carisinyal web banner retina

Membedah 10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Tab Active3

Samsung memang bukan produsen yang khusus menciptakan gawai outdoor. Namun, sesekali mereka berupaya menyediakan perangkat untuk segmen yang sangat spesial ini. Salah satu perangkat terbaru yang mereka tawarkan adalah Samsung Galaxy Tab Active3.

Sesuai namanya, tablet ini merupakan tablet generasi ketiga dari seri Galaxy Tab Active. Khusus Indonesia, tablet ini adalah tablet outdoor kedua dari Samsung yang hadir secara resmi. Rekam jejak seri Galaxy Tab Active di Indonesia telah didahului oleh Galaxy Tab Active generasi pertama yang meluncur pada 2015.

Galaxy Tab Active3 sebetulnya sudah rilis secara global sejak September 2020. Kendati demikian, ia baru masuk resmi ke Indonesia pada Januari 2022. Agak telat memang, tetapi hadirnya tablet ini bisa jadi telah dinantikan oleh pekerja profesional yang berkarya di medan outdoor.

Dalam artikel kelebihan dan kekurangan Galaxy Tab Active3 ini, Carisinyal akan coba membabar apa saja hal menarik yang ditawarkan si tablet. Oleh sebab itu, apabila Anda tertarik dengan tablet yang satu ini, baca pembahasannya sampai habis!

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab Active3

Samsung Galaxy Tab Active3
Layar PLS TFT 8 inci
Chipset Exynos 9810
RAM 4 GB
Memori Internal 64 GB, 128 GB
Kamera 13 MP (wide)
Baterai Li-Ion 5050 mAh
Harga Saat Rilis Rp 6.999.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Kelebihan Samsung Galaxy Tab Active3

Durabilitas adalah nilai jual utama dari perangkat outdoor. Demikian juga dengan Galaxy Tab Active3. Namun, Samsung tentu saja tidak merancang tablet ini sekadar tahan dipakai di lingkungan ekstrem. Ada beragam kelebihan yang dipunyai si tablet. Apa saja itu? Berikut pemaparannya.

1. Desain Tahan Banting

galaxy tab active3

Tablet konvensional Samsung biasanya memakai material bodi logam atau plastik. Namun, Galaxy Tab Active3 adalah pengecualian karena statusnya yang spesial. Bodi tablet ini memakai bahan polikarbonat yang lebih tahan banting.

Selain itu, ia juga dibekali case pelindung yang bisa dicopot. Case ini punya tonjolan pada empat sudut dan memiliki kompartemen khusus di sisi atas sebagai tempat S Pen.

Berbekal case tersebut, Galaxy Tab Active3 diklaim tahan benturan dari ketinggian hingga 1,5 m. Kalau case-nya dicopot, ia disebut tahan benturan dari ketinggian hingga 1,2 m.

Daya tahan Galaxy Tab Active3 bukan cuma itu. Pasalnya, ia lolos sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810G. Ada 21 pengujian di kondisi ekstrem yang membuat si tablet lolos sertifikasi tersebut.

Kondisi ekstrem di sini maksudnya adalah lingkungan tak wajar dengan indikator seperti temperatur, guncangan, jumlah partikel debu, dan tekanan udara.

Selain itu, tablet ini juga mengantongi sertifikasi IP68. Artinya, tablet ini tahan debu dan air. Ia bisa bertahan meski tercelup ke dalam air tawar hingga kedalaman 1,5 m selama 30 menit.

Di sisi lain, meski label-label yang tersemat memberi kesan sangar, tablet ini nyatanya enak digenggam. Ukurannya pun terbilang ringkas dengan dimensi 213.8 x 126.8 x 9.9 mm dan bobot 429 g.

Yasmine Crossland, reviewer media Inggris, T3, menilai bahwa Galaxy Tab Active3 masih memungkinkan digunakan dengan satu tangan saja.

2. Tombol Fisik dan Sensor Fingerprint

galaxy tab active3 fisiknya

Pembahasan poin ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan desain. Namun, kami memisahnya karena yang dibahas cukup spesial.

Jika Anda melihat bagian depan Galaxy Tab Active3 dengan saksama, Anda akan menjumpai tiga tombol fisik. Secara berurutan dari kiri ke kanan, tiga tombol tersebut terdiri atas tombol recent apps, tombol home, dan tombol back.

Keberadaan tombol ini membuat si tablet terkesan jadul. Namun, keberadaannya membawa manfaat untuk akses yang lebih cepat. Sayangnya, tombol recent apps dan tombol back tidak bisa ditukar bagi Anda yang bertangan kidal.

Adapun tombol home pada tablet ini juga berfungsi sebagai tempat sensor fingerprint alias pemindai sidik jari. Seolah belum cukup dengan tiga tombol fisik tersebut, Samsung menyematkan satu tombol ekstra lagi di sisi kanan.


Tombol dengan aksen merah tersebut ada di bawah tombol pengatur volume dan tombol power. Samsung menyebutnya dengan Active Key. Fungsi tombol ini bisa diatur semau pengguna. Misalnya saja, sebagai akses cepat untuk membuka kamera.

3. Layar Sensitif

layar sensitif galaxy tab active3

Galaxy Tab Active3 dibekali layar PLS TFT selebar 8 inci. Layar dengan rasio aspek 16:10 ini punya resolusi 1200 x 1920 piksel dan kepadatan 283 ppi. Tidak ada satu pun penguji yang mengeluhkan kualitas tampilan dari layar tablet ini.

Max Parker dari Trusted Reviews bilang, tampilan layar ini cukup tajam dengan warna yang menyala. Keterbacaan konten pada kondisi oudoor masih cukup baik. Walau begitu, jika tablet dipakai di bawah terik langit, tampilan layar sedikit memudar.

Yang menarik, layar tablet ini punya sensitivitas yang tinggi. Sensitivitas di sini bukan berarti membuat layarnya sulit dikendalikan. Akan tetapi, Samsung menjamin layar tablet ini mampu memberi respons yang baik kendati pengguna memakai sarung tangan.

Dengan menyetel tingkat sensitivitasnya ke level tinggi, Anda tetap bisa mengoperasikan tablet ini meski sedang memakai sarung tangan. Kemampuan ini cukup membantu bagi Anda yang bekerja di lingkungan steril seperti rumah sakit.

4. Performa

performa galaxy tab active3

Sektor dapur pacu Galaxy Tab Active3 ditenagai oleh SoC bikinan Samsung sendiri, yakni Exynos 9810. SoC ini mengandung dua komponen penting, yaitu delapan inti CPU dan GPU Mali-G72 MP18.

CPU SoC ini terdiri atas empat inti performa Exynos M3 (2,7 GHz) dan empat inti efisiensi Cortec A55 (1,7 GHz). Sejumlah smartphone flagship tercatat pernah memakai SoC dengan fabrikasi 10 nm ini, contohnya adalah Samsung Galaxy S9 dan S9+.

Exynos 9810 didukung oleh RAM 4 GB dan memori internal 128 GB untuk menunjang operasional Galaxy Tab Active3. Ada juga slot microSD khusus sebagai opsi untuk menambah ruang simpan hingga 1 TB. Lantas, bagaimana performa yang mampu dimunculkan?

Jika dibandingkan dengan perangkat Android masa kini, skor-skor benchmark sintetis yang diperoleh Galaxy Tab Active3 biasa-biasa saja. Berdasarkan tes yang dilakukan oleh penguji Tech Radar, Desire Athow, tablet ini mencatat skor single-core 706 dan multi-core 2095 pada GeekBench 5.

Pada pengujian kemampuan grafis, tablet ini mencatat skor 2307 untuk 3DMark Wild Life Vulkan, 3021 untuk 3DMark Slingshot, dan 3947 pada 3DMark Slingshot Extreme. Kurang lebih performa keseluruhan Galaxy Tab Active3 bernilai setengah dari kemampuan Samsung Galaxy Tab S7.

Meski begitu, para penguji mengaku tidak mengalami msalah berarti dalam pemakaian sehari-hari. Andrzej dalam laman My Next Tablet bahkan cukup terkesan dengan performa Galaxy Tab Active3.

Ia berkata bahwa tablet ini bisa menangani tugas mengedit foto mentah (RAW) 24 MP pada aplikasi Adobe Lightroom tanpa adanya lagging. Masih menurut Andrzej, membuka banyak tab saat melakukan browsing di Google Chrome tidak masalah.

Tablet ini juga tidak gagap ketika dipakai untuk multitasking. Dalam hal ini, Andrzej, membuka Chrome, YouTube, dan mengetik di Microsoft Word sekaligus.

Tidak berhenti di situ, Galaxy Tab Active3 masih memungkinkan dipakai main gim, asal tidak berat-berat. Gim seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile masih bisa dijalankan dengan lancar pada setelan grafis menengah.

5. Konektivitas

samsung dex galaxy active3

Hingga artikel ini ditulis, Samsung belum membeberkan secara jelas soal varian Galaxy Tab Active3 yang dirilis di Indonesia, apakah itu varian LTE atau WiFi. Dalam laman resmi TKDN Kemenperin, perangkat dengan tipe SAMSUNG SM-T575, yang merujuk tablet ini, didaftarkan sebagai perangkat 4G FDD-LTE.

Terlepas dari itu, Galaxy Tab Active3 didukung fitur konektivitas yang terbilang lengkap. Ia mendukung WiFi 6, Bluetooth 5.0, dan NFC. GPS dan macam-macam teknologi navigasi juga didukung oleh tablet yang satu ini. Anda mencari jack audio 3,5 mm? Tablet ini pun punya!

Tak cukup di situ, Samsung pun menjejali fitur ekstra seperti konektor magnetik POGO pin, dukungan S Pen, dan Samsung DeX. Fitur-fitur tersebut membuat tablet ini benar-benar tampak dirancang sebagai teman kerja.

Konektor POGO pin letaknya di sisi kiri tablet. Konektor ini berfungsi sebagai colokan alternatif untuk pengecasan selain port USB C. Konektor tersebut akan sangat bermanfaat ketika tablet difungsikan sebagai perangkat duduk, dan dihubungkan pada suatu docking.

Untuk S Pen, pena stylus yang disertakan pada paket penjualan tablet ini beda dari S Pen lainnya. Pasalnya, S Pen Galaxy Tab Active3 juga lolos sertifikasi IP68. Ia tahan debu, kotoran, pasir, juga air.

Soal Samsung DeX, keberadaan fitur ini membuat Galaxy Tab Active3 bisa dipakai layaknya laptop. Sambungkan saja perangkat ini ke monitor via kabel USB C to HDMI, lalu sambungkan juga ke keyboard dan mouse wireless.

6. Baterai

baterai galaxy tab active3

Kapasitas baterai Galaxy Tab Active3 tampak tidak terlalu besar buat sebuah tablet: 5050 mAh. Namun, baterai tersebut nyatanya sanggup untuk bertahan hingga 8 jam pemakaian. Demikian seperti yang dituturkan Chase Bernath dalam Android Authority.

Penguji Tech Advisor, Anyron Copeman, juga mendapati pengalaman serupa. Ia dapat menggunakan tablet ini sampai sehari penuh dengan gaya pemakaian moderat.

Hasil di kondisi pemakaian nyata itu mencerminkan profil baterai saat dites menggunakan aplikasi PC Mark. Baterai tablet ini tercatat punya daya tahan selama 8 jam 23 menit, berdasarkan tes yang dilakukan Copeman.

Yang menarik, baterai Galaxy Tab Active3 bisa dicopot. Sehingga jika Anda punya baterai cadangan, Anda bisa memasangnya sendiri. Selain itu, tablet ini bisa dipakai walaupun tanpa baterai.

Ya, tablet ini punya mode tanpa baterai yang membuat POGO pin-nya jadi fungsional. Dengan mode ini, Anda tak memerlukan baterai saat tablet dijadikan sebagai perangkat duduk. Misalnya sebagai alat pantau cuaca, perangkat pendukung rekam medis, atau perangkat navigasi yang dipasang di mobil.

Adapun Galaxy Tab Active3 mendukung teknologi pengisian cepat 15W baik via port USB C maupun POGO pin. Charger 15W disertakan dalam paket penjualan.

Menurut pengalaman Max Parker, tablet ini akan memberi tahu penggunanya untuk tidak melakukan pengecasan saat colokan dalam keadaan basah. Hal ini berarti bahwa si tablet punya protokol keamanan yang cukup baik.

Kekurangan Samsung Galaxy Tab Active3

Enam poin yang telah dijelaskan di atas jelas saja membuat Galaxy Tab Active3 terlihat menarik. Akan tetapi, Anda juga mesti memperhatikan catatan-catatan di bawah ini.

1. Spesifikasi Agak Uzur

galaxy tab active3 spec

Penilaian bahwa spesifikasi tablet ini agak uzur memang subjektif. Benar bahwa SoC Exynos 9810 cukup berumur. SoC ini muncul diperkenalkan pada 2018. Namun demikian, karena statusnya adalah flagship, performa SoC ini masih cukup mumpuni.

Setidaknya jika ditandingkan dengan SoC kelas menengah masa kini. Para penguji pun tidak komplain dengan performa yang dihasilkan. Begitu juga jika kita lihat dari sisi hardware. Untuk software, lain ceritanya.

Samsung menjanjikan tiga kali peningkatan sistem operasi yang lumayan panjang. Hanya, patut diingat bahwa Galaxy Tab Active3 masih dibekali sistem operasi Android 10. Sementara itu, pada saat tablet ini dirilis di Indonesia (Januari 2022), Android 12 sudah muncul.

Hal itu berarti bahwa tablet ini kemungkinan akan mentok mendapat upgrade sampai Android 13. Untungnya, tablet ini ditujukan buat segmen bisnis.

Samsung pun memberikan update patch keamanan secara berkala (tiga bulanan) selama lima tahun, sejak dirilis secara global. Namun, karena rilis di Indonesia agak telat, kemungkinan update patch keamanan bakal diberikan hingga 2024.

2. Speaker Tunggal

speaker galaxy tab active3

Galaxy Tab Active3 memang benar-benar diciptakan untuk pekerja dalam menunjang produktivitas. Label itu sepertinya membuat Samsung memangkas sisi entertainment dari tablet ini.

Benar saja, speaker atau pengeras suara tablet ini hanya sebiji alias tunggal. Letaknya ada di rangka bagian bawah, bersebelahan dengan port USB C dan jack audio. Alhasil konfigurasi speaker tablet ini mono, bukan stereo seperti kebanyakan tablet Samsung.

Chase Bernath bilang bahwa suara yang keluar dari tablet ini kuranglantang, elemen bass-nya pun samar-samar. Bagi Anda yang ingin menikmati kualitas audio yang lebih oke, sangat disarankan memakai headset via jack audio 3,55 mm.

3. Kamera Biasa Saja

kamera galaxy tab active3

Sebuah tablet memang tidak dirancang untuk memiliki kamera yang luar biasa sebagaimana smartphone. Kamera tablet lebih diperuntukkan dalam hal memfoto dokumen, melakukan pemindaian barcode, dan dokumentasi ala kadarnya yang berkaitan dengan pekerjaan.

Kamera utama Galaxy Tab Active3 beresolusi 13 MP dengan bukaan f/1.9. Kamera ini dilengkapi lampu flash, autofokus, dan bisa merekam video hingga resolusi 4K pada 30 fps.

Sementara itu, kamera depan tablet ini punya resolusi 5 MP dengan bukaan f/2.2. Kamera depan ini fixed focus (fokus tunggal) tanpa lampu flash. Kamera depan ini juga mendukung pemindaian wajah untuk melengkapi fitur keamanan.

Jika dibandingkan dengan kamera smartphone masa kini, jepretan Galaxy Tab Active3 jelas kalah. Sekalipun lawannya adalah smartphone kelas menengah. Namun, sekali lagi, kamera tablet memang tidak difungsikan untuk bikin foto yang keren.

Meski begitu, hasil foto yang dihasilkan kamera Galaxy Tab Active3 sudah cukup detail untuk kelas tablet. Warna fotonya juga oke. Berikut contoh jepretannya:

jepretan tab active3Sumber: Future

4. Proteksi Ekstra Absen

galaxy tab active3

Sertifikasi IP68 dan sertifikasi ketahanan militer mestinya sudah cukup untuk membuat Anda tidak waswas ketika menggunakan Galaxy Tab Active3. Untuk mendukung dua sertifikasi itu, Samsung tentu saja sudah menyelipkan lapisan karet pada bagian dalam konektor agar tablet tak kemasukan air.

Hanya, buat sebagian orang, lapisan karet yang disertakan itu belum cukup membuat kekhawatiran sirna. Alasannya karena tablet ini tak punya proteksi ekstra pada penutup lubang-lubang yang ada, seperti lubang jack audio dan port USB C.

Sementara itu, bagian bodi samping dan belakang tablet ini memang tahan banting dari ketinggian jarak tertentu. Namun, sisi depannya masih dipertanyakan karena Samsung tak menyebut kaca proteksi apa yang digunakan.

Simpulan

Permintaan perangkat yang mendukung pemakaian di lingkungan outdoor memang tidak banyak. Namun, bukan berarti segmen ini lantas tak mendapat perhatian. Buktinya produsen kenamaan seperti Samsung coba memberi solusi melalui Galaxy Tab Active3.

Tablet ini memang punya bezel layar yang tebal dan desain yang jauh dari kata menawan. Akan tetapi, para pekerja memang tidak membutuhkan itu semua. Yang mereka butuhkan adalah performa, keandalan tinggi, konektivitas, serta daya tahan baterai mumpuni.

Seluruh aspek tersebut dipenuhi oleh Galaxy Tab Active3. Hal itu membuat tablet ini tak akan membuat kecewa para pekerja saat menjalani rutinitasnya sehari-hari.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah seluruh fitur dan kemampuan yang dihadirkan di tablet ini sepadan dengan harga jualnya yang mencapai Rp6.999.000? Namun, mengingat produk ini menyasar target perusahaan/bisnis, tentu perihal harga bukan soal yang terlalu dipikirkan.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram