pengisian Daya 33W dengan Reverse Charging

Redmi Note 15 mendukung pengisian daya cepat hingga 33 watt. Meski tidak secepat beberapa kompetitor yang sudah menawarkan 45W atau lebih, kecepatan ini sudah cukup untuk mengisi baterai 6000 mAh dalam waktu yang wajar. Xiaomi juga masih konsisten menyertakan charger 33W di dalam kotak penjualan, sesuatu yang sudah ditinggalkan banyak produsen lain.
Yang menarik, ponsel ini juga mendukung reverse charging hingga 18 watt. Fitur ini memungkinkan Redmi Note 15 berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi daya perangkat lain.
Berdasarkan klaim Xiaomi, ponsel ini mampu mengisi perangkat lain seperti ponsel sebanyak 1.2 kali, earbuds hingga 12.5 kali, dan smartwatch sekitar 9.3 kali. Fitur ini sangat berguna dalam situasi darurat atau saat bepergian.
5. Kamera Utama 108 MP dengan Sensor ISOCELL HM9

Redmi Note 15 menjadi ponsel pertama yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL HM9, hasil kolaborasi antara Samsung dan Xiaomi. Kamera utama 108 MP ini memiliki bukaan f/1.7 dan dilengkapi dengan lensa 6P serta PDAF untuk fokus yang lebih cepat dan akurat.
Menurut ulasan Androidcentral, performa kamera utama cukup mengesankan untuk kelasnya. Foto yang dihasilkan di kondisi pencahayaan yang baik tampak tajam dengan detail yang melimpah. Warna cenderung sedikit cerah namun tidak terlihat tidak natural. Sensor 108 MP juga memungkinkan zoom hingga 3x secara lossless melalui sensor cropping, menggantikan ketiadaan kamera telephoto.
Dalam kondisi low light, kamera ini masih bisa menghasilkan foto yang layak, meski terkadang noise reduction terlalu agresif sehingga beberapa detail halus hilang. Hal ini cukup umum terjadi pada sensor besar di segmen harga menengah. Mode malam tersedia untuk membantu meningkatkan kualitas foto dalam kondisi cahaya minim, meskipun hasilnya tidak se-outstanding ponsel kelas atas.
Kamera pendukungnya adalah sensor depth 2 MP yang berfungsi untuk efek blur pada mode portrait. Sayangnya tidak ada kamera ultrawide, yang mungkin akan terasa kurang bagi pengguna yang suka fotografi dengan perspektif lebar.
Untuk perekaman video, kamera utama dapat merekam hingga resolusi 1080p pada 60fps. Kualitas videonya cukup stabil di siang hari, namun belum ada dukungan untuk resolusi 4K, yang mungkin jadi pertimbangan bagi content creator.
6. Fitur Tambahan yang Lengkap

Redmi Note 15 dilengkapi dengan sejumlah fitur tambahan yang meningkatkan nilai gunanya. Salah satunya adalah IR blaster (infrared) yang masih jarang ditemukan di ponsel modern. Dengan fitur ini, ponsel dapat berfungsi sebagai remote control universal untuk berbagai perangkat elektronik rumah seperti TV, AC, atau sound system.
Fitur NFC juga tersedia, memungkinkan pembayaran digital dan transfer data jarak dekat. Fingerprint sensor optik yang terletak di bawah layar bekerja dengan cepat dan akurat, meski terkadang kurang responsif dalam kondisi jari basah atau berminyak. Namun untuk penggunaan normal, sensor ini sangat dapat diandalkan.
Konektivitas 4G LTE-nya sangat lengkap dengan dukungan untuk banyak band frekuensi, membuatnya cocok digunakan di berbagai negara. WiFi 5 (802.11ac) dan Bluetooth 5.3 juga tersedia untuk konektivitas wireless.
Ada juga dukungan untuk slot microSD yang memungkinkan ekspansi storage hingga 2 TB, meskipun slot ini bersifat hybrid dengan slot SIM kedua.
7. Jaminan Update OS 4 Kali dan Keamanan Hingga 6 Tahun

Xiaomi memberikan komitmen yang kuat untuk dukungan software jangka panjang pada Redmi Note 15. Ponsel ini dijamin mendapatkan update keamanan hingga 6 tahun, yaitu hingga awal 2032. Ini adalah jaminan yang sangat baik untuk ponsel di segmen harga menengah ke bawah.
Ponsel ini hadir dengan Android 15 dan HyperOS 2 out of the box. Xiaomi berjanji akan menghadirkan update ke Android 16 dengan HyperOS 3 dalam waktu dekat. Selain update keamanan, Xiaomi juga menjanjikan update OS hingga 4 kali, yang berarti ponsel ini akan mendapat pembaruan hingga Android 19.
HyperOS 2 membawa antarmuka yang sangat dikustomisasi dengan banyak fitur tambahan. Meski ada beberapa bloatware yang terinstal, sebagian besar bisa dihapus atau dinonaktifkan. Sistem operasinya terasa cukup responsif untuk penggunaan sehari-hari, meski sesekali masih ada lag minor saat membuka aplikasi berat atau multitasking intensif.
Kekurangan Redmi Note 15
Meski memiliki banyak kelebihan, Redmi Note 15 juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Berikut adalah kelemahan-kelemahan utamanya.
1. Chipset Tertinggal dari Kompetitor dan Tidak Mendukung 5G

Redmi Note 15 menggunakan chipset MediaTek Helio G100 Ultra yang performanya tertinggal dari banyak kompetitor di rentang harga yang sama. Chipset ini hanya revisi minor dari Helio G99 tanpa peningkatan performa signifikan.
Performanya pada dasarnya oke, karena ini adalah chipset 4G yang kencang. Hanya saja chipset terlalu overused dan sudah banyak dipakai di berbagai ponsel budget. Lalu bagaimana performanya? Notebookcheck melakukan benchmark Geekbench 6 pada ponsel ini dan mencatatkan skor single-core 710 poin dan multi-core 1955 poin.
Untuk skor AnTuTu, berdasarkan hasil pengujian MobileDokan, Redmi Note 15 meraih skor AnTuTu v10 sebesar 603.682 poin. Untuk performa grafis, skor 3DMark Wild Life hanya 1212 poin.
Di kelas harga Rp 2 jutaan, banyak ponsel lain yang tawarkan performa lebih baik. Selain itu, berdasarkan ulasan Androidcentral, ponsel ini cenderung agak lambat. Lag dan stuttering sering terasa saat membuka aplikasi atau multitasking. Ada jeda yang terasa saat beralih antar aplikasi atau bahkan saat kembali ke home screen setelah menerapkan wallpaper.
Pengalaman ini membuat ponsel terasa kurang responsif untuk standar tahun 2026. Untuk gaming berat, chipset ini tidak akan bisa menjalankan game seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile dengan setting grafis tinggi secara optimal. Bahkan untuk game kelas menengah, ponsel ini kadang mengalami frame drop saat adegan yang ramai.
Ditambah lagi, ponsel ini hanya mendukung jaringan 4G LTE. Pada 2026, ketika infrastruktur 5G sudah semakin meluas, ketiadaan konektivitas 5G membuat ponsel ini kurang future-proof.
Meski jaringan 4G masih cukup untuk kebanyakan penggunaan, tidak adanya 5G bisa membuat ponsel terasa cepat ketinggalan zaman, terutama bagi pengguna yang ingin menggunakan ponsel untuk jangka waktu panjang.
2. Belum Ada Kamera Ultrawide

Redmi Note 15 masih belum dibekali kamera ultrawide. Di bagian belakang memang ada dua lingkaran kamera, tetapi yang fungsional hanya kamera utama 108 MP dan sensor depth 2 MP yang perannya terbilang minim.
Padahal, di kelas harga Rp 2-3 jutaan, sudah banyak kompetitor yang menawarkan kamera ultrawide 8 MP atau 13 MP untuk foto landscape dan grup. Absennya kamera ini membuat Redmi Note 15 kalah dari sisi fleksibilitas fotografi.
Untuk video, perekamannya mentok di 1080p@60fps pada kamera belakang dan 1080p@30fps di kamera depan, tanpa dukungan 4K. Kualitasnya cukup untuk media sosial, tetapi masih kurang optimal, terutama saat kondisi low light.
3. Kamera Depan 20 MP Serupa dengan Generasi Sebelumnya

Kamera depan Redmi Note 15 masih mengandalkan sensor 20 MP yang sama seperti generasi sebelumnya, Redmi Note 14 4G.
Di kondisi cahaya terang, kamera selfie ini mampu menghasilkan foto dengan ketajaman yang cukup dan warna yang terlihat natural, meski warna kulit terkadang tampak sedikit lebih cerah. Namun, tingkat detailnya masih tergolong biasa saja, apalagi jika dibandingkan dengan kompetitor yang sudah memakai sensor lebih baru.
Ketiadaan autofocus juga cukup terasa pada penggunaan sehari-hari. Ketajaman foto bisa berubah-ubah ketika jarak wajah ke kamera tidak konsisten. Untuk kebutuhan video call atau selfie kasual, kualitasnya masih bisa diandalkan. Namun, bagi pengguna yang sering membuat konten atau vlog, hasilnya mungkin terasa kurang memuaskan.
Dari sisi perekaman video, kamera depan Redmi Note 15 hanya mendukung resolusi 1080p@30fps tanpa opsi 60fps maupun stabilisasi. Minimnya peningkatan ini membuat kamera depan terasa stagnan dan menjadi salah satu kekurangan yang cukup terasa dibanding generasi sebelumnya.
4. Audio Jack 3.5mm Hilang dan Kualitas Speaker Biasa Saja

Redmi Note 15 sudah tidak lagi dibekali port audio jack 3.5mm seperti Redmi Note 14. Kini, audio hanya bisa diakses melalui USB-C atau koneksi wireless via Bluetooth. Bagi pengguna yang masih mengandalkan earphone atau headphone kabel, absennya audio jack ini tentu cukup disayangkan.
Untuk kualitas speaker, Redmi Note 15 mengusung konfigurasi stereo hybrid dengan speaker utama di bagian bawah dan earpiece sebagai speaker kedua. Berdasarkan pengujian Notebookcheck.net, suara yang dihasilkan lebih terasa di nada tinggi, sementara bass dan suara vokalnya terdengar tipis.
Pada volume maksimum, suara bisa terasa terlalu tajam dan kurang nyaman di telinga. Balancing antar speaker juga belum ideal karena speaker bawah terdengar lebih dominan. Untuk konsumsi multimedia kasual seperti menonton YouTube atau bermain game ringan, kualitasnya masih cukup memadai.
Namun, untuk pengalaman audio yang lebih baik, penggunaan earphone atau speaker eksternal tetap lebih disarankan.
5. Adanya PWM Flickering pada Brightness Rendah

Seperti kebanyakan panel AMOLED, layar Redmi Note 15 menggunakan Pulse Width Modulation (PWM) untuk mengatur tingkat kecerahan layar. Metode ini memang umum dipakai, tetapi bisa menimbulkan efek flickering saat kecerahan layar berada di level rendah.
Hal tersebut ditemukan Notebookcheck.net. Menurt mereka, flickering masih terdeteksi ketika layar digunakan pada kecerahan rendah.
Meski Xiaomi mengeklaim Redmi Note 15 sudah mendukung fitur PWM dimming 3840 Hz untuk mengurangi efek flicker, hasil pengujian menunjukkan bahwa gejala tersebut belum sepenuhnya hilang. Karena itu, bagi pengguna yang sensitif terhadap PWM, penggunaan Redmi Note 15 dengan tingkat kecerahan layar rendah masih bisa terasa kurang nyaman.
Simpulan
Redmi Note 15 cocok untuk pengguna yang mengutamakan layar berkualitas dan daya tahan baterai. Layar AMOLED yang cerah serta baterai 6000 mAh menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang sering menonton video, scroll media sosial, atau membutuhkan ponsel yang awet dipakai seharian tanpa sering mengisi daya.
Di sisi lain, ada beberapa kompromi yang perlu diterima, seperti performa chipset yang biasa saja, belum mendukung 5G, serta absennya kamera ultrawide dan audio jack.
Jika prioritas Anda ada pada layar dan baterai, Redmi Note 15 tetap terasa value for money. Namun, bila performa dan aspek future-proof lebih penting, ada baiknya melirik alternatif lain yang menawarkan spesifikasi lebih seimbang.
