carisinyal-web-banner-retina 35

11 Kelebihan dan Kekurangan Apple iPhone Air

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Pada September 2025, Apple meluncurkan iPhone Air, sebuah perangkat yang secara radikal mengubah filosofi desain perusahaan. Ponsel ini jadi pengganti model 'Plus' yang dianggap kurang laku di pasaran.

iPhone Air hadir bersamaan dengan iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. iPhone Air hadir slogan "iPhone paling tipis yang pernah ada" dengan "kekuatan pro di dalamnya". 

Maksudnya adalah ponsel ini merupakan ponsel tipis tetapi performanya gahar karena diotaki A19 Pro, SoC yang serupa dengan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Meski A19 Pro di Apple iPhone Air mengalami “penyunatan”. 

Dengan harga rilis di Indonesia mulai Rp21 jutaan, ponsel ini siap tawarkan sebuah ponsel yang ringan dan performa tinggi. Tentu saja ada kelebihan dan juga kekurangan dari iPhone Air ini. Untuk itu mari simak ulasannya berikut ini 

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Desain paling tipis dan ringan di lini iPhone, feel terasa tidak genggam ponsel.
Kamera belakang tanpa lensa ultrawide dan Cinematic Mode.
Durabilitas baik dan kokoh, bodi dilindungi Titanium dan Ceramic Shield 2.
Daya tahan baterai dan kecepatan pengisian daya bukan yang terbaik.
Layar LTPO Super Retina XDR 120 Hz, nyaman dipakai di bawah matahari.
Hanya memiliki satu speaker (mono speaker).
Performa Apple A19 Pro yang kencang, stabil untuk kerja intens dan gim kasual harian.
Masih menggunakan post USB C 2.0 dan tanpa dukungan DisplayPort.
Kamera depan yang punya fleksibilitas selfie vertikal maupun horizontal.
Banderol harga tinggi mepet ke iPhone 17 Pro yang punya fitur lebih lengkap.
Kualitas perekaman video konsisten di berbagai pencahayaan.

Spesifikasi Apple iPhone Air

iphone air
Layar LTPO Super Retina XDR OLED 6.5 inci
Chipset Apple A19 Pro
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB, 1 TB
Baterai Li-Ion 3149 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok

Kelebihan Apple iPhone Air

Sebagai sebuah ponsel flagship, apa saja nilai jual utama yang ditawarkan iPhone Air? Untuk mengetahuinya, simak beberapa kelebihannnya berikut ini.

1. Desain Super Tipis

iPhone Air

Daya tarik utama iPhone Air adalah desain fisiknya yang luar biasa. Dengan bodi super tipis (5.6 mm) dan sangat ringan (165 gram), ponsel ini benar-benar mengubah standar sebuah smartphone berlayar besar.

Situs CNET menyebut bahwa menggenggam iPhone Air dan iPhone 17 terasa sekali perbedaannya. Terlebih karena iPhone 17 memang punya desain yang lebih tebal (7.95 mm) dan bobot yang lebih berat (177 gram).

Saking nyamannya, banyak yang bilang iPhone Air seolah “kayak gak ada di genggaman”. Agak berlebihan memang tapi ini menimbulkan efek psikologi bahwa pengguna bisa lebih fokus ke layar tanpa terasa menggenggam sebuah gadget. 

Ditambah lagi, rangka titanium yang dipoles dengan sudut melengkung memberikan sentuhan mewah yang elegan, berbeda dari gaya industrial yang lebih kaku pada model Pro. Pada intinya, iPhone Air bukan sekadar ponsel, melainkan sebuah pernyataan gaya bahwa desain fisiknya adalah fitur utamanya.

2. Kualitas Bodi yang Premium

iphone air

Banyak yang berpikir desain tipis iPhone Air berpotensi ringkih. Anggapan ini salah. Faktanya justru iPhone Air tangguh. Bisa dibilang ponsel ini adalah sebuah anomali: dari luar tampak rapuh, tetapi di dalamnya sangatlah tangguh.

Ternyata rahasianya terletak pada penggunaan material premium seperti rangka dari Titanium Grade 5 serta lapisan ganda Ceramic Shield 2 yang melindungi bagian depan dan belakang.

Penggunaan desain Titanium menarik karena sebelumnya digunakan di iPhone 16 series. Namun, Apple memutuskan untuk menggunakan bahan alumunium di iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max. Sementara Titanium dipakai di perangkat iPhone Air. 

Soal ketahanan iPhone Air bukan marketing belakang. Ketahanan ponsel ini sudah diuji oleh kanal YouTube populer, JerryRigEverything. Ia melakukan tes ketahanan iPhone Air dan hasilnya di luar dugaan. Berikut rincian tes yang ia lakukan. 

  • Uji Gores

Layar Ceramic Shield 2 menunjukkan daya tahan luar biasa. Goresan halus baru muncul saat diuji dengan alat kekerasan level 7 skala Mohs. Ini adalah peningkatan signifikan, bahkan melampaui Gorilla Armor 2 pada Galaxy S25 Ultra yang sudah tergores di level 6.

  • Uji Bengkok

Saat coba dibengkokkan dengan kekuatan tangan, bodi iPhone Air hanya melentur sesaat dan langsung kembali ke bentuk semula tanpa kerusakan sedikit pun. 

Butuh tekanan dari mesin khusus hingga setara 98 kg hanya untuk membuat kaca depannya retak. Hebatnya lagi, kaca belakang tetap utuh dan semua fungsi ponsel berjalan normal setelah siksaan tersebut.

Dari hasil tes tersebut, jelas apa yang awalnya dianggap sebagai kelemahan terbesar iPhone Air, justru berbalik menjadi salah satu kelebihan utamanya. Durabilitas yang teruji ini memberikan rasa tenang yang tidak ternilai bagi pengguna perangkat setipis ini.

3. Tampilan Layar LTPO ProMotion yang Memukau 

iPhone Air

Apple memastikan layar iPhone Air tetap menjadi yang terbaik. Ponsel ini menggunakan panel LTPO Super Retina XDR OLED seluas 6.5 inci yang memukau. Banyak yang merasa ukuran ini adalah pilihan paling pas, tidak terlalu kecil seperti model Pro, dan tidak terlalu besar seperti Pro Max.

Ponsel ini dibekali dengan teknologi ProMotion. Fitur ini membuat penggunanya saat scrolling terasa mengalir, gak ngelag, dan tanpa jeda. Ini terjadi karena refresh rate bisa beradaptasi dinamis dari 1 Hz hingga 120 Hz. Ketika layar diam, refresh rate akan turun drastis untuk menghemat daya.

Kualitas visualnya pun tak main-main. Menurut data pengujian GSMArena, kecerahan layarnya sangat tinggi (780 nits manual, 998 nits otomatis) dan bisa melonjak hingga 3.000 nits untuk konten HDR. Layarnya juga sudah dilengkapi Dolby Vision yang menawarkan pengalaman nonton lebih imersif.

Kombinasi antara kecerahan yang tinggi dan lapisan anti-reflektif yang efektif meredam silau, benar-benar membuat layar ini nyaman digunakan bahkan saat berjalan di bawah matahari.

Ponsel ini juga mendukung color gamut DCI-P3 yang membuat tampilan benar-benar tajam. Bahkan Gizmodo menyebut seolah-olah pengguna tidak melihat lapisan kaca saat melihat konten di layar iPhone Air.

Ini juga menguatkan pengalaman yang disebut sebelumnya oleh CNET di poin pertama bagian kelebihan, yakni pengalaman penggunaan yang terasa benar-benar fokus pada visual, seolah-olah tanpa memegang ponsel karena saking ringannnya. 

4. Performa Gahar Setara Model Pro

Apple A19 Pro

Soal performa, jangan pernah remehkan iPhone Air hanya karena bodinya yang langsing. Di balik penampilannya yang tipis dan kalem, ponsel ini menyimpan dapur pacu yang gahar: Apple A19 Pro, chipset tercanggih tahun 2025 yang dibangun dengan proses fabrikasi 3 nanometer.

Apple A19 Pro ini juga dipakai di iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max. Namun, ada sedikit penyesuaian di dalamnya. Chip A19 Pro di iPhone Air menggunakan GPU 5-core, sedikit berbeda dari versi 6-core pada iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max. 

Tapi perbedaan satu core ini tidak akan jadi masalah sebenarnya. Untuk penggunaan sehari-hari, multitasking, hingga sesi gaming yang intens sekalipun, perbedaan ini gak terlalu signifikan. 

Angka di atas kertas pun tidak bisa bohong. Pengujian dari GSMArena menunjukkan skor AnTuTu 10 yang sukses menembus angka 2 juta, sementara skor Geekbench 6 (sekitar 3775 untuk single-core dan 9497 untuk multi-core) sudah cukup menjadi bukti bahwa performanya memang ada di jajaran kelas atas. 

Performa yang tinggi ini sebenarnya bagus tetapi ada yang perlu jadi perhatian pemakai mengingat bodi ponsel tergolong tipis. Hal tersebut adalah soal manajemen panas.

Menurut The Guardian, tanpa sistem pendingin vapor chamber yang mewah di ponsel ini, bodi ponsel menjadi satu-satunya penghantar panas. Alhasil, saat dipaksa bermain gim berat seperti main Genshin Impact di setelan grafis tertinggi atau melakukan rendering video 4K, area di sekitar kamera akan terasa hangat.

5. Kamera Selfie Berkualitas Baik

iphone air

iPhone Air dibekali kamera depan 18 MP yang benar-benar baru dan canggih. Kamera ini memakai sensor Sony IMX914.

Kamera ini punya inovasi keren yakni sensor berbentuk persegi. Gampangnya begini: mau foto selfie biasa (vertikal) atau rame-rame (horizontal), hasilnya bakal sama tajamnya, tidak ada lagi gambar yang terpotong.

Dua fitur "mahal" dari model Pro juga turun ke iPhone Air: OIS (Optical Image Stabilization) dan Autofocus! Ini adalah game-changer. OIS dan Autofocus tersebut punya peranan penting dalam meningkatkan ketajaman hasil foto, terutama dalam kondisi minim cahaya

Hasil foto di kafe remang-remang? Dijamin lebih minim blur. Mau bikin story sambil jalan? Videonya bakal jauh lebih stabil. Ditambah lagi dengan fitur pintar Center Stage yang bikin kita selalu jadi pusat perhatian saat video call, paket kamera depannya jadi komplit banget.

Belum selesai, kamera ini juga bisa merekam video 4K di 60fps, bahkan mendukung Cinematic Mode yang bikin video punya efek blur ala film bioskop. Singkatnya, untuk urusan selfie dan vlogging, kamera depan iPhone Air ini jelas juaranya.

6. Kemampuan Perekaman Video Tiada Tandingan 

iPhone Air

iPhone Air punya kamera belakang 48 MP dengan Sensor Sony IMX904. Kamera belakang ini punya kemampuan foto yang baik. Namun, memang pesona atau kamera depan di iPhone Air tampak paling menonjol dari sisi fotografi. 

Yang menarik, kemampuan perekaman video kamera depan dan belakang iPhone Air tergolong bagus. Bisa dibilang, iPhone Air tetap memegang reputasi Apple di ranah video, kualitas rekamannya dinilai sangat baik.

iPhone Air ini dapat merekam hingga 4K pada 60 fps dari kamera belakang maupun kamera depan, HDR aktif secara bawaan sehingga rentang dinamis terasa luas. Namun, opsi ini bisa dimatikan agar tampilan lebih konsisten. 

Stabilisasinya hadir di semua mode, sehingga rekaman tetap mantap saat berjalan atau memindahkan kamera dengan cepat. Hal ini membantu para pengguna terutama kreator yang banyak mengambil video saat bergerak tanpa gimbal. 

Situs WIRED menguji langsung perekaman video iPhone Air dan iPhone 17 Pro Max dengan perangkat Google Pixel 10 Pro XL dan Samsung Galaxy S25 Edge. Hasilnya, rekaman video iPhone Air dan iPhone 17 Pro Max benar-benar bagus. 

Hasil videonya menurut mereka dianggap paling mantap, detail halus, hasil lebih rapi, rentang dinamisnya lebih lebar. Selain itu, tampilan warna terlihat stabil di berbagai kondisi. 

GSMArena juga menyebut bahwa kualitas perekaman video iPhone Air tergolong bagus. Saat siang hari, hasil videonya bersih dan tajam dengan rentang dinamis lebar, sementara malam hari tetap impresif dengan warna akurat, kontras terjaga, dan noise yang umumnya minim.

Perbesaran 2x masih solid untuk video, meski detail objek yang sangat jauh bisa sedikit melembut, dan pada malam hari butiran noise lebih kentara serta kontras menurun.

Intinya, untuk skenario harian seperti jalan di kota, merekam subjek bergerak, hingga pemandangan malam, hasilnya tetap terasa meyakinkan.

Bisa dibilang, perekaman video iPhone Air ini tergolong unggul. Kualitas videonya tergolong konsisten di berbagai kondisi, stabilisasinya tergolong baik, fleksibilitasnya merekam video 4K 60 fps di depan maupun belakang jadi nilai lebih lain.

Kekurangan iPhone Air

Apple iPhone Air ternyata punya berbagai kekurangan yang perlu dikompromikan, apalagi buat mereka yang sensitif dana tapi butuh ponsel merek iPhone. Berikut kekurangan dari iPhone Aire.

1. Hanya Satu Kamera Belakang dan Tidak Ada Cinematic Mode

iphone air

Inilah kompromi terbesar, dan bisa dibilang paling fatal, dari iPhone Air yakni hanya satu kamera belakang. Tidak ada kamera ultrawide maupun telefoto. Ponsel Android dengan harga Rp3 sampai 5 jutaan tanpa kamera ultra-wide saja banyak yang kecewa.

Namun biasanya untuk iPhone agak dimaklumi. Meskipun pemaklumannya hanya untuk seri murah yakni seri e, contoh iPhone 16e. iPhone Air sendiri dijual di Indonesia dengan harga mulai Rp21 jutaan. Untuk sebuah ponsel iPhone dengan harga Rp15 jutaan pun, rasanya menawarkan satu kamera terasa sebuah kekurangan. 

Apple memang memasarkan produk ini sebagai  "Kamera Fusion", tapi tidak adanya lensa ultra-wide secara langsung menghilangkan kemampuan untuk mengabadikan momen-momen penting, seperti arsitektur megah, lanskap pemandangan yang luas, atau sekadar foto grup di ruangan yang sempit. 

Saya tentu kecewa juga iPhone Air tidak ada kamera telefoto. Tapi kalaupun tidak ada kamera telefoto, seharusnya iPhone Air setidaknya punya kamera ultrawide. Tampaknya pengguna iPhone Air dipaksa puas dengan satu kamera utama saja. Meski harus diakui, kemampuan foto dan video kamera iPhone Air luar biasa. 

Hanya paling yang jadi catatan soal videonya adalah tidak ada Cinematic Mode atau Mode Sinematik. Padahal mode ini jadi daya tarik kemampuan videografi iPhone. 

2. Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Charging Bukan yang Terbaik 

iPhone Air

Untuk mencapai ketipisan 5.6 mm, pengorbanan terbesar yang harus dilakukan Apple adalah pada sektor baterai. Dengan kapasitas hanya 3.149 mAh, baterai iPhone Air menjadi yang terkecil dibanding iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max. 

Daya tahan baterainya bisa dibilang untung-untungan. Memang, kalau melihat data dari GSMArena, skor Active Use-nya yang mencapai 12 jam 44 menit terlihat meyakinkan. Ini semua berkat kehebatan chip A19 Pro dan layar LTPO yang super irit. 

Tapi jangan terkecoh, di pemakaian dunia nyata ceritanya beda. Situs CNET mengeluh bahwa untuk penggunaan "barbar", baterainya terasa boros dan sering kali tidak kuat sampai malam.

Waktu pengisian daya ponsel ini juga tergolong lambat. TechAdvisor menyebut waktu pengisian dayanya tergolong lambat. Memang untuk mengisi daya 50 persen pertama, hanya butuh 30 menit. Namun untuk terisi penuh butuh waktu  1 jam 45 menit. Jelas ini kurang cepat apalagi menilik harga ponselnya yang capai puluhan juta. 

3. Mono Speaker

iPhone Air

ni dia bagian yang bikin geleng-geleng kepala. Untuk ponsel yang layarnya sebagus ini, Apple entah kenapa hanya memberikan satu speaker di bagian atas. Ya, cuma satu! Tidak ada speaker kedua di bagian bawah.

Setiap suara yang dihasilkan terasa terisolasi dan kehilangan dimensi. Tidak ada lagi efek stereo yang memanjakan telinga. Padahal pengalaman visual sudah jempolan. Tapi audio sangat pas-pasan. 

Banyak juga yang mengkritik Apple soal keputusan aneh ini. Apple tampaknya berpikir sederhana dan jelas berujung pada uang. Mereka berpikir calon pembeli iPhone Air kemungkinan besar juga membeli AirPods. 

Atau setidaknya memaksa mereka yang beli iPhone Air dan  butuh pengalaman audio lebih bagus, yah harus paksakan beli AirPods. 

4. Masih Memakai Port USB-C 2.0 dan Belum Dukung DisplayPort 

iphone air

Port USB-C pada iPhone Air terbatas pada kecepatan USB 2.0, yang secara signifikan lebih lambat untuk transfer data kabel dibandingkan dengan standar USB 3 yang dipakai pada model Pro.

Hal ini juga yang jadi imbas waktu pengisian dayanya yang lambat. Selain itu, ternyata iPhone AIr belum mendukung protokol DisplayPort melalui port USB-C-nya. 

Itu berarti, pengguna tidak bisa menghubungkan  iPhone Air ke monitor eksternal atau televisi untuk mendapatkan output video dengan resolusi tinggi. Jelas, ponsel ini juga tidak punya kemampuan  memperluas layar (menjadikan layar kedua) melalui koneksi kabel USB-C.

5. Harga Mahal

iPhone Air

Dengan harga mulai dari Rp20 jutaan untuk model dasar 256 GB, iPhone Air berada di segmen harga flagship. 

Banyak yang anggap harganya ini tergolong tinggi. Mengingat jika menilik harga rilis di Indonesia, pengguna bisa punya alternatif lain yang lebih menarik. Contohnya iPhone 17 Pro yang dijual mulai harga Rp23 jutaan jika memang harus beli ponsel Apple. 

iPhone 17 Pro lebih masuk akal karena ponsel tersebut tawarkan spesifikasi ponsel kelas atas seperti hadirnya sistem tiga kamera belakang fungsional, baterai lebih besar, performa GPU lebih tinggi dengan pendinginan lebih baik, dan port USB-C yang lebih cepat.

Menariknya, di Indonesia, penjualan iPhone Air tergolong laris. Meski iPhone Air di pasaran tergolong laris penjualannya di Indonesia, namun penjualannya secara global mengecewakan. Ini membuat Apple akhirnya harus memotong jumlah produksi iPhone Air

Simpulan

iPhone Air bisa dibilang sebuah produk yang menarik yang jadi pengisi “kebosanan”desain iPhone yang “gitu-gitu aja’. Produk ini jadi portofolio Apple yang menarik karena unggul di sisi desain yang tipis. 

Namun, desainnya yang sangat tipis membawa kompromi lain. Daya tahan baterai yang cenderung biasa, satu kamera belakang, dan mono audio adalah kompromi yang perlu jadi perhatian. Untung performa ponsel ini bisa dikatakan masih unggul. 

Karena itu, yang ingin beli iPhone Air pastikan bisa terima dengan segala kekurangan ponsel ini dan memang fokus pada kebutuhan ponsel yang tipis. Tentu saja tidak keberatan dengan satu kamera belakang dan mono speaker. 

Mengingat harganya di Rp20 jutaan, perlu dipertimbangkan juga jika butuh ponsel yang paket lengkap, bisa lirik iPhone 17 Pro. Atau iPhone 17 versi standar juga sudah menarik. Karena harga ketiganya tidak terlalu jauh. 

Kategori:

cross