carisinyal web banner retina

Inilah 11 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T, Apa Saja?

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Xiaomi merupakan satu di antara brand ponsel ternama yang acapkali merilis flagship baru setiap tahunnya. Seri flagship tersebut semula ditandai dengan embel-embel "Mi", namun kini dihilangkan sehingga menjadi Xiaomi Number series (yang semula "Xiaomi Mi 11" kini menjadi "Xiaomi 12").

Tidak hanya berhenti di seri nomor, Xiaomi juga menghadirkan seri alternatifnya yang ditandai dengan huruf "T" di belakangnya. Seri "T" ini debut di kancah smartphone sejak tahun 2019, yakni saat Xiaomi Mi 9T dan 9T Pro dirilis.

Seri "T" bisa dianggap sebagai Xiaomi Number series yang telah "dimodifikasi" sehingga memiliki fitur dan spesifikasi berbeda. Bisa jadi baterainya yang dibuat lebih besar, namun chipset yang lebih rendah (seperti pada Xiaomi Mi 9 dan Mi 9T).

Atau, bisa juga dengan hadirkan spesifikasi layar yang berbeda - yang satu pakai AMOLED dengan refresh rate 90 Hz (Xiaomi Mi 10) dan satunya lagi pakai layar IPS LCD namun dengan refresh rate 144 Hz (Xiaomi Mi 10T).

Varian "T" tidak lantas membuatnya jadi lebih buruk dari Number series. Lebih tepatnya, seri "T" hadir untuk mengisi kekosongan yang kebutuhannya kurang terpenuhi oleh Number series.

Tapi jika dilihat dari segi harga, memang sih produk-produk varian "T" cenderung lebih terjangkau. Apalagi jika kita mengacu pada fenomena peluncuran Xiaomi Mi 10T dan 11T yang dipatok seharga rilis 6 juta. Padahal, kala itu Xiaomi Mi 10 dan Mi 11 dibanderol dengan harga lebih tinggi yaitu 10 juta.

Nah, yang mau Tim Carisinyal bahas kali ini adalah Xiaomi 12T yang diluncurkan pada 2022. Kalau melihat sepak terjang series ini, harusnya sih ia dijual lebih murah dari Xiaomi 12.

Tapi setelah melihat spesifikasinya, saya jadi ragu kalau HP ini berada di harga mid-range. Soalnya spesifikasi yang dibawakan terlalu gahar untuk dikenai harga Rp6 jutaan. Tapi mari saja simak dulu tabel kelebihan dan kekurangan Xiaomi 12T berikut ini.

KelebihanKekurangan
Performa Gegas dengan Chipset Dimensity 8100 Ultra
Layar Unggul dengan Ukuran Lebih Lebar, dan Resolusi di Atas Rata-Rata
Ketahanan Baterai Awet dengan Fast Charging 120 W
108 MP Triple Camera
Konektivitas Serba Ada, Fingerprint Scanner Akhirnya Pindah ke Layar
Desain Bodi yang Menawan
Tanpa Lensa Telefoto
Kualitas Selfie Tergolong Standar
Layar Tidak Mendukung Dolby Vision
Tidak Lagi Suguhkan Material Metal di Frame-nya
IP Rating Kalah Saing

HP dengan fasilitas selengkap ini terlalu menarik untuk tidak dikupas secara tuntas hingga ke akar-akarnya. Kira-kira apa ya yang menjadi kekurangan HP yang nyaris sempurna tersebut? Simak kelebihan dan kekurangan Xiaomi 12T lebih detail berikut ini.

Spesifikasi Xiaomi 12T

Xiaomi 12T
Layar AMOLED 6.66 inci
Chipset MediaTek Dimensity 8100-Ultra
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB
Kamera 108 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan Xiaomi 12T

Mau tahu apa yang membuat Xiaomi 12T layak Anda miliki? Tida perlu menerka-nerka, karena Anda sudah bisa ketahui jawabannya melalui poin-poin berikut ini.

