Wajib Tahu, Inilah 10 Kelebihan dan Kekurangan vivo V23e!

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Kekurangan vivo V23e

Terlepas dari beragam kelebihannya, vivo V23e memang memiliki beberapa kekurangan yang membuatnya kalah saing ketimbang rival-rivalnya.

1. Kapasitas Baterai yang Kurang Kompetitif

vivo v23e baterai

Di tahun 2021, begitu banyak produsen smartphone yang hadirkan kapasitas besar pada ponselnya. Baik itu dari rentang entry-level, menengah, hingga kelas atas, tampaknya semua sudah ditopang dengan kapasitas baterai 5000 mAh. Namun anehnya, vivo V23e masih dibekali dengan baterai 4.050 mAh.

Imbasnya, vivo V23e pun tentu tidak akan sebaik perangkat kelas 4 jutaan lainnya yang baterainya berkapasitas besar-besar. Tampaknya, vivo sengaja hadirkan baterai kecil demi memberikan bodi yang lebih ringkas.

Dan karena ia tidak menghadirkan refresh rate tinggi, alhasil ketahanan baterainya pun tetap terbilang baik secara keseluruhan. Baik, namun tidak sebaik POCO X3 GT ataupun POCO X3 Pro dengan baterai sekitar 5000-an mAh. Bahkan saat dibandingkan dengan Samsung Galaxy A71 (4500 mAh) pun, vivo V23e tetap kalah.

2. Tanpa Stereo Speaker

tanpa stereo speaker vivo v23e

Seorang pecinta film tentu tak hanya menilai sebuah pengalaman berdasarkan visualnya saja, melainkan juga dari audionya. Terlepas dari tidak adanya keluhan soal kualitas layarnya, vivo V23e sayangnya terbilang kalah saing dari segi speaker.

Pasalnya, ponsel besutan vivo tersebut memang belum menawarkan stereo speaker alias speaker ganda, masih sediakan satu speaker saja di bagian bawah bodi. Jelas saja, kualitas pengalaman audionya tidak akan sebaik ponsel yang gunakan dual speaker.

Setidaknya speaker vivo V23e ini sudah dibekali dengan Hi-Res Certification yang membuat kualitas audio jadi lebih kaya dan jernih.

3. Hanya Membawakan Refresh Rate Standar

vivo v23e refresh rate 60 hz

Layar pada vivo V23e tergolong bagus di harganya karena menggunakan panel AMOLED, sehingga lebih nyaman saat dipakai menonton ataupun konsumsi konten secara berkala. Akan tetapi, kalau soal kinerja layar saat dipakai scrolling, ia hanya andalkan laju penyegaran 60 Hz konvensional saja.

Hampir semua ponsel 4 jutaan yang dirilis pada 2021 sudah mengantongi refresh rate tinggi, minimal 90 Hz apabila bukan 120 Hz. Dengan hanya andalkan 60 Hz biasa, baterai pun bisa lebih terjaga. Namun hal ini berimbas pada pengalaman scrolling yang terasa kurang mantap di mata ketimbang RR tinggi.

Ini pun membuat vivo V23e tampak seperti kurang up-to-date dalam hadirkan teknologi terkini. Seolah membuatnya seperti ponsel keluaran 2020 yang memang refresh rate tinggi belum begitu menjamur di kelas harga menengah.

Simpulan

vivo V23e memang bukan untuk semua orang. Ya, ia memang hadirkan performa yang lumayan, namun tetap masih ada yang lebih baik di harga 4 jutaan. Contohnya saja seperti POCO X3 GT dengan chipset Dimensity 1100 atau POCO X3 Pro dengan Snapdragon 860.

Bagaimana dengan segi layar? Well, panel AMOLED membuatnya tampak decent. Namun absennya refresh rate membuatnya sungguh terdengar so last year, alias tidak menghadirkan inovasi terkini sebagaimana kebanyakan pesaingnya.

Nah, barulah dari segi kamera selfie, vivo V23e pastinya merupakan salah satu yang terbaik (jika memang bukan yang terbaik). Hadirnya resolusi kamera 50 MP di depan merupakan sebuah game-changer bagi kreator konten ataupun vlogger. Kini, hasil foto kamera depan bisa tampil dengan kualitas setara dengan kamera belakang.

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu orang yang merupakan target audiens dari vivo V23e? Apa yang Anda sukai dari HP seharga Rp4.399.000,- ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah, ya!

«12 3
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram