carisinyal-web-banner-retina 35

Ini 10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S26

Ditulis oleh Adam Duta Dwiguna

Di tengah harga komponen ponsel yang terus naik, Samsung Galaxy S26 Series tetap ditunggu kehadirannya. Menariknya, model Galaxy S26 Ultra tidak jadi satu-satunya yang diincar. Sebagai model reguler, Galaxy S26 tetap punya pasarnya sendiri dengan menawarkan value for money terbaik.

Spesifikasi kunci yang dibawa Galaxy S26 tidak jauh berbeda dengan Galaxy S26+ atau S26 Ultra. Misalnya dari segi hardware di sektor layar dan kelengkapan lainnya, serta software terutama Galaxy AI yang biasanya dibagi secara adil. Penasaran? Simak beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut.

Spesifikasi Samsung Galaxy S26

Samsung Galaxy S26
Layar Dynamic LTPO AMOLED 2X 6.3 inci
Chipset Exynos 2600
RAM 12 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB
Baterai Li-Po 4300 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok
*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Memakai Exynos 2600, chipset dengan manufaktur 2 nm pertama di dunia
Tidak kebagian fitur eksklusif yaitu Privacy Display, hanya ada di Galaxy S26 Ultra
Mendapat dukungan Galaxy AI yang lebih canggih untuk pemakaian real time
Jadi satu-satunya model tanpa dukungan fitur Ultra WideBand (UWB)
Peningkatan software kamera lebih canggih, ada fitur Horizontal Lock
Kualitas layar Dynamic LTPO AMOLED 2X yang cerah dan mulus untuk pemakaian harian
Dibekali baterai awet dengan kapasitas 4300 mAh dan fitur charging lengkap
Dukungan fitur khas Samsung Dex untuk multitasking yang lebih seamless
Ada jaminan upgrade OS sampai 7 tahun untuk pemakaian jangka panjang
Tampilan desain ergonomis dan tahan air dengan kesan premium

Kelebihan Samsung Galaxy S26

Ketika masuk ke pasar Indonesia, Galaxy S26 kabarnya dijual dengan harga mulai dari Rp16,5 jutaan. Harga yang terpaut jauh dari pendahulunya karena keadaan krisis yang terjadi. Lantas, apakah layak? Ini beberapa kelebihannya.

1. Pakai Chipset 2 nm Pertama di Dunia

exynos 2600

Bukan hal baru ketika Samsung merilis chipset berbeda untuk tiap pasar. Hal ini berlaku untuk Samsung Galaxy S26 sebagai model reguler yang memiliki dua versi chipset tergantung pasarnya. Adapun chipset-nya yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy hanya dijual untuk pasar China, Jepang, dan Amerika.

Sebagian besar negara lain termasuk Indonesia mendapatkan varian chipset Exynos 2600. Hal ini tidak bisa dibilang buruk atau sesuatu yang perlu disayangkan. Pasalnya Galaxy S26 jadi salah satu ponsel pertama di dunia yang menggunakan chipset dengan manufaktur 2 nm. Klaimnya mengatakan ada peningkatan performa hingga 40 persen dari Galaxy S25.

Exynos 2600 juga diklaim mampu memberikan pengalaman penggunaan AI yang jauh lebih baik. Serta performa maksimal dari CPU, GPU, dan NPU terintegrasi yang powerful.

Untuk arsitekturnya, Exynos 2600 ditenagai oleh sepuluh unit CPU atau Decacore (1+3+6). Terdiri dari satu Prime core Cortex C-1 Ultra (3,9 GHz), tiga performance core Cortex C-1 Pro (3,25 GHz), dan enam efficiency core Cortex C-1 Pro (2,75 GHz). Untuk GPU-nya, chipset ini mengandalkan Samsung Xclipse 960 yang mumpuni.

Untuk mendapatkan performa lebih stabil, Galaxy S2 menawarkan kapasitas memori lega. RAM yang digunakan adalah LPDDR5X dengan kapasitas 12 GB. Sedangkan memori internalnya pakai UFS 4.1 berkapasitas 256 GB atau 512 GB. Tidak ada slot microSD yang tersedia sehingga kapasitasnya tidak bisa diperluas.

2. Dukungan Galaxy AI Secara Real Time

Samsung Galaxy S26

Seperti yang kita tahu, Samsung masih giat dalam mengembangkan software dari produknya, termasuk menyempurnakan fitur Galaxy AI yang dimilikinya. Hal ini terlihat dari hadirnya beberapa fitur Galaxy AI secara eksklusif untuk Samsung Galaxy S26 Series, termasuk untuk model regulernya.

Selain banyak fitur yang sudah tersedia dari seri-seri sebelumnya, ada peningkatan terkait penggunaan AI secara real time. Hal ini tentu saja sangat menarik karena sebagaimana mestinya, AI harus bisa membantu manusia secara langsung dan praktis. Ada beberapa fitur yang dibawa oleh Galaxy S26 seperti Now Nudge, Now Brief, dan Boxby.

Now Nudge menjadi fitur eksklusif yang dibawa oleh seri kali ini. Fitur ini akan merekomendasikan suatu hal sesuai konteks yang sedang dibicarakan. Misalnya ketika membicarakan foto liburan, keyboard akan memberikan link suggestion yang akan menampilkan foto ketika liburan secara spesifik. Fitur ini jelas sangat membantu karena tidak perlu membuka dan mencari foto secara manual di galeri.

Soal privasi atau keamanannya, Now Nudge hanya akan membaca percakapan yang sedang aktif atau baru saja diterima. Ia tidak bisa membaca percakapan secara keseluruhan karena tidak punya memori untuk mengingat. Bisa dibilang itu adalah batas privasi yang akan didapat oleh pengguna melalui fitur barunya ini.

Selain itu ada Now Brief yang sebenarnya sudah ada di Galaxy S25 Series. Fitur ini akan membantu melacak aktivitas harian dan mempelajarinya. Akhirnya, Anda akan mendapatkan rekomendasi atau list penting yang sesuai dengan kebiasaan atau rutinitas sehari-hari.

Last but not least adalah Bixby, asisten yang siap membantu penggunanya kapanpun. Menariknya, Boxby di sini mampu mengenali dan mengendalikan perangkat agar lebih praktis. Misalnya ketika ingin mengubah intensitas cahaya, menyalakan atau mematikan fitur, bahkan menggunakan aplikasi pihak ketiga.

3. Software Kamera Canggih, Ada Horizontal Lock

Samsung Galaxy S26

Bicara soal kamera, Galaxy S26 rupanya masih mempertahankan setup yang sama dengan seri pendahulunya. Meski spesifikasi di atas kertasnya tidak mengalami perubahan, kualitas kamera yang ditawarkan tentu masih sangat mumpuni dan bisa diandalkan.

Misalnya kamera utama yang pakai resolusi 50 MP (f/1.8). Dibekali sensor berukuran 1/1.56 inci, lensa utama ini sudah didukung teknologi dual pixel PDAF dan OIS. Hasilnya dijamin tetap tajam, stabil, dan tangkapan cahayanya lebih optimal.

Kemudian ada kamera ultrawide 12 MP (f/2.2) yang punya sudut pandang hingga 120 derajat. Lensa ini cocok untuk memotret pemandangan atau foto grup. Selain itu, kamera ini juga sudah mendukung fitur Super Steady Video agar rekaman tetap mulus meski dibawa berjalan.

Sama seperti Galaxy S25, Galaxy S26 sanggup merekam video hingga resolusi mentok di 8K pada 30 FPS. Artinya, kualitasnya tetap cocok dipakai untuk pembuatan konten media sosial atau profesional. Bahkan, pembesarannya kini bisa lebih jauh yaitu mencapai 15x zoom, berbeda dengan Galaxy S25 yang hanya sampai 12x zoom saja.

Yang paling menarik perhatian dan ditunggu banyak orang adalah Horizontal Lock. Fitur yang langsung menyita banyak perhatian di dunia perkembangan teknologi. Sederhananya, fitur ini mampu mengunci horizon dengan sangat stabil. Bahkan ketika ponsel diputar 360 derajat, hasil bidikannya tetap sejajar seolah tidak terjadi apa-apa.

Fitur Horizontal Lock ini sebenarnya menjadi peningkatan dari fitur Super Steady yang sudah ada sebelumnya. Samsung menggabungkan sudut optik yang diperluas dengan gyro dan akselerasi untuk mengenali arah gravitasi dengan presisi. Anda bisa mengejar dan mengikuti objek yang bergerak cepat dengan hasil video lebih halus dan bebas guncangan.

Di bagian belakangnya juga terdapat kamera telefoto 10 MP (f/2.4. Kamera ini punya kemampuan optical zoom hingga 3x. Nggak perlu khawatir gambar goyang atau blur, karena fitur PDAF dan OIS-nya siap menjaga foto jarak jauh tetap jernih dan fokus.

Kemampuan kamera telefotonya sudah sangat baik dengan 3x optical zoom. Anda bisa melakukan pembesaran hingga lebih dari 10x untuk digital zoom-nya. Sampai titik ini, foto yang dihasilkan terbilang masih tajam dan enak untuk dilihat. Namun untuk lebih jauh lagi, Shane Symonds mengatakan kualitasnya mulai mengalami penurunan.

Beralih ke bagian depan, ada kamera selfie 12 MP (f/2.2) yang bukan sekadar pelengkap. Berkat dukungan dual pixel PDAF (sama seperti kamera belakang), fokus wajah akan terkunci secara otomatis dengan cepat. Perekaman video dari kamera depan ini juga sangat tajam, bisa mencapai resolusi 4K di 60 FPS.

4. Kualitas Layar Cerah dan Mulus

Samsung Galaxy S26

Sektor layar yang dibawa Galaxy S26 tampaknya tidak membawa banyak perubahan, bahkan cukup identik dengan pendahulunya. Satu-satunya perbedaan kecil terletak pada ukuran layarnya yang dibuat sedikit lebih lega dari 6,2 inci menjadi 6,3 inci. Sejujurnya, perbedaan kecil ini mungkin tidak terlalu terasa dalam penggunaan nyatanya.

Untuk jenis panelnya masih sama yaitu Dynamic AMOLED 2X yang mampu memberikan pengalaman visual imersif. Dengan resolusi Full HD+ atau 1080 x 2340 piksel, ketajamannya berada di kelas atas. Reproduksi warna serta kontras yang dihasilkan juga sangat nyaman dilihat dalam berbagai kondisi cahaya.

Selain itu, layar ini juga sangat tangguh untuk penggunaan di luar ruangan berkat tingkat kecerahan maksimal yang mampu menyentuh angka 2.600 nit. Layar tetap terlihat dengan jelas meski digunakan di luar ruangan yang terik.

Keunggulan lain dari layar Galaxy S26 adalah dukungan refresh rate adaptif yang dapat menyesuaikan otomatis dari 1 Hz hingga 120 Hz. Fleksibilitas ini berperan penting dalam menjaga efisiensi daya. Konsumsi baterai akan menjadi lebih hemat saat layar menampilkan konten statis dengan refresh rate rendah.

Sementara untuk urusan daya tahan, Samsung tetap mempercayakan proteksinya pada Corning Gorilla Glass Victus 2. Meskipun menggunakan lapisan pelindung yang sama dengan pendahulunya, ketahanannya sudah terbukti andal dalam meminimalisasi risiko goresan maupun benturan ringan.

5. Baterai Awet Dengan Charging Lengkap

Beralih ke sektor daya, Samsung meningkatkan kapasitas baterainya menjadi 4300 mAh untuk Galaxy S26. Kapasitasnya 300 mAh lebih tinggi dari pendahulunya yaitu Galaxy S25 dan Galaxy S24.

Dengan kapasitas yang lebih besar, ketahanan daya yang ditawarkan juga lebih tinggi. Apalagi dengan dukungan chipset jauh lebih efisien dengan manufaktur 2 nm, layar dengan refresh rate adaptif, dan software yang memang ditujukan untuk pemakaian sehari-hari.

Menariknya lagi, performa baterai model reguler ini ternyata sanggup bersaing ketat dengan model yang lebih tinggi. Misalnya Galaxy S26+ yang dibekali baterai jauh lebih masif di angka 4.900 mAh. Selisih daya tahannya di skenario nyata terbilang tipis dan menjadi suatu keunggulan atau daya tarik lebih terkait value for money.

Berdasarkan klaim yang ada, Galaxy S26 sanggup bertahan hingga sekitar 30 jam untuk aktivitas pemutaran video. Angka tersebut hanya terpaut satu jam dari daya tahan Galaxy S26+ yang mencatatkan angka sekitar 31 jam pada skenario pengujian serupa.

Untuk pengisian dayanya, Galaxy S26 masih terbilang lambat dengan mengandalkan 25W saja. Padahal Galaxy S26+ bisa memiliki kecepatan lebih baik dengan 45W. Menurut klaimnya, model regulernya ini bisa mengisi daya hingga 55 persen dalam 30 menit. Sedangkan Galaxy S26+ bisa mengisi hingga 69 persen dalam waktu yang sama.

Kemudian untuk fitur wireless charging-nya masih mengandalkan 15W dan reverse wireless charging 4,5W. Anda juga harus membeli secara terpisah karena charger masih tidak ada di dalam kotak penjualan.

6. Dukungan Samsung Dex Untuk Multitasking

galaxy tab a9 plus

Dalam hal konektivitas, Galaxy S26 hadir dengan dukungan fitur yang terbilang lengkap dan unggul di kelasnya. Ponsel ini tentu saja sudah mendukung jaringan 5G untuk menjamin kecepatan internet seluler maksimal. Teknologi Wi-Fi 7 juga tetap dipertahankan untuk latensi super rendah.

Galaxy S26 juga turut menyematkan fitur NFC multifungsi dan port USB Type-C 3.2. Port jenis ini sudah mendukung display port untuk proyeksi ke monitor eksternal. Ketersediaan sensornya pun tergolong komplit, mencakup pemindai sidik jari di bawah layar berjenis ultrasonik, akselerometer, proksimitas, kompas, barometer, hingga sensor gyro hardware untuk pembacaan orientasi yang presisi.

Untuk menunjang produktivitas kelas berat, Samsung tak lupa mempertahankan fitur esensialnya yaitu Samsung DeX dan Wireless DeX. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyulap ponsel menjadi layaknya PC desktop saat dihubungkan ke monitor eksternal, lengkap dengan dukungan mouse dan keyboard.

Berkat antarmuka dan dukungan fitur tersebut, berbagai aktivitas multitasking dan penyelesaian pekerjaan harian dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat dan praktis.

7. Jaminan Upgrade OS Sampai 7 Tahun 

Ketika rilis, lini Samsung Galaxy S26 Series sudah langsung berjalan menggunakan sistem operasi Android 16 yang dipoles dengan antarmuka One UI 8.5. Kelasnya sebagai flagship memang dirancang untuk investasi penggunaan jangka panjang, perangkat ini menawarkan masa dukungan pembaruan perangkat lunak yang sangat mumpuni.

Samsung sendiri dikenal sebagai merek yang terbilang royal dalam memberikan jaminan pembaruan OS, bahkan untuk lini kelas menengahnya sekalipun. Untuk Galaxy S26 ini, Samsung memberikan komitmen pembaruan sistem operasi hingga tujuh generasi atau selama tujuh tahun.

Berarti, Galaxy S26 diproyeksikan akan terus mendapatkan dukungan peningkatan versi hingga Android 23 pada tahun 2033 mendatang. Dengan asumsi skema penamaan dari Google tetap berurutan.

Selain itu, pembaruan keamanan umumnya akan diberikan dengan durasi yang lebih panjang. Biasanya setahun lebih lama dari jaminan pembaruan sistem operasinya. Komitmen panjang ini memastikan bahwa perangkat tidak hanya akan terus mendapatkan fitur-fitur baru, tetapi juga tetap aman dan relevan untuk menemani aktivitas hingga bertahun-tahun.

8. Desain Ergonomis dan Tahan Air

Samsung Galaxy S26

Samsung Galaxy S26 memang sekilas tidak membawa perubahan dan masih punya pola sama dengan seri sebelumnya. Perbedaan yang mungkin ditemukan ada pada modul kameranya. Samsung memang sedikit mengubah desain modul kamera hampir untuk semua kelas ponsel tahun 2025-2026.

Lingkaran kamera di bagian belakang tidak tersimpan begitu saja di atas bodi, tapi punya modul kamera yang menyelimutinya. Ini menjadi satu-satunya hal yang membedakan Galaxy S26 ketika disandingkan dengan pendahulunya.

Samsung masih menggunakan material kaca dengan finishing matte yang mulus untuk bodi belakangnya. Desain ini memberikan kesan premium sekaligus tekstur yang nyaman saat bersentuhan dengan telapak tangan.

Untuk dimensinya, Galaxy S25 punya bodi yang sama tipisnya dengan ketebalan hanya 7,2 mm dan bobot 167 gram. Hal ini membuat tingkat ergonomi sang ponsel tetap berada di angka yang tinggi. Anda bisa dengan mudah menyelipkannya ke dalam saku pakaian atau tas berukuran kecil.

Selain itu, pengalaman menggenggamnya pun terasa lebih natural berkat desain tepian bodi yang sedikit melengkung, sehingga meminimalisir sudut tajam yang berpotensi mengurangi kenyamanan operasional satu tangan.

Berbicara mengenai build quality, Galaxy S26 sudah mengantongi sertifikasi perlindungan IP68 yang mumpuni. Sertifikasi ini menjamin ketahanan perangkat terhadap intrusi debu dan rendaman air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama maksimal 30 menit. 

Ketangguhan fisiknya juga semakin disempurnakan dengan kehadiran rangka berbahan aluminium generasi kedua yang mengelilingi bodi perangkat, memberikan struktur pelindung yang kokoh tanpa harus mengorbankan estetika desain secara keseluruhan.

Kekurangan Samsung Galaxy S26

Meski berada di kelas flagship, masih ada hal yang mesti diperhatikan dari Galaxy S26 ini. Sebelum beli, simak beberapa kekurangan sebagai bahan pertimbangannya.

1. Tidak Kebagian Fitur Privacy Display

Salah satu catatan yang mesti diperhatikan dari Galaxy S26 adalah tidak adanya fitur Privacy Display. Ini adalah salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan oleh Samsung secara eksklusif melalui Galaxy S26 Ultra. Artinya, Galaxy S26+ pun tidak kebagian fitur canggih ini.

Sedikit soal Privacy Display, fitur ini mampu menyempitkan sudut pandang layar ke arah depan saja. Ketika fitur ini dinyalakan, layar akan terlihat gelap jika dilihat dari bagian samping. Ini tentu sangat berguna untuk Anda yang sering berada di tempat umum dan khawatir layar diintip orang di samping.

Menariknya, fitur ini bisa diaktifkan hanya untuk notifikasi atau aplikasi tertentu saja. Jadi, notifikasi yang muncul tidak bisa terbaca oleh orang yang ada di samping. Salah satu teknologi yang terasa premium dan banyak ditunggu oleh pengguna ponsel, setidaknya di tanah air.

2. Satu-satunya Tanpa Ultra WideBand (UWB)

Kekurangan lain yang harus diperhatikan adalah absennya dukungan teknologi Ultra WideBand (UWB). Hal ini cukup disayangkan mengingat dua model di atasnya, yaitu Galaxy S26+ dan S26 Ultra dibekali dengan fitur tersebut. 

Fungsi utama UWB biasanya digunakan untuk melacak keberadaan atau pergerakan perangkat lain secara real time dengan tingkat presisi spasial yang jauh lebih tinggi dibandingkan Bluetooth standar. Sebagai catatan, tingkat akurasi pelacakan fitur UWB ini sebenarnya mampu menjangkau jarak hingga radius 120 meter.

Menariknya lagi, proses pelacakan bisa diintegrasikan langsung dengan antarmuka peta visual pada aplikasi SmartThings. Hal ini membuat pencarian perangkat yang terselip atau tertinggal menjadi jauh lebih praktis dan intuitif.

Simpulan

Samsung Galaxy S Series memang selalu ditunggu, termasuk untuk model regulernya yaitu Galaxy S26. Salah satu fitur yang diunggulkan adalah penggunaan AI secara real time. Performanya juga meningkat signifikan dengan Exynos 2600, chipset pertama di pasar dengan manufaktur 2 nm, lebih tangguh dan efisien secara bersamaan.

Untuk sektor kameranya, ada fitur Horizontal Lock yang membuat video tetap stabil meski ponsel berotasi hingga 360 derajat. Sayangnya, ponsel ini tidak dibekali fitur Privacy Display yang ternyata eksklusif untuk Galaxy S26 Ultra saja. Bagaimana, apakah tertarik mencoba ponsel flagship dari Samsung ini?

Kategori:
cross