1. Performa Gegas dengan Chipset Dimensity 8100 Ultra

dimensity 8100 ultra_

Salah satu ciri khas Xiaomi paling kentara adalah rasio price-to-performance yang tinggi pada setiap produknya. Tidak terkecuali Xiaomi 12T ini. Kendati bukan seri flagship utama, ponsel seri "T" ini bawakan kinerja yang powerful. Bahkan, bisa dibilang salah satu yang paling powerful di dunia.

Ini karena di dalamnya sudah terdapat MediaTek Dimensity 8100 Ultra untuk memacu performanya. Anda mungkin sudah sering mendengar pamor chipset premium Dimensity 8100 dari sejumlah ponsel ternama, seperti realme GT Neo3, OPPO Reno8 Pro 5G, dan juga POCO X4 GT.

Nah, Xiaomi 12T selangkah lebih maju dengan menggunakan versi chipset yang telah dikustomisasi, yakni Dimensity 8100 Ultra. Dilansir dari GSM Arena, Xiaomi telah memodifikasi chipset ini agar punya kapabilitas ISP dan APU yang lebih baik. Tidak hanya itu, efisiensi daya pada CPU dan GPU-nya pun ditingkatkan.

Selain membuat performa gaming lebih mulus, hasil modifikasi tersebut juga meningkatkan kualitas hasil foto dengan cara mengurangi noise, serta tingkatkan pengalaman perekaman video pada kondisi minim cahaya.

Kalau dilihat dari kapabilitas chipset ini, Dimensity 8100 setara dengan Snapdragon 888 dan 888+ yang jadi chipset terbaik di tahun 2021. Ya, tampaknya performa Xiaomi 12T memang tidak akan segahar Xiaomi 12T Pro ataupun Xiaomi 12 yang pakai Snapdragon 8 Gen 1.

Untuk spesifikasinya sendiri, tidak ada yang berbeda antara Dimensity 8100 Ultra dengan yang biasa. Ia masih dibekali dengan konfigurasi delapan inti prosesor (octa-core) yang mencakup empat inti performa Cortex A78 (2.85 GHz) serta empat inti Cortex A55 (2.0 GHz).

Chipset yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2022 tersebut juga hadirkan Mali G610 MC6 sebagai kartu pengolah grafisnya (Graphical Processing Unit). Sementara pada sisi ISP-nya, ia menganut MediaTek Imagiq 780. Tersedia juga MediaTek APU 580 sebagai APU-nya (AI Processing Unit).

Dimensity 8100 Ultra ini mendukung tipe RAM LPDDR5 dengan UFS 3.1 sebagai tipe storage-nya. Selain itu, ia juga mendukung maksimal kamera dengan resolusi 200 MP, serta menyanggupi perekaman video 4K.

Selain menghadirkan chipset bertenaga untuk segala kebutuhan berat, Xiaomi 12T juga turut dibekali RAM 8 GB yang disandingkan dua opsi memori internal, yakni 128 GB dan 256 GB. Sayangnya, tidak terdapat card slot untuk mengekspansi storage. Berikut ini adalah beberapa hasil benchmark sintetis dari Xiaomi 12T.

xiaomi 12t antutu 9_Sumber: GSM Arena

Dilihat dari benchmark AnTuTu v9 di atas, Xiaomi 12T meraih skor 780.204 poin yang notabene jauh lebih tinggi dari Xiaomi 11T (590.837). Tapi memang, ia masih kalah telak dibanding "kakak"-nya, Xiaomi 12T Pro, yang dapat skor tembus 1 juta poin.

Meski tidak dapat menyaingi Snapdragon 8 Gen 1, Dimensity 8100 Ultra terbukti setara dengan Snapdragon 888. Buktinya, Xiaomi 12T punya skor mirip-mirip dengan ASUS ZenFone 8 (799.738 poin).

Akan tetapi, Xiaomi 12T dikalahkan oleh realme GT Neo3 dengan skor 819.348 poin, padahal keduanya memakai chipset yang sama. Di sisi lain, POCO X4 GT yang juga pakai Dimensity 8100 justru meraih skor lebih rendah di angka 747.871 poin.

xiaomi 12t geekbench 2_Sumber: GSM Arena
xiaomi 12t geekbench_Sumber: GSM Arena

Xiaomi 12T juga mendapatkan skor cukup memuaskan di Geekbench 5, yakni 3756 poin untuk multi-core dan 925 poin untuk single core. Berdasarkan bagan di atas, kita juga dapat simpulkan bahwa HP ini lebih powerful dibandingkan dengan POCO X4 GT kendati dengan chipset yang sama.

Meski demikian, performa single core-nya kalah telak dari ASUS ZenFone 8 yang gunakan Snapdragon 888, terlepas dari kedua chipset tersebut yang mestinya punya performa setara.

xiaomi 12t throttling test_Sumber: GSM Arena

Untuk menjaga smartphone dari isu throttling dan overheating gara-gara kelamaan main gim, Xiaomi 12T dibekali dengan sistem pendingin terintegrasi. Xiaomi mengklaim bahwa ini 12T menghadirkan ruang uap (vapor chamber) terbesar yang pernah ada di seri "T", yakni seluas 3725 mm persegi.

Luas tersebut rupanya 65% lebih besar dari yang ada di Xiaomi 11T, serta punya kemampuan heat dissipation yang lebih baik sebesar 27%.

Setelah diujikan pada CPU Throttling Test oleh GSM Arena, sungguh terlihat bahwa Xiaomi 12T punya penanganan yang baik terhadap suhu. Setelah CPU-nya di-geber selama 1 jam, penurunan performa terburuk yang terjadi hanyalah ke tingkatan 92% dari kapabilitas maksimal.

Ini artinya, Anda bisa bermain gim dengan lebih lama tanpa merasakan penurunan frame rate yang signifikan. Sistem pendingin yang baik juga mengartikan bahwa Xiaomi 12T sangat cocok untuk permainan kompetitif, sebut saja PUBG Mobile.

Dilihat dari video YouTube yang diunggah Effort Limitless, Xiaomi 12T tampak begitu mulus memainkan PUBG Mobile dengan frame rate lancar tanpa adanya lag sama sekali.

2. Layar Unggul dengan Ukuran Lebih Lebar, dan Resolusi di Atas Rata-Rata

xiaomi 12t layar_

Kualitas layar jadi salah satu kelebihan yang dimiliki Xiaomi 12T. Ponsel ini nyaris memiliki semuanya - panel layar AMOLED dengan dukungan 68 miliar warna, laju penyegaran 120 Hz, hingga HDR10+.

Bahkan, layar yang memiliki dimensi 6.67 inci tersebut punya resolusi tinggi di atas rata-rata, yakni 1220 x 2712 piksel. Melebihi resolusi layar ponsel rata-rata di angka 1080p (Full HD+), Xiaomi 12T dapat menampilkan ketajaman yang memanjakan mata. Oh ya, tingkat kerapatan piksel di layar ini juga sangat tinggi, sebesar 446 ppi (pixel per inch).

Agar dapat menerima sentuhan jari dengan lebih cepat, layar juga dikemas dengan touch sampling rate sebesar 480 Hz. Kini saat Anda bermain gim kompetitif, Anda dapat menyerang musuh terlebih dahulu kendati menekan tombol di saat yang sama.

Menurut pengetesan GSM Arena, Xiaomi 12T ini sanggup meraih tingkat kecerahan maksimal Auto di angka 954 nit, serta kecerahan maksimal mode manual di angka 512 nit.

Batas minimal layar untuk dapat digunakan di luar ruangan dengan nyaman adalah 400 nit. Dengan begini, kendati Anda menonaktifkan mode Auto, Anda tetap bisa menikmati keterbacaan maksimal meski di bawah terik matahari. Dengan syarat, slider-nya digeser sampai mentok kanan.

Bukan itu saja, dikatakan juga bahwa kecerahan terendah yang bisa didapat layar tersebut adalah 1.9 nit. Karena menggunakan layar AMOLED, kontras rasio yang didapat pun tidak terbatas.

Cukup menyenangkan mengetahui Xiaomi 12T punya kecerahan layar yang meningkat dibanding Xiaomi 11T. Diketahui, sang pendahulu tersebut meraih kecerahan maksimal 498 nit (Manual) dan 798 nit (Auto).

3. Ketahanan Baterai Awet dengan Fast Charging 120 W

xiaomi 12t baterai_

Fast charging 120 W sebenarnya sudah bukan barang baru di industri smartphone. Semula dianggap sebagai fast charging "termahal" dan paling eksklusif, kini bahkan ponsel 4 jutaan bernama Infinix Note 12 VIP turut menyediakannya.

Tapi tidak mengapa, keberadaan fast charging 120 W di Xiaomi 12T tetap dianggap kabar menggembirakan. Terutama saat dibandingkan dengan Xiaomi 11T dan Xiaomi 12 yang masih gunakan fast charging 67 W.

Xiaomi 12T sendiri dilengkapi dengan kapasitas baterai 5.000 mAh pada port pengecasan USB Tipe-C 2.0. Sama seperti yang berada di balik cangkang Xiaomi 12T Pro. Yang hebatnya lagi, Xiaomi 12 reguler justru hanya gunakan 4.500 mAh. Artinya, ada satu aspek yang lebih dikuasai Xiaomi 12T ketimbang seri flagship utama. Menarik, bukan?

Meski Xiaomi 12T dan Xiaomi 11T hadir dengan kapasitas baterai yang sama, namun sang generasi penerus rupanya punya ketahanan lebih baik.

Dilansir dari GSM Arena, hasil pengujian membuktikan bahwa Xiaomi 12T meraih endurance rating sebesar 104 jam. Lebih tahan lama ketimbang Xiaomi 11T di durasi 98 jam.

Adapun sebuah fakta menarik lainnya, bahwa skor endurance rating Xiaomi 12T masih lebih tahan lama dibanding Xiaomi 12T Pro yang punya skor 91 jam.

Tampaknya ini merupakan hasil dari modifikasi Dimensity 8100 yang kini menjadi "Ultra", sehingga punya efisiensi daya lebih baik. Atau, bisa jadi karena Snapdragon 8 Gen 1 yang mengotaki varian Pro memang lebih boros daya.

Berlanjut ke kemampuan fast charging-nya, Xiaomi mengklaim ponsel ini dapat dicas dari 0-100% dalam waktu 19 menit. Durasi yang sungguh sebentar, bukan?

Tapi tunggu dulu, rupanya klaim tersebut tidak sepenuhnya tepat jika melansir dari pengujian yang dilakukan GSM Arena. Dikatakan, Xiaomi 12T dapat diisi hingga penuh dalam waktu 31 menit.

HP ini menyediakan fitur boost charge yang dapat meningkatkan kecepatan pengecasan. Saat mode ini digunakan, layar benar-benar dalam kondisi mati saat proses pengecasan guna menghindari overheating. Penggunaan mode ini membuat durasi pengisiannya terpangkas menjadi 21 menit saja.

4. 108 MP Triple Camera

xiaomi 12t kamera_

Bukan cuman jago mengangkat gim berat ataupun bertahan lama seharian penuh, Xioami 12T dijamin sungguh layak untuk menunjang segala kebutuhan fotografi Anda. Sama seperti pendahulunya, Xiaomi 12T juga hadir dengan konfigurasi Triple Camera di punggung.

Resolusi kamera utamanya pun sama-sama 108 MP, dengan kehadiran dua lensa pendamping untuk menangkap foto-foto lebih beragam. Jika Xiaomi 11T hadir dengan kamera ultrawide 8 MP dan telefoto makro 5 MP, Xiaomi 12T sedikit berbeda.

Masih mempertahankan kamera ultrawide dengan resolusi sama, kini telemakro-nya diganti dengan kamera makro biasa. Resolusinya pun berkurang menjadi 2 MP. Terlepas dari itu, setidaknya resolusi kamera HP ini masih lebih unggul dibandingkan Xiaomi 12 dengan sensor 50 MP.

Secara lengkap, Xiaomi 12T ini menghadirkan kamera utama Samsung ISOCELL HM6 dengan resolusi 108 MP, ukuran 1/1.67 inci, serta apertur f/1.7. Sebagai kamera keduanya, hadirlah sensor ultrawide 8 MP (FOV 120 derajat) berupa Samsung S5K4H7 ISOCELL Slim berukuran 1/4 inci.

Barulah kamera ketiganya memperkenalkan sensor GalaxyCore GC02 berukuran 2 MP dengan bukaan f/2.4. Untuk menunjang kebutuhan selfie, vlogging, atau video call, Xiaomi 12T dikemas dengan kamera depan Sony IMX596 dengan apertur f/2.2.

Pada kamera utamanya, terdapat fitur OIS untuk menstabilkan viewfinder dan terhindar dari isu guncangan. Menariknya, Night Mode tidak hanya tersedia untuk kamera utama melainkan juga pada kamera ultrawide-nya.

Kendati punya resolusi kamera utama lebih besar dari Xiaomi 12, nyatanya varian "T" ini hanya mendukung resolusi perekaman video hingga 4K di 30 FPS. Alih-alih Xiaomi 12 yang sudah mendukung 8K.

Selain menyuguhkan mode full 108 MP, mode default ponsel ini memanfaatkan teknologi filter warna Nona Bayer untuk hasilkan output 12 MP yang lebih kaya akan detail dan pencahayaan. Berikut ini beberapa hasil sampelnya.

xiaomi 12t camera ultrawide sample_Sumber: YouTube/Irina Tech
Ultrawide
xiaomi 12t camera macro sample_Sumber: YouTube/Irina Tech
Macro
xiaomi 12t camera night mode sample_Sumber: GSM Arena
Night Mode
xiaomi 12t camera night mode ultrawide sample_Sumber: GSM Arena
Ultrawide Night Mode

Nyaris semua hasil foto yang diambil HP ini dalam kondisi sempurna. Foto pemandangan sungguh memberikan detail yang melimpah serta noise yang benar-benar hampir terlihat punah.

Bahkan saat kondisi pemotretan rumit sekalipun, hasil foto tetap hadirkan rentang dinamis luas. Terlihat bahwa warna langit tidak lantas menjadi pudar lantaran memotret sumber cahaya.

Anda pun tidak hanya cuman bisa aktifkan Night Mode pada kamera utama melainkan pada ultrawide juga. Hasilnya cukup mengesankan sih, bahkan GSM Arena mengklaim kalau hasil fotonya lebih terang daripada kondisi aslinya. Kendati foto malam hari di ultrawide tidak sebagus kamera utama, tapi perbedaannya tidak begitu kentara.

5. Konektivitas Serba Ada, Fingerprint Scanner Akhirnya Pindah ke Layar

xiaomi 12t konektivitas_

Karena ini merupakan ponsel kelas upper midrange (bahkan nyaris menyentuh harga flagship), tentu tidak afdol jika tidak diiringi dengan konektivitas yang unggul dan beragam.

Merupakan salah satu HP Xiaomi, jelas saja ponsel ini turut hadir dengan IR Blaster (infrared) sehingga bisa dialih-fungsikan sebagai Universal Remote. Tanpa harus terhubung ke internet, HP bisa disetel agar dapat memindah-mindahkan channel TV layaknya remote biasa.

Bahkan pada sisi jaringan WiFi-nya, sudah mendukung protokol WiFi 6 dengan kecepatan unduhan dan unggahan yang meningkat. Cocok untuk diikutsertakan dalam ekosistem Smart Home di rumah Anda.

Xiaomi 12T juga disertai Bluetooth 5.3, yang notabene merupakan versi Bluetooth tertinggi di dunia saat ponsel ini diluncurkan. Tentunya, mendukung juga kodek A2DP dan LE.

Versi tinggi tersebut membuat jaringan Bluetooth bisa mendeteksi perangkat lain dengan jangkauan lebih luas, sekaligus meminialisir latensi saat pakai True Wireless Speaker (TWS).

Yang mencengangkan lagi, akhirnya sensor pemindai sidik jari sudah tak lagi di samping seperti pendahulunya, tapi sudah terbenam di dalam layar (under display fingerprint). Kami sendiri cukup anek saat melihat Xiaomi 11T yang masih pakai sensor di samping, padahal sudah pakai layar berpanel AMOLED.

GSM Arena mengatakan kalau sensor pemindai jari ini terbilang sungguh cepat dan mudah disetel. Anda pun dapat mengubah animasi pemindaian sidik jari. Selain sensor tersebut, ada juga 2D Face Unlock untuk membuka kunci layar.

Pengguna pun disuguhkan dengan NFC (Near Field Communication) yang bisa digunakan untuk mengecek dan mengisi saldo eMoney. Memang sih tidak sebagus NFC dual side (360 derajat) yang ada di realme GT Neo3. Tapi, NFC di Xiaomi 12T juga tetap fungsional, kok.

Lalu, sebagai salah satu smartphone dengan fitur terkini, jelas saja ia sudah kantongi jaringan seluler 5G. Jumlah pita jaringan yang didukungnya cukup beragam yakni n1, n3, n5, n7, n8, n20, n28, n38, n40, n41, dan n66.

6. Desain Bodi yang Menawan

xiaomi 12t desain bodi_

Jangan khawatir, kali ini Anda tidak akan menyaksikan desain bodi hasil recycle seperti yang dilakukan POCO M5s kepada Redmi Note 10s. Sebagai HP yang terbilang premium, Xiaomi 12T tentu hadir dengan desain yang fresh dan benar-benar baru. Iya, 'kan?

Well, sebenarnya tidak fresh-fresh amat juga sih, mengingat tampilannya yang agak mirip dengan pendahulunya, Xiaomi 11T, dan juga Xiaomi 12. Tapi, setidaknya Xiaomi 12T dikemas dengan desain modul kamera yang dibuat cukup berbeda dari kedua ponsel tadi.

Xiaomi 11T
Xiaomi 11T, pendahulu dari Xiaomi 12T
xiaomi 12
Desain bodi Xiaomi 12

Tidak seperti Xiaomi 11T yang menyusun dua lensa besar dengan satu lensa kecil di antaranya, Xiaomi 12T justru meletakkan satu lensa besar (diyakini sebagai kamera utama), dengan dua lensa pendamping berjejer vertikal di bawahnya. Xiaomi 11T juga begitu distinctive karena pulau kameranya dipenuhi warna hitam.

Jika dilihat, susunan kamera ini lebih mirip dengan Xiaomi 12. Bedanya, kini Xiaomi 12T meletakkan sensor utama tersebut di atas background berwarna hitam.

Kalau penulis pribadi sih lebih suka desain Xiaomi 12T, ya. Tampak lebih serius dan punya vibe profesional. Beda dengan Xiaomi 12 yang tampaknya menyongsong pasar muda-mudi (terutama perempuan), sehingga tawarkan warna pastel dan bahasa desain yang clean dan chic.

Yang membuat kami cukup terheran adalah Xiaomi 12T mengusung desain bodi melengkung. Tidak lagi flat edge seperti sejumlah ponsel lain yang dirilis berdekatan dengan HP ini.

Padahal, flat edge akan membuat grip di tangan lebih nyaman alih-alih sisi melengkung yang cenderung sulit dipegang. Meski demikian, GSM Arena mengatakan bahwa frame HP ini tidak begitu licin.

Bodi belakangnya sendiri dibuat dengan bahan material kaca, tidak lagi plastik polikarbonat seperti ponsel-ponsel budget pada umumnya. Sehingga, feel yang terasa di tangan pun lebih premium. Oh ya, Xiaomi 12T sendiri tersedia dalam tiga varian warna yaitu hitam, perak, dan biru.

Desain Xiaomi 12T termasuk ciamik dan elegan tanpa neko-neko. Terkadang, lebih simpel itu lebih baik, dan Xiaomi 12T berhasil tetap membuat keseluruhannya tanpak premium dan aesthetic.

Kekurangan Xiaomi 12T

Setelah Anda mengetahui kelebihan-kelebihan Xiaomi 12T, kini waktunya cari tahu juga hal-hal yang perlu diperhatikan soal HP ini. Meski berada di kelas harga premium, bukan berarti Xiaomi 12T hadir tanpa cela. Berikut ini adalah kekurangannya.

1. Tanpa Lensa Telefoto

xiaomi 12t tanpa lensa telefoto_

Alangkah baiknya jika sudah membayar mahal untuk sebuah smartphone, kita mendapatkan pula fitur yang lengkap dan tidak dimiliki ponsel lain yang lebih murah. Xiaomi 12T memang penuh dengan fitur canggih, tapi ada satu yang tampaknya absen dari konfigurasi kameranya: kamera telefoto.

Bukan cuman itu, bahkan kamera telemakro yang ada di Xiaomi 11T malah dihilangkan dan diganti dengan makro biasa. Dengan resolusi lebih rendah pula.

Tanpa telefoto, pengguna tidak mampu melakukan zoom optik (lossless) sehingga hanya bisa mengandalkan zoom digital biasa. Sebagai informasi, zoom digital sebenarnya tidak dapat dikatakan sebagai zoom, karena sekadar melakukan crop pada bagian tengah. Itu mengapa, terdapat penurunan kualitas secara drastis saat melakukan zoom digital.

2. Kamera Selfie Tergolong Standar

xiaomi 12t selfie standar_

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Xiaomi 12T menggunakan kamera selfie berukuran 20 MP dengan teknologi filter warna Quad Bayer. Teknologi ini menggabungkan empat piksel berdekatan menjadi satu piksel besar sehingga lebih banyak menyerap cahaya.

Kendati demikian, GSM Arena mengatakan bahwa kualitas hasil foto selfie-nya tergolong standar atau biasa saja. Dan itu terlihat dari hasil-hasil sampel foto berikut ini.

xiaomi 12t camera selfie sample_Sumber: YouTube/Matthews Tech
Selfie
xiaomi 12t camera selfie_Sumber: GSM Arena
Selfie biasa
xiaomi 12t selfie portrait_Sumber: GSM Arena
Selfie portrait
xiaomi 12t selfie portrait 2_Sumber: GSM Arena
Selfie portrait

Dikatakan bahwa peminimallisiran noise berujung pada sebagian detail yang menghilang. Kamera sanggup menghasilkan tone warna kulit yang terlihat baik meskipun reproduksi warna keseluruhannya tergolong agak pudar.

Adapun yang layak diapresiasi dari hasil foto selfie-nya adalah mode portrait, di mana ponsel sanggup hasilkan separasi subjek yang rapi dengan efek bokeh yang baik. Exposure-nya pun disebutkan membaik, kendati dengan reproduksi warna yang urang tokcer.

Dengan kata lain, jangan harapkan kualitas hasil kamera DSLR bak profesional pada kamera selfie HP ini. Namun jika Anda sekadar ingin mengabadikan momen secara kasual, kualitasnya yang standar ini semestinya sih sudah cukup memuaskan. Atau, setidaknya masih dalam kategori tolerable alias masih bisa ditoleransi.

3. Layar Tidak Mendukung Dolby Vision

xiaomi 12t tanpa dolby vision_

Salah satu kekuatan terbesar Xiaomi 12T terletak pada layarnya. Apalagi, ponsel ini sanggup hadirkan imersi lebih mendalam dibandingkan Xiaomi 12 reguler, lantaran punya ukuran yang mentereng.

Tapi ada satu hal yang membuatnya kalah saing ketimbang ponsel "sebaya"-nya, yakni absennya sertifikasi Dolby Vision. Lalu, apa itu Dolby Vision dan mengapa ini cukup penting?

Jadi, Dolby Vision adalah sebuah standar sinematik yang dapat meningkatkan pengalaman visual saat lakukan kegiatan hiburan, sebut saja ketika menonton film. Dolby Vision memiliki rentang dinamis yang sangat luas, serta hadirkan reproduksi warna yang lebih mendalam lantaran mendukung 12 bit.

Untungnya, layar Xiaomi 12T masih dihadirkan dengan standar kualitas HDR10+, sehingga mendukung metadata dinamis dan juga HDR yang oke punya.

Namun, dikutip dari laman reliancedigital.in, HDR10+ hanya mendukung kedalaman warna 10-bit alias sekitar 1024 warna primer. Beda dengan Dolby Vision dengan 12-bit, mendukung sekitar 4096 warna primer.

Adapun untuk penikmatan konten di platform populer seperti Netflix dan Amazon Prime Video, layar Xiaomi 12T dilengkapi dengan sertifikasi DRM (Digital Rights Management) berupa Widevine L1. Sehingga, ponsel sudah eligible alias berhak untuk menampilkan konten HD.

4. Tidak Lagi Suguhkan Frame Aluminium

xiaomi 12t frame_

Finishing bodi Xiaomi 12T memang sungguh terlihat memesona. Akan tetapi, rupanya ia mengalami kemunduran ketimbang Xiaomi 11T yang duluan memasuki pasar setahun sebelumnya.

Entah mengapa, di tahun 2022, Xiaomi memutuskan untuk menggunakan bahan material plastik pada frame varian "T" series. Padahal, Xiaomi 11T dihadirkan dengan bingkai berbahan metal alias aluminium yang membuatnya terasa lebih kokoh dan premium.

Bukan itu saja, lapisan Corning Gorilla Glass yang menyelimuti layar ponsel juga kini menggunakan versi yang inferior. Alih-alih Victus yang digunakan Xiaomi 11T, justru Xiaomi 12T hanya menggunakan Gorilla Glass 5 yang notabene dua generasi lebih lawas.

Perbandingan kedua versi ini cukup signifikan. Sementara Victus dapat meminimalisir kemungkinan retak dari kejatuhan hingga 2 meter, jarak ketinggian tersebut hanya 1,2 meter pada Gorilla Glass 5. Jadi, pastikan Anda lebih berhati-hati lagi jangan menjatuhkan ponsel ini ke permukaan keras.

5. IP Rating Kalah Saing

xiaomi 12t ip rating kalah saing_

Cukup wajar sebuah HP flagship dilindungi dengan sertifikasi Ingress Protection, supaya smartphone tidak mudah rusak ketika berhadapan dengan debu dan air.

Sertifikasi tersebut biasa disingkat menjadi "IP" dan diikuti oleh dua digit. Digit pertama menandakan ketahanan terhadap debu (maksimal di angka 6), dan digit kedua menandakan ketahanan terhadap air (maksimal di angka 8, tapi ada juga smartphone rugged yang berada di tingkatan 9).

Nah, Xiaomi 12T sendiri rupanya hanya dibekali dengan IP53, yakni sekadar membuatnya terlindungi dari tumpahan air seperti gerimis atau tetesan air minum. Ini dia yang bikin sejumlah penggiat ponsel geleng-geleg kepala.

Pasalnya, sertifikasi IP53 sendiri lebih umum dimiliki oleh ponsel seharga 2-3 jutaan. Ini merupakan salah satu tingkatan IP terkecil yang pernah ada di ranah smartphone. Melihat kelas harganya, mestinya sih Xiaomi 12T sudah pakai IP68, atau setidaknya IPX4.

Bayangkan, Samsung Galaxy A33 5G yang harga rilisnya Rp4,7 jutaan saja sudah pakai IP67. Begitu pun dengan sejumlah Galaxy A series lainnya seperti Galaxy A52s, Galaxy A72, Galay A53, dan sebagainya.

Malahan, ponsel iPhone SE 2020 yang usianya lebih tua 2 tahun saja sudah dibekali dengan IP67 di harganya yang Rp6,4 jutaan.

Simpulan

Jadi, sebenarnya Xiaomi 12T ini cocok untuk siapa? Tentunya untuk Anda yang menyukai performa gahar untuk rendering grafis, entah untuk kreasi konten, bermain gim, atau untuk keperluan hasilkan rendering 3D.

Kualitas kameranya juga termasuk salah satu yang top notch di kelasnya, karena sudah mendukung resolusi 108 MP Nano Bayer dengan detail dan ketajaman yang tinggi. Bahkan ponsel ini sangat andal dalam pemotretan malam hari, punya exposure layak dengan noise yang minim.

Akan tetapi, jika mencari HP yang punya kualitas selfie baik, Xiaomi 12T terbilang kalah saing. Apalagi jika dibandingkan dengan ponsel flagship killer lainnya seperti Huawei nova 6 5G.

Lalu, jika Anda berharap bisa dapatkan lensa telefoto dengan beli HP ini, siap-siap kecewa. Pasalnya, Xiaomi 12T yang dibanderol dengan harga rilis 599 euro (Rp9 jutaan) ini memang tak dapat lakukan zoom optikal. Jadi, HP ini layak dianggap deal-maker atau deal-breaker, nih, sobat Carisinyal?

Kategori:
cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram