carisinyal-web-banner-retina 35

10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A37 5G

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Samsung Galaxy A37 5G rilis pada April 2026. Ponsel ini hadir sebagai penerus dari Samsung Galaxy A36 5G dengan membawa sejumlah penyempurnaan yang membuatnya terasa lebih matang. 

Namun, sejak awal perilisannya, satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah harganya. Galaxy A37 5G dibanderol mulai dari Rp6,5 jutaan untuk varian dasar, naik cukup jauh dibanding pendahulunya yang masih bermain di kisaran Rp4 jutaan. 

Kenaikan ini membuat posisinya jadi lebih “berat”, karena harus bersaing dengan lebih banyak pilihan di segmen harga yang lebih tinggi.

Dengan harga yang sudah naik cukup signifikan, wajar jika ekspektasi terhadap ponsel ini juga ikut meningkat. Pertanyaannya, apakah peningkatan yang dibawa benar-benar sepadan? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas satu per satu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Galaxy A37 5G.

Spesifikasi Samsung Galaxy A37 5G

samsung galaxy a37
Layar Super AMOLED 6.7 inci
Chipset Exynos 1480
RAM 6 GB, 8 GB, 12 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Baterai Li-Po 5000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok

Kelebihan Samsung Galaxy A37 5G

1. Layar Super AMOLED luas dengan Tampilan Tajam dan Nyaman

samsung galaxy a37

Samsung Galaxy A37 5G hadir dengan layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci yang sudah beresolusi Full HD+. Kualitas tampilannya terlihat tajam dengan warna yang hidup dan kontras yang dalam, khas panel AMOLED. Warna hitamnya pun benar-benar pekat, sehingga pengalaman menonton terasa lebih enak dan tidak pucat seperti di layar LCD.

Layarnya sudah mendukung refresh rate 120 Hz. Tentu ini membuat animasi dan pergerakan layar terasa mulus. Baik saat scrolling media sosial atau bermain game, semuanya terasa lebih responsif dan nyaman di mata.

Soal kecerahan, layarnya mampu mencapai hingga 1.900 nit. Angka ini tergolong tinggi di kelasnya, jadi layar tetap terlihat jelas meski dipakai di luar ruangan. Fitur Vision Booster juga membantu menyesuaikan tampilan agar tetap nyaman dilihat saat terkena cahaya matahari.

Selain itu, dukungan HDR10+ membuat kualitas video terlihat lebih hidup dengan warna yang lebih kaya. Ada juga fitur Eye Care untuk mengurangi cahaya biru agar mata tidak cepat lelah saat digunakan dalam waktu lama.

Berkat hal tersebut, pengalaman menikmati konten jadi makin lengkap berkat speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos. Baik untuk menonton film atau mendengarkan musik, suaranya terasa lebih imersif.

2. Dilindungi penuh Corning Gorilla Glass Victus+ dan Ketahan Air IP68

Samsung Galaxy A37 5G hadir dengan durabilitas yang sangat baik. Bodi ponsel ini, baik bodi bagian depan dan belakangnya sama-sama dilapisi Corning Gorilla Glass Victus+. Perlindungan ini membuat perangkat lebih tahan terhadap goresan, sekaligus lebih kuat menghadapi benturan saat terjatuh.

Tidak cuma itu, ponsel ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP68. Artinya, Galaxy A37 5G tahan terhadap debu dan mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Ini jadi peningkatan penting dibanding Samsung Galaxy A36 5G yang masih di IP67.

Dengan bekal ini, pengguna bisa merasa lebih tenang saat memakai ponsel di berbagai kondisi, misalnya saat kehujanan, di dekat air, atau di lingkungan yang cukup ekstrem. 

Kombinasi material kaca yang kuat dan sertifikasi tahan air ini membuat Samsung Galaxy A37 5G terasa lebih kokoh dan siap dipakai dalam aktivitas harian tanpa rasa khawatir berlebihan.

3. Baterai 5.000 mAh yang Efisien, Didukung Fast Charging 45W

samsung galaxy a37

Meski kapasitasnya “hanya” 5.000 mAh, Galaxy A37 5G tetap mampu memberikan daya tahan yang solid. Hal ini tidak lepas dari efisiensi chipset Exynos 1480 dengan fabrikasi 4 nm, yang membuat konsumsi daya lebih terkontrol.

Jadi walaupun kalah kapasitas dari baterai silicon-carbon yang kini bisa tembus 7.000 mAh hingga 8.500 mAh, performa nyatanya tetap bisa bersaing dalam penggunaan harian.

Ponsel ini sendiri diklaim mampu bertahan hingga 29 jam untuk pemutaran video. Klaim tersebut tidak berlebihan. Berdasarkan pengujian dari TechBuzz selama 10 hari juga menunjukkan hasil yang cukup meyakinkan, dengan screen-on time di kisaran 7 jam 35 menit untuk penggunaan campuran seperti WiFi aktif, WhatsApp, Instagram, dan streaming video. 

Hasil tersebut menandakan daya tahannya tetap bisa diandalkan untuk aktivitas sehari penuh.

Di sisi pengisian daya, Samsung akhirnya membawa peningkatan besar dengan menghadirkan fast charging 45W. Ini jadi lonjakan signifikan dibanding Galaxy A34 dan Galaxy A35 yang masih mentok di 25W. Dengan teknologi ini, pengisian daya bisa mencapai sekitar 60% dalam 30 menit, sementara pengisian penuh membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam.

Namun perlu diperhatikan, seperti kebiasaan Samsung saat ini, charger tidak disertakan dalam paket penjualan. Jadi untuk menikmati kecepatan pengisian maksimal, pengguna harus membeli adaptor 45W secara terpisah.

Hal ini penting karena harga charger Samsung 45 watt itu ada di angka Rp500 ribuan. Sementara charger 25 watt ada di angka Rp299 ribu. 

4. Performa Exynos 1480 yang Lancar untuk Harian dan Gaming Menengah

exynos 1480

Samsung Galaxy A37 5G ditenagai chipset Exynos 1480 yang dibuat dengan fabrikasi 4 nm. Konfigurasinya terdiri dari empat inti Cortex-A78 berkecepatan hingga 2,75 GHz untuk tugas berat, serta empat inti Cortex-A55 di 2,0 GHz yang lebih hemat daya.

Sektor grafis ditangani GPU Xclipse 530, sementara pilihan RAM tersedia mulai dari 6 GB, 8 GB, hingga 12 GB, lengkap dengan fitur RAM Plus untuk membantu multitasking.

Dari sisi performa, chipset ini mencatat skor AnTuTu di kisaran 1,07 juta poin. Angka ini menunjukkan performanya sudah cukup kencang untuk kebutuhan sehari-hari, seperti multitasking, media sosial, hingga streaming.

Untuk penggunaan sehari-hari, performanya sudah sangat mencukupi. Aktivitas seperti browsing, chatting, hingga buka banyak aplikasi sekaligus bisa berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

TechBuzz juga mengonfirmasi bahwa aplikasi seperti Instagram dan Snapchat tetap berjalan ringan, bahkan saat menggunakan filter yang cukup berat.

Masuk ke kebutuhan gaming, kemampuannya masih tergolong solid di kelas menengah. Game seperti PUBG Mobile dan BGMI bisa dimainkan dengan stabil di pengaturan Smooth dengan Extreme FPS. 

Dalam uji stres CPU, chipset ini mampu mempertahankan sekitar 89% performa puncaknya, yang menandakan kestabilan cukup baik. Suhu perangkat juga tetap terjaga, hanya terasa sedikit hangat setelah bermain sekitar 25 menit.

Untuk penyimpanan, tersedia opsi 128 GB dan 256 GB dengan teknologi UFS 3.1. Kecepatan baca-tulisnya tergolong kencang, sehingga aplikasi bisa dibuka dengan cepat dan pengalaman penggunaan terasa lebih responsif.

5. Kamera 50 MP dengan OIS, Hasil Foto Stabil dan Andal di Berbagai Kondisi

samsung galaxy a37 5g

Samsung Galaxy A37 5G dibekali kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8. Kamera ini sudah dilengkapi PDAF untuk fokus yang cepat dan akurat, serta OIS yang membantu menjaga hasil foto dan video tetap stabil.

Kehadiran OIS jadi nilai tambah penting, karena fitur ini belum tentu ada di semua ponsel di kelasnya, terutama untuk membantu pemotretan di kondisi minim cahaya atau saat tangan sedikit goyang.

Untuk pemotretan di siang hari, hasilnya tergolong memuaskan. TechBuzz menilai detail foto terlihat tajam dengan warna yang akurat dan tidak berlebihan.

Tone warna juga terasa hidup tanpa masalah oversaturation, termasuk pada warna hijau yang sering jadi tantangan di beberapa ponsel Samsung lainnya. Rentang dinamisnya pun baik, sehingga area terang dan bayangan bisa tampil seimbang.

Saat masuk ke kondisi low light, kemampuan Nightography yang diperbarui membantu meningkatkan kualitas foto. Detail di area gelap masih bisa ditangkap dengan baik tanpa membuat gambar terlihat terlalu terang secara tidak natural. Selain itu, efek lens flare pada malam hari juga dilaporkan lebih minim dibanding generasi sebelumnya.

Aplikasi kameranya juga menyediakan mode yang cukup lengkap, mulai dari Pro, Night, Portrait, Ultra Wide, Macro, Panorama, HDR, hingga berbagai filter dan Beauty Mode. Ada juga fitur slow motion hingga 480 fps untuk kebutuhan video kreatif. Untuk perekaman video, kamera ini sudah mendukung hingga resolusi 4K@30fps dan 1080p@60fps, dengan bantuan EIS agar hasil rekaman tetap stabil.

6. Kamera depan 12 MP Tajam, Sudah Bisa Rekam Video 4K

Samsung Galaxy A37 5G dibekali kamera depan 12 MP dengan bukaan f/2.2 yang sudah mendukung HDR. Untuk hasil foto selfie, kualitasnya tergolong baik di kelasnya. TechBuzz menilai detail wajah terlihat tajam dengan warna yang akurat dan tidak berlebihan, sehingga hasilnya tampak natural baik untuk foto sendiri maupun bersama orang lain.

Keunggulan lain ada pada kemampuan perekaman video yang sudah mencapai 4K di 30 fps. Fitur ini masih cukup jarang ditemui di kamera depan ponsel kelas menengah, sehingga jadi nilai tambah bagi pengguna yang gemar membuat konten atau melakukan video call dengan kualitas tinggi.

Meski begitu, ada sedikit catatan. Kamera depan ponsel ini belum dilengkapi OIS, jadi hasil video bisa terasa kurang stabil jika tangan tidak cukup tenang. TechBuzz juga menyebut stabilisasinya masih di level cukup, belum benar-benar optimal. 

7. Fitur lengkap: eSIM, Update 6x OS, AI, dan Konektivitas Modern

Samsung Galaxy A37 5G sudah mendukung eSIM, sehingga pengguna bisa lebih fleksibel dalam memilih operator tanpa perlu kartu fisik. Fitur ini terasa praktis, terutama saat bepergian ke luar negeri dan ingin memakai paket data lokal. Slot SIM fisik tetap tersedia, jadi pengguna masih bisa menikmati Dual SIM seperti biasa.

Salah satu nilai jual utamanya ada pada dukungan pembaruan software yang panjang. Samsung menjanjikan hingga enam kali update Android dan enam tahun pembaruan keamanan.

Dengan basis Android 16 dan One UI 8.5, perangkat ini diperkirakan bisa bertahan hingga Android 22. Jaminan ini jadi keunggulan besar, terutama di kelas menengah yang umumnya punya dukungan lebih singkat. Keamanan juga diperkuat oleh Samsung Knox untuk melindungi data dan privasi pengguna.

Di sisi fitur, Samsung menyematkan berbagai kemampuan berbasis AI yang disebut Awesome Intelligence. Beberapa di antaranya seperti Circle to Search untuk mencari informasi langsung dari layar, Object Eraser untuk menghapus objek yang mengganggu di foto, hingga fitur penghapus bayangan dan refleksi. 

Ada juga fitur transkripsi rekaman suara, call transcript, serta call caption. Integrasi Google Gemini turut hadir untuk menambah pengalaman penggunaan berbasis AI. Pengujian TechBuzz menunjukkan fitur Object Eraser bekerja cukup rapi dalam banyak kondisi.

Untuk konektivitas, ponsel ini sudah tergolong lengkap. Dukungan Wi-Fi 6 dual-band membuat koneksi lebih stabil, bahkan saat digunakan dari jarak yang cukup jauh. Selain itu, ada Bluetooth 5.3, NFC untuk transaksi digital, serta GPS dengan dukungan berbagai sistem satelit. Jaringan 5G-nya juga cukup luas dengan dukungan banyak band.

Sensor yang tersedia pun lengkap untuk menunjang penggunaan harian. Hanya saja, ada sedikit catatan pada sensor sidik jari. Samsung Galaxy A37 5G masih menggunakan fingerprint optik di bawah layar, bukan ultrasonik. 

Dalam penggunaan, sensor ini terkadang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk membaca sidik jari. Pengujian dari TechBuzz menunjukkan hasil yang serupa. Meski begitu, untuk penggunaan normal masih tergolong aman, dan face unlock bisa jadi alternatif yang lebih cepat.

Kekurangan Samsung Galaxy A37 5G

1. Performa Kurang Kompetitif di Kelas Harganya

Exynos 1480 memang tergolong cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi posisinya di kelas harga Galaxy A37 5G terasa kurang kompetitif. Chipset ini bukan barang baru, karena sudah digunakan sejak generasi sebelumnya, sehingga peningkatan performa tidak terlalu terasa.

Dalam pengujian, TechBuzz menyebut performanya masih di kisaran 1,07 juta poin AnTuTu. Untuk penggunaan harian memang lancar, tetapi saat masuk ke gaming kompetitif, kemampuannya mulai terasa terbatas.

Game seperti PUBG Mobile hanya bisa berjalan di pengaturan Smooth dengan Ultra FPS, belum mampu menyentuh 120 FPS di pengaturan grafis yang lebih tinggi. Di sisi lain, kompetitor di harga serupa sudah ada yang bisa memberikan performa lebih tinggi untuk gaming.

Memang, kondisi ini tidak sepenuhnya unik. Beberapa pesaing di kelas harga yang mirip juga masih berada di kisaran performa yang sama. Namun yang jadi catatan, Galaxy A37 5G justru hadir dengan harga yang lebih tinggi dibanding sebagian kompetitor tersebut.

Kenaikan harga dari generasi sebelumnya juga cukup terasa. Dari yang sebelumnya ada di kisaran Rp4 jutaan, kini Galaxy A37 5G mulai di Rp6 jutaan untuk varian dasar.

Memang ada peningkatan fitur seperti ketahanan bodi yang lebih baik, layar lebih cerah, hingga tambahan fitur modern. Namun karena chipset-nya tidak mengalami peningkatan, selisih harga ini bisa terasa kurang sepadan bagi sebagian pengguna, terutama yang mengutamakan performa.

2. Kamera Ultrawide dan Makro Biasa Saja

Samsung Galaxy A37 5G

Samsung Galaxy A37 5G memang membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama, ultrawide, dan makro. Namun, yang benar-benar menonjol hanya kamera utamanya, sementara dua kamera lainnya terasa biasa saja.

Kamera ultrawide 8 MP dengan bukaan f/2.2 jadi titik paling lemah. Resolusinya tergolong rendah untuk kelas harganya saat ini, sehingga detail foto yang dihasilkan kurang tajam, terutama saat diperbesar atau digunakan di kondisi cahaya minim.

Untuk kebutuhan seperti foto lanskap atau grup, hasilnya masih bisa dipakai, tetapi tidak bisa diandalkan jika menginginkan kualitas yang benar-benar bagus.

Kamera makronya juga tidak menawarkan sesuatu yang spesial. Hasil fotonya cenderung standar dengan detail yang terbatas, sehingga lebih terasa sebagai pelengkap dibanding fitur yang benar-benar sering dipakai.

Menariknya, secara keseluruhan, konfigurasi kamera belakang ponsel ini tidak mengalami perubahan dibanding generasi sebelumnya, yaitu Samsung Galaxy A36 5G. Hal ini membuat peningkatan di sektor kamera terasa minim, terutama bagi pengguna yang berharap ada peningkatan signifikan di kelas hargan

3. Rangka Masih Plastik dan tanpa Slot microSD

Samsung Galaxy A37 5G

Meski bagian depan dan belakang sudah dilindungi Gorilla Glass Victus+, Samsung Galaxy A37 5G masih menggunakan rangka berbahan plastik. Di kelas harganya, hal ini terasa sedikit disayangkan karena beberapa kompetitor sudah mulai beralih ke rangka aluminium yang lebih kokoh dan terasa premium.

Memang, dari segi tampilan dan finishing, rangka plastik ini tetap terlihat rapi dengan desain yang konsisten. Namun saat digenggam, sensasinya masih berbeda dibanding material logam yang umumnya terasa lebih solid.

Selain itu, ponsel ini juga tidak menyediakan slot microSD. Artinya, pengguna hanya bisa mengandalkan memori internal yang tersedia, yaitu 128 GB atau 256 GB. Untuk penggunaan biasa mungkin masih cukup, tetapi bagi yang sering menyimpan banyak foto, video 4K, atau file besar lainnya, keterbatasan ini bisa jadi kendala.

Hal ini sebenarnya bukan hal baru karena sudah diterapkan sejak Samsung Galaxy A36 5G. Meski begitu, absennya slot microSD tetap jadi catatan penting, terutama bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas penyimpanan lebih luas.

Simpulan

Samsung Galaxy A37 5G pada dasarnya bukan peningkatan yang benar-benar besar dari generasi sebelumnya. Jika dilihat secara keseluruhan, spesifikasi yang dibawanya masih sangat mirip dengan Samsung Galaxy A36 5G, mulai dari sektor kamera, baterai, hingga pengalaman penggunaan sehari-hari.

Perubahan yang ada lebih ke penyempurnaan. Chipset Exynos 1480 yang sebelumnya dipakai di model yang lebih tinggi kini diturunkan ke seri ini, ditambah peningkatan sertifikasi menjadi IP68 yang jelas lebih baik untuk daya tahan. Namun di luar itu, tidak banyak lompatan besar yang terasa signifikan.

Di sisi lain, harga yang naik cukup jauh membuat posisinya jadi agak sulit. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh harga memori yang ikut meningkat, sehingga banderol akhirnya terdorong lebih tinggi. Sayangnya, peningkatan yang diberikan belum sepenuhnya sebanding dengan selisih harga tersebut.

Jadi, Galaxy A37 5G bisa dibilang tetap jadi pilihan yang solid dengan fitur lengkap dan pengalaman yang aman. Namun, bagi pengguna yang sudah melihat atau bahkan memakai generasi sebelumnya, peningkatannya terasa tidak terlalu spesial.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross