MacBook Neo, Laptop Termurah dari Apple

Apple secara resmi memperkenalkan MacBook Neo pada 4 Maret 2026 dalam sebuah acara khusus yang digelar serentak di New York, London, dan Shanghai. Laptop ini menjadi penutup dari rangkaian pengumuman produk Apple sepanjang pekan itu, setelah sebelumnya mereka sudah meluncurkan iPhone 17e, iPad Air baru, serta jajaran MacBook Air M5 dan MacBook Pro M5.
MacBook Neo disebut sebagai laptop Mac paling terjangkau yang pernah Apple hadirkan. John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, menyebut perangkat ini dibangun dari awal agar bisa terjangkau oleh lebih banyak orang.
Strategi ini merupakan yang pertama kali Apple lakukan dalam lebih dari satu dekade terakhir untuk menyasar segmen pasar laptop kelas bawah yang selama ini dikuasai perangkat Windows dan Chromebook.
Chip iPhone untuk Laptop Mac
Salah satu keputusan teknis paling mencolok pada MacBook Neo adalah penggunaan chip A18 Pro, yaitu prosesor yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tenaga penggerak iPhone 16 Pro. Ini pertama kalinya Apple memasangkan chip seri A, bukan seri M, pada sebuah laptop Mac.
Langkah ini disebut sebagai cara Apple menekan biaya produksi sekaligus menjaga jarak yang jelas antara Neo dengan MacBook Air dan MacBook Pro.
Chip A18 Pro hadir dengan konfigurasi 6-core CPU, 5-core GPU, dan 16-core Neural Engine. Apple mengklaim performa chip ini 50 persen lebih cepat untuk tugas harian seperti browsing dan streaming dibandingkan laptop Windows terlaris dengan Intel Core Ultra 5.
Untuk keperluan AI on-device seperti pengeditan foto tingkat lanjut, kecepatannya diklaim mencapai tiga kali lipat lebih tinggi. MacBook Neo juga beroperasi tanpa kipas pendingin sehingga sepenuhnya senyap saat digunakan.

Dua Varian dengan Perbedaan yang Perlu Dicermati
MacBook Neo tersedia dalam dua varian. Perbedaan di antara keduanya bukan sekadar soal kapasitas penyimpanan.
Varian pertama hadir dengan penyimpanan 256 GB dan menggunakan Magic Keyboard standar tanpa Touch ID. Varian kedua menawarkan penyimpanan 512 GB dan sudah dilengkapi Touch ID pada Magic Keyboard-nya. Kedua varian menggunakan chip A18 Pro yang sama dengan RAM 8 GB yang tidak dapat ditambah atau diganti.
Keduanya memiliki layar 13 inci Liquid Retina dengan resolusi 2408 x 1506 piksel, kecerahan maksimum 500 nits, dan dukungan satu miliar warna. Bobot keduanya sama di angka 1,22 kilogram dengan ketahanan baterai hingga 16 jam untuk streaming video.
Di sisi konektivitas, keduanya hadir dengan dua port USB-C berkemampuan berbeda. Port kiri mendukung USB 3 untuk transfer data lebih cepat dan menjadi satu-satunya port yang dapat digunakan untuk menghubungkan layar eksternal, sedangkan port kanan hanya mendukung USB 2.
Tidak ada Thunderbolt dan tidak ada MagSafe pada MacBook Neo. Standar Wi-Fi yang digunakan adalah Wi-Fi 6E dengan chip MediaTek, bukan Wi-Fi 7 seperti pada lini MacBook lainnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan calon pembeli adalah keyboard MacBook Neo tidak dilengkapi lampu latar, berbeda dengan MacBook Air. MacBook Neo tersedia dalam empat pilihan warna yaitu Silver, Blush, Citrus, dan Indigo.
Harga di Amerika Serikat dan Estimasi di Indonesia
Di Amerika Serikat, Apple menetapkan harga varian 256 GB sebesar USD 599 dan varian 512 GB sebesar USD 699. Untuk pelanggan dengan status pelajar atau mahasiswa, harga varian 256 GB turun menjadi USD 499.
Berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini di kisaran Rp 16.300 per dolar, angka konversi langsung kedua varian berada di sekitar Rp 9,8 juta untuk varian 256 GB dan Rp 11,4 juta untuk varian 512 GB.
Harga resmi di Indonesia dipastikan tidak akan sama dengan konversi kurs tersebut. Apple secara konsisten menerapkan penyesuaian harga untuk pasar Indonesia yang mencakup PPN 12 persen, bea masuk, dan margin distribusi.
Berdasarkan pola harga produk Apple di Indonesia selama ini, penyesuaian tersebut umumnya menambah 20 hingga 35 persen dari harga AS. Dengan asumsi itu, estimasi harga resmi MacBook Neo di Indonesia berada di kisaran Rp 11,5 juta hingga Rp 13,2 juta untuk varian 256 GB, dan Rp 13,5 juta hingga Rp 15,4 juta untuk varian 512 GB. Sebagai perbandingan, MacBook Air M4 saat ini dijual resmi di Indonesia mulai dari Rp 19,9 juta.
Kapan Masuk Indonesia?
MacBook Neo mulai tersedia untuk pre-order pada 4 Maret 2026 dan akan mulai dikirimkan serta tersedia di toko secara fisik mulai 11 Maret 2026 di 30 negara. Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara gelombang pertama tersebut.
Detik.com melaporkan bahwa MacBook Neo dipastikan akan segera hadir di Indonesia, namun belum ada tanggal resmi yang diumumkan baik oleh Apple maupun distributor resminya di tanah air. Mengacu pada pola peluncuran produk Apple sebelumnya, jarak antara ketersediaan global dan masuknya produk ke pasar Indonesia biasanya berkisar antara empat hingga delapan minggu. Berdasarkan pola tersebut, MacBook Neo diperkirakan baru bisa dibeli secara resmi di Indonesia sekitar April hingga Mei 2026.
Sebelum produk tersedia secara resmi, MacBook Neo kemungkinan lebih dahulu beredar melalui jalur tidak resmi dari Singapura atau Hong Kong dengan harga yang bisa lebih tinggi dan tanpa garansi resmi Apple Indonesia.
Estimasi harga dalam rupiah dihitung berdasarkan kurs dan pola harga historis Apple di Indonesia, bukan harga resmi yang diumumkan Apple. Harga resmi akan diinformasikan lebih lanjut oleh Apple Indonesia.
