carisinyal web banner retina

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini

Ditulis oleh Ananda Ganesha M - Diperbaharui 28 Agustus 2021

Jika Anda selama ini menggunakan laptop Windows, mungkin tidak akan terpikirkan tentang apa itu Chromebook dan apa yang membedakannya dengan laptop yang kita gunakan selama ini. Namun, Pemerintah Indonesia di tahun 2021 mencanangkan program pengadaan laptop untuk pendidikan.

Namun, laptop tersebut dikabarkan tidak akan menggunakan sistem operasi Windows, melainkan Chromebook. Hal inilah yang sontak menumbuhkan minat masyarakat untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai seluk beluk Chromebook.

Chromebook sendiri pertama kali diluncurkan di tahun 2011, dan mulai menuai popularitas di berbagai penjuru dunia walaupun tetap belum bisa mengalahkan pamor Windows. Pada kesempatan kali ini, Carisinyal akan membeberkan beberapa poin perbedaan antara Chromebook dengan laptop Windows yang bisa disimak berikut ini.

1. Antarmuka

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 1Sumber: PCMag.com

Baik Windows maupun ChromeOS (sistem operasi yang digunakan Chromebook) sama-sama menghadirkan sisi antarmuka yang ramah pengguna. Keduanya memiliki tampilan yang mencakup desktop yang tampilkan shortcut pada beragam aplikasi. Pada Windows, di bagian pojok kanan bawah terdapat informasi waktu, notifikasi, dan system tray.

Windows juga mengizinkan pengguna untuk mengklik tombol Start yang akan tampilkan jendela untuk pencarian Cortana, mengetahui daftar aplikasi dan file yang bisa diakses, dan mengakses menu Power, Setting, ataupun mengakses gambar dan dokumen.

Sedangkan pada Chromebook, antarmuka sistem operasinya lebih mirip seperti Android pada ponsel atau tablet. Saat melakukan klik atau tap pada tombol di pojok kiri bawah, yang muncul adalah daftar aplikasi-aplikasi yang ditampilkan secara grid. Mirip-mirip saat kita membuka App Drawer pada ponsel Android.

2. Dukungan Aplikasi

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 3Sumber: Vulampharmd

Jika Anda sering berkutat dengan beragam sistem operasi, pasti sudah tahu kalau sistem operasi yang berbeda memiliki dukungan aplikasi yang berbeda pula. Contohnya saja seperti Windows yang bisa menginstal file instalasi berformat .exe. Pada MacOS ataupun Linux, file .exe tidak akan dikenali.

Begitu pun dengan Chromebook yang gunakan ChromeOS. Anda tidak bisa menginstal aplikasi yang tersedia untuk Windows. Akan tetapi, aplikasi-aplikasi terkenal yang ada di Windows biasanya sudah dibuatkan versi Android-nya. Contoh saja seperti Microsoft Office, aplikasi-aplikasi VPN, pembaca PDF, atau yang lainnya.

Namun perlu diketahui, tidak semua aplikasi versi Android punya fungsi sama persis dengan versi Windows. Seperti Adobe Photoshop contohnya, fungsionalitasnya lebih terbatas untuk mengakomodir sistem operasi Android. Sehingga, aplikasi edit foto tersebut dibuat lebih simpel, lebih ringan, dan cenderung dioptimasi pada layar sentuh.

Chromebook hanya dapat menginstal aplikasi-aplikasi yang tersedia pada Google Play Store. Atau jika aplikasi yang diinginkan tidak tersedia, Anda juga dapat menginstal file .apk yang didapat dari sumber lain. Persis seperti Android, bukan?

3. Chromebook Kurang Cocok untuk Gaming

Tidak, kami sedang tidak membicarakan batasan pada hardware. Yang kami maksud adalah, mengingat ChromeOS hanya dapat menginstal aplikasi dari Google Play Store, Anda tidak dapat menginstal game-game yang tersedia via Steam ataupun Epic Store.

Padahal seperti yang mungkin Anda ketahui, Steam seringkali jadi sumber nomor satu dalam hal pembelian atau pengunduhan game PC. Ada begitu banyak game AAA yang tersedia di Steam dan menanti untuk Anda mainkan jika Anda adalah seorang gamer.

Jika Anda menggunakan Chromebook, game yang bisa dimainkan hanyalah yang biasa mejeng di Google Play Store. Seperti Candy Crush, MLBB, Genshin Impact, Asphalt 9, dan masih banyak lagi. Jadi jika Anda ingin mainkan GTA V atau Cyberpunk 2077 di Chromebook, sebaiknya urungkan niat.

Solusi yang paling feasible untuk gaming di Chromebook (selain melalui Google Play Store tentunya) adalah dengan mengakses game-game berbasiskan web browser. Setidaknya, hal ini akan memberikan pengalaman desktop gaming yang tidak didapatkan pada ponsel Android.

Pengguna Chromebook di berbagai penjuru dunia juga berhasil main game konsol dengan mengandalkan Stadia, yakni layanan cloud gaming yang tidak mengharuskan laptop untuk punya spesifikasi dewa.


Jalannya permainan terjadi di server dan dikirim ke layar pengguna, sehingga Chromebook yang speknya pas-pasan bisa melakukan streaming untuk mendukung jalannya permainan. Sayangnya, hingga artikel ini ditulis, Stadia tidak didukung di Indonesia.

4. Kerentanan Terhadap Malware

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 7

Jika Anda ditanya, sistem operasi komputer manakah yang paling populer di dunia? Jawabannya sudah pasti Windows, bukan? Nah, saking populernya Windows, sistem operasi tersebut pun jadi sasaran empuk hacker untuk mencari mangsanya.

Mereka tinggal perlu buat malware dan menaruhnya pada situs-situs mencurigakan. Dan saat pengguna tidak sadar telah mengunduh serta menginstalnya, malware tersebut akan mengacaukan perangkat dan menimbulkan berbagai macam eror. Data pribadi Anda pun turut berada dalam bahaya.

Masalahnya, malware untuk Windows tentu tidak akan bekerja pada sistem-sistem operasi lain, contohnya saja Linux, MacOS, dan pastinya ChromeOS. Sehingga ChromeOS pada Chromebook dijamin punya sistem keamanan yang lebih baik dan tidak akan semudah itu dibobol dibandingkan Windows.

5. Spesifikasi Hardware Chromebook Lebih Sederhana

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 9Sumber: acerid.com

Jika Anda seorang pekerja yang sering melakukan kegiatan mengetik atau riset di browser, pastinya membutuhkan besaran RAM dan prosesor yang mumpuni. Seperti membuka puluhan tab di browser misalnya, rasanya RAM berukuran 4 GB tidak akan terasa cukup.

Itu mengapa, rata-rata laptop Windows menghadirkan spesifikasi cukup tinggi untuk membuatnya lancar dalam melaksanakan perintah pengguna. Hal ini berbeda dengan Chromebook yang membutuhkan spesifikasi lebih sederhana untuk melakukan tugasnya.

Hal ini terjadi karena ChromeOS adalah sistem operasi berbasiskan Linux yang sangat ringan dibandingkan Windows. ChromeOS juga memiliki fungsionalitas yang lebih sederhana, tidak seperti Windows yang merupakan sistem operasi lebih rumit.

Hampir semua yang dilakukan pada Chromebook berbasiskan online. Itu mengapa, Chromebook rata-rata hanya memiliki storage lebih kecil, di kisaran 32 GB hingga 160 GB.

6. Chromebook Nyaris Tidak Berguna saat Offline

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 11Sumber: acerid.com

Jika Anda memutuskan untuk memiliki Chromebook, bersiap-siaplah untuk selalu terkoneksi ke internet. Pasalnya, fungsionalitas Chromebook mayoritas bergantung pada browser dan internet. Mengingat memorinya yang kecil, Anda tidak bisa menginstal banyak aplikasi dan perlu bergantung pada browser untuk melakukan banyak pekerjaan.

Misalnya saja, Anda bisa menggunakan Microsoft Office versi web, melakukan pengeditan PDF, dan bahkan mengedit gambar. Berbeda dengan laptop Windows yang masih bisa produktif sekalipun tidak ada jaringan internet. Soalnya, Anda masih bisa menggunakan aplikasi yang sebelumnya telah diinstal untuk lakukan pekerjaan.

7. Harga Chromebook Relatif Lebih Murah

Simak 7 Perbedaan Chromebook dengan Laptop Windows Ini 13Sumber: acer.com

Ya, Chromebook memang tidak sefungsional Windows karena kapabilitasnya pun terbatas hanya pada hal-hal berbau online saja. Maka dari itu, spesifikasi Chromebook yang cenderung lebih ringan ini juga berimbas pada harganya yang jauh lebih terjangkau dibanding laptop Windows biasa.

Sebuah Chromebook yang bagus sudah tersedia di harga mulai dari Rp3 jutaan, dengan spesifikasi yang meliputi RAM 4 GB, prosesor dual core, dan memori eMMC atau SSD pada kapasitas sekitaran 32 GB hingga 100-an GB. Bahkan di harga yang lebih murah, Chromebook juga biasanya sudah tersedia dengan layar Full HD.

Demikian 7 poin perbedaan antara laptop dengan sistem operasi Windows dan Chromebook berbasiskan ChromeOS. Kini pilihan di tangan Anda. Yang pasti, dengan spek yang lebih sederhana, Chromebook bukanlah pilihan ideal untuk pekerjaan-pekerjaan berat seperti mengedit foto dan video.

Jika Anda hanya membutuhkan Chromebook untuk urusan pengetikan, game ringan, streaming film, ataupun berselancar di internet, kami rasa Anda tidak akan menyesal memiliki Chromebook. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan budget. Selamat memilih, ya!

Menu

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram