carisinyal web banner retina
Carisinyal / Smartphone / Ini Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S21 Plus 5G

Ini Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S21 Plus 5G

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 30 April 2021

Tiga smartphone flagship Samsung Galaxy S21 Series resmi dijual di Indonesia pada 27 Januari 2021. Satu di antaranya adalah Samsung Galaxy S21+ 5G. Bukan tanpa alasan Samsung kembali menghadirkan varian plus pada Galaxy S21 Series 5G. Pasalnya, sejak meluncur kali pertama pada 2017 (Galaxy S8 series), angka penjualannya selalu tinggi.

Pada tahun tersebut, gabungan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ berhasil membukukan angka penjualan 41 juta ponsel, terbesar ketiga di dunia. Berkat seri plus pula, S10 series yang meluncur pada 2019 terjual sebanyak 37 juta. Oleh sebab itu, Galaxy S21+ 5G bukanlah sekadar pelengkap dalam lini produk Samsung Galaxy S21 Series 5G. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Galaxy S21+ 5G? Berikut ulasannya.

Spesifikasi Samsung Galaxy S21+ 5G

Samsung Galaxy S21 plus -1
  • Rilis: Januari, 2021
  • Layar: Dynamic AMOLED 2x, 6,7 inci 1080 x 2400 piksel
  • Chipset: Exynos 2100 (5 nm)
  • GPU: Mali-G78 MP14
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128 GB, 256 GB
  • Memori Eksternal: –
  • Kamera Belakang: 12 MP + 64 MP + 12 MP
  • Kamera Depan: 10 MP
  • Baterai: Li-Po 4800 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan Galaxy S21+ 5G

Ponsel flagship menyuguhkan spesifikasi dan fitur paling terbaik. Beberapa poin kelebihan Galaxy S21+ bisa kamu cermati di bawah ini.

1. Desain Segar

Kamera Samsung Galaxy S21 Series

Samsung memberikan perubahan corak yang tak pernah ditemui di ponsel mana pun untuk Galaxy S21+ 5G. Corak itu adalah modul kamera belakang berupa contour-cut . Modul ini menyatu dengan frame logam aluminium, membuat ponsel tampak ringkas dan elegan.

Tak ada tempelan apa pun di punggung Galaxy S21+ 5G selain logo Samsung. Pasalnya, pemindai sidik jari sudah terbenam di dalam layar. Bagian belakangnya semakin menawan karena terbuat dari material kaca Corning Gorilla Glass Victus.

Menoleh ke bagian depan, kaca dengan kualitas sama dengan bagian belakang turut melindungi permukaan layar bergaya infinity-o. Layarnya yang berbingkai tipis itu cukup besar (6,7 inci). Kendati demikian, Galaxy S21+ 5G masih nyaman digenggam oleh tangan orang Indonesia.

Kenyamanannya semakin bertambah karena Samsung memilih bentuk layar datar pada ponsel ini. Tak ada lengkungan di sisi kiri maupun kanan. Dalam sudut pandang desain, layar datar mungkin ketinggalan.

Namun demikian, layar datar jelas akan membuat ponsel terhindar dari insiden salah sentuh seperti yang sering terjadi pada layar berkaca lengkung. Begitu seperti yang dituturkan Mats Karlsson dalam Tech Radar.

Karlsson juga menilai, Galaxy S21+ dengan dimensi 161,5 x 75,6 x 7,8 mm masih nyaman digenggam. Dia yakin sebagian besar orang masih bisa mencapai tombol power dan volume dengan jari tangannya.

Jangan lupa, ponsel ini juga memegang sertifikasi anti debu dan air (IP68). Menyelam di kedalaman 1,5 meter hingga 30 menit pun tidak masalah. Samsung Electronics Indonesia menyediakan Galaxy S21+ 5G dalam tiga varian warna: Phantom Violet, Phantom Black, dan Phantom Silver. Varian warna pertama terlihat paling keren.

2. Tampilan Mengesankan

Resolusi layarnya yang Full HD+ (1080 x 2400 piksel) memang lebih rendah daripada si pendahulu, Galaxy S20+ (1440 x 3200 piksel). Namun demikian, itu tidak menjadi masalah berarti buat HP flagship sekalipun. Sebab, menurut Dedy Irvan di kanal YouTube Jagat Review, yang terpenting adalah kerapatan pikselnya sudah di atas 300 ppi.

Kombinasi layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ di Galaxy S21+ 5G mencatat kerapatan piksel 394 ppi. Peningkatan sisi layar yang mencolok di ponsel ini adalah laju penyegaran 120 Hz yang bersifat adaptif.

Arti adaptif di sini adalah smartphone akan menyesuaikan secara otomatis kebutuhan laju penyegaran berdasarkan aktivitas si pengguna. Rentang laju penyegarannya ada di angka 48-120 Hz. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh si pendahulu, Galaxy S20+.

Sebab, pengguna Galaxy S20+ 'dipaksa' memilih antara Quad HD+ 60 Hz atau Full HD+ 120 Hz. Kini Galaxy S21+ bisa menjaga kemulusan apa yang ditampilkan layarnya sekaligus membuat daya tahan baterai tetap oke.

Menurut Jordan Palmer dalam Tom's Guide, layar Galaxy S21+ mampu menampilkan warna hitam sangat pekat, dalam pengaturan mode warna natural atau cerah. Saat di bawah terik matahari, apa yang ditampilkan tetap terlihat lantaran layarnya bisa mencapai kecerahan puncak 1300 nit.

Sertifikasi HDR10+ yang disematkan bukan main-main bukan isapan jempol semata. Sebab, dalam uji yang dilakukan Jordan Palmer layar S21+ punya rentang warna yang luas. Pada mode natural, warna yang ditampilkan bisa mencapai 103,8% sRGB dan 73,5% sesuai standar DCI-P3.

Sedangkan dalam mode vivid, ponsel ini sanggup menampilkan rentang warna 212,3% sRGB dan 150,4% dalam standar DCI-P3. Akurasi warnanya pun mencapai 0,18, lebih baik daripada iPhone 12 Pro (0,28) dan Galaxy Note 20 Ultra (0,24). Palmer mengaku puas melihat tampilan layar Galaxy S21+ baik untuk menonton film maupun main gim.

3. Performa Tangguh

Samsung menyambut dengan gegap gempita atas digelarnya jaringan 5G di Indonesia pada 2021. Pasalnya, Galaxy S21+ 5G telah mendukung jaringan tersebut sejak keluar dari dusnya. Dukungan itu hadir berkat modem 5G yang tersemat di dalam System on Chip (SoC) Exynos 2100.


Chipset yang konon disebut-sebut paling kencang sedunia ini dibangun dengan proses fabrikasi 5 nm. Terdiri atas tiga klaster, yakni klaster core kencang Cortex-X1 (1x2,9 GHz), core medium (3x2,80 GHz Cortex-A78), dan core irit (4x2,2 GHz Cortex-A55).

Ada juga GPU Mali-G78 14 core yang dijanjikan Samsung 46 persen lebih bertenaga daripada Mali-G77 MP11 di Exynos 990. Dalam pengujian yang dilakukan GSM Arena, Exynos 2100 memang terlihat memiliki potensi performa yang menjanjikan.

Skor Antutu 8 yang dicatatkan ponsel ini mencapai 622.276. Angka ini sudah sangat tinggi, hanya ketinggalan dari saudara kandungnya, Galaxy S21 Ultra 5G (657.150). 

Antutu 8 Galaxy S21 Plus

Kemampuan singlecore dan multicore Galaxy S21+ bahkan lebih tinggi daripada Galaxy S21 biasa. Catatan skornya adalah 1091 untuk singlecore dan 3476, berdasarkan uji dengan aplikasi Geekbench 5.

Singlecore Galaxy S21 Plus
multicore Galaxy S21 Plus

Hal menarik terjadi pada pengujian grafik. Dari seluruh skenario tes yang dilakukan GSM Arena, Galaxy S21+ malah bisa mengungguli saudara paling mahalnya, Galaxy S21 Ultra. Hal ini seperti yang terjadi pada tes GFX Car Chase ES 3.1 (offscreen 1080p).

Dalam tes tersebut, Galaxy S21+ bisa 66 fps, sedangkan Galaxy S21 Ultra mentok di 64 fps. Kemungkinan hal ini bisa terjadi karena beban kerja GPU lebih ringan di S21+ berkat layarnya yang hanya Full HD+.

Grafik S21 Plus

Hasil pengujian di atas tidak selalu mencerminkan apa yang terjadi di kondisi nyata. Sebab, sifat pengujian ini adalah sintetis, alias mengetes performa dalam satu waktu tertentu.

Meski begitu, berdasarkan pengalaman Mats Karlsson, memakai S21+ terasa lebih nyaman daripada pendahulunya. Kemampuan multitasking dan membuka banyak aplikasi dalam mode split-screen ringan buat ponsel ini.

Jordan Palmer juga coba 'menyiksa' ponsel ini dengan memainkan beberapa gim pada pengaturan grafis tertinggi. Gim yang dia mainkan yaitu Call of Duty: Mobile, Pascal’s Wager, dan Grid Autosport. Ternyata Galaxy S21+ bisa menangani semuanya dengan hebat. 

Prosesor terbaik tak akan bisa bekerja maksimal tanpa dukungan dari memori yang kencang. Beruntung teknologi memori terkini telah disuntikkan di dalam motherboard Galaxy S21+ 5G. Jenis teknologi storage-nya adalah UFS 3.1 yang punya kecepatan tulis sampai 1200 MB/detik, nyaris tiga kali lipat dibanding UFS 3.0.

Sementara itu, RAM Galaxy S21+ 5G sudah menggunakan teknologi LPDDR5. Menurut Samsung, teknologi paling anyar dari RAM HP ini 1,5 kali lebih cepat ketimbang LPDDR4X. Pasalnya, LPDDR5 berjalan di bandwith 6400 Mbps, sedangkan si pendahulu mentok di 3200 Mbps.

4. Kamera Keren, Fitur Lengkap

Konfigurasi kamera Galaxy S21+ 5G tak jauh berbeda dari pendahulunya. Satu hal yang berbeda hanyalah sensor kedalaman yang sudah menghilang dari modul kamera belakang. 

Kendati demikian, Samsung melakukan banyak peningkatan dalam segi algoritma. Hal ini bisa dilihat dari kamera telefoto 64 MP f/2.0-nya. Kemampuan zoom optik-nya memang hanya 1,1 kali dengan 3x hybrid optical zoom. Tidak seperti S21 Ultra yang total bisa 13x zoom optik karena punya lensa periskop.

Sebagai gantinya, Samsung memberi fitur kemampuan zoom digital sampai 30 kali. Tak disangka, hasil digital zoom S21+ mengesankan buat Mats Karlsson. Kata dia, digital zoom 10x membuat gambar masih layak untuk diunggah di sosial media.

Secara umum, kualitas kamera belakang Galaxy S21+ bagus. Mampu menangkap detail dengan baik, sekalipun di kondisi malam hari. Warna yang ditampilkan akurat, menurut Jordan Palmer. 

Kamera depannya juga keren karena bisa menampilkan warna nyata di setiap objek yang dibidik. Selain itu, Samsung Galaxy S21+ dirancang untuk sigap diandalkan dalam menangkap fenomena yang tak akan pernah terjadi dua kali.

Beberapa fitur disematkan agar kamu tak perlu ragu mengeluarkan ponsel ini dan langsung memotret atau merekam. Seperti Super Steady yang membuat hasil rekaman video tetap mulus. Serta, fitur Single Take yang bisa diandalkan dalam posisi menangkap momen secara spontan.

Fitur keren selanjutnya adalah, tiga kamera belakang bisa aktif secara bersamaan (Director's View). Hal ini akan membantu kamu bisa memilih sudut terbaik dalam setiap potongan momen. Bahkan, kamera depan dan belakang pun bisa merekam sekaligus (Vlogging View). Seorang vlogger tentu akan terbantu dalam menyajikan konten yang semakin interaktif.

Satu fitur baru lagi yang berguna, khususnya buat jurnalis, adalah Multiple Mic RecordingMelalui fitur ini, pengguna bisa merekam suara dari microphone internal ponsel dan mic dari headset bluetooth secara bebarengan sehingga kamu tak perlu menggunakan perangkat tambahan ketika tengah mewawancarai narasumber.

Adapun Galaxy S21+ bisa merekam video hingga resolusi maksimum 8K di 24 fps. Kamu juga bisa membikin video slow motion 1080p 240 fps atau 720p 960 fps. Berikut contoh jepretan gambar Galaxy S21+:

sumber: techradar.com | Mats Karlsson
sumber: techradar.com | Mats Karlsson
sumber: techradar.com | Mats Karlsson
sumber: gsmarena.com

5. One UI 3.1 dalam Android 11

*

Samsung Galaxy S21+ 5G sudah dibekali sistem operasi terbaru Android 11 yang berbalutkan antarmuka OneUI 3.1. Antarmuka inilah yang membuat sebagian orang senang dengan ponsel Samsung.

Sebab, OneUI sederhana dan stabil. Beberapa perubahan pada OneUI 3.1 tersaji di ponsel ini. Seperti ketika menarik layar dari atas ke bawah untuk melihat notifikasi. Apa yang ada di layar kini tertutupi oleh tampilan notifikasi, meskipun hanya ada satu notifikasi yang masuk.

Hal ini berbeda dari OneUI 3.0 yang tetap mempertahankan bagian bawah layar tetap terlihat, kendati tampilannya dibuat gelap. 

Notifikasiyang sudah dihapus bahkan kini bisa dilihat history-nya di menu setting. Namun, ini adalah fitur yang ada buat seluruh Android 11. Satu lagi fitur soal notifikasi yang diadopsi OneUI 3.1 adalah Bubble, sebuah floating notification untuk aplikasi perpesanan.

Fitur ini mirip dengan Smart pop-up view yang dulu pernah dirancang oleh Samsung. Dengan Bubble, kamu tak perlu membuka aplikasi pesan untuk membalas pesan dari orang tertentu.

Sebab, ikonnya sudah muncul di depan layar, tinggal mau di-maximize atau di-minimize. Di sisi lain, fitur ini bisa juga dimatikan jika privasimu terganggu. Selain notifikasi, beberapa fitur keren lainnya juga diberikan untuk One UI 3.1.

Salah satunya adalah DeX yang memungkinkan kamu menggunakan ponsel layaknya komputer. Dengan sambungan kabel HDMI, ponsel, monitor, plus keyboard bisa jadi komputer. Kamu pun bisa menyambungkan ponsel ke komputer Windows.

Di situ kamu bisa melihat penampilan HP di sebuah jendela khusus. Seluruh operasi ponsel kini bisa dilakukan di komputer, memindahkan file dan menelepon pun bisa.

Sementara itu, Samsung kini menjanjikan peningkatan sistem operasi hingga tiga kali, dengan update security patch sampai tahun keempat dari perilisan. Itu artinya Galaxy S21+ bakal mendapat peningkatan sampai Android 14.

Tentunya ini akan membuat daya tawar ponsel Android meningkat. Sebelumnya, produsen-produsen ponsel Android umumnya hanya menjanjikan maksimal dua kali peningkatan sistem operasi.

Hal inilah yang menjadikan ponsel Android terlihat lebih inferior ketimbang iPhone. Sebab, iPhone bisa mendapat suntikan software baru sampai 5 tahun.

6. Baterai Awet

Baterai Samsung Galaxy S21 Series

Ukuran 4800 mAh rasanya cukup untuk membuat Galaxy S21+ 5G menyala seharian. Dalam pengujian yang dilakukan GSM Arena, ponsel ini bisa menelepon 31 jam 1 menit di jaringan 3G dalam sekali cas. 

Kalau digunakan untuk browsing memakai Wi-Fi, waktu pakainya mencapai 13 jam 55 menit. Sementara itu, saat dipakai menonton video offline bisa tembus 18 jam 53 menit. Kanal YouTube TechDroider turut menguji ketahanannya dalam berbagai macam aktivitas.

Seperti untuk memainkan gim PUBG Mobile, streaming video, browsing via Google Chrome, dan merekam video.Catatan waktu yang dihasilkan pun cukup mengesankan. Baterai Galaxy S21+ 5G mampu bertahan 9 jam 6 menit. Durasi itu lebih lama daripada si pendahulu, Galaxy S20+ yang, hanya mencatat waktu 8 jam 7 menit.

Di samping daya tahan baterainya yang oke, Galaxy S21+ 5G juga dibekali teknologi pengecasan 25 W. Menurut GSM Arena, mengecas 30 menit dengan adaptor 25 Watt bisa bikin baterainya terisi 54 persen. Sedangkan untuk mencapai 100 persen butuh waktu 1 jam 12 menit.

Terlihat sudah cukup cepat, meskipun masih kalah ketimbang Galaxy S20+ (57 menit). Namun, ingat, ponsel pendahulunya itu punya baterai yang lebih kecil (4500 mAh) dengan teknologi pengisian yang sama.

Adapun selain pengisian cepat 25 terdapat fitur pengecasan cepat secara nirkabel dengan output daya 15 watt. Galaxy S21+ 5G juga bisa dipakai untuk mengisi perangkat lain seperti TWS, gelang pintar, atau jam tangan pintar. Hal itu karena ponsel ini mendukung teknologi pengisian balik 4,5 W. 

7. Ultra Wide Band

Galaxy S21 Unpacked Event SmartTag

Apakah kamu sering lupa menaruh barang berharga berukuran kecil, kunci mobil misalnya? Jika iya, kini kamu tak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, Samsung memberi solusi dengan teknologi Ultra Wide Band (UWB) yang ditanam di dalam Galaxy S21+ 5G.

Fitur ini berjalan pada koneksi gelombang radio seperti WiFi dan Bluetooth, tetapi telah dikembangkan lebih baik lagi. Cara kerjanya adalah dengan melingkarkan gantungan Galaxy SmartTag di suatu barang. Gantungan tersebut akan mengeluarkan gelombang yang bisa ditangkap oleh Galaxy S21+ 5G.

Kamu pun akan mendapati lokasi presisi barang yang hendak dicari. Samsung mengklaim jangkauan Galaxy SmartTag bias mencapai radius 120 meter.

Kekurangan Galaxy S21+ 5G

Ada hal-hal selain kelebihan yang patut kamu perhatikan sebelum menjatuhkan pilihan pada Samsung Galaxy S21+ 5G. Berikut ini poin-poin penjabarannya.

1. Tidak Ada Slot MicroSD

Pilihan memori yang diberikan pada Galaxy S21+ 5G memang sudah cukup besar. Anda bisa memilih varian 128 GB atau 256 GB. Sayangnya, Anda tak punya opsi untuk menambah kapasitasnya.

Pasalnya, slot yang ada di smartphone hanyalah dua kartu SIM tanpa ada laci khusus untuk microSD. Bisa jadi ini adalah sebuah kemunduran lantaran generasi pendahulu, Galaxy S20+, tetap bisa menggunakan microSD kendati dengan slot hybrid.

2. Kamera Tidak Konsisten

Jordan Palmer mengaku terkesan dengan gambar yang diproduksi oleh kamera Samsung Galaxy S21+ 5G. Gambar yang dihasilkan bisa memancarkan warna nyata dan penuh detail. Kendati demikian, menurutnya, inkonsistensi kadang terjadi. 

Seperti saturasi warna yang berlebihan dan terlalu terang (overexposed). Sementara itu, GSM Arena memberi komentar yang berbeda. Menurut mereka, tidak ada peningkatan yang luar biasa pada konfigurasi kamera ponsel ini.

Hal yang paling terasa tentu adalah tidak adanya autofocus untuk lensa ultrawide. Faktor ini yang membuat kamera Galaxy S21+ punya jarak yang agak jauh dengan saudaranya, Galaxy S21 Ultra.

3. Tidak Disertakan Adaptor

Samsung pernah menyindir Apple yang tak menyertakan adaptor pada saat iPhone 12 meluncur. Namun, kini giliran Samsung yang ikut-ikutan. Tentunya hal ini membuat sebagian konsumen kecewa karena harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli sebuah cas. Adapun dalam paket penjualan hanya disertakan kabel USB tipe C, pin ejector, dan Quick Start Guide.

Demikian penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan dari Samsung Galaxy S21+ 5G. Sebagai ponsel flagship dengan harga fantastis, ponsel ini berusaha menghadirkan kemampuan terbaik di berbagai aspek untuk mengakomodasi berbagai aktivitas. Karena itu, ada hal-hal yang berubah dari generasi sebelumnya, ada pula sisi-sisi yang tetap dipertahankan.

Hanya saja, setiap perubahan menimbulkan respons yang beragam. Seperti ketidakhadiran adaptor dalam paket penjualan dan dihilangkannya slot microSD. Sekarang tinggal kamu sendiri yang memilih. Kamu juga bisa melihat komparasi spesifikasi Galaxy S21+ 5G dengan anggota lain Galaxy S21 Series di sini.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram