Review ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300, 2 in 1 Multifungsi

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha
ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Satu sisi bagian ini tidak lepas dari ilustrasi sang kreator. Sementara bagian lainnya cenderung polos. Satu hal yang diingat, saat perangkat dipasangkan ke kasing ini tergolong mudah. Namun, saat dilepas, perlu tenaga ekstra atau effort agar kebuka dari kasing atau cover nya ini.

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Kehadiran cover ini tentu jadi alternatif bagi pemakainya yang butuh perangkat dalam mode tablet. Artinya pengguna tidak mau repot banyak bawaan. Apalagi pengguna yang suka menggambar, kehadiran keyboard mungkin tidak akan terlalu releven. Cukup bawa perangkatnya dan juga pen, sudah selesai.

Bodi Desain dan Keyboard

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Setelih menilik printilan di kotak kemasan, mari langsung bahas sang perangkat lebih dalam. Mari mulai dengan bahas bobotnya yang hanya 0,785 kg. Sangat ringan untuk sebuah perangkat. Dengan bobot ini, perangkat mudah dijinjing. Apalagi perangkat punya dimensi yang cukup pas di tangan, yakni 30,99 x 19,00 x 0,79 cm.

Ukuran bobot dan dimensi tersebut, hanya bagian bodi utamanya saja, tanpa keyboard detachable.

Jika dibawa dengan keyboard-nya untuk berpergian, sebenarnya masih tergolong ringan. Tidak terlalu sa seperti perangkat laptop dengan dimensi yang tidak jauh beda. Masih tergolong ringan, bahkan saat charger perangkat di bawah.

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Untuk pengguna yang hanya butuh mode layar saja, membawa laptop ini tanpa keyboard sebenarnya sudah oke. Namun, karena saya lebih nyaman mengetik pakai keyboard fisik, saya tetap membawa keyboard bawaan laptop ini.

Biasanya yang tidak saya bawa adalah charger-nya. Karena perangkat punya port Type-C untuk pengisian daya, jadi cukup bawa charger ponsel saja. Satu charger bisa dua perangkat. 

Hanya saja pastikan charger untuk mengisi daya ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 mendukung pengisian cepat. 

Ngomong-ngomong soal Type-C, ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 punya dua port type-C di bagian samping kiri (saat mode laptop atau landscape). Di bagian ini, ada dua port USB Type-C yang mendukung pengisian daya dan output display. Ada juga port audio jack 3,5 mm, dan microSD reader. 

asus vivbook 13 slate oled t330

Tidak ada USB Type A di perangkat ini. Karena itu, buat yang mau transfer data, sebaiknya memiliki converter atau adapter Type-C ke USB Type-A.

Solusi ini juga bisa digunakan buat mereka yang pakai mouse dengan USB receiver. Buat yang pakai mouse Bluetooth tinggal sambungkan saja mouse ke Bluetooth laptop. 

Hal yang sama juga berlaku untuk yang ingin menyambungkan perangkat ke layar tambahan. Diperlukan adapter atau converter ke HDMI agar bisa terhubung ke layar tambahan. 

Sementara di samping kanan (saat mode laptop atau landscape), terdapat tombol volume. Tombol ini bakal sering digunakan saat kamu memakai dalam mode tablet alias tanpa keyboard. 

asus vivbook 13 slate oled t330

Saya hampir tidak menyadari keberadaan tombol ini, mengingat aktivitas saya dengan perangkat ini seringnya dengan keyboard yang terhubung. 

Di bagian ini juga terdapat tulisan Dolby Atmos yang menegaskan kalau kualitas speaker perangkat ini sudah mendukung kualitas suara yang baik berkat dukungan Dolby Atmos.

Di bagian atas laptop, terdapat tombol power. Tombol ini juga sebagai pemindai sidik jari untuk masuk ke sistem. Sistem pembaca sidik jarinya harus diakui kurang begitu bagus meski tidak jelek juga.

asus vivbook 13 slate oled t330

Sistem keterbacaannya masih agak kurang. Tangan agak kurang bersih, agak sulit membaca kalau sidik jari tersebut sudah didaftarkan. Di bagian sisi yang berlawanan dengan sisi yang punya tombol power, hanya ada beberapa lubang untuk terhubung dengan keyboard detachable.

sus vivbook 13 slate oled t330

Di bagian belakang layar, tidak ada hal menarik. Hanya bodi belakang yang bakal sering ketutup dengan cover stand. Bagian belakang bodi ini punya area magnetik yang membuat cover stand mudah menempel. 

Untuk bahannya sendiri, saya tidak terlalu persis. Berbagai sumber menyebut jika sasis laptop ini berbahan aluminium. Hal yang bisa saya pahami karena memang bodi perangkat ini cukup kokoh. 

Kalau soal tampilan desain, jelas kurang menarik dan tidak akan dibahas banyak. Bagian desain bakal ketutup cover stand. Yang versi kreator tentu bakal menarik perhatian. Sementara versi standar, cover stand yang disediakan berwarna hitam tegas.

Layar

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Menilik namanya, ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300, sudah menunjukan identitas kalau laptop ini hadir dengan layar 13 inci. Tepatnya sih 13,3 inci. Selain itu, karena ada OLED di nama produknya, produk ini juga menawarkan panel OLED. 

Panel layar OLED di perangkat jadi nilai jual terbesar. Betapa tidak, jarang sekali atau hampir tidak pernah, sebuah perangkat laptop 2 in 1 bersistem operasi Windows, menawarkan panel layar OLED. 

Memang ada perangkat serupa, tapi biasanya adalah tipe laptop 2 in 1 dengan keyboard yang tidak bisa dilepas. Berbeda dengan ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 yang menawarkan konsep keyboard yang bisa dilepas.

Kehadiran panel layar OLED ini bukan hal baru. ASUS hadirkan panel OLED, bahkan untuk kategori laptop 8 jutaan seperti pada ASUS VivoBook 15 OLED K513E yang juga pernah diulas di Carisinyal

Panel OLED pada perangkat ini disebut sebagai ASUS OLED. Pembahasan soal ini bisa disimak pada artikel soal laptop ASUS OLED

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram