Ini Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S21 Plus 5G

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Tiga smartphone flagship Samsung Galaxy S21 Series resmi dijual di Indonesia pada 27 Januari 2021. Satu di antaranya adalah Samsung Galaxy S21+ 5G. Bukan tanpa alasan Samsung kembali menghadirkan varian plus pada Galaxy S21 Series 5G. Pasalnya, sejak meluncur kali pertama pada 2017 (Galaxy S8 series), angka penjualannya selalu tinggi.

Pada tahun tersebut, gabungan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ berhasil membukukan angka penjualan 41 juta ponsel, terbesar ketiga di dunia. Berkat seri plus pula, S10 series yang meluncur pada 2019 terjual sebanyak 37 juta. Oleh sebab itu, Galaxy S21+ 5G bukanlah sekadar pelengkap dalam lini produk Samsung Galaxy S21 Series 5G. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Galaxy S21+ 5G? Berikut ulasannya.

Spesifikasi Samsung Galaxy S21+ 5G

Samsung Galaxy S21 plus -1
  • Rilis: Januari, 2021
  • Layar: Dynamic AMOLED 2x, 6,7 inci 1080 x 2400 piksel
  • Chipset: Exynos 2100 (5 nm)
  • GPU: Mali-G78 MP14
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128 GB, 256 GB
  • Memori Eksternal: –
  • Kamera Belakang: 12 MP + 64 MP + 12 MP
  • Kamera Depan: 10 MP
  • Baterai: Li-Po 4800 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan Galaxy S21+ 5G

Ponsel flagship menyuguhkan spesifikasi dan fitur paling terbaik. Beberapa poin kelebihan Galaxy S21+ bisa kamu cermati di bawah ini.

1. Desain Segar

Kamera Samsung Galaxy S21 Series

Samsung memberikan perubahan corak yang tak pernah ditemui di ponsel mana pun untuk Galaxy S21+ 5G. Corak itu adalah modul kamera belakang berupa contour-cut . Modul ini menyatu dengan frame logam aluminium, membuat ponsel tampak ringkas dan elegan.

Tak ada tempelan apa pun di punggung Galaxy S21+ 5G selain logo Samsung. Pasalnya, pemindai sidik jari sudah terbenam di dalam layar. Bagian belakangnya semakin menawan karena terbuat dari material kaca Corning Gorilla Glass Victus.

Menoleh ke bagian depan, kaca dengan kualitas sama dengan bagian belakang turut melindungi permukaan layar bergaya infinity-o. Layarnya yang berbingkai tipis itu cukup besar (6,7 inci). Kendati demikian, Galaxy S21+ 5G masih nyaman digenggam oleh tangan orang Indonesia.

Kenyamanannya semakin bertambah karena Samsung memilih bentuk layar datar pada ponsel ini. Tak ada lengkungan di sisi kiri maupun kanan. Dalam sudut pandang desain, layar datar mungkin ketinggalan.

Namun demikian, layar datar jelas akan membuat ponsel terhindar dari insiden salah sentuh seperti yang sering terjadi pada layar berkaca lengkung. Begitu seperti yang dituturkan Mats Karlsson dalam Tech Radar.

Karlsson juga menilai, Galaxy S21+ dengan dimensi 161,5 x 75,6 x 7,8 mm masih nyaman digenggam. Dia yakin sebagian besar orang masih bisa mencapai tombol power dan volume dengan jari tangannya.

Jangan lupa, ponsel ini juga memegang sertifikasi anti debu dan air (IP68). Menyelam di kedalaman 1,5 meter hingga 30 menit pun tidak masalah. Samsung Electronics Indonesia menyediakan Galaxy S21+ 5G dalam tiga varian warna: Phantom Violet, Phantom Black, dan Phantom Silver. Varian warna pertama terlihat paling keren.

2. Tampilan Mengesankan

Resolusi layarnya yang Full HD+ (1080 x 2400 piksel) memang lebih rendah daripada si pendahulu, Galaxy S20+ (1440 x 3200 piksel). Namun demikian, itu tidak menjadi masalah berarti buat HP flagship sekalipun. Sebab, menurut Dedy Irvan di kanal YouTube Jagat Review, yang terpenting adalah kerapatan pikselnya sudah di atas 300 ppi.

Kombinasi layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ di Galaxy S21+ 5G mencatat kerapatan piksel 394 ppi. Peningkatan sisi layar yang mencolok di ponsel ini adalah laju penyegaran 120 Hz yang bersifat adaptif.

Arti adaptif di sini adalah smartphone akan menyesuaikan secara otomatis kebutuhan laju penyegaran berdasarkan aktivitas si pengguna. Rentang laju penyegarannya ada di angka 48-120 Hz. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh si pendahulu, Galaxy S20+.

Sebab, pengguna Galaxy S20+ 'dipaksa' memilih antara Quad HD+ 60 Hz atau Full HD+ 120 Hz. Kini Galaxy S21+ bisa menjaga kemulusan apa yang ditampilkan layarnya sekaligus membuat daya tahan baterai tetap oke.

Menurut Jordan Palmer dalam Tom's Guide, layar Galaxy S21+ mampu menampilkan warna hitam sangat pekat, dalam pengaturan mode warna natural atau cerah. Saat di bawah terik matahari, apa yang ditampilkan tetap terlihat lantaran layarnya bisa mencapai kecerahan puncak 1300 nit.

Sertifikasi HDR10+ yang disematkan bukan main-main bukan isapan jempol semata. Sebab, dalam uji yang dilakukan Jordan Palmer layar S21+ punya rentang warna yang luas. Pada mode natural, warna yang ditampilkan bisa mencapai 103,8% sRGB dan 73,5% sesuai standar DCI-P3.

Sedangkan dalam mode vivid, ponsel ini sanggup menampilkan rentang warna 212,3% sRGB dan 150,4% dalam standar DCI-P3. Akurasi warnanya pun mencapai 0,18, lebih baik daripada iPhone 12 Pro (0,28) dan Galaxy Note 20 Ultra (0,24). Palmer mengaku puas melihat tampilan layar Galaxy S21+ baik untuk menonton film maupun main gim.

3. Performa Tangguh

Samsung menyambut dengan gegap gempita atas digelarnya jaringan 5G di Indonesia pada 2021. Pasalnya, Galaxy S21+ 5G telah mendukung jaringan tersebut sejak keluar dari dusnya. Dukungan itu hadir berkat modem 5G yang tersemat di dalam System on Chip (SoC) Exynos 2100.

Chipset yang konon disebut-sebut paling kencang sedunia ini dibangun dengan proses fabrikasi 5 nm. Terdiri atas tiga klaster, yakni klaster core kencang Cortex-X1 (1x2,9 GHz), core medium (3x2,80 GHz Cortex-A78), dan core irit (4x2,2 GHz Cortex-A55).

Ada juga GPU Mali-G78 14 core yang dijanjikan Samsung 46 persen lebih bertenaga daripada Mali-G77 MP11 di Exynos 990. Dalam pengujian yang dilakukan GSM Arena, Exynos 2100 memang terlihat memiliki potensi performa yang menjanjikan.

1 234»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram