10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A07 5G
Pertengahan Februari 2026, Samsung Electronics Indonesia kembali menghadirkan ponsel entry-level terbarunya lewat Galaxy A07 5G. Menariknya, perangkat yang sama sebenarnya punya nama berbeda di India, di sana ia dipasarkan sebagai Samsung Galaxy F70e 5G.
Galaxy A07 5G sendiri resmi dirilis di Indonesia pada 13 Februari 2026, dan hadir sebagai pelengkap dari seri Galaxy A07 varian 4G yang meluncur pada Agustus 2025. Untuk pasar Tanah Air, Samsung hanya menyediakan satu konfigurasi memori, yakni RAM 6 GB dengan penyimpanan internal 128 GB, dengan harga Rp2.799.000.
Dengan harga yang tergolong ramah di kantong, Galaxy A07 5G langsung mencuri perhatian. Namun seperti kebanyakan HP di kelasnya, ada sejumlah hal menarik yang ditawarkan, sekaligus beberapa kompromi yang perlu dipahami. Nah, sebelum buru-buru checkout, mari kita bahas satu per satu kelebihan dan kekurangannya berikut ini.
Spesifikasi Samsung Galaxy A07 5G

| Layar | PLS LCD 6.7 inci |
| Chipset | MediaTek Dimensity 6300 |
| RAM | 4 GB, 6 GB |
| Memori Internal | 128 GB |
| Baterai | Li-Po 6000 mAh |
| Cek Harga Saat Ini | Shopee Tiktok |
Kelebihan Samsung Galaxy A07 5G
1. Performa Kencang dan Stabil karena Memakai Dimensity 6300

Di kelas harga Rp2 jutaan, chipset MediaTek Dimensity 6300 yang dipakai Samsung Galaxy A07 5G bisa dibilang termasuk paling kompeten saat ini. Chip besutan MediaTek ini dibuat dengan fabrikasi 6 nm, membawa delapan inti prosesor hingga 2,4 GHz, serta GPU Mali-G57 MC2.
Untuk kebutuhan harian, kombinasi tersebut terasa lebih dari cukup.
Untuk melihat performanya, bisa mengacu pada pengujian yang dilakukan kanal YouTube TECHOOB, Kanal YouTube tersebut mengulas soal Samsung Galaxy F70e 5G, yang sudah dibahas sebelumnya merupakan ponsel serupa dengan Galaxy A07 5G.
Menurutnya, performa chip dan memori di ponsel ini berjalan mulus untuk produktivitas kasual. Aktivitas seperti buka-tutup aplikasi, browsing, sampai konsumsi konten terasa responsif. Untuk gaming, performanya sudah oke.
Gim seperti PUBG Mobile masih bisa dijalankan di pengaturan grafis HDR, meski lebih aman memakai setelan grafis seimbang supaya frame rate tetap stabil.
Hal menarik lainnya ada di uji CPU throttling. Grafik yang dihasilkan tergolong sehat, menandakan sistem pendingin bekerja dengan baik dan tidak terjadi penurunan performa signifikan meskipun ponsel dipakai cukup lama.
Dukungan RAM 6 GB dengan penyimpanan UFS 2.2 berkapasitas 128 GB juga sudah nyaman untuk multitasking harian. Pindah aplikasi, streaming video, sampai scrolling media sosial bisa dilakukan tanpa hambatan berarti, setidaknya untuk skenario pemakaian normal sehari-hari.
2. Dibekali Baterai 6.000 mAh, Tergolong Awet untuk Memutar Video

Di tengah tren baterai silikon karbon yang mulai dipakai banyak brand Tiongkok, kapasitas di atas 6.000 mAh sebenarnya sudah bukan hal langka lagi. Bahkan di kelas Rp2 jutaan pun sudah ada beberapa model yang menawarkan angka serupa (bahkan lebih) berkat teknologi baterai generasi baru tersebut.
Samsung Galaxy A07 5G masih mempertahankan tipe baterai konvensional. Untungnya, kapasitas yang diberikan bukan 5.000 mAh seperti kebanyakan HP Samsung di kelas entry-level, melainkan langsung 6.000 mAh. Ini keputusan yang cukup tepat, karena setidaknya pengguna tetap mendapatkan daya tahan ekstra tanpa harus naik kelas harga.
Dipadukan dengan layar LCD yang cenderung lebih hemat daya, konsumsi baterainya terasa efisien untuk pemakaian harian.
Berdasarkan pengujian dari TECHOOB, Samsung Galaxy A07 5G mampu bertahan hingga dua hari untuk penggunaan normal. Untuk aktivitas seperti chatting, scrolling media sosial, streaming, hingga sesekali gaming, daya tahannya masih sangat bisa diandalkan.
Buat kamu yang mobilitasnya tinggi, ini jelas jadi nilai plus. Tidak perlu terlalu sering mencari colokan agar ponsel tetap hidup.
3. Mendukung Fast Charging 25W, Adapter Dibundling Terpisah
Sumber: GontaGantiHapeKotak penjualan Samsung Galaxy A07 5G terlihat tipis, khas ponsel Samsung saat ini karena memang sudah tidak lagi menyertakan charger di dalam boks utama. Namun untuk beberapa tipe ponsel murahnya, Samsung masih memberi adapter pengisian daya sebagai bonus, termasuk pada Samsung Galaxy A07 5G ini.
Travel adapter 25W disertakan dalam box terpisah dan dibundling langsung bersama unit, jadi pengguna tetap mendapatkan charger resmi tanpa perlu beli tambahan.
Lalu, seberapa cepat pengisian daya ponsel ini? Saat artikel ini tayang, belum banyak yang menguji waktu charging ponsel ini. Tapi mari mengacu ke ponsel ponsel Samsung lain yang sama-sama punya baterai 6.000 mAh dan dukungan daya 25W.
Samsung Galaxy M34 5G contohnya. Ponsel ini tercatat membutuhkan sekitar 90 menit untuk mengisi dari 0% ke 100%. Sementara Samsung Galaxy M15 5G memerlukan waktu sekitar 91 menit atau 1 jam 31 menit hingga penuh.
Dengan kapasitas baterai dan teknologi pengisian yang serupa, Samsung Galaxy A07 5G kemungkinan besar juga berada di kisaran waktu tersebut, sekitar satu setengah jam untuk pengisian penuh. Mengingat daya tahannya sudah panjang, waktu segitu masih tergolong wajar dan cukup praktis untuk kebutuhan harian.
4. Layar 120Hz yang Mulus dan Tetap Terang Saat Dipakai di Luar Ruangan

Samsung Galaxy A07 5G dibekali layar PLS LCD 6,7 inci beresolusi HD Plus (720 x 1.600 piksel) dengan refresh rate 120Hz. Di atas kertas, resolusi HD Plus memang terasa biasa untuk ukuran layar sebesar ini. Tapi kehadiran 120Hz di harga Rp2 jutaan tetap patut diapresiasi, karena banyak ponsel sekelasnya masih mentok di 90Hz, bahkan 60Hz.
Perlu dicatat juga, PLS LCD bukanlah tipe layar yang “murahan”. Memang bukan AMOLED, tapi secara kualitas ia setara dengan IPS LCD. Bahkan, PLS sendiri merupakan teknologi panel milik Samsung yang dikembangkan sebagai alternatif IPS, dengan karakter warna yang cukup natural dan sudut pandang luas. Jadi, meskipun belum AMOLED, kualitas tampilannya masih tergolong layak untuk kelas entry-level.
Soal kecerahan, layarnya mampu mencapai hingga 800 nits pada mode HBM. Berdasarkan pengujian dari TECHOOB, kecerahan adaptifnya bekerja sangat baik saat ponsel dipakai di bawah sinar matahari langsung. Konten tetap bisa terbaca dengan nyaman meski berada di luar ruangan.
Untuk pemakaian indoor, layar ini terasa mulus dan responsif. Aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video, sampai gaming ringan bisa dinikmati tanpa rasa patah-patah yang mengganggu, berkat dukungan 120Hz tadi.
5. One UI yang Bersih dan Jaminan Update 6 Tahun

Di sini Samsung Galaxy A07 5G benar-benar unggul. Samsung Electronics menjanjikan enam generasi pembaruan sistem operasi plus enam tahun security patch. Untuk HP Rp2 jutaan, ini termasuk luar biasa, karena berarti ponsel masih akan mendapat update hingga sekitar 2032.
One UI 8.0 berbasis Android 16 tampil bersih dan mudah digunakan, bahkan untuk pengguna baru. Fitur keamanan Knox Vault ikut hadir, bersama Samsung Wallet, Secure Folder, dan Now Bar yang biasanya ditemui di lini lebih mahal.
Singkatnya, dari sisi software, Samsung Galaxy A07 5G bukan cuma nyaman dipakai sekarang, tapi juga siap dipakai jangka panjang.
6. Fitur AI Lengkap dan Perlindungan Samsung Knox Vault

Untuk HP Rp2 jutaan, fitur AI di Samsung Galaxy A07 5G terasa seperti bonus besar. Ada Circle to Search with Google yang memungkinkan pengguna mencari informasi cukup dengan melingkari objek di layar tanpa perlu pindah aplikasi. Gemini juga tersedia sebagai asisten AI yang bisa membantu menjawab pertanyaan, merangkum teks, hingga melakukan percakapan suara lewat Gemini Live.
Kehadiran fitur-fitur ini membuat Samsung Galaxy A07 5G terasa lebih modern dan relevan dengan kebiasaan digital saat ini. Bahkan ada dukungan Cross App AI untuk membantu produktivitas lintas aplikasi.
Di sisi keamanan, Samsung menyematkan Knox Vault untuk melindungi data sensitif seperti kata sandi, PIN, dan informasi biometrik dalam ruang penyimpanan terisolasi secara hardware. Fitur ini biasanya hadir di lini yang lebih mahal, sehingga keberadaannya di Samsung Galaxy A07 5G menjadi nilai tambah yang cukup membedakan dibanding kompetitor di kelas harga serupa.
7. Kamera Utama 50 MP yang Cukup Kompeten untuk Kelasnya

Samsung Galaxy A07 5G mengandalkan kamera utama 50 MP dengan apertur f/1.8, ditemani sensor depth 2 MP untuk membantu efek latar buram. Dari sisi konfigurasi memang terbilang sederhana, tanpa kamera ultra-wide atau makro, tapi setup seperti ini sudah cukup umum di kelas entry-level.
Untuk pemotretan sehari-hari, kamera utamanya mampu menghasilkan foto dengan warna yang terlihat natural dan eksposur yang relatif seimbang, selama cahaya tersedia dengan baik. Detail juga masih terjaga untuk kebutuhan dokumentasi ringan, foto makanan, atau sekadar mengabadikan momen harian.
Tersedia pula fitur pembesaran hingga 10x, meskipun di level zoom tinggi kualitasnya tentu menurun, jadi lebih cocok dipakai sesekali saja.
Kamera depan 8 MP-nya juga bisa diandalkan untuk kebutuhan selfie dan panggilan video. Warna kulit tampil cukup alami, bahkan saat memotret dengan kondisi cahaya belakang yang agak kuat.
Untuk perekaman video, baik kamera depan maupun belakang mendukung resolusi hingga 1080p@30fps (serta 720p@30fps), yang sudah memadai untuk kebutuhan konten kasual seperti story atau unggahan media sosial.
Memang, sektor kamera Samsung Galaxy A07 5G tidak dirancang untuk pengguna yang mengejar kualitas fotografi serius. Namun untuk kelas harga Rp2 jutaan, hasil yang diberikan masih terasa wajar dan bisa diandalkan untuk pemakaian harian tanpa banyak kompromi besar.
Kekurangan Samsung Galaxy A07 5G
1. Resolusi Layar Masih HD Plus dan Desain Infinity-U Terasa Ketinggalan

Ada dua catatan soal layar Samsung Galaxy A07 5G. Pertama, resolusinya masih HD Plus (720 x 1.600 piksel) di ukuran 6,7 inci. Dengan kerapatan sekitar 262 PPI, tampilan belum setajam Full HD+, dan perbedaannya cukup terasa saat membaca teks padat atau menikmati konten resolusi tinggi.
Panel LCD-nya juga belum bisa menyaingi kontras dan kedalaman hitam layar AMOLED yang kini sudah banyak dipakai kompetitor di kelas harga serupa.
Kedua, desain Infinity-U alias notch tetesan air masih dipertahankan. Di 2026, model seperti ini sudah terasa tertinggal, apalagi banyak HP entry-level sekarang sudah beralih ke punch-hole yang terlihat lebih modern. Buat yang sensitif soal tampilan layar, bagian ini bisa jadi pertimbangan sebelum membeli.
2. Sensor Kurang Lengkap, Tidak Ada NFC dan Gyro Hardware
Samsung Galaxy A07 5G masih belum dibekali NFC, jadi fitur transaksi tap-to-pay atau transfer data cepat antar perangkat tidak bisa dinikmati. Di kelas Rp2 jutaan memang NFC belum sepenuhnya jadi standar, tapi karena beberapa kompetitor sudah mulai menyertakannya, absennya fitur ini tetap terasa sebagai kekurangan.
Selain itu, ponsel ini juga tidak memiliki sensor gyroscope hardware asli. Dampaknya, fitur yang membutuhkan sensor gerak presisi seperti augmented reality (AR), kamera 360 derajat, atau kontrol giroskop di beberapa game tidak akan berjalan optimal. Buat yang hobi main game berbasis gerakan, ini perlu jadi pertimbangan.
3. Speaker Masih Mono, tapi Jack Audio 3,5 mm Untungnya Tetap Ada

Dari sisi audio, Samsung Galaxy A07 5G hanya mengandalkan satu speaker alias mono. Untuk nonton video atau dengar musik tanpa earphone, suaranya terasa biasa saja karena tidak ada efek stereo yang lebih imersif.
Untungnya, Samsung masih mempertahankan jack audio 3,5 mm. Jadi pengguna yang punya earphone atau headphone kabel bisa langsung colok tanpa adaptor USB-C, sekaligus mendapatkan kualitas suara yang biasanya jauh lebih baik dibanding speaker bawaan.
4. Hanya IP54

Dari sisi audio, Samsung Galaxy A07 5G hanya dibekali sertifikasi IP54. Artinya, angka 5 berarti ponsel masih bisa berjalan dengan baik meskipun ada debu masuk. Sementara angka 4 berarti Galaxy A07 5G tahan terhadap cipratan air dari segala arah. Ini berarti perangkat aman jika terkena hujan ringan, tetesan keringat, atau tumpahan air yang tidak disengaja.
Kehadiran IP54 cukup baik, tapi banyak ponsel Rp2 jutaan lain yang punya sertifikasi ketahanan yang lebih baik.
Simpulan
Samsung Galaxy A07 5G adalah contoh HP entry-level yang fokus ke pengalaman jangka panjang. Dengan harga Rp2.799.000, kamu sudah mendapatkan performa yang cukup stabil untuk pemakaian harian, baterai besar 6.000 mAh yang awet, layar 120Hz, fitur AI yang lengkap, plus jaminan update software sampai enam tahun, sesuatu yang sangat jarang di kelas Rp2 jutaan.
Memang ada kompromi, mulai dari resolusi layar yang masih HD Plus, absennya NFC dan gyro hardware, sampai speaker yang masih mono. Tapi selama kekurangan itu bukan prioritas utama kamu, kelebihan yang ditawarkan terasa jauh lebih menonjol.
Singkatnya, Samsung Galaxy A07 5G cocok buat pengguna yang mencari HP 5G terjangkau dengan daya tahan baterai panjang, software matang, dan dukungan pembaruan jangka panjang. Bukan yang paling unggul di semua sisi, tapi salah satu pilihan paling “aman” di kelasnya saat ini.
