carisinyal-web-banner-retina 35

OnePlus dan realme Merger, Babak Baru Persaingan Smartphone Global Dimulai

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha pada 30/04/2026

Poin Utama

  • OnePlus dan realme dikabarkan telah resmi melakukan merger yang menggabungkan operasional domestik dan global mereka ke dalam satu "sub-product center" baru.
  • Peleburan ini mencakup penyatuan divisi produk, tim marketing, hingga layanan purna jual sebagai langkah efisiensi besar-besaran di bawah naungan OPPO.
  • Langkah konsolidasi ini memicu kekhawatiran terkait masa depan eksistensi OnePlus di pasar global, khususnya di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.

Kabar mengejutkan datang dari dunia smartphone. OnePlus dikabarkan telah resmi bergabung dengan realme dalam sebuah langkah merger yang mencakup operasional di China maupun pasar global. Informasi ini pertama kali mencuat dari akun Digital Chat Station di Weibo, salah satu platform media sosial terbesar di China.

WEIBO

Peleburan Divisi dan Strategi Efisiensi Besar-Besaran

Menurut laporan tersebut, OnePlus dan realme akan melebur operasional domestik dan internasional mereka ke dalam sebuah "sub-product center" yang baru.

Di bawah struktur ini, divisi produk dalam negeri dan luar negeri akan berada di bawah satu atap kepemimpinan yang dipimpin oleh Li Jie, yang bertanggung jawab langsung kepada Pete Lau (Liu Zuohu). Wang Wei, mantan wakil presiden realme, dilaporkan naik posisi menjadi deputy general manager dari unit gabungan tersebut.

Tak hanya di sisi produk, tim marketing dan layanan purna jual dari OnePlus dan realme pun akan disatukan. Laporan tambahan menyebut bahwa kedua brand yang kini bernaung di bawah OPPO ini juga akan menekankan penggunaan ulang lini produk secara bersama, sebuah langkah yang dinilai sebagai strategi efisiensi besar-besaran.

Merger ini bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan jika melihat rekam jejak belakangan ini. OnePlus telah lama beroperasi sebagai sub-brand dari OPPO, sementara realme sendiri sudah lebih dulu dilebur ke dalam OPPO di awal 2026. Kini giliran OnePlus yang mengalami konsolidasi serupa.

Sinyal Berakhirnya Era "Never Settle"

Yang menjadi sorotan adalah kondisi OnePlus di pasar global yang terus memburuk. Sebelumnya, 9to5Google melaporkan bahwa OnePlus berencana menutup operasionalnya di Eropa mulai April 2026, disertai dengan pemangkasan staf dan pernyataan resmi bahwa perusahaan sedang "mengevaluasi" masa depannya di kawasan tersebut.

Tidak ada produk baru yang diumumkan untuk pasar global dalam beberapa bulan terakhir. OnePlus Watch 4 memang sempat muncul, namun tanpa kepastian tanggal rilis, harga, maupun rencana peluncuran yang jelas.

realme sendiri memang memiliki kehadiran di Eropa dan beberapa pasar global lainnya, namun tidak di Amerika Serikat, sebuah wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pasar utama OnePlus. Fakta ini memunculkan pertanyaan besar soal apakah merger ini justru akan menghapus jejak OnePlus dari pasar AS sepenuhnya.

Meskipun merger ini tidak serta merta menutup pintu bagi masa depan global OnePlus, sinyal-sinyal yang ada menunjukkan gambaran yang tidak menggembirakan. Bagi para penggemar setia OnePlus, terutama di luar China, langkah ini terasa seperti babak akhir dari sebuah era yang dimulai dengan semangat "Never Settle".

Jadikan Carisinyal sebagai situs favoritmu di Google
google_preferred_source
cross