carisinyal-web-banner-retina 35

ASUS Indonesia Angkat Bicara Soal Kenaikan Harga Laptop dan Komponen PC yang Tidak Terelakkan

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha pada 02/05/2026

Poin Utama

  • Pasar PC dan laptop di Indonesia bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga hingga akhir 2026 akibat kelangkaan komponen memori dan tekanan rantai pasok global.
  • ASUS Indonesia mengonfirmasi bahwa kenaikan harga tidak dapat dihindari, namun akan diformulasikan dengan cermat menyesuaikan ketersediaan dan permintaan pasar.
  • Konsumen disarankan untuk segera melakukan pembelian atau upgrade perangkat selagi stok lama dengan basis harga yang lebih rendah masih tersedia di pasaran.

Kelangkaan komponen memori dan tekanan pada rantai pasok global diprediksi akan terus menekan harga hingga akhir 2026. Tren kenaikan ini bukan sekadar prediksi di atas kertas. Berdasarkan laporan dari berbagai pelaku industri global, kondisi pasar saat ini tengah berada dalam fase volatilitas tinggi.

Biaya pengadaan komponen baru dilaporkan meningkat drastis, dipicu oleh kelangkaan pasokan DRAM dan media penyimpanan SSD di tingkat global. Stok yang sempat mencukupi di beberapa wilayah kini mulai menipis secara konsisten.

Dampak nyata sudah mulai terasa di pasar internasional. Kartu grafis terbaru seperti seri ASUS Radeon RX 9070 XT di pasar Amerika Serikat dilaporkan mengalami kenaikan harga antara 7% hingga 17,5% dalam waktu singkat. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa vendor-vendor lain akan segera mengikuti langkah serupa seiring habisnya stok lama yang dibeli dengan basis biaya lebih rendah.

Konfirmasi ASUS Indonesia: Kenaikan Tidak Terelakkan

Saya melakukan konfirmasi langsung kepada perwakilan manajemen ASUS Indonesia mengenai bagaimana tren global ini akan memengaruhi ketersediaan dan harga produk di pasar lokal. Hasilnya, pihak ASUS Indonesia mengonfirmasi bahwa mempertahankan level harga tahun lalu kini menjadi hal yang tidak memungkinkan.

Eric Khoven, Director of Commercial ASUS Indonesia, menyampaikan secara gamblang bahwa dengan kondisi saat ini, mempertahankan harga seperti tahun 2025 tidak mungkin dilakukan sehingga kenaikan harga tidak dapat dielakkan. Namun, ia menekankan bahwa kenaikan tersebut akan diformulasikan dengan cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari inventaris dan rantai pasok hingga permintaan pasar.

Eric menambahkan bahwa dampak kenaikan ini tidak merata di semua segmen produk. Ada segmen yang terdampak secara signifikan, namun ada pula yang relatif lebih stabil. ASUS Indonesia saat ini tengah berfokus pada strategi penyeimbangan segmentasi produk yang masuk ke pasaran, guna memastikan ketersediaan barang tetap terjaga bagi konsumen Indonesia di tengah tekanan rantai pasok global.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

DRAM

Terdapat beberapa faktor utama yang secara bersamaan mendorong kenaikan harga komponen dan perangkat PC saat ini. Pertama, stok memori DRAM global yang semakin menipis telah memicu lonjakan harga RAM di semua segmen.

Kedua, biaya pengadaan media penyimpanan SSD berkapasitas besar, khususnya di atas 4 TB, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ketiga, pengurangan kuota produksi chip di sejumlah fasilitas manufaktur berdampak langsung pada ketersediaan unit di pasar hilir.

Apa yang Harus Dilakukan Konsumen?

Situasi ini menempatkan segmen PC kelas menengah ke bawah dalam posisi yang paling tertekan. Pilihan laptop dengan harga terjangkau berpotensi semakin menyusut di pasaran seiring meningkatnya biaya produksi yang tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh produsen.

Bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan pembelian laptop baru atau melakukan upgrade komponen, saat ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir untuk mendapatkan harga lama sebelum stok dengan basis biaya rendah benar-benar habis dari rak-rak toko. Vendor umumnya akan mulai memberlakukan harga baru begitu stok lama habis terserap pasar.

Sumber: Wccftech, TechRadar, konfirmasi langsung manajemen ASUS Indonesia.

Jadikan Carisinyal sebagai situs favoritmu di Google
google_preferred_source
cross