carisinyal-web-banner-retina 35

Bocoran Harga REDMI K100 Pro Max Bikin Kaget, Kandidat Kuat POCO F9 Ultra Ini Makin Mahal

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha pada 01/05/2026

Poin Utama

  • REDMI K100 Pro Max dikabarkan akan mengalami kenaikan harga signifikan hingga Rp1,7 juta dibanding pendahulunya meski tetap menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.
  • Bocoran harga terbaru berada di kisaran CNY 4.000 (sekitar Rp10 juta), namun rumor lain menyebutkan harga varian terendah bisa menyentuh angka CNY 5.000.
  • Krisis RAM global akibat masifnya kebutuhan pusat data AI diidentifikasi sebagai faktor utama yang memicu lonjakan harga perangkat smartphone saat ini.

REDMI K100 Pro Max kembali mencuri perhatian lewat bocoran terbaru, dan kali ini kabarnya tidak terlalu menggembirakan. Perangkat yang diyakini akan hadir sebagai kandidat kuat POCO F9 Ultra di pasar global ini dikabarkan akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Berdasarkan rumor yang beredar, REDMI K100 Pro Max akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, SoC yang sama dengan yang digunakan pada REDMI K90 Pro Max. Ya, bukan upgrade chipset. Artinya, dari sisi prosesor tidak ada perubahan berarti antara generasi ini dengan pendahulunya.

Yang menjadi sorotan utama justru soal harga. REDMI K100 Pro Max dikabarkan akan dibanderol mulai dari CNY 4.000 atau sekitar 585 dolar Amerika Serikat, yang bila dikonversi ke rupiah berada di kisaran Rp10 juta.

Bandingkan dengan REDMI K90 Pro Max yang ketika diluncurkan tahun lalu dihargai CNY 3.199 atau sekitar 467 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp8 juta) dengan spesifikasi chipset yang sama persis. Ini berarti ada lonjakan harga sekitar 800 yuan atau setara Rp1,7 juta tanpa ada peningkatan pada komponen utamanya.

Perlu dicatat, bocoran sebelumnya bahkan menyebut angka yang lebih tinggi, yaitu CNY 5.000 atau sekitar 731 dolar Amerika Serikat untuk varian termurahnya. Dengan dua bocoran yang berbeda cukup jauh, belum ada kepastian soal berapa harga akhir yang akan diumumkan secara resmi.

Lalu apa penyebab kenaikan harga ini? Jari telunjuk mengarah ke krisis RAM global yang tengah berlangsung.

Pusat data kecerdasan buatan (AI) saat ini dikabarkan menyerap sebagian besar kapasitas produksi memori yang ada, sehingga pasokan untuk segmen konsumen seperti smartphone ikut tertekan. Selama tidak ada investasi baru dalam kapasitas produksi RAM, atau selama tren AI belum mereda, harga perangkat pintar diprediksi akan terus mengalami tekanan ke atas.

Bagi pengguna di Indonesia yang mengincar POCO F9 Ultra, kondisi ini tentu patut dicermati. Jika rumor harga ini terkonfirmasi, ekspektasi terhadap banderol perangkat tersebut di pasar global kemungkinan juga perlu disesuaikan.

Jadikan Carisinyal sebagai situs favoritmu di Google
google_preferred_source
cross