carisinyal web banner retina

10 Kelebihan dan Kekurangan nubia Red Magic 7S dan 7S Pro

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

nubia memperkenalkan dua HP gaming baru pada Juli 2022, yakni nubia Red Magic 7S dan nubia Red Magic 7S Pro. Kedua HP tersebut masuk dalam Red Magic 7S Series. Adanya huruf "S" pada nama kedua HP memiliki arti bahwa mereka adalah versi penyegaran.

Keduanya merupakan versi refresh dari Red Magic 7 dan Red Magic 7 Pro yang meluncur pada Februari 2021. Secara penampilan, Red Magic 7S dan 7S Pro mirip-mirip saja seperti versi orisinalnya.

Faktor pembedanya adalah SoC. Red Magic 7S dan 7S Pro sudah memakai SoC Snapdragon 8+ Gen 1, sedangkan Red Magic 7 dan 7 Pro menggunakan Snapdragon 8 Gen 1. Oleh sebab itu, terdapat potensi kenaikan performa dari dua ponsel yang lebih baru tersebut.

Qualcomm, selaku produsen SoC Snapdragon, memang menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi daya pada Snapdragon 8+ Gen 1. Hal itu tak lepas dari keputusan Qualcomm untuk mengalihkan produksi SoC ke TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Sisi performa itulah yang akan Carisinyal bahas dalam artikel kelebihan dan kekurangan Red Magic 7S dan 7S Pro ini. Pembahasan dalam artikel ini akan lebih berfokus pada Red Magic 7S Pro, karena sudah turut mewakili Red Magic 7S.

Pembahasan juga akan mencakup potensi lain di luar performa, beserta faktor apa saja yang bisa jadi merupakan titik lemah kedua ponsel. Sebelum pembahasan dimulai, Anda bisa menyimak spesifikasi singkat Red Magic 7S dan 7S seperti berikut.

Spesifikasi nubia Red Magic 7S

ZTE nubia Red Magic 7S
Layar AMOLED 6.8 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
RAM 8 GB, 12 GB, 16 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB, 512 GB
Kamera 64 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
Baterai Li-Po 4500 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Spesifikasi nubia Red Magic 7S Pro

zte nubia Red Magic 7S Pro
Layar AMOLED 6.8 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
RAM 12 GB, 16 GB, 18 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB, 1 TB
Kamera 64 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan nubia Red Magic 7S dan 7S Pro

nubia adalah vendor yang konsisten merilis HP gaming. Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki ZTE ini memang andal dalam membuat perangkat mobile gaming yang menarik. Berikut ini beberapa alasan mengapa Red Magic 7S dan 7S Pro cukup menarik.

1. Desain Kalem untuk HP Gaming

red magic 7s pro

Bodi Red Magic 7S dan 7S Pro dibentuk dari material yang sama. Material kaca digunakan untuk bagian kover atau penutup belakang, material aluminium untuk bagian frame. Kedua HP juga memakai aluminium - yang biasa dipakai pada industri pesawat terbang - untuk bagian rangka tengah.

Secara umum, dua material tersebut memberi kesan kokoh pada kedua HP. Tidak ada satu pun reviewer yang mengeluh soal build quality Red Magic 7S dan 7S Pro.

Kedua HP juga masih mempertahankan komponen khas HP gaming Red Magic. Elemen itu adalah adanya lubang isap dan lubang keluar udara beserta kipas internal. Namun, komponen-komponen itu ditempatkan di posisi yang berbeda.

Pada Red Magic 7S, lubang isap ditaruh di frame kiri dan dekat modul kamera belakang, sedangkan kipas dan lubang keluar udara ditaruh di frame kanan.

Untuk Red Magic 7S Pro, lubang isap hanya ada di dekat modul kamera belakang, sedangkan kipas dan lubang keluar udara tetap di frame kanan.

Tidak cuma itu, masih ada beberapa perbedaan lagi yang bisa Anda cermati pada penampilan kedua ponsel. Pertama, sisi belakang. Di bagian tersebut, Red Magic 7S memiliki modul kamera dengan susunan kamera memanjang.

Sementara itu, Red Magic 7S Pro memilih modul kamera kotak dengan tatanan kamera seperti dadu. Perbedaan selanjutnya kedua ponsel ada di penempatan tombol-tombol.

Red Magic 7S memilih memisah posisi tombol power dan volume. Tombol power HP ini ada di sisi kanan bersama dua tombol trigger. Adapun sisi kiri HP ini diisi tombol volume dan tombol Game Space.

Lain dengan saudaranya itu, Red Magic 7S Pro menaruh tombol power dan volume di sisi kanan, bersama dua tombol trigger. Sisi kiri HP hanya ada tombol Game Space.

Perbedaan ketiga dari kedua HP ada di sisi muka. Red Magic 7S mempertahankan desain HP gaming konvensional dengan bezel agak tebal pada sisi atas dan bawah. Bezel atas HP ini dinaungi berbagai sensor dan kamera depan.

Red Magic 7S Pro berbeda, ia nyaris tak punya bezel. Lalu ditaruh di mana kamera depannya? Posisi tepatnya ada di tengah atas ponsel.

Namun, karena kamera depan tersebut merupakan kamera under-display, ia tak akan terlihat. Satu-satunya cara melihatnya ialah dengan menerawang bagian atas ponsel di bawah terik matahari.

Perbedaan terakhir adalah soal dimensi. Red Magic 7S memang lebih bongsor dengan ukuran 170.6 x 78.3 x 9.5 mm. Akan tetapi, ia justru lebih ringan daripada 7S Pro dengan bobot 215 g. Adapun ukuran Red Magic 7S Pro adalah 166.3 x 77.1 x 10 mm, berikut bobot 235 g.

Ngomong-ngomong soal corak, baik Red Magic 7S dan 7S Pro memiliki tampak atraktif layaknya HP gaming lain. Keduanya juga punya garis lampu RGB di bagian belakang untuk menampilkan macam-macam notifikasi.

Walau begitu, menurut kami, corak yang terdapat pada penutup belakang kedua ponsel masih terbilang kalem di seluruh opsi warna. Hal ini membuat pengguna non gamer tak perlu malu saat memperlihatkan Red Magic 7S dan 7S Pro di depan khalayak.

Satu hal menarik yang perlu Anda ketahui dari HP ini adalah masih memiliki jack audio 3,5 mm. Colokan untuk earphone tersebut ditaruh di sisi atas ponsel. Bukan rahasia lagi bahwa earphone berkabel belum terkalahkan untuk urusan latensi suara, jika dibandingkan dengan TWS.

2. Layar Cerah dan Responsif

red magic 7s pro

Baik Red Magic 7S dan 7S Pro dibekali layar AMOLED dengan bentang 6,8 inci. Layar tersebut memiliki resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel) dan telah diproteksi kaca Corning Gorilla Glass 5.

Layar kedua HP diklaim memiliki gamut warna 100% DCI-P3, dengan rasio kontrasi 1 juta: 1. Para gamer tak perlu khawatir saat bermain gim dalam waktu lama dengan kedua HP. Pasalnya, layar kedua HP telah memiliki sertifikasi rendah emisi cahaya biru dari SGS.

Sekilas, spesifikasi layar Red Magic 7S dan 7 Pro sama. Namun, ada tiga hal yang membedakannya yakni refresh rate, touch sampling rate, dan tingkat kecerahan maksimal.

Red Magic 7S punya refresh rate 165 Hz, touch sampling rate 720 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 700 nit. Sementara itu, Red Magic 7S Pro memiliki refresh rate 120 Hz, touch sampling rate 960 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 600 nit.

Perbedaan itu mungkin tidak akan bisa dirasakan mata manusia, karena refresh rate 120 Hz dan 165 Hz sama-sama terasa mulus. Hanya pengukuran frame rate yang akan bisa membedakan keduanya.

Touch sampling rate 720 Hz dan 960 Hz juga begitu, sama-sama terasa responsif terhadap sentuhan, untuk ukuran sebuah HP gaming. Adapun tingkat kecerahan di atas 500 nit memungkinkan kedua HP dipakai di luar ruangan.

Tingkat kecerahan di bawah 1000 nit memang terlihat pas-pasan untuk sebuah HP mahal. Namun, mengingat HP gaming akan lebih sering dipakai di dalam ruangan, maka layar Red Magic 7S dan 7S Pro sudah terbilang terang.

Jurnalis Android Central, Jerry Hildenbrand, bilang bahwa tampilan layar Red Magic 7S Pro masih bisa dibaca. Dia bilang begitu saat menguji si ponsel pada situasi terik musim panas bulan Juli di Washington DC.

3. Speaker Lantang

red magic 7s pro

Red Magic 7S dan 7S Pro menggunakan speaker ganda. Berarti, kedua ponsel memakai speaker dengan konfigurasi stereo. Speaker utamanya ada di sisi bawah dekat port USB C dan slot dual SIM. Sementara itu, speaker sekundernya menyatu dengan earpiece di sisi atas.

Speaker tersebut mendapat suntikan teknologi audio dari Snapdragon Sound dan memiliki preset DTS X Ultra. Untuk poin ini, sampel yang dipakai acuan adalah speaker Red Magic 7S Pro.

Berdasarkan pengujian GSM Arena, speaker stereo Red Magic 7S Pro sama seperti HP-HP lain yaitu suaranya tidak seimbang. Suara speaker utama lebih lantang ketimbang speaker sekunder.

Problem tersebut adalah hal yang lumrah. Sisi positifnya, kelantangan suara speaker HP ini masuk kategori sangat bagus, yakni mencapai -24.1 LUFS (Loudness Unit Full Scale). Tingkat kelantangannya sama seperti ASUS ROG Phone 6 Pro (-24.1 LUFS) dan Black Shark 5 Pro (-24.0 LUFS)

GSM Arena menyarankan untuk tidak menyetel volume di level maksimum agar HP ini mampu menghasilkan suara yang apik. Dengan begitu, elemen bass masih terasa. Elemen vokalnya pun nyaring, serta tidak ada distorsi.

4. Performa Monster

red magic 7s pro

Red Magic 7S dan 7S Pro mengandalkan Snapdragon 8+ Gen 1 sebagai otaknya. SoC bikinan Qualcomm ini pada dasarnya sama seperti Snapdragon 8 Gen 1. Namun, seluruh clock speed CPU dan GPU-nya ditingkatkan.

Selain itu, seperti yang sudah disinggung di paragraf pembuka, produksi Snapdragon 8+ Gen 1 diserahkan ke TSMC, tidak lagi Samsung Semiconductor. Isu yang santer terdengar menyebut bahwa fabrikasi di TSMC jauh lebih beres ketimbang Samsung.

Komponen CPU di dalam Snapdragon 8+ Gen 1 terdiri atas satu core Kryo Prime (berbasis Cortex X2; 3,2 GHz) ), tiga core Kryo Gold (Cortex A710; 2,75 GHz), dan empat core Kryo Silver (Cortex A510; 2,0 GHz). Lalu ada GPU Adreno 730 (900 MHz), prosesor AI Hexagon, prosesor gambar Spectra, modem internal 5G, dan lain sebagainya.

Seluruh komponen tersebut disatukan melalui proses fabrikasi 4 nm ala TSMC. Di dalam dapur pacu Red Magic 7S dan 7S Pro tentu bukan cuma SoC. Ada juga memori internal, RAM, dan sistem pendinginan.

Untuk memori internal dan RAM, Red Magic 7S versi Tiongkok memiliki varian 8/128 GB, 12/256 GB, dan 16/512 GB. Sementara itu, Red Magic 7S Pro global tersedia dalam varian 12/256 GB dan 18/512 GB. Dua-duanya memakai RAM LPDDR5 dan memori internal UFS 3.1

Untuk sistem pendinginan, Red Magic 7S memakai teknologi Red Magic Ice 9.0, sedangkan Red Magic 7S Pro menggunakan Red Magic Ice 10.0. nubia tidak menjelaskan secara spesifik apa bedanya. Yang jelas teknologi tersebut merupakan gabungan beberapa komponen.

Mulai dari kipas yang bisa berputar hingga 20 ribu rpm, grafena, vapor chamber, pasta termal berupa gel, hingga tembaga. Total ada 10 lapisan komponen pendingin di luar kipas. Sistem pendinginan ini diklaim bisa membuat ponsel 2° C lebih dingin, sehingga gejala throttling alias penurunan performa bisa diminimalkan.

Tidak hanya itu, nubia juga menyebut bahwa kipas Red Magic 7S dan 7S Pro telah dibekali komponen peredam. Dengan demikian, bunyi kipas pendingin HP ini tak seberisik HP Red Magic generasi sebelumnya.

Satu lagi yang tidak ketinggalan, nubia menyematkan cip khusus yang mereka sebut dengan Red Core 1. Cip khusus untuk gim tersebut adalah NPU yang dirancang agar bisa memberi pengalaman ekstra kepada pengguna. Fungsi cip ini di antaranya adala mengatur kualitas audio dan haptic feedback.

Berbagai pengujian aplikasi benchmark sintetis menunjukkan bahwa performa ponsel-ponsel Red Magic ini memang kencang. Sebagai catatan, hasil uji yang diperlihatkan di bawah ini memakai Red Magic 7S Pro. Hasil uji berikut merujuk pengetesan yang dilakukan GSM Arena.

Pada AnTuTu 9, Red Magic 7S Pro mencetak skor 1.087.412. Skor 1 jutaan sulit dicapai HP dengan Snapdragon 8 Gen 1, apalagi jika dites di daerah tropis seperti Indonesia.

Red magic 7s proSumber: GSM Arena
AnTuTu 9

Lanjut ke GeekBench 5, Red Magic 7S Pro meraih skor 1345 untuk single-core dan 4231 buat multi-core. Skor tersebut selevel dengan HP-HP lain yang memakai SoC Snapdragon 8+ Gen 1.

Red magic 7s proSumber: GSM Arena
GeekBench 5 - Single-core
Red magic 7s proSumber: GSM Arena
GeekBench 5 - Multi-core

HP ini kembali menunjukkan hasil skor yang impresif dalam tes kemampuan grafis pada berbagai skenario di aplikasi GFX Bench. Misalnya, pada GFX Car Chase ES 3.1 (offscreen 1080p), Red Magic 7S Pro dapat melakukan rendering hingga 104 fps dan hanya kalah dari iPhone 13 Pro Max (121 fps).

Red magic 7s proSumber: GSM Arena
GFX Bench
Red magic 7s proSumber: GSM Arena
GFX Bench

Pada pengujian lain yang dilakukan jurnalis Games Radar, Tabitha Baker, Red Magic 7S Pro meraih skor grafis yang keren pada 3DMark Wild Life Extreme, yakni 2818.

Skor pengujian di atas memang tinggi cukup menggambarkan betapa "monsternya" performa HP ini. Namun, kita juga perlu tahu bagaimana kemampuannya dalam menjaga kestabilan performa. Terlebih Red Magic punya sistem pendinginan yang ciamik.

Mengenai hal ini, mari kita melihat pengujian CPU Throttling yang dilakukan GSM Arena. Mereka melakukan pengujian dua kali, masing-masing 1 jam. Pada pengujian pertama, kipas internal ponsel dimatikan, sedangkan pengujian kedua dinyalakan.

Red magic 7s proSumber: GSM Arena
CPU Throttling - Tanpa kipas

Hasil pada kedua tes ini sama-sama bagus. Ponsel dapat mempertahankan performanya di angka 84-85% dari kemampuan puncak. Namun, keberadaan kipas membuat perbedaan. Pasalnya, grafik yang dihasilkan pada tes kedua jauh lebih stabil.

Red magic 7s proSumber: GSM Arena
CPU Throttling - Dengan kipas

Hal ini mengindikasikan bahwa menyalakan kipas dapat meminimalkan stutter saat ponsel dipakai main gim dalam waktu lama. Hasil yang sama impresifnya juga ditunjukkan oleh Tabitha Baker. Pada 3DMark Wild Life Extreme Stress Test, HP ini meraih skor kestabilan performa 99,3%.

Hasil berbagai pengujian pada aplikasi benchmark sintetis ini bisa jadi berbeda. Sebab pengujian dengan aplikasi benchmark sintetis sifatnya temporer; hasilnya bisa berbeda-beda. Perlu pengujian secara langsung dengan gim agar tahu performa sebenarnya dari si ponsel.

Mengenai hal ini, Jon Mundy dari Trusted Reviews, membagikan pengalamannya saat memainkan Genshin Impact. Mundy mengaku dapat memainkan gim tersebut pada setelan highest- 60 fps.

Frame rate yang ia dapat stabil, membuat game play jadi mulus. Fenomena ini ia dapati dengan terlebih dahulu melakukan pengaturan performa ponsel pada Game Space. Ponsel diatur pada setelan performa tertinggi.

Genshin Impact yang konon disebut gim mobile paling berat saja bisa ditangani dengan baik, apalagi gim lain. Sebagai bukti, Anyrone Copeman dari Tech Advisor, mengaku tak mengalami hambatan kala memainkan gim Call of Duty: Mobile, PUBG Mobile, dan Asphalt 9.

Satu hal yang perlu Anda tahu, kipas akan menyala otomatis begitu gim dibuka. Berdasarkan pengalaman Copeman, suara kipas cukup kencang dan bisa menganggu jika audio pada gim dimatikan.

Namun, mematikan kipas saat main gim tidak disarankan oleh Copeman, karena akan membuat ponsel jadi cepat panas.

Di samping andal dalam menjalankan gim, Red Magic 7S Pro tak memiliki kendala ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Copeman, Google Chrome, Gmail, Maps, dan YouTube dapat dijalankan dengan lancar, bahkan secara multitasking lewat split-screen.

5. Baterai Terhitung Awet

red magic 7s pro

Terdapat perbedaan kapasitas baterai dan teknologi pengisian daya pada Red Magic 7S dan 7S Pro. Red Magic 7S memiliki baterai 4500 mAh dengan pengisian 120W, sedangkan Red Magic 7S Pro punya baterai 5000 mAh dan didukung pengisian 65W.

Selisih kapasitas baterai 500 mAh pada kedua ponsel mungkin hanya akan menghasilkan daya tahan yang tak jauh beda. Namun, untuk pengisian daya, sudah pasti Red Magic 7S jauh lebih cepat.

Yang menarik, berbekal baterai 5000 mAh, Red Magic 7S Pro meraih skor ketahanan 110 jam. Hasil ini sangat impresif untuk ukuran ponsel flaghip, khususnya flagship gaming.

Daya tahan baterai HP ini memang kalah dari ASUS ROG Phone 6 Pro (119 jam). Akan tetapi, ponsel ASUS itu punya baterai lebih besar.

Dalam tiga skenario pengujian yang dilakukan GSM Arena, Red Magic 7S Pro dapat bertahan 41 jam 44 menit saat digunakan telepon (jaringan 3G). Sementara itu, kalau dipakai browsing (WiFi) bisa awet sampai 12 jam 5 menit, dan 16 jam 35 menit untuk memutar video lokal.

Nah, soal pengisian daya, Red Magic 7S Pro juga tidak butuh waktu lama. Dengan charger 65W bawaannya, mengecas 30 menit mampu mengubah kapasitas baterai dari kosong menjadi 97%. Pengecasan sampai baterai penuh dapat selesai dalam waktu 41 menit saja!

6. Fitur Pendukung Gaming yang Fungsional

red magic 7s pro

Sebagaimana wajarnya HP gaming, Red Magic 7S dan 7S Pro dibekali macam-macam fitur untuk menunjang aktivitas bermain gim. Secara garis besar, fitur-fitur itu kami bagi menjadi dua: hardware dan software.

Untuk hardware, hal pertama yang perlu dibahas adalah dua tombol trigger yang ada di sisi kanan ponsel. Dua tombol tersebut sifatnya virtual alias tidak nongol. Meski begitu, ia dibekali sensor yang bisa membedakan sentuhan berdasarkan tingkat tekanan yang diberikan.

Dua tombol trigger dengan responsivitas 520 Hz tersebut akan sangat penting kegunaannya. Terutama jika Anda adalah pemain gim FPS (First Person Shooter) semacam Call of Duty: Mobile atau Apex Legends.

Tombol trigger tersebut bisa disesuaikan tingkat sensitivitasnya agar tidak terjadi pencetan yang tidak dinginkan. Selain itu, fungsinya juga bisa disesuikan pada gim yang sedang dimainkan.

Fitur hardware yang kedua adalah tombol Game Space. Fitur ini bisa diibaratkan sebagai pintasan untuk menuju Game Space yang merupakan fitur software.

Sama seperti Game Space di ponsel Android pada umumnya, ia berisi katalog gim yang di-install beserta pengaturan-pengaturan lain terkait gim. Pada fitur ini, pengguna bisa mengecek persentase penggunaan CPU, GPU, dan frame rate saat main gim.

Game Space juga menjadi jendela akses cepat untuk membuka beberapa aplikasi selagi pengguna masih main gim. Misalnya, membuka WhatsApp atau Telegram.

Ada banyak pengaturan yang bisa Anda lakukan pada Game Space. Beberapa di antaranya adalah mengatur mode performa, touch sampling rate layar, ukuran font, equalizer, melakukan perekaman suara dan video, dan mengatur efek getaran.

Anda juga bisa membuat reminder agar tidak terlewat untuk mengikuti event tertentu pada suatu gim. Di sisi lain, Game Space bukanlah satu-sautnya fitur pendukung berbasis software yang dimiliki Red Magic 7S dan 7S Pro.

Ada fitur lain yang namanya adalah Red Magic Studio. Singkatnya, fitur ini membuat ponsel dapat terhubung ke monitor eksternal, baik itu via WiFi atau kabel USB.

Saat hendak menghubungkan ke komputer Windows, Anda perlu lebih dahulu meng-install aplikasi Red Magic Studio. Setelah itu, Anda bisa memainkannya ke layar komputer, bahkan dengan mouse dan keyboard.

nubia mengeklaim, yang ditimbulkan saat memakai fitur ini sangat rendah, sehingga nyaris tidak akan terasa ada lag. Adapun Red Magic Studio mendukung proyeksi tampilan dengan frame rate hingga 120 fps.

Kekurangan nubia Red Magic 7S dan 7S Pro

Red Magic 7S dan 7S Pro HP gaming yang keren. Namun, keduanya tetap bukan ponsel yang sempurna. Beberapa poin di bawah ini juga mesti Anda perhatikan.

1. Bodi Berat, Tak Ada IP Rating, dan Sisi Minus Desain Lainnya

red magic 7s pro

Hingga artikel ini tayang, tidak ada HP gaming di dunia ini yang bobotnya di bawah 200 gram. Hal tersebut adalah konsekuensi karena HP gaming punya komponen internal yang lebih kompleks. Terutama untuk menjaga temperatur HP saat menangani beban kerja tinggi.

Kedua HP Red Magic 7S Series ini pun demikian, bobotnya berat dengan dimensi yang besar pula. Kendati demikian, para gamer tentu akan lebih sering memakainya dalam orientasi horizontal, sehingga bobot ponsel yang berat itu dapat terdistribusi ke dua tangan.

Ketiadaan sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air alias IP Rating juga bukan masalah krusial sebenarnya. Sebab, umumnya gamer dan streamer tidak bermain gim di luar ruangan.

Yang jadi masalah dari desain HP ini ada dua: bezel less pada Red Magic 7S Pro dan ketiadaan port USB C ekstra. Mayoritas orang masa kini memang mengidamkan HP dengan bezel atau bingkai layar seminim mungkin. Pasalnya, bezel yang minim menurut mereka bisa memancarkan keindahan.

Hanya, keberadaan bezel pada HP gaming justru penting. Ia dapat menghindarkan layar dari risiko sentuhan yang tak diperlukan ketika main gim. Istilah kerennya, bezel adalah palm rest dari sebuah HP gaming. Sayangnya, bezel malah dihilangkan demi implementasi kamera depan under display.

Menyoal port USB C, kedua HP cuma memiliki satu. Itu pun ditaruh di posisi bawah, kurang ideal buat HP gaming yang akan lebih sering dipakai dalam orientasi horizontal.

Idealnya, HP punya dua port USB: satu di area bawah, satu di area samping. Port USB samping digunakan untuk mengecas selagi main gim, sedangkan port samping dipakai untuk menghubungkan ponsel ke monitor atau aksesori seperti fan grip.

2. Performa Kamera Biasa Saja

red magic 7s pro

Kamera memang bukan sektor yang perlu digarap secara serius pada sebuah HP gaming. Keberadaannya bisa dianggap sebagai pelengkap saja. Karena itu, mari kita bahas secara singkat.

Baik Red Magic 7S dan 7S Pro memakai konfigurasi tiga kamera belakang dan satu kamera depan. Di sektor kamera belakang, Red Magic 7S punya kamera utama 64 MP, f/1.8; kamera ultrawide 8 MP, f/2.0; dan kamera makro 2 MP, f/2.4.

Red Magic 7S Pro juga punya deretan kamera belakang seperti adiknya itu, tetapi bukaa lensa pada kamera ultrawide-nya f/2.2. Adapun untuk kamera depan, Red Magic 7S memakai resolusi 8 MP, f/2.0, sedangkan Red Magic 7S Pro yakni 16 MP, f/2.0.

Adapun kamera utama kedua ponsel bisa merekam video hingga resolusi 8K 30 fps. Resolusi 4K 60 fps dan 1080p pada 120 fps juga bisa. Sementara itu, kamera depannya mentok di 1080p pada 30 fps.

Hasil tangkapan kameranya bisa dikatakan medioker atau biasa saja. Bukan berarti pengguna tidak bisa menghasilkan foto yang bagus. Namun, jika dibandingkan HP dengan harga yang sama, atau bahkan yang lebih murah, kualitas tangkapan fotonya terlihat tidak wah.

Seluruh penguji pun mengakui hal itu. Sebagai gambaran, Anda bisa mencermati sendiri hasil tangkapan kamera Red Magic 7S Pro dari Jerry Hildenbrand seperti berikut:

3. Bug dan Beberapa Masalah pada Software

red magic 7s pro

Red Magic 7S dan 7S Pro hadir dengan sistem operasi Android 12. Sistem operasi Android ini dilapisi dengan antarmuka Red Magic 5.5. Antarmuka tersebut secara umum memiliki fitur-fitur yang membantu pengguna meraih pengalaman menyenangkan saat memakai ponsel, khususnya untuk main gim.

Hanya saja, Red Magic 5.5 belum cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Artinya, antarmuka ini menyimpan beberapa masalah. GSM Arena menyebut bahwa sajian bahasa Inggris pada antarmuka ini agak kacau. Artinya, penerjemahan dari bahasa asal si ponsel, yaitu Mandarin, mesti dibenahi.

Selanjutnya, Jon Mundy menemukan adanya bug berupa stutter alias kegagapan. Hal itu ia rasakan saat ponsel dipakai browsing, atau ketika sedang berada di tampilan beranda (home). Bagi Mundy, bug ini adalah masalah yang sangat krusial mengingat Red Magic adalah ponsel dengan performa tinggi.

Masalah terjemahan dan kegagapan tersebut tentu bisa diatasi dengan update software. nubia pun menjamin bahwa Red Magic 7S dan 7S Pro akan memperoleh update selama dua tahun setelah rilis. Sayangnya, jaminan update itu tidak berlaku untuk peningkatan sistem operasi.

Menurut Anyron Copeman, kemungkinan besar Red Magic 7S Pro hanya akan mendapat peningkatan ke Android 13. Jika itu memang benar terjadi, nubia telah satu langkah di belakang produsen-produsen lain yang berani memberi minimal dua peningkatan generasi Android.

4. Dukungan Game di Atas 60 FPS Masih Minim

red magic 7s pro

GSM Arena, yang menguji Red Magic 7S Pro, mengaku belum bisa memaksimalkan potensi si ponsel. Dalam hal ini memainkan gim sambil memanfaatkan dukungan refresh rate tinggi pada layar Red Magic 7S Pro. Maknanya adalah, tidak banyak gim yang bisa berjalan di atas 60 fps.

Refresh rate tinggi, selain untuk memuluskan tampilan layar pada penggunaan sehari-hari, berguna pula dalam meningkatkan frame rate ketika menjalankan gim. Berdasarkan pengujian GSM Arena, Free Fire, Genshin Impact, Mobile Legends, Arena of Valor, Asphalt 9, Real Racing 3, dan PUBG Mobile mentok di 60 fps saja.

Cuma beberapa gim yang bisa mencapai lebih dari 60 fps. Misalnya, Call of Duty Mobile (90 fps) dan Air Force 1945 (120 fps). Masalah ini hanyalah perihal kerja sama antara nubia dengan developer gim. Ke depan, bisa jadi sudah banyak gim yang mendukung refresh rate tinggi.

Simpulan

Red Magic 7S dan 7S Pro merupakan salah satu contoh bagaimana seharusnya sebuah HP gaming diciptakan. Keduanya tidak cuma kencang dan bisa menghadirkan performa stabil, tapi juga memiliki daya tahan baterai, suara, dan kualitas tampilan mumpuni.

Chipset Snapdragon 8+ Gen 1, yang memang lebih stabil ketimbang versi regulernya, berhasil ditingkatkan performanya melalui sistem pendinginan yang baik oleh nubia.

Penampilan Red Magic 7S dan 7S Pro pun tidak terlalu mencolok, sehingga pengguna biasa yang bukan kalangan gamer tidak perlu malu memakainya. Desain kedua HP relatif kalem dan tidak alay.

Hanya, bagi pengguna dari kalangan gamers, mungkin belum bisa mendapatkan pengalaman maksimal. Khususnya jika menjatuhkan pilihan pada Red Magic 7S Pro. Alasannya, pengguna harus hati-hati agar tidak salah sentuh, mengingat layar si ponsel yang minim bezel.

Lalu, beberapa gim populer yang tersedia di Google Play Store untuk sementara masih belum bisa dimainkan lebih dari 60 fps. Namun, tanpa menyangsikan masalah-masalah itu, dua HP Red Magic ini tetap layak dipertimbangkan oleh pecinta gim mobile.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